No Exit

No Exit
Bertahan atau menyerang


__ADS_3

"Tapi tunggu sebentar... jika kita berdelapan selamat, lalu siapa dua orang lagi? bukankah tadi suara itu mengatakan kesepuluh peserta?" ucap Mikaila kemudian yang lantas membuat raut wajah yang lainnya berubah seketika.


Ketika mereka tengah sibuk memikirkan siapa dua peserta lainnya, suara derap langkah kaki mulai terdengar yang lantas dengan spontan membuat yang lainnya langsung menoleh seketika ke arah sumber suara.


Dari arah tak jauh dari posisi mereka berada, terlihat dua orang peserta satu perempuan dengan perawakan tomboi dan satu orang lagi pemuda yang wajahnya tidak asing di ingatan Mikaila, Ebra dan juga Allen, siapa lagi kalau bukan Andi sosok pemuda yang terlihat berada di pitingan Mikaila tadi malam.


Raut wajah mereka bertiga nampak terlihat aneh, membuat yang lainnya lantas menatap dengan raut wajah yang penasaran ketika melihat Allen, Ebra dan juga Mikaila terdiam menatap ke arah dua peserta yang terlihat melangkahkan kaki mereka mendekat ke arah mereka.


Selamat datang kesepuluh peserta, sebentar lagi kalian akan memasuki babak penyisihan. Di mohon untuk mencari pasangan dan langsung memasuki lingkaran yang sudah tersedia di sana.


Tepat setelah seruan itu terdengar, suara gemuruh dari bawah nampak terdengar di indra pendengaran kesepuluh peserta yang tersisa. Satu persatu bulatan nampak keluar dari dalam tanah dan berhenti ketika jumlah bulatan itu mencapai 5 bulatan.


Allen dan juga Mikaila yang melihat hal tersebut, lantas saling pandang satu sama lain. Ada sedikit keraguan dalam diri Allen ketika melihat lima buah bulatan yang melingkar di tanah yang berarti masing masing lingkaran hanya berisi dua peserta. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, membuat Allen tidak terlalu yakin untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam lingkaran tersebut.


Andi dan juga pasangannya terlihat langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam lingkaran tersebut tanpa banyak bicara ataupun berunding dengan kelompok Allen, sedangkan yang lainnya masih terdiam dan mencermati apa makna dari lingkaran tersebut. Mikaila yang melihat Allen hanya terdiam kemudian menggandeng tangan Allen hendak mengajaknya masuk ke dalam lingkaran tersebut, sebelum batas waktu yang tersedia habis. Hanya saja tangan Allen tiba tiba berusaha melepas genggaman tangan Mikaila, membuat Mikaila jadi kebingungan akan sikap Allen kepadanya.

__ADS_1


"Sebaiknya kita berpisah, carilah pasangan dan masuklah ke lingkaran." ucap Allen kepada Mikaila.


Mendengar Allen melakukan hal tersebut tentu saja membuat Mikaila terkejut, ini pertama kalinya Allen melepaskan genggaman tangannya kepada Mikaila. Hal ini tentu saja membuat Mikaila menjadi salah paham karena Allen sama sekali tidak menjelaskan maksud dan tujuannya kecuali kata katanya itu. Di tengah kebingungan yang melanda Mikaila saat ini, terlihat Allen sudah melangkahkan kakinya lebih dulu dan masuk ke dalam lingkaran seorang diri.


"Al apa yang kau lakukan? bukankah..." ucap Mikaila hendak mengejar Allen namun dari arah belakangnya Linda nampak melangkahkan kakinya melewati Mikaila sambil mengatakan sesuatu.


"Sudahlah, sebaiknya kita turuti saja ucapan Allen mungkin ini adalah yang terbaik. Biar aku yang bersama dengannya, kamu carilah pasangan mu." ucap Linda sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah Allen dan masuk ke dalam lingkaran.


