No Exit

No Exit
Bunyi alarm panjang dua kali


__ADS_3

Sementara itu yang terjadi pada Allen ketika ia terpisah dengan Mikaila tepat setelah pintu gerbang tertutup. Allen nampak terlihat celingukan ke sana ke mari mencari keberadaan Mikaila di tengah tengah puluhan siswa yang mengikuti event kali ini. Allen mengusap rambutnya dengan kasar ketika ia tidak melihat Mikaila di manapun, padahal sedari memasuki pintu gerbang Allen sudah sekuat tenaga berusaha menggenggam tangan Mikaila agar tidak sampai lepas dari pegangannya, namun karena beberapa siswa yang langsung berhamburan begitu pintu gerbang di tutup, pada akhirnya membuat pegangan tangan Allen terlepas dan kehilangan Mikaila.


Ketika Allen sedang sibuk mencari keberadaan Mikaila, sebuah tangan kokoh lantas terlihat menarik Allen agar menjauh dari kerumunan, membuat Allen yang sedikit tersentak dengan spontan langsung menoleh ke arah tarikan itu.


"Cepat pergi dari sini Al sebelum segerombolan sapi mulai ke tengah dan mencari mangsa mereka." ucap Ebra sambil terus berusaha menarik tangan Allen agar menjauh dari sana.


Allen yang mendengar ucapan dari Ebra sama sekali tidak ingin mengikutinya dan langsung menghempaskan tangan Ebra begitu saja, Allen tidak bisa jika harus meninggalkan Mikaila di saat saat seperti ini. Allen bahkan sudah berjanji bahwa ia dan juga Mikaila akan kembali hidup hidup, namun baru saja memulai Allen sudah kehilangan Mikaila tanpa tahu ke mana perginya gadis itu.


"Kau jangan bercanda, aku bahkan kehilangan Mikaila! bagaimana mungkin aku pergi dan meninggalkannya begitu saja." ucap Allen dengan nada yang kesal.


Ebra yang kembali melihat sikap keras kepala Allen, lantas langsung menarik tangannya meski Allen tidak menginginkannya sedikitpun. Keduanya terlibat aksi saling tarik menarik di mana Ebra yang ingin menarik Allen menjauh, sedangkan Allen malah sebaliknya dan ingin pergi mencari keberadaan Mikaila di sekitaran sini.


"Kau itu sudah gila ya?" pekik Ebra dengan kesal.


"Kau yang gila!" teriak Allen tidak mau kalah.


Ketika keduanya sedang sibuk berdebat karena perbedaan pendapat mereka, samar samar keduanya lantas seperti mendengar suara langkah kaki besar yang berlarian hingga membuat tanah di sekitaran mereka bergetar. Merasakan ada sesuatu yang mendekat, baik Allen maupun Ebra dengan spontan langsung menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya mereka ketika mereka menoleh dan melihat segerombolan sapi yang bertanduk lancip mulai berlarian mendekat ke arah tengah.


"Sudah ku bilang untuk lari!" ucap Ebra kemudian sambil menarik tangan Allen agar mengikuti langkah kakinya.

__ADS_1


"Sial!" ucap Allen dengan nada yang kesal sambil melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Ebra yang menariknya.


Ebra dan juga Allen lantas berlarian ke sana ke mari mencari tempat teraman untuk menghindari kejaran dari segerombolan sapi itu. Allen dan juga Ebra yang sudah lelah berlarian ke sana ke mari, pada akhirnya memilih untuk memanjat pohon dan menanti di sana hingga segerombolan sapi sapi itu pergi dari daerah ini.


Allen memanjat dahan pohon yang tidak terlalu rendah namun tidak terlalu tinggi, Allen berpegangan dengan erat pada dahan tersebut karena sapi sapi itu berkali kali mencoba menyeruduk dahan yang Allen panjat.


"Semoga saja Mikaila bisa mencari tempat sembunyi teraman." ucap Allen dalam hati sambil berpegangan dengan erat.


