
Beberapa menit sebelum kejadian
Hadi yang baru saja memulihkan rekaman kamera pengawas di kamar Ebra, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Zaki yang tengah berdiri dengan kesal sambil menatap kepergian anak-anak itu dari meja makan.
Zaki yang mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya, lantas dengan spontan menoleh ke arah sumber suara dan melihat siapa yang datang mendekat ke arahnya.
"Maaf pak, ada sesuatu yang harus anda lihat sekarang." ucap Hadi sambil memberikan sebuah iPad kepada Zaki, yang lantas membuat Zaki mengerutkan keningnya dengan bingung akan maksud dari tingkah laku Hadi saat ini.
Tak ingin hanya menerka-nerka saja, Zaki kemudian mulai memutar sebuah vidio rekaman kamera pengawas yang memperlihat ketiga anak-anak tersebut ketika baru pertama kali datang ke Resort ini, tepat setelah kamera pengawas di kamar Ebra tidak berfungsi dengan baik saat itu.
"Apa kalian ingat? tentang chip yang di berikan bu Manda kepada Mikaila?" tanya Ebra dengan tiba tiba yang lantas membuat Mikaila dan juga Allen saling pandang satu sama lain.
"Memangnya kenapa?" tanya Mikaila kemudian.
"Setelah aku menyelidiki komponennya yang terdapat pada chip tersebut cara kerjanya seperti sebuah alat pemindai keadaan sekitar, fungsinya hampir mirip dengan rekaman kamera pengawas yang modelan begitu." ucap Ebra kemudian sambil menunjuk ke arah atas di mana rekaman kamera pengawas terletak.
Mendengar pembicaraan ketiganya tentu saja membuat Zaki sedikit tersentak, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Manda akan memberikan chip kepada Mikaila, seakan Manda sudah mengetahui bahwa Mikaila akan selamat pada permainan ini.
"Dasar anak-anak nakal!" ucap Zaki dengan nada yang geram sambil menatap ke arah layar iPad tersebut.
**
__ADS_1
"Lepaskan aku!" teriak Mikaila dengan nada yang tinggi membuat yang lainnya terkejut seketika.
Zaki yang mendengar teriakan dari Mikaila barusan tentu saja sangat kesal. Dengan langkah kaki yang besar Zaki mulai mendekat ke arah Mikaila dan langsung menamparnya dengan keras, membuat yang lainnya lantas terkejut ketika melihat aksi Zaki barusan.
"Kau itu berisik sekali ya?" ucap Zaki sambil mencengkram dagu Mikaila dengan erat.
Allen yang melihat Zaki sudah keterlaluan, lantas mendorong tubuh pria berjas hitam yang memegang tubuhnya dengan erat kemudian melangkahkan kakinya ke arah Zaki dan mendorong tubuh Zaki agar melepaskan cengkraman tangannya kepada Mikaila.
Beberapa bodyguard yang lainnya tentu saja terkejut melihat aksi Allen tersebut dan hendak kembali menyergap Allen, namun sebuah kode yang di berikan oleh Zaki lantas menghentikan langkah kaki mereka semua.
"Anda sebagai guru seharusnya bisa lebih bijak jika berhadapan dengan muridnya, apakah sikap anda barusan mencerminkan sikap seorang guru?" teriak Allen dengan nada yang kesal.
Mendengar ucap Allen barusan membuat Zaki malah tersenyum dengan sinis sambil menatap ke arah Allen.
"Saya lulus dengan nilai yang bagus atau tidak itu bukan urusan anda, jadi lakukan saja tugas anda sebagai guru dengan benar!" ucap Allen lagi tak mau kalah.
Zaki yang mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Allen, lantas langsung memukul kepala bagian belakang Allen dengan cukup keras, namun Allen mencoba untuk tetap berdiri tegak walau Zaki memukulinya.
"Katakan di mana kalian menyimpan chip itu?" ucap Zaki dengan nada yang penuh penekanan.
