
Setelah berpencar dengan Mikaila dan juga Ebra, Allen melangkahkan kakinya menuju ke arah gudang belakang. Dengan langkah kaki yang mengendap endap Allen berusaha untuk menghindari rekaman kamera pengawas agar tidak bisa menangkap dirinya.
Allen melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah sambil menatap ke arah kanan dan kiri mencoba untuk mengecek situasi. Hingga ketika dirasa aman barulah Allen membuka pintu gudang belakang dan masuk ke dalamnya secara perlahan.
"Apa kamu sudah siap Ar?" tanya Allen setelah menutup pintu dan menatap ke arah Arhan.
Arhan yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung mengangguk dan bangkit dari posisinya secara perlahan-lahan. Dengan langkah yang tertatih Arhan mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Allen berada. Luka di tubuh Arhan memang belum sepenuhnya sembuh mengingat Arhan yang jatuh dari ketinggian membuat beberapa tulangnya patah dan juga nyeri, hanya saja sebisa mungkin Arhan mencoba untuk bergerak dan tetap semangat apalagi ketika melihat wajah ketiga temannya yang terus saja memberikan dukungan kepadanya.
Allen yang melihat Arhan berjalan dengan tertatih, lantas langsung menghampirinya dan membantu Arhan berjalan. Seulas senyum terbit dari wajah Arhan ketika melihat perilaku Allen kepadanya.
"Pegang lah pundak ku dengan erat kita melangkah bersama-sana." ucap Allen sambil mulai melangkahkan kakinya secara perlahan agar Arhan tidak kesulitan mengikuti langkah kakinya.
Keduanya kemudian berjalan dengan perlahan menuju ke arah di mana bus yang datang untuk menjemput mereka terparkir. Sambil menatap ke arah kanan dan kiri, keduanya terus melangkahkan kakinya menyusuri area sebelah kiri Resort di mana merupakan titik buta kamera di Resort tersebut.
"Apa kau dengar jika anak-anak itu akan pulang hari ini?" ucap sebuah suara tak jauh dari tempat dimana Allen dan juga Arhan berjalan.
Mendengar suara tersebut Allen kemudian memapah Arhan untuk melipir di sebelah mobil yang terparkir di sana untuk bersembunyi. Hanya saja kaki Arhan yang sedikit mengenai mobil tanpa sengaja lantas membuat mobil yang terparkir di sana berbunyi dengan keras, membuat Allen langsung terdiam seketika di saat menyadari hal tersebut.
"Maaf" ucap Arhan merasa bersalah sambil menahan sakit di area kakinya.
"Sial.." ucap Allen dalam hati.
Dua orang pria berjas hitam yang mendengar salah satu mobil yang terparkir berbunyi, lantas mulai memberi kode kepada temannya untuk mulai mengecek apakah ada sesuatu di area sana sehingga menyebabkan mobil berbunyi dengan sendirinya.
__ADS_1
Detak jantung Allen kini bahkan berdebar dengan sangat kencang ketika menyadari bahwa kedua orang yang tadi lewat kembali ke arah mobil untuk melihat apa yang terjadi dengan mobil mereka. Sambil mengambil posisi sedikit merunduk, Allen memegang dengan erat tubuh Arhan dan membawanya berputar secara perlahan untuk menghindari dua orang pria berjas hitam tersebut. Namun ketika Allen menoleh ke arah belakang ternyata langkah kaki kedua pria itu malah mendekat ke arahnya. Membuat Allen kemudian menyuruh Arhan untuk mengambil posisi jongkok dan diam sejenak.
"Sial, jika sampai aku dan Arhan tertangkap disini, aku yakin Zaki pasti tidak akan membiarkan kami berempat lolos dengan mudah." ucap Allen dalam hati.
Disaat jantung Allen dan juga Arhan kian berdebar dengan kencang, sebuah suara pintu mobil yang terbuka lantas terdengar tepat di sebelah mobil yang digunakan oleh Allen dan juga Arhan untuk bersembunyi.
"Hua...." suara seseorang yang menguap sambil melangkahkan kakinya turun dari mobil, membuat dua orang pria berjas hitam yang sedari tadi melangkahkan kakinya mendekat ke arah parkiran langsung terhenti sejenak.
