
"Arhan!" pekik ketiganya dengan spontan begitu melihat sosok di balik bebatuan ternyata adalah Arhan.
Melihat Arhan terbaring di tanah penuh dengan luka dan noda darah ketiganya kemudian lantas mendekat ke arah Arhan untuk melihat kondisinya.
"Dia masih hidup" ucap Allen setelah memastikan denyut nadi dan juga jantung Arhan yang masih berdetak.
"Kamu pulanglah ke Resort ambil kotak P 3K dan juga beberapa perlengkapan kemari untuk Arhan." ucap Mikaila kemudian yang lantas di balas Ebra dengan anggukan kepala.
Mendapat perintah tersebut Ebra kemudian bangkit dari posisinya dan mulai bergerak kembali ke Resort untuk mengambil semua perlengkapan yang di butuhkan.
***
Beberapa jam kemudian
Setelah melakukan pertolongan pertama pada Arhan sebisa mereka. Arhan terlihat membuka matanya secara perlahan membuat Mikaila, Allen dan juga Ebra langsung dengan spontan menatap ke arah Arhan yang sedari tadi hanya terlihat berkedip-kedip saja.
Arhan yang baru saja tersadar lantas menatap ke arah sekeliling dan hanya menjumpai kegelapan, sedangkan di atas pandangannya Arhan melihat ketiga temannya yang lantas membuatnya langsung tersenyum karena mengira ia sudah mati dan kini berada di surga.
"Sudah mati saja aku bahkan masih melihat wajah mereka bertiga." ucap Arhan lirih sambil tersenyum dengan tipis.
Sedangkan ketiganya yang mendengar ucapan ngelantur dari Arhan barusan lantas saling pandang satu sama lain. Hingga kemudian Ebra yang tidak sabaran langsung menampar pipi Arhan secara pelan, membuat Ebra langsung mendapat hadiah tatapan tajam dari Allen dan juga Mikaila.
"Aw..." rintih Arhan begitu mendapat tamparan secara tiba-tiba.
"Maaf, siapa suruh sedari tadi Arhan terus saja melantur!" ucap Ebra dengan nada yang santai.
Arhan yang menyadari ini bukanlah tempat di mana ia dibangkitkan setelah kematiannya, langsung perlahan-lahan bangkit dengan tertatih menahan perih di sekujur tubuhnya.
"Kamu tidak apa-apa Ar?" tanya Mikaila kemudian yang lantas di balas Arhan dengan gelengan kepala.
"Jadi aku belum mati?" ucap Arhan dengan nada yang polos.
__ADS_1
"Tentu saja belum, jika sudah mungkin kamu tidak akan bertemu dengan kita melainkan malaikat maut." ceplos Ebra yang lantas membuat Allen kesal dan langsung menjitak kepala Ebra.
Ebra yang mendapat jitakan tentu saja langsung terdiam seketika. Suasana menjadi hening setelahnya hingga kemudian Arhan mulai tersenyum sekaligus bersyukur ketika ia tahu bahwa ia tidak jadi meninggal.
"Lalu sekarang kita harus bagaimana? Aku yakin saat ini pak Hadi pasti sedang mencari kita karena kita tidak ada di Resort." ucap Mikaila kemudian yang lantas membuat ketiganya langsung menoleh ke arah Mikaila.
"Apa yang terjadi selama aku tidak ada?" tanya Arhan dengan nada yang lirih.
"Ceritanya panjang dan aku yakin tidak akan selesai jika diceritakan sekarang!" ucap Ebra yang lantas membuat Mikaila memutar bola matanya dengan jengah.
Sedangkan Allen terlihat diam sedari tadi sambil terus memikirkan jalan apa yang akan ia ambil saat ini. Jujur saja membawa Arhan ke Resort pasti akan sangat berbahaya mengingat Arhan yang sudah dinyatakan meninggal oleh pihak Resort dan juga Zaki. Namun jika Allen membiarkan Arhan seorang diri di sini itu bahkan lebih tidak mungkin.
Mikaila yang melihat Allen hanya terdiam sedari tadi lantas langsung menatap ke arahnya dengan tanda tanya karena Mikaila tahu Allen pasti tengah memikirkan suatu cara agar bisa membawa Arhan ikut serta bersama dengan mereka.