Beberapa menit berdiam diri di dahan pohon, Allen yang tak sengaja mendengar suara langkah kaki seseorang dengan cepat, lantas langsung mencoba menoleh ke arah sumber suara. Ada sedikit perasaan lega ketika ternyata suara langkah kaki itu milik Mikaila. Hingga ketika Allen melihat Mikaila menjerit karena tersandung, dengan spontan Allen langsung berusaha untuk menggapai tangan Mikaila dan hendak membawanya naik ke atas dahan pohon bersamanya.


Aaaaaaaa


"Allen... kamu kemana saja?" pekik Mikaila ketika melihat pemilik tangan itu adalah Allen.


"Penjelasannya nan..ti saja... sekarang lebih baik kamu coba berayun dan na..ik ke atas karena aku sudah tidak kuat lagi!" ucap Allen sambil berusaha memegang tangan Mikaila agar tidak jatuh dan terjun ke bawah.


Allen yang mendengar perintah dari Allen langsung dengan spontan mengangguk, di lihatnya ke depan dan ke belakang sekilas mencoba mencari keberadaan sapi tersebut. Baru setelah Mikaila merasa sapi itu masih jauh dan tidak ada di sini, Mikaila mulai mengayunkan kakinya secara perlahan dan mencoba naik ke belakang Allen yang saat ini tengah duduk di dahan pohon.


Satu percobaan gagal...

__ADS_1


Dua kali percobaan gagal...


Hingga ketiga kalinya, Mikaila yang tidak ingin menyerah dan mati begitu saja karena di seruduk sapi, lantas berusaha sekuat tenaga untuk mengayun tubuhnya dan berusaha naik ke atas dahan. Tidak ada sebuah perjuangan yang sia sia, pada akhirnya Mikaila berhasil naik ke atas dahan dan duduk di samping Allen dengan nafas yang terengah engah.


"Apa kamu baik baik saja?" tanya Allen ketika melirik sekilas ke arah Mikaila yang sudah di banjiri dengan peluh dan keringat.


Mikaila yang mendengar pertanyaan dari Allen barusan langsung mengangguk dengan cepat. Hingga kini Mikaila bahkan masih merasa sangat terkejut akan apa yang baru saja terjadi tanpa ada yang memberitahunya sebelumnya.


"Lari mu ternyata cepat juga ya?" ucap Allen lagi setelah melihat Mikaila menganggukkan kepalanya.


"Mengapa... hhhh mengapa kau tidak memberitahu ku bahwa akan ada sapi?" ucap Mikaila dengan nafas yang terengah engah sambil berusaha berpegangan erat pada dahan pohon agar tidak jatuh.


Mendengar ucapan dari Mikaila barusan membuat Allen langsung tersenyum dengan garing, sebenarnya Allen sudah akan memberitahukannya kepada Mikaila tentang isi dari permainan ini hanya saja karena terlalu sibuk mempersiapkan segalanya, pada akhirnya Allen melupakan Mikaila dan tidak memberitahunya, membuat Mikaila yang melihat senyuman aneh dari Allen hanya bisa mendengus dengan kesal karena Mikaila yakin bahwa Allen pasti lupa untuk memberitahunya.


Ketika keduanya sedang terlibat pembicaraan sebuah alarm panjang berbunyi dua kali yang lantas membuat Mikaila terdiam sejenak ketika mendengar suara bunyi alarm tersebut. Mikaila yang penasaran akan maksud dari bunyi tersebut kemudian mulai menoleh ke arah Allen, namun ekspresi wajah Allen yang terlihat membeku, membuat Mikaila semakin bertanya tanya apa sebenarnya maksud dari bunyi tersebut hingga membuat Allen merubah ekspresi wajahnya.


"Ada yang telah gugur!" ucap Allen dengan singkat yang membuat Mikaila menatapnya dengan raut wajah yang penasaran menunggu kelanjutan ucapan Allen barusan.


"Apa maksud ucapan mu?" tanya Mikaila dengan raut wajah yang penasaran.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2