"Rudi, apa yang kamu lakukan?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku tertidur di dalam dan tanpa sengaja membuat mobil sebelah berbunyi." ucap Rudi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, membuat kedua orang tersebut lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah.
"Sialan kau! Ku kira kau anak-anak itu yang hendak melarikan diri secara diam-diam, jika tahu itu kau males banget aku ke sini." imbuhnya temannya sambil menatap kesal ke arah Rudi.
Setelah mengetahui bahwa suara berisik tersebut karena ulah Rudi, membuat kedua orang tersebut melangkahkan kakinya kembali menuju ke area depan begitu juga dengan Rudi. Hanya saja sebelum langkah kakinya terlalu jauh dari sana, Rudi nampak melirik ke arah belakang sambil tersenyum tipis kemudian melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki kedua temannya.
Sementara Allen dan juga Arhan yang mendengar langkah kaki ketiganya menjauh dari sana, keduanya lantas menghela nafasnya dengan panjang kemudian melanjutkan kembali langkah kaki mereka menuju ke arah di mana bus terparkir tak jauh dari posisi mereka berdiri.
**
Ketika Allen dan juga Arhan sampai di sana, Allen langsung membuka pintu bagasi bus dan membantu Arhan untuk naik ke dalamnya.
"Aku sudah menyediakan beberapa hal yang kau butuhkan pada tas kecil itu, jika sudah sampai di kota ingatlah rencana kita dan satu hal lagi yang penting... jangan tutup pintu bagasi terlalu rapat agar kamu masih bisa menghirup oksigen dengan normal." ucap Allen memberikan wanti-wanti kepada Arhan yang di balas Arhan dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Setelah memastikan Arhan sudah masuk ke dalamnya, Allen menatap ke arah sekitar sebentar. Allen yakin bahwa Ebra dan juga Mikaila pasti kini juga tengah berhasil mengerjai supir bus agar tidak terlalu fokus akan busnya sehingga Allen bisa dengan mudah memasukkan Arhan ke dalam bagasi.
"Semoga saja mereka berdua tidak ketahuan." ucap Allen pada diri sendiri.
***
"Apa yang sebenarnya sedang kalian sembunyikan?" ucap Zaki kemudian yang langsung membuat ketiganya terkejut bukan main karena mengira mereka bertiga telah tertangkap basah.
"Apa maksud anda sebenarnya pak?" ucap Mikaila dengan bingung karena Mikaila yakin bahwa yang dimaksud dengan Zaki sedari tadi bukanlah Arhan.
Zaki yang mendengar pertanyaan dari Mikaila lantas tersenyum dengan sinis kemudian menatap tajam ke arah Ebra, Allen dan juga Mikaila secara bergantian.
"Aku tidak menyangka jika kalian begitu cerdik hingga menyembunyikan sesuatu hal besar di belakang kami semua!" ucap Zaki dengan nada yang dingin, membuat ketiganya semakin tidak mengerti akan maksud dari ucapan Zaki sedari tadi.
"Sebenarnya apa yang sedang anda lakukan? Mengapa sedari tadi perkataan bapak terus saja berputar-putar tanpa menjelaskan detailnya." ucap Allen dengan nada yang kesal.
Zaki yang mendengar hal tersebut bukannya menjelaskan malah mengkode Hadi dan juga yang lainnya untuk bergerak dan memeriksa ketiganya. Membuat Mikaila, Ebra dan juga Allen lantas mundur secara perlahan ketika beberapa pria berjas hitam mendekat ke arah mereka bertiga.
Beberapa orang pria berjas hitam lantas langsung menyergap ketiganya dan mengunci mereka dengan erat, sedangkan yang lainnya mulai melakukan penggeledahan menyeluruh hingga ke dalam baju ketiganya. Mikaila yang mulai merasa mereka tidaklah sopan karena menyentuhnya di bagian yang tidak seharusnya, lantas berusaha untuk memberontak.
"Lepaskan aku!" teriak Mikaila dengan nada yang tinggi membuat yang lainnya terkejut seketika.
Bersambung
__ADS_1