Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Drama di Pagi Hari


__ADS_3

Tok tok tok.


Ketukan terdengar dari pintu. Rahmat langsung menyambar baju dan celananya lalu memakannya sebelum membuka pintu. Setelah memakai pakaian dia bergegas menuju pintu lalu membukanya.


"Maaf tuan kami mengganggu, ini sarapan yang sudah dipesankan oleh tuan Raihan" ucap Pegawai hotel sambil menunjuk troley makanan didepannya.


"Biar saya saja yang bawa masuk kedalam. Istri saya masih tidur" ucap Rahmat.


Pegawai hotel memberikan troley itu kepada Rahmat, Rahmat lalu mendorong troley makanan itu kedalam kamar hotel.


Dia kemudian menaruh semua makanan tersebut diatas meja lalu beranjak menuju tempat tidur.


Kristina yang sudah bangun tapi masih malas untuk turun dari tempat tidurnya. Dia masih betah berlindung dari balik selimut apalagi tubuhnya belum memakai pakaian.


"Sayang, sarapan dulu yuk" ucap Rahmat.


"Malas bangun sayang, badanku masih sakit semua. Mas sih nyerangnya gak kira-kira masa mainnya sampai tiga kali." ucap Kristina.


"Enak sayang jadi ketagihan" ucap Rahmat.


"Mas pasti udah sering ya? Kok bisa buas begitu"


"Enggak sayang. Ini juga pengalaman pertama mas kok, ini kan insting alami jadi biar belum pernah pasti langsung jago" ucap Rahmat lalu ikut masuk kedalam selimut dan menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya.


"Mau ngapain lagi? ini masih sakit" tolak Kristina.


"Aku cuma mau meluk sayang. Kan kamu masih malas bangun" ucap Rahmat.


"Mas mandi dulu sana, nanti baru aku yang mandi" seru Kristina.


"Kita mandi sama-sama aja" ajak Rahmat.


"Enggak mau. nanti kamu serang lagi, punyaku masih sakit sayang"


"Enggak kok. Cuma bantu kamu aja , tunggu saya siapkan airnya dulu" ucap Rahmat lalu berjalan menuju kamar mandi. Dia kemudian mengisi bak mandi dengan air hangat agar istrinya bisa rileks.


Setelah itu dia keluar dari kamar mandi. Kristina bangun dan mencoba untuk berjalan "Auchhh" Sakit diselangkangannya membuat dia tidak bisa berjalan.


"Kenapa sayang?" tanya Rahmat yang melihat Kristina berdiri sambil meringis menahan sakit diselangkangannya


"Ini gara-gara mas, mainnya gak kira-kira. Punyaku bonyok kayaknya gara-gara diserang sama mas tadi malam" bentak Kristina.

__ADS_1


Rahmat yang melihat wajah istrinya cemberut langsung menggendongnya ala bridal style kearah kamar mandi. sampai didalam dia lalu mendudukkan istrinya di kloset. Dia membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya.


"Mas jangan dibuka, aku kan gak pakai apa-apa" protesnya.


"Mas sudah lihat semua sayang jadi gak usah malu sama mas" ucap Rahmat.


Rahmat lalu membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya. Kristina hanya bisa menutup wajahnya karena malu dilihat sama suaminya.


Rahmat lalu mengangkat tubuh istrinya lalu dengan perlahan menurunkan kedalam bak mandi yang sudah berisi air hangat.


Awalnya terasa perih namun perlahan rasa nyeri diselangkangannya mulai mereda ketika hangatnya air mulai terasa.


Rahmat kemudian membuka semua pakaiannya lalu mengguyur tubuhnya dishower.


"Mas kenapa sih mandinya telanjang bulat gitu, apa tidak malu sama aku? protes Kristina yang melihat suaminya tak malu sedikitpun bugil didepannya


"Ngapain malu, kamu kan sudah lihat semua. Lagian cuma kamu itu yang melihat tubuhku ini." ucap Rahmat.


Kristina hanya mendengus mendengar ucapan suaminya itu.


Sementara diresto kedua pasangan pengantin baru itu baru selesai dengan sarapannya. Mereka kemudian kembali kekamar untuk mengambil barang-barang mereka sebelum pulang kerumah.


"Hmm.. Kita kerumah kakek untuk ambil pakaianku baru kerumah mama ya" jawab Raihan sembari mengambil HP-nya yang bergetar disakunya.