"Bukankah besok adalah hari kepulangan kita?" tanya Allen kemudian yang lantas membuat Ebra dan juga Mikaila saling pandang satu sama lain.
"Iya, kalau tidak salah tepat setelah kita sarapan." ucap Ebra sambil mengingat-ingat yang tertulis di atas perjanjian yang mereka tanda tangani kemarin.
"Rencana apa?" tanya Mikaila kemudian.
Mendapat pertanyaan tersebut Allen langsung tersenyum kemudian mulai menjelaskan rencananya satu persatu, sedangkan ketiganya terlihat mendengarkan rencana Allen dengan raut wajah yang serius sambil manggut manggut tanda mengerti.
"Bagaimana menurut kalian?" tanya Allen kemudian.
"Apa kamu yakin kita bisa melakukannya?" tanya Mikaila yang terlihat tidak terlalu yakin akan rencana tersebut.
"Untuk itu kita perlu bekerja sama dalam hal ini." ucap Allen kemudian sambil menatap dengan mantap ke arah Mikaila.
"Baiklah aku setuju." ucap Ebra yang disusul anggukan kepala oleh Mikaila dan juga Arhan.
***
__ADS_1
Keesokan harinya
Setelah ketiganya menyelesaikan sarapannya, Zaki nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah ketiganya sambil memasang senyuman yang lebar.
"Bagaimana dengan liburan kalian? Apa kalian menikmatinya?" ucap Zaki beramah tamah.
Mendengar hal tersebut ketiganya langsung berwajah masam, satu persatu dari mereka terlihat mulai meletakkan sendok dan juga garpu mereka dengan malas kemudian bangkit dari tempat duduknya.
"Kami ingin segera pulang pak, ini bukanlah liburan yang kami inginkan." ucap Allen dengan nada yang ketus sambil berlalu pergi meninggalkan Zaki seorang diri di susul Mikaila dan juga Ebra di belakangnya.
Melihat tingkah laku ketiganya yang terlihat sangat tidak sopan, membuat raut wajah Zaki langsung berubah merah padam karena kesal ia sama sekali tidak dihormati oleh ketiga muridnya itu. Sambil menatap ke arah kepergian ketiganya Zaki lantas berdecak dengan kesal sambil mengambil posisi bersendekap dada.
"Dasar bocah-bocah tengil, jika saja Viola tidak memberikan perintah agar ketiganya kembali dengan keadaan utuh aku pasti sudah mencincang tubuh ketiganya kecil-kecil." ucap Zaki dengan nada bicara yang penuh penekanan.
***
Sementara itu setelah ketiganya pergi dari meja makan, Allen nampak menatap ke arah sekeliling dan memastikan suasana aman baru menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Ebra dan juga Mikaila secara bergantian.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Allen kepada Mikaila dan juga Ebra yang lantas di balas keduanya dengan anggukan kepala.
"Kau berhati-hatilah, kami akan segera bergerak dan melakukan tugas kami." ucap Mikaila kemudian yang langsung di balas Allen dengan anggukan kepala.
Setelah mengatakan hal tersebut Allen kemudian melangkahkan kakinya keluar dari Resort untuk menjemput Arhan yang sejak semalam bersembunyi di area gedung belakang yang kebetulan di sana sama sekali tidak terpasang kamera pengawas. Sedangkan Ebra dan juga Mikaila kemudian bergegas menuju ke arah kamar Ebra untuk mengambil suatu barang dan mulai bergerak.
***
Lima belas menit sebelum keberangkatan mereka.
Ketika Allen, Ebra dan juga Mikaila bersiap hendak melangkahkan kakinya keluar dari Resort tersebut. Beberapa pria berjas hitam yang dipimpin oleh Hadi dan juga Zaki terlihat menghadang langkah ketiganya yang lantas membuat Mikaila, Allen dan juga Ebra langsung saling pandang satu sama lainnya.
"Apa yang sebenarnya sedang kalian sembunyikan?" ucap Zaki kemudian yang langsung membuat ketiganya terkejut bukan main karena mengira mereka bertiga telah tertangkap basah.
__ADS_1
Bersambung