
"Mati aku, apa bu Manda melihat segalanya?" ucap Ebra dalam hati.
Ebra yang melihat gerak-gerik Manda yang seperti mencurigainya, lantas hanya bisa diam sambil menahan perasaan yang gugup takut jika aksinya diketahui oleh Manda. Sedangkan Manda yang melihat segala tingkah laku Ebra itu, kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat secara perlahan dan perlahan menuju ke arah Ebra. Hingga ketika jarak keduanya hanya tersisa beberapa centi meter saja, Manda tiba-tiba lantas menjulurkan tangannya mendekat ke arah Ebra. Membuat Ebra yang mengetahui hal tersebut langsung terdiam mematung dengan seketika karena Ebra menyangka bahwa Manda akan menjewer atau bahkan memukulnya sebentar lagi. Namun sayangnya semua tidaklah seperti yang dipikirkan oleh Ebra, yang Manda lakukan bukan hendak memukul Ebra melainkan membenarkan sesuatu yang ditaruh oleh Ebra di dalam pot bunga yang ia letakkan di meja milik Zaki.
"Jika kamu menaruhnya seperti itu Zaki akan langsung mengetahuinya, setidaknya kamu harus mengetahui posisi yang tepat agar tidak ada orang yang menyadarinya." bisik Manda sambil membenarkan chip yang diletakkan oleh Ebra tadi.
Ebra yang mendengar perkataan dari Manda barusan tentu saja langsung terkejut seketika, sambil berbalik badan dan menatap ke arah dalam pot, Ebra menatap chip tersebut yang kini sudah lebih tersembunyi dan tidak terlihat namun setidaknya bisa menjangkau dengan luas gambar yang ada di sekitarnya. Ebra yang tidak mengerti akan apa yang dilakukan oleh Manda saat ini, lantas langsung menatap ke arah Manda dengan tatapan bertanya-tanya. Namun Manda yang ditatap oleh Ebra bukannya menjelaskan segalanya malah hanya meletakkan jari pertamanya pada mulutnya seakan mengisyaratkan kepada Ebra untuk diam dan jangan berisik.
"Ibu pergi dulu ya..." ucap Manda kemudian.
Setelah menyelesaikan urusannya Manda lantas meninggalkan Ebra begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi. Membuat Ebra semakin tidak mengerti akan tingkah laku dari Manda saat ini, Ebra bahkan hanya bisa menatap kepergian Manda dengan tatapan yang tidak biasa sambil bertanya-tanya, apakah sebenarnya yang tengah dilakukan Manda saat ini? Mungkinkah Manda memang ingin menolong mereka menyelesaikan permasalahan di Sekolah ini?
"Sebaiknya aku cepat pergi dari sini sebelum ada orang lain yang mencurigai ku." ucap Ebra setelah kepergian Manda dari sana kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruang guru.
**
__ADS_1
Kantin
Dari arah lorong kelas terlihat Allen tengah melangkahkan kakinya memasuki area kantin sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar, Allen mencoba mencari tempat yang paling tepat untuknya menaruh chip tersebut dan mencari posisi yang pas agar ia juga bisa melihat seluruh pemandangan yang ada di kantin ini dengan jelas. Sambil melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang perlahan Allen mulai mendekat ke arah tempat memesan makanan.
Ketika Allen sudah sampai di tempat tersebut, di sana terlihat Riko dan juga Fadi tengah menyiapkan beberapa menu makanan untuk siswa-siswa yang datang saat itu. Sambil menentukan pilihannya Allen terus mengedarkan pandangannya ke arah sekitar sampai kemudian terlihat Riko yang mendatanginya dan bertanya apa yang akan Allen pesan saat ini.
"Bisakah aku meminta segelas es teh dan juga sepiring nasi goreng?" ucap Allen kemudian ketika melihat kedatangan Riko.
