No Exit

No Exit
Bersikap aneh?


__ADS_3

Setelah Mikaila dan juga Allen sepakat untuk menjalankan rencana mereka berdua, pada akhirnya hari hari yang mereka berdua lalui setiap harinya selalu di penuhi akan strategi dan juga menyusun perlengkapan yang akan mereka gunakan ketika berada di sana. Tidak ada satu hari pun yang terlewat tanpa membicarakan tentang event outbond tersebut.


Mikaila dan juga Allen yakin bahwa rencana keduanya kali ini akan berjalan dengan lancar dan tentu saja tingkat keberhasilannya akan mencapai 70 sampai 80 persen.


H -1 sebelum keberangkatannya untuk mengikuti event outbond tersebut, Mikaila yang tengah melangkahkan kakinya menuju ke arah kantin untuk menemui Allen yang sudah terlebih dahulu ke kantin dan memesan makanan, lantas terlihat menghentikan langkah kakinya ketika suara Manda terdengar memanggil namanya.


"Mikaila..." panggil Manda ketika melihat salah satu siswinya tengah melangkahkan kakinya di lorong kelas.


"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mikaila kemudian ketika melihat langkah kaki Manda berhenti tepat di hadapannya.


Manda yang mendapat pertanyaan tersebut, bukannya menjawab malah langsung memeluk tubuh Mikaila dengan erat tanpa alasan yang jelas, membuat Mikaila yang menerima pelukan tersebut lantas langsung terdiam seribu bahasa hingga tanpa mengetahui bahwa salah satu tangan Manda berhasil masuk ke dalam saku jas Mikaila dan memasukkan sesuatu ke dalam saku jasnya.


Beberapa detik dalam posisi berpelukan tanpa saling mengucapkan sepatah kata apapun, Manda kemudian lantas langsung menarik tubuhnya secara perlahan kemudian tersenyum ke arah Mikaila dengan senyuman yang terlihat ramah sekali, membuat Mikaila yang melihat kelakuan aneh guru Fisikanya itu hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang bingung.


"Apakah ada sesuatu bu?" tanya Mikaila kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


"Tidak ada, ibu hanya sedang merindukan putri ibu saja dan kebetulan ibu melihat mu lewat tadi." ucap Manda dengan senyum yang mengembang.


Sedangkan Mikaila yang mendengar ucapan dari Manda barusan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena kelakuan absurd dari gurunya itu.

__ADS_1


"Apa ibu yakin tidak ada sesuatu lain yang ingin ibu sampaikan?" tanya Mikaila lagi.


Entah mengapa, Mikaila merasa jika tatapan Manda ke arahnya seperti menyimpan sesuatu yang besar namun sayangnya Mikaila tidak tahu apa itu, karena Manda seakan enggan untuk menjelaskannya kepada Mikaila.


"Iya, kamu bisa pergi sekarang... jangan lupa untuk memeriksa saku jas mu mungkin di sana akan ada sesuatu." ucap Manda kemudian berlalu pergi meninggalkan Mikaila begitu saja, yang lantas membuat Mikaila semakin di buat kebingungan akan tingkah gurunya itu.


"Mengapa bu Manda aneh sekali?" ucap Mikaila pada diri sendiri sambil menatap kepergian Manda dengan tanda tanya besar di kepalanya.


***


Kantin


Mikaila yang baru saja datang, lantas langsung mengambil tempat duduk tepat di depan Allen sambil tersenyum dengan lebar ketika melihat Spaghetti tomato saus yang bertabur daging sapi di atasnya tersaji dengan cantik di atas meja, membuat mata Mikaila nampak berbinar seketika. Sedangkan Allen yang memang sudah menunggu cukup lama di kantin hingga makanan miliknya habis, lantas menatap dengan tatapan yang menghunus tajam ke arah Mikaila yang kini terlihat tengah memasukkan spaghetti ke dalam mulutnya dengan senyum yang merekah.


"Menurut mu? tidakkah kau terlalu sebentar datang kemari Kai?" ucap Allen sambil memutar bola matanya dengan jengah ketika mendengar Mikaila protes tentang makanannya yabg sudah dingin itu.