Mikaila dan juga Allen yang mendengar Zaki bertanya tentang chip tersebut tentu saja terkejut karena tidak menyangka bahwa Zaki mengetahuinya, sedangkan Ebra yang mendengar hal tersebut hanya terdiam sambil mengarahkan jam tangannya ke belakang dan mengambil posisi istirahat di tempat.
__ADS_1
"Kami tidak memilikinya!" ucap Allen dengan nada yang tegas namun berhasil membuat Mikaila terkejut ketika mendengar hal tersebut karena jelas-jelas yang dikatakan oleh Allen barusan adalah sebuah kebohongan.
Zaki yang mendengar bantahan dari Allen barusan lantas kembali tersenyum sinis, melihat sikap teguh yang ditunjukkan oleh Allen membuatnya melihat dirinya di masa lalu. Zaki yang menganggap Allen tengah berbohong saat ini kemudian memanggil Hadi mendekat untuk menunjukkan pada ketiganya sebuah bukti penting yang akan membuat Allen, Mikaila dan juga Ebra tidak lagi bisa berkelit dan mulai mengatakan yang sebenarnya.
Sedangkan Hadi yang mendapat perintah dari Zaki barusan terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Zaki sambil membawa iPad di tangannya. Raut wajah Allen dan juga Mikaila langsung berubah seketika disaat melihat kedatangan Hadi yang mendekat ke arah mereka, hanya saja anehnya ketika Allen dan juga Mikaila seperti sedang bingung seakan hampir tertangkap basah. Lain halnya dengan Ebra yang terlihat begitu santai sambil masih mengambil posisi istirahat sedari tadi seakan seperti tidak menanggung beban sama sekali.
"Jika aku mempunyai buktinya di sini, apa kalian masih bisa berkelit?" ucap Zaki dengan tersenyum menyeringai sambil mengangkat iPad di tangannya dan menunjukkannya ke arah ketiganya.
"Coba saja, kalau memang bapak punya buktinya tunjukkan kepada kami sekarang juga, namun jika bapak tidak punya buktinya... jangan halangi kami untuk kembali ke sekolah!" ucap Ebra dengan tiba-tiba.
Mendengar ucapan Ebra yang sedikit antimainstream itu, membuat Allen dan juga Mikaila langsung menoleh dengan seketika ke arah Ebra. Ebra malah langsung mendapat plototan tajam dari keduanya ketika mendengar ucapan nyelenehnya barusan. Namun bukan Ebra namanya jika tidak menggoda kedua temannya itu dengan senyuman manis seakan mengatakan kepada keduanya untuk tenang dan tidak terlihat seperti itu.
"Baik.. kalau memang itu keinginan mu, hanya saja sebagai gantinya jika kalian terbukti bersalah.. tidak ada satupun dari kalian yang boleh kembali ke sekolah dan harus mau menerima apapun hukuman yang aku berikan kepada kalian bertiga." ucap Zaki sambil menatap remeh ke arah ketiganya.
"Setuju!" ucap Ebra dengan cepat.
"Ebra!" panggil Mikaila dan juga Allen secara bersamaan namun Ebra malah mengangguk dengan pelan dan terus saja bersikap dengan santai.
Allen yang mendengar ucapan yang besar terus keluar dari mulut Ebra, lantas menghela nafasnya dengan panjang. Allen tidak tahu lagi harus menutup mulut Ebra seperti apa lagi karena sedari tadi hanya hal gila saja yang keluar dari mulutnya tanpa bisa Ebra kontrol sama sekali.
Sambil memasang senyuman di bibirnya, Zaki mulai membuka rekaman kamera pengawas yang tadi sempat ia lihat di mana Allen, Mikaila dan juga Ebra tengah mengobrol dan membahas masalah chip pemberian Manda. Hanya saja ketika Zaki mulai masuk untuk memutar rekaman tersebut terdapat tulisan 'Disconnected' pada layar iPad ditangannya, walau berulang kali Zaki mencoba untuk memutarnya tetap saja selalu tulisan itu yang muncul di layar, membuat raut wajah Zaki berubah seketika.
__ADS_1
"Bagaimana bisa?"
Bersambung