Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
-


__ADS_3

Tampak seorang wanita terbaring di atas brangkar rumah sakit dengan jarum infus tertancap di tangannya. Sejak diperiksa oleh dokter keluarga, Aulia terus menerus memuntahkan makanan yang masuk ditubuhnya.


Setelah Mama Arini yang melihat kondisi menantunya sangat lemah setelah seharian tidak ada makanan masuk ke tubuhnya akhirnya membawa kerumah sakit tadi malam untuk mendapatkan perawatan intensif.


Anton hanya bisa melihat istrinya dari jauh, walau sudah berganti pakaian dan tidak menggunakan parfum tetap saja istrinya akan muntah jika berada di dekatnya.


Saat ini dia bersama kedua sahabatnya sedang duduk di depan ruang perawatan Aulia.


"Kenapa Lo seperti gak bahagia mendengar kehamilan istrimu? tenang Aulia gak akan kenapa-napa, wajar jika wanita hamil muntah-muntah" tanya Rahmat yang melihat sahabatnya itu berpenampilan kuyu dan berantakan.


"Bukan itu yang bikin gue sedih, Istri gue gak mau dideketin. setiap gue mendekat dia langsung muntah. katanya badan gue bau" keluh Anton dengan raut wajah yang sedih.


"Hahahaha... Gue kasian Liat Lo. Anak belum lahir udah membenci bapaknya gimana kalo udah lahir, bisa perang perebutan kekuasaan" Seru Rahmat.


"Maksudnya perebutan kekuasaan apa?" tanya Anton penasaran.


"Iya memperebutkan mamanya lah, kan kalo anak udah lahir pasti dikuasai oleh anak. kita suami hanya punya waktu jika anak sedang tidur" jawab Rahmat sambil menahan tawanya.


"Eh elo jangan ngetawain Anton kayak gitu. Gue tau Lo juga tersiksa karena istrimu juga lagi hamil dan banyak minta yang aneh-aneh. kemarin gue denger istri Lo godain penjual cilok didepan Lo" seru Raihan.


"Dari mana Lo tau?" tanya Rahmat.


"Dari istri Lo lah, siapa lagi. Semalam gue liat isi obrolan di grup chatnya"


"Ngapain Lo liatin isi grup istri Lo?" tanya Rahmat seperti tidak terima jika penderitaannya diketahui orang lain.


"Istri gue yang ngasi liat bukan keinginan gue" elak Raihan sambil menaikkan kedua tangannya.


"Lo sih enak Raina gak minta macam-macam" ucap Rahmat.


"Siapa bilang enak, gue udah sebulan lebih gak dapat jatah. Lo pasti bisa ngebayangin gimana tersiksanya gue yang harus solo karir. gak mungkin kan gue minta jatah sementara kondisi istri masih dalam pemulihan" sahut Raihan memprotes ucapan Rahmat


"Hahaha.. Ternyata kita jadi suami yang harus sabar menghadapi istri dan yang paling extra sabar ya Anton."


"Kok gue" ucap Anton sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Kan kalo melihat kondisi Aulia yang muntah jika berada di dekat Lo artinya bisa saja berlangsung selama trimester pertama yang artinya Lo harus nahan 3 bulan gak boleh dekat dengan istri" ucap Rahmat menjelaskan.


"Mampus gue, masa gue ngikutin jejak Raihan yang solo karir" Ucapnya sambil menepuk jidatnya.


"Sabar, nanti gue kasih tau merek sabun yang bagus biar gak lecet. hahaha.." ledek Raihan.


"Brengsek Lo, gue gak butuh" sahut Anton.


Hahahaha.. Tawa kedua sahabatnya itu meledak, Anton memperhatikan Raihan yang sudah bisa tertawa lagi. ini pertama kalinya dia melihat sahabatnya itu kembali tertawa sejak kecelakaan istrinya itu.

__ADS_1


"Lo gak apa-apa gue tinggal? gue ada meeting sebentar lagi" sahut Raihan.


"Gak apa-apa, Lo pergi saja. makasih udah mau nemenin gue disini."


"Iya Rai. Biar gue temani Anton disini." sahut Rahmat.


"kalau begitu gue pergi dulu, kabari jika butuh bantuan" ucap Raihan lalu pamit meninggalkan kedua sahabatnya.


Diparkiran sopirnya sudah menunggu sejak tadi. dia langsung masuk kedalam mobil dan berangkat menuju perusahaannya.