Mendengar pesanan dari Allen barusan membuat Riko lantas langsung mengangguk dan meminta Allen untuk menunggu sebentar di meja, jika nanti pesanan sudah selesai Riko akan kembali memanggil Allen untuk mendekat kemari dan mengambil pesanannya. Allen terlihat hanya mengangguk tanda mengiyakan perkataan dari Riko barusan, kemudian melangkahkan kakinya dan mendudukkan dirinya di kursi dengan posisi yang tidak jauh dari meja untuk memesan makanan.
**
Beberapa menit menunggu pada akhirnya pesanannya siap juga. Dengan langkah kaki yang bergegas Allen kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat dan berhenti tepat di meja untuk memesan makanan. Allen yang masih bingung akan menaruh chipnya dimana lantas terus berusaha memutar otaknya, sampai kemudian sebuah ide muncul di kepalanya yang membuat seulas senyum langsung tersebut dadi wajah Allen saat ini. Meski Allen tidak terlalu yakin akan ide tersebut namun setidaknya tidak ada salahnya untuk mencoba cara ini, bukan?
Allen yang melihat pesanannya sudah datang kemudian lantas mulai mengangkat tangannya dan dengan sengaja menyenggol gelas berisi es teh yang ada di nampan, hingga membuat gelas itu terjatuh seketika dan menumpahkan isinya yang hampir memenuhi lantai tempat pesanan. Riko yang melihat hal tersebut tentu saja terkejut dan langsung berusaha mengambil serbet untuk mulai mengelap area lantai yang terkena tumpahan es teh milik Allen.
__ADS_1
"Ah aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja. Biarkan aku membantu mu." ucap Allen kemudian sambil mulai masuk ke area pesanan dan membantu Riko mengelap air es tersebut.
"Bisakah kau untuk lebih hati-hati lagi? Kau benar-benar menyusahkan ku!" gerutu Riko dengan nada yang kesal karena apa yang dilakukan oleh Allen benar-benar telah menambah pekerjaannya.
Sementara Riko terus saja menggerutu akan kelakuan Allen, yang Allen lakukan malah sibuk mencari tempat yang cocok untuknya menaruh chip tersebut. Hingga kemudian pandangannya terhenti pada sebuah pintu masuk dengan tulisan "Selain karyawan di larang masuk", membuat seulas senyum lantas terlihat jelas di wajah Allen kala itu.
"Emmmn kak bolehkan aku menumpang di kamar mandi sebentar? Perut ku benar-benar mulas saat ini." ucap Allen kemudian membuat Riko langsung mendongak menatap ke arahnya.
Helaan napas terdengar berhembus dengan kasar dari mulut Riko ketika mendengar permintaan Allen barusan. Hingga kemudian pada akhirnya Riko mengijinkannya untuk masuk ke dalam dan membuang hajat dengan syarat Allen tidak boleh terlalu lama ada di dalan atau dia akan di tegur oleh Reno nantinya. Allen yang mendengar hal tersebut langsung mengangguk dan mengiyakan perkataan Riko, baru setelah itu ia bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya bergegas menuju ke arah kamar mandi sambil memegangi perutnya agar aktingnya lebih meyakinkan lagi.
Bruk
Suara pintu area dapur yang tertutup dengan keras lantas tak menyurutkan niatan Allen, dengan langkah yang bergegas Allen langsung mengedarkan pandangannya ke area sekitar dan mencari tempat yang cocok untuknya menaruh cip tersebut. Hingga kemudian pandangannya terhenti pada ruang ganti karyawan dimana tak jauh dari sana ada ruangan untuk bersantai bagi para karyawan sekedar untuk melepas rasa lelahnya. Allen yang pada akhirnya menemukan tempat yang cocok kemudian lantas mulai menempelkan chip tersebut ke tempat yang tidak akan di sadari jika ada sebuah kamera pengawas di sana.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" ucap sebuah suara yang lantas mengejutkan Allen.
__ADS_1
Bersambung