Mikaila yang melihat raut wajah kesal Allen hanya bisa tersenyum dengan simpul, Mikaila sungguh tahu Allen tengah kesal padanya saat ini karena terlalu lama dan tidak langsung datang ke kantin menghampirinya. Sebenarnya tadi Mikaila sudah melangkahkan kakinya dengan langkah kaki secepat mungkin, namun karena Manda yang memanggilnya secara tiba tiba membuat Mikaila menjadi lupa bahwa tujuan awalnya adalah ke kantin menemui Allen yang sudah berangkat lebih dahulu.


"Baiklah baiklah aku minta maaf, tadi bu Manda memanggil ku di lorong kemudian memeluk ku dengan erat cukup lama, jadi aku tidak bisa langsung menyusul mu kemari." ucap Mikaila sambil masih memasukkan sesuap demi sesuap spaghetti ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Allen yang mendengar ucapan Mikaila yang mengatakan tentang kelakuan aneh Manda padanya, lantas langsung menatap ke arah Mikaila dengan tatapan yang bertanya seakan akan tengah mencoba menerka apa maksud dari pelukan Manda yang tiba tiba itu.


"Apakah bu Manda mengatakan sesuatu padamu?" tanya Allen dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Mikaila saat ini.


Mikaila yang di tanya oleh Allen barusan, lantas langsung terdiam sejenak sambil mengingat ingat apa saja yang di katakan oleh Manda tadi padanya. Mikaila mencoba memutar kembali ingatannya tadi sambil terus memakan spaghetti pesanannya, saat di rasa tidak ada sesuatu yang penting tentang ucapan Manda padanya tadi, Mikaila kemudian langsung menggelengkan kepalanya dengan perlahan, membuat Allen yang melihat gelengan kepala itu hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar karena ternyata pelukan Manda bukanlah mengandung sesuatu arti yang penting.


Namun detik berikutnya, Mikaila yang seperti melupakan sesuatu yang penting lantas langsung dengan spontan berteriak hingga mengejutkan Allen dan juga teman temannya di sekitar tempat duduk mereka berdua.


"Aku ingat!" teriak Mikaila yang langsung membuat semua orang terkejut dan menoleh ke arahnya.


"Kecilkan suara mu itu Kai!" ucap Allen dengan nada yang penuh peringatan di sertai tatapan tajam ke arah Mikaila, membuat Mikaila langsung tersenyum dengan garing menatap ke arah sekeliling kemudian baru ke arah Allen.


Mikaila yang tidak lagi memperdulikan tatapan yang lainnya, lantas mulai merogoh saku jasnya mencoba mencari sesuatu di sana, jika memang apa yang ada di prediksinya adalah sebuah kebenaran.


"Jika aku tidak salah ingat, bu Manda tadi seperti menyuruh ku untuk memeriksa saku jas ku. Entah itu hanya sebuah basa basi atau memang...." ucap Mikaila dengan nada yang lirih sambil terus merogoh saku jasnya mencoba mencari sesuatu di sana.


Mikaila yang sedari tadi mencari, lantas menghentikan gerakannya ketika ia merasakan sesuatu benar benar ada di dalam saku jasnya. Dengan gerakan perlahan sambil menoleh ke arah kanan dan kiri, Mikaila kemudian mulai mengeluarkan tangannya dari saku jasnya dan melihat benda apa yang ada di dalamnya. Membuat Allen yang juga melihat Mikaila seperti mendapatkan sesuatu, lantas langsung berganti memasang mode serius menatap ke arah tangan Mikaila yang perlahan lahan mulai keluar dari saku jas yang ia kenakan.


Sebuah benda seperti microchip terlihat ketika Mikaila mulai membuka tangannya dan menunjukkan benda itu kepada Allen, membuat keduanya kemudian lantas saling pandang satu sama lain akan maksud dari Manda yang memberikan benda tersebut kepada Mikaila.

__ADS_1


Ibu tahu kalian tengah merencanakan sesuatu untuk event besar tahunan sekolah kita. Gunakanlah benda ini, ibu yakin benda tersebut akan kalian butuhkan ketika berada di sana!


Bersambung


__ADS_2