Sampai di perusahaan, Raihan turun dari mobil dan berjalan memasuki perusahaan. Beberapa karyawan menyapanya dan dibalas oleh Raihan membuat mereka kaget dan gembira karena bosnya sudah tidak dingin lagi..


Setelah keluar dari lift, dia berjalan menuju ruangannya "Anya, Panggil Ivan. kalian berdua saya tunggu diruanganku sekarang" Ucapnya memanggil sekertarisnya.


Anya hanya mengangguk lalu berjalan menuju ruangan Ivan "Pak bos manggil keruangannya sekarang" ucap Anya yang hanya memunculkan kepalanya dari balik pintu.


"Baiklah" ucapnya kemudian beranjak dari kursinya lalu berjalan menuju ruangan Raihan, Anya hanya diam mengikuti langkah Raihan memasuki ruangan itu.


"Selamat pagi tuan" sapa asisten Ivan setelah berada di dalam ruangan.


"Bagaimana acara peresmian gedung perusahaan?" tanya Raihan.


"Sudah beres tuan" jawab asisten Ivan.


"Sepertinya tidak bisa tuan karena bertepatan dengan ulang tahun perusahaan. undangannya juga telah dikirimkan tuan?" tanya asisten Ivan.


"Jadi tidak bisa ditunda lagi?"


"Sepertinya tidak bisa tuan, Semuanya juga telah disetujui oleh tuan besar"


"baiklah, lanjutkan sesuai dengan rencana awal. pastikan tidak ada yang mengganggu acara tersebut. kamu siapkan saja tempat istirahat siapa tau nanti Raina datang dan ingin istirahat"


"Baik tuan"


"Anya, jam berapa meetingnya dengan team desain?" tanya Raihan.


"30 menit lagi tuan" jawab Anya.


"Apa lagi jadwalku hari ini?"


"Ada pertemuan dengan Perwakilan ARK Development terkait pembangunan apartemen dikota Bandung"


"Siapa yang wakili?"


"Ibu Ayesha yang mewakili tuan"

__ADS_1


"Baiklah setelah itu?"


"Kosong tuan"


"Oke kalian boleh pergi" ucapnya kemudian meraih berkas yang ada di depannya.


Raihan kemudian memeriksa berkas-berkas yang belum sempat diperiksa. sejak kecelakaan fokusnya terpecah antara pekerjaan dan istrinya.


Tak terasa sudah waktunya untuk meeting dengan team desain, dia kemudian meninggalkan raungannya menuju ruang meeting bersama sekertaris Anya dan asisten Ivan.


Raihan memasuki ruangan diikuti sekertaris dan asistennya. "Silahkan dimulai" ucapnya lalu duduk di kursinya.


Team desain kemudian mempresentasikan hasil rancangan mereka. mulai dari perencanaan site sampai perencanaan unit rumah. mereka juga memberikan rancangan kompleks perumahan yang akan dibangun untuk Raihan dan sahabatnya.


"Apa daerah tersebut aman dari banjir?"


"Ini yang perlu diperhatikan tuan. Sepertinya kita harus menaikkan level tanah untuk mencegah banjir"


"Coba lihat kembali siteplan. Daerah ditengah ini bisa dijadikan danau buatan untuk menampung kelebihan air jika musim hujan. Tanah galian akan digunakan untuk menaikkan level tanah dan buatkan sistem pengolahan limbah agar air yang masuk kedalam danau buatan bukan air kotor"


"Tapi disini akan ada cluster tuan"


"Hilangkan cluster itu. Buat danau buatan serta taman disekelilingnya. Sebagai pengganti cluster yang hilang, bangun unit rumah yang luasny diatas 200m2" sahut Raihan.


"Ada lagi yang ditambahkan tuan?"


"Untuk Cluster yang dipersiapkan untuk saya, buat sesuai dengan rancangan kalian, Buat 6 unit rumah didalamnya. Bagaimana dengan perijinan?" sahut Raihan


"Sudah selesai tuan"


"Secepatnya laksanakan pekerjaan ini. ingat, usahakan tahun depan sudah bisa ditempati"


"Baik tuan." jawab mereka.


"Segera perbaiki siteplannya." ucap Raihan kemudian meninggalkan ruang meeting.


To Be Continued.


🎉Hai readers..🎉


Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.


Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.


Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan

__ADS_1


__ADS_2