"Halo" jawab Raihan setelah menggeser icon hijau.


"Saya sudah di depan lobby bos" ucap Ivan yang datang menjemput mereka.


"Tunggu sebentar lagi nanti saya turun" ucap Raihan lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Raina yang baru selesai merapikan kopernya itu berjalan mendekati suaminya. "Ayo sayang, Aku sudah selesai" sahut Raina.


Mereka kemudian berjalan keluar dari kamar hotel menuju lift untuk turun kelantai satu. Sesampainya dilantai satu pintu lift terbuka dan mereka berjalan keluar dari lift berjalan menuju resepsionis dilobby hotel. Pegawai hotel yang melihat Raihan dan istrinya itu langsung menunduk memberi hormat.


"Sebentar jika teman saya sudah cek out tanyakan mereka mau diantar pulang atau dijemput. jika tidak dijemput minta supir hotel mengantar mereka." ucap Raihan tegas.


"Baik Tuan muda" ucap resepsionis itu.


Raihan dan Raina melangkah keluar hotel dan melihat mobil yang dikemudikan oleh asisten Ivan menunggu didepan pintu masuk.


Dengan cepat sekuriti membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Raihan dan istrinya naik keatas mobil.

__ADS_1


Mereka kemudian berangkat menuju mansion kakek Cakra.


"Bos, Tuan Cakra dan Asisten Bobi serta keluarga katanya akan kembali ke Jogja" Asisten Ivan memberikan informasi.


"Kenapa kakek mau kembali ke Jogja? tanya Raina yang mendengar ucapan asisten Ivan.


"Katanya ada hal yang mendesak disana" ucap Asisten Ivan.


"Masalah apa lagi Van? Perasaan tentang pemindahan kantor pusat tidak ada masalah"tanya Raihan.


"Ini soal anak dari adik kakek anda tuan yang menuntut hak atas kekayaan yang diwariskan kepada anda, mereka menganggap anda bukan cucu sah dari tuan Cakra karena almarhum nyonya indah tidak pernah mengabarkan tentang anaknya" jawab Asisten Ivan panjang lebar tentang permasalahan yang akan dihadapi oleh kakeknya.


"Emang sih susah biarpun tes DNA karena DNA aku kan dominan ke papa sih. Tapi om Bobi punya bukti kalau aku memang cucu kandung kakek" seru Raihan.


"Apa buktinya sayang? tanya Raina.


"Om Anton pernah mengambil sampel DNA papa waktu papa meninggal karena kecelakaan. Sehingga Om Bobi sempat diam-diam mengambil rambut aku lalu mencocokkan dengan DNA papa" ucap Raihan.


"Om Bobi tau dari mana kalau itu kamu sayang? tanya Raina kembali.


"Om Bobi menelusuri jejak mama bertahun-tahun sampai menemukan tempat tinggal lama mama yang sudah kujual untuk membayar biaya rumah sakit. Mereka mananyakan keorang-orang yang mengenalku sampai anggotanya om Bobi menemukan kost-an ku" jawab Raihan menceritakan kembali apa yang pernah diceritakan oleh Asisten Bobi.


Mobil mereka pun memasuki pekarangan mansion kakek Cakra. Setelah mobil berhenti mereka kemudian turun dari mobil diikuti Ivan dibelakang membawakan koper Raina.


"Kakek mau pulang ke Jogja? apa tidak bisa ditunda dulu? kan kakek pasti masih lelah setelah kemarin seharian menemani Raihan" ucap Raihan.


"Kakek baik-baik saja, Besok kakek harus menghadiri panggilan pengadilan untuk menanggapi tuntutan orang rakus itu" kakek Cakra menenangkan Raihan.


"Apa perlu aku ikut juga ke Jogja untuk mendampingi kakek? tanya Raihan.


"Tidak usah Tuan muda. Ada saya yang akan terus menemani sampai masalah ini selesai. Mereka juga tidak punya hak dan dasar hukum kuat untuk merubah keputusan Tuan Besar" sahut Asisten Bobi.


"Baiklah tapi kakek harus janji untuk selalu mengabari Raihan" ucap Raihan.


"Iya kakek janji akan selalu mengabari kamu" ucap kakek Cakra. "Cucu mantu Kakek kenapