No Exit

No Exit
Kita lakukan sekarang


__ADS_3

Hari ini Sekolahan tengah mengadakan bazar besar-besaran tepat setelah semester pertama berakhir sekaligus sebagai bentuk refreshing bagi para siswa yang tidak bisa keluar dari lingkungan Sekolah. Disaat semua siswa dan juga guru tengah sibuk menikmati segala sajian dan juga hiburan yang di selenggarakan oleh panitia acara, berbeda halnya dengan Mikaila, Ebra dan juga Allen yang malah sibuk merencanakan sesuatu untuk membongkar segala kedok tentang Sekolahan ini.


Bagi ketiganya hari ini adalah puncaknya, setelah mengumpulkan beberapa bukti ketiganya yakin saat ini adalah waktu yang tepat untuk membongkar segalanya di depan seluruh siswa dan juga dunia agar tidak ada lagi anak-anak yang terjebak di dalam Sekolah yang gila ini.


**


Di area taman terlihat Mikaila dan juga Allen tengah melangkahkan kakinya menyusuri area taman untuk bertemu dengan seseorang. Diliriknya keadaan sekilas untuk memastikan bahwa semua keadaan aman saat itu, sampai ketika langkah kaki mereka sampai di pintu labirin Allen dan juga Mikaila terlihat menghentikan langkah kakinya.


"Apa kau sudah membawa salinan dari microchip tersebut?" tanya Allen kemudian dengan nada suara yang berbisik tepat setelah melihat seseorang yang mereka kenali tengah berdiri di area labirin.


Mendengar sebuah suara yang sudah bisa ia pastikan berasal dari Allen, lantas membuat Arhan menoleh dengan seketika ke arah sumber suara. Sambil melirik ke arah kanan dan kiri, Arhan mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah keduanya dan menyalami tangan Allen untuk memberikannya sesuatu.


"Aku sudah merubahnya dalam bentu vidio agar memudahkan kalian untuk mengunggahnya." ucap Arhan dengan nada setengah berbisik, membuat Allen dan juga Mikaila langsung mengangguk dengan seketika begitu mendengar perkataan dari Arhan barusan.


"Kami mengerti, kamu pergilah sebelum ada seseorang yang menyadari kehadiran mu. Jangan lupa untuk mengunggahnya tepat waktu." ucap Mikaila kemudian yang lantas di balas Arhan dengan anggukan kepala.


Setelah melakukan transaksi tersebut ketiganya kemudian berpencar dan mulai bergerak. Allen yang sedari tadi memegang flashdisk pemberian dari Arhan barusan, lantas langsung memberikannya secara halus kepada Mikaila dan berpisah sampai di sana. Keduanya berpisah di area tengah taman dimana Allen mengambil jalur kiri sedangkan Mikaila mengambil jalur sebelah kanan, dengan langkah kaki yang bergerak cepat Mikaila terus membawa langkah kakinya menuju ke arah lapangan dimana tempat berlangsungnya acara bazar hari itu berlangsung.

__ADS_1


"Semoga saja apa yang sudah di rencanakan akan berjalan dengan lancar, aku yakin Tuhan akan merestui jalan kami untuk membuka sebuah kebenaran." ucap Mikaila dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah lapangan.


***


Lapangan


Suasana Bazar saat Mikaila datang begitu ramai dan penuh dengan siswa-siswi yang tengah berlalu lalang untuk melihat beberapa stand yang berjajar di sana. Beberapa suara anak band nampak terdengar menggema memenuhi lapangan di tengah teriknya suasana lapangan saat itu. Disertai dengan sebuah layar proyektor yang berada di atas panggung menambah kesan konser yang begitu luar biasa di sana.


Mikaila yang baru saja sampai di tengah hiruk pikuk suasana di lapangan tersebut, lantas terlihat menatap ke arah sekeliling mencoba untuk mencari keberadaan Ebra di sekitaran sana.


"Kemana perginya si Ebra, ditengah begitu banyaknya siswa yang ada aku harus mencarinya kemana?" ucap Mikaila dalam hati bertanya-tanya sambil terus mengedarkan pandangannya ke arah sekitar.


"Dasar kampret!" ucap Mikaila dengan nada yang kesal sambil menatap tajam ke arah Ebra saat ini.


Mikaila yang sudah mengetahui posisi dimana Ebra berada, lantas langsung dengan seketika melangkahkan kakinya bergegas mendekat ke arah dimana Ebra berada. Mikaila benar-benar kesal kepada Ebra, di saat ia dan juga Allen tengah sibuk dan serius mengerjakan segala sesuatunya, Ebra malah dengan santainya hanya duduk-dudukkan sambil tersenyum haha hihi menikmati suasana konser saat itu.


"Wah bagus sekali kau! Disaat yang lainnya tengah sibuk yang kau lakukan malah..." ucap Mikaila namun langsung terpotong dengan seketika ketika tangan Ebra mendadak menariknya dan membawa Mikaila untuk mendudukkan pantatnya di sebelah Ebra.

__ADS_1


Mikaila yang terkejut tentu saja hendak marah namun urung ketika melihat kode dari Ebra yang memintanya untuk diam dan tidak lagi bersuara, membuat Mikaila yang mengetahui kode dari Ebra lantas langsung menatap ke arah Ebra dengan tatapan yang mengernyit seakan tidak terlalu mengerti akan apa yang saat ini coba untuk dilakukan oleh Ebra.


"Tenanglah Kai dan jangan berisik, aku melakukan hal ini bukanlah tanpa alasan melainkan ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik ku." ucap Ebra kemudian dengan nada yang berbisik agar tidak di dengar oleh orang-orang.


Mendengar perkataan dari Ebra barusan lantas membuat Mikaila langsung terkejut dengan seketika, Mikala yang tidak mengerti apapun sekaligus penasaran akan sosok yang dikatakan oleh Ebra barusan kemudian langsung mengedarkan pandangannya ke arah sekitar mencoba mencari apa yang baru saja dikatakan oleh Ebra. Namun sebelum Mikaila dapat menemukan siapa yang tengah memperhatikan gerak-gerik Ebra sedari tadi, Ebra sudah terlebih dahulu menarik tangan Mikaila agar tidak meneruskan niatannya untuk melirik ke arah kanan dan kiri.


"Jangan mencari keberadaannya Kai karena itu akan membuat ia semakin curiga pada kita berdua.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" ucap Mikaila kemudian bertanya-tanya kepada Ebra.


Ebra yang mendapat pertanyaan tersebut lantas terdiam seketika seakan mencoba memikirkan jalan keluar terhadap permasalahan yang sedang mereka hadapi saat ini. Ebra kemudian nampak melirik sekilas ke arah samping kirinya untuk melihat apakah pria tersebut sudah pergi atau belum. Helaan napas kemudian lantas terdengar berhembus dari mulut Ebra ketika mengetahui bahwa pria tersebut belum beranjak sama sekali dari tempatnya dan tetap berada di sana sampai saat ini.


Mikaila yang tak mendengar jawaban apapun dari Ebra lantas semakin bingung sekaligus penasaran akan apa yang tengah dipikirkan oleh Ebra saat ini.


"Lalu kita harus melakukan apa Eb? Mengapa kau hanya diam saja sih?" tanya Mikaila kemudian yang sama sekali tidak mendengar jawaban apapun dari Ebra sedari tadi yang lantas membuat Mikaila penasaran.


Ebra yang mendengar perkataan dari Mikaila barusan lantas kembali menoleh ke arah Mikaila saat ini dan menghembuskan napasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Kita lakukan sekarang juga!" ucap Ebra kemudian yang lantas membuat manik mata Mikaila membulat dengan seketika.


Bersambung


__ADS_2