
"Aku sudah memindai secara keseluruhan area perhutanan ini, ada tiga sumber mata air di hutan ini yang terdiri dari...." ucap Ebra namun terpotong karena suara ranting kayu yang di injak dengan tiba tiba di tengah tengah ucapan Ebra, membuat diskusi mereka langsung terhenti seketika.
Krtek... krtek....
Mendengar suara ranting yang tidak sengaja di injak oleh seseorang membuat Ebra, Allen, Mikaila, Linda, Arhan, Fatur dan juga Emeli langsung menoleh seketika ke arah sumber suara. Sedangkan Rama yang melihat teman temannya dengan spontan menatap ke arahnya, langsung tertawa dengan garing sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena ternyata suara ranting yang terdengar terinjak barusan berasal dari Rama yang tidak sengaja menginjak ranting kayu di sebelahnya.
Melihat suara ranting kayu barusan berasal dari Rama, membuat yang lainnya berdecak dengan kesal kemudian kembali fokus menatap ke arah Ebra dan menunggu penjelasannya.
Ebra menjelaskan bahwa menurut arloji digital miliknya, sumber mata air di sini memiliki tiga titik lokasi, di mana sumber mata air yang pertama adalah air terjun dan letaknya berada sekitar 15 kilometer dari tempat mereka berdiri saat ini, namun posisinya yang curam dan juga kedalaman dari air terjun ini masih belum bisa di jangkau dan akses menuju ke arah sana pun terbilang sulit, sehingga tidak mungkin jika area sungai yang di maksud adalah air terjun tersebut, untuk sumber mata air yang kedua terletak dengan jarak sekitar 5 kilometer dari posisi mereka berdiri saat ini, sebenarnya cukup dekat hanya saja berupa sungai kecil yang pastinya tidak akan mungkin di gunakan untuk area dalam event outbond kali ini.
Ebra menjeda kalimatnya dan menatap ke arah teman temannya satu persatu, kemudian kembali melanjutkan perkataan di mana untuk area sumber mata air yang ketiga, letaknya berada sekitar 10 kilometer dari tempat mereka berada. Tempatnya yang cukup luas dan arus yang tidak terlalu tenang namun juga tidak terlalu beriak, membuat mata air ini menurut Ebra yang berkemungkinan besar akan di pilih oleh panitia untuk menyelenggarakan kegiatan dalam event ini.
Mendengar penjelasan dari Ebra barusan membuat Allen langsung bisa menarik kesimpulan, bahwa kemungkinan yang akan di gunakan untuk kegiatan kali ini adalah sumber mata air ketiga yang barusan di bicarakan oleh Ebra. Allen terdiam sejenak memikirkan keputusan yang terbaik untuk saat ini, hingga sebuah ide untuk membagi kelompok ini menjadi dua bagian mendadak muncul di benaknya, membuat seulas senyum lantas terbit di wajah Allen karena ia yakin ini adalah sebuah keputusan yang tepat untuk saat ini.
"Baiklah jadi bisa di putuskan bahwa sumber mata air yang ketiga adalah paling tepat yang berkemungkinan besar area yang di maksud oleh suara tadi." ucap Allen yang langsung di balas lainnya dengan anggukan kepala tanda setuju.
__ADS_1
"Lalu, langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya?" tanya Emeli dengan raut wajah yang penasaran.
Mendengar pertanyaan dari Emeli membuat Allen kembali diam dan menatap satu persatu temannya, mencoba membagi secara kasar serta memikirkan segala keunggulan dan kelemahan pada setiap individu, hingga ketika Allen sudah yakin dan mantap dengan pembagian ini baru lah Allen mengatakannya kepada yang lainnya.
"Emeli, Rama, Fatur dan Arhan kalian bergerak lebih dulu dan sisanya ikut dengan ku. Kita pecah menjadi dua bagian agar tidak ada yang curiga jika kita bekerja sama." ucap Allen memberikan instruksi kepada teman temannya, mencoba untuk seadil mungkin menempatkan teman temannya ke dalam kelompoknya masing masing.
Sedangkan Fatur yang mendengar ucapan dari Allen barusan tentu saja tidak terima, bagaimana mungkin grupnya hanya berisi mereka mereka yang tidak bisa di andalkan. Sedangkan kelompok satunya berisi Allen dan juga Ebra yang mungkin akan berguna di kala keadaan sedang genting nantinya.
"Aku mau protes, jika kamu ingin membaginya bagi lah secara rata Al... apa kamu tidak lihat kelompok kami? bagaimana kalau terjadi apa apa pada kami di jalan nantinya?" ucap Fatur kemudian yang lantas membuat yang lainnya langsung menoleh dengan seketika.
"Bukankah di kelompok mu sudah terdiri dari 3 pria dan satu wanita? lalu apa lagi yang kamu minta? Arhan bahkan ada dan bisa memimpin kalian di jalan nantinya!" ucap Allen kemudian dengan sedikit terkejut akan ucapan Fatur yang memprotes pembagiannya.
Mendengar Fatur meremehkannya membuat Arhan langsung maju dan hendak memberi pelajaran kepada Fatur. Namun berhasil di cegah oleh yang lainnya agar tidak sampai terjadi perkelahian atau akan semakin membuat waktu mereka berkurang.
"Sudah sudah hentikan... waktu terus berjalan, jika kita ribut di sini.. kita tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan!" ucap Allen dengan nada setengah berteriak membuat yang lainnya langsung terdiam seketika.
__ADS_1
"Sekarang begini saja, Rama kamu ikut dengan ku sedangkan Ebra ikut dengan Arhan! tidak ada lagi bantahan karena ini keputusan mutlak!" ucap Allen kemudian.
Setelah tidak ada lagi yang berani membantah keputusan dari Allen, suasana kembali hening dan menyisakan suara burung dan juga hembusan angin yang membawa beberapa daun berterbangan di sekitaran sana. Ebra melangkahkan kakinya mendekat ke arah Allen, kemudian melepas arloji yang ia gunakan dan memberikannya kepada Allen, membuat Allen langsung dengan spontan menatap ke arahnya dengan tatapan yang bingung karena Ebra malah memberikannya kepada Allen.
"Ini pakai lah, kau sudah tahu cara mengoperasikannya bukan? aku yakin kamu lebih membutuhkannya." ucap Ebra sambil memberikan arloji tersebut kepada Allen.
"Jangan bercanda, jika kamu memberikannya kepadaku... lalu bagaimana kamu dan yang lainnya mencari jalan menuju ke arah sungai tepat waktu?" ucap Allen sambil menyodorkan arloji tersebut kembali kepada Ebra.
Namun Ebra yang melihat Allen mengembalikan arloji itu padanya, kembali mendorong tangan Allen seakan tidak menginginkan hal tersebut.
"Kau pikir aku sebodoh itu? aku sudah memindainya di sini... jadi jangan terlalu khawatir lagi oke?" ucap Ebra sambil menunjuk ke arah kepalanya, yang lantas membuat Allen langsung terdiam seketika.
Pada akhirnya kelompok pertama yang berisi Arhan, Fatur, Ebra dan juga Emeli mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kelompok Allen dengan langkah kaki yang yakin. Mikaila yang melihat kepergian Arhan dan yang lainnya, mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Allen dan mulai menepuk bahunya.
"Apa kita akan berangkat sekarang?" tanya Mikaila yang lantas membuat Allen menoleh ke arahnya dengan seketika.
__ADS_1
"Iya kita berangkat sekarang!" ucap Allen kemudian yang di balas lainnya dengan anggukan kepala.
Bersambung