Mikaila yang mendengar ucapan Linda semakin merasa aneh seakan ada sesuatu yang terasa mencubit hatinya. Satu persatu teman temannya mulai masuk ke dalam lingkaran tersebut Arhan dengan Rama, Ebra dengan Emeli, sedangkan Mikaila malah masih terdiam di tempatnya tanpa bergerak sama sekali.


Fatur yang melihat Mikaila hanya diam, lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Mikaila dan menepuk bahu Mikaila pelan, yang langsung membuyarkan semua lamunan Mikaila tentang sikap Allen yang aneh.


Helaan nafas terdengar berhembus dari mulut Mikaila, membuat Fatur hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang tidak tega. Meski Mikaila tidak menjelaskannya Fatur jelas tahu apa yang tengah terjadi saat ini, apalagi mengingat semenjak club beladiri di bentuk Linda sudah menaruh hati kepada Allen, semua itu bahkan sudah menjadi rahasia umum hanya saja sayangnya entah Allen yang tidak mengetahuinya atau memang Allen yang pura pura tidak tahu. Mungkin hal itulah yang membuat Linda akhirnya maju di sebelah Allen ketika melihat ada kesempatan di depan matanya saat ini.


"Baiklah mari kita masuk ke dalam lingkaran itu." ucap Mikaila pada akhirnya yang lantas di balas Fatur dengan anggukan kepala.

__ADS_1


Dengan langkah kaki yang perlahan dan berat, Fatur dan juga Mikaila kemudian melangkahkan kaki mereka berdua masuk ke dalam lingkaran tersebut dan menunggu untuk instruksi selanjutnya, yang bisa di pastikan itu akan berbunyi tepat setelah peserta terakhir memasuki area yang sudah di tentukan.


Nama permainan kali ini bertahan atau keluar, semua peserta boleh melakukan apapun untuk menjatuhkan lawan dan membuatnya keluar dari garis yang di tentukan. Peserta yang berhasil menyingkirkan lawannya dia lah pemenangnya.


Deg


Mendengar suara tersebut semua orang lantas langsung terdiam seketika. Tidak ada yang menyangka bahwa pasangan yang mereka pilih akan menjadi lawan mereka sendiri. Allen yang mendengar suara barusan hanya bisa memejamkan matanya secara perlahan kemudian menatap ke arah Linda, apa yang ia takutkan benar brnar menjadi kenyataan. Sebenarnya Allen sudah merasa curiga akan maksud dari lima lingkaran yang tergambar jelas di tanah. Hal itulah yang mendasari Allen untuk tidak memilih pasangannya, yang Allen lakukan hanya melangkahkan kakinya masuk ke dalam lingkaran tanpa mengajak siapapun untuk masuk bersamanya tak terkecuali Mikaila.


Di tatapnya raut wajah Linda dengan tatapan yang menelisik cukup lama hingga kemudian Allen menghela nafasnya dengan panjang, membuat Linda menjadi salah tingkah juga serba salah akan tatapan Allen kepadanya.


"Kamu tentu sudah mengerti maksud dari suara itu, bukan? aku tidak akan meminta mu untuk mengalah, jika kamu memang ingin menang dari permainan ini, lakukanlah sesuka mu aku tidak akan melawan sama sekali." ucap Allen dengan nada yang lirih.


Allen benar benar pasrah akan apapun keputusan yang di ambil oleh Linda, baginya mendorong Linda hingga keluar dari garis lingkaran ini sangatlah mudah, hanya saja... mampukah Allen menanggung luka apabila melihat teman temannya sendiri jatuh ke dalam lubang kematian hanya karena keegoisannya sendiri? tentu saja Allen tidak sejahat itu. Jika memang hari ini Linda memutuskan untuk menyelamatkan dirinya, maka Allen tidak akan melawan sama sekali dan membiarkan Linda melakukannya.


Sedangkan Linda yang mendengar ucapan Allen barusan semakin di buat serba salah. Ini tentu adalah sebuah keputusan yang sulit bagi Linda, mengingat Allen memiliki tempat tersendiri di hatinya.

__ADS_1


"Aku..."


Bersambung


__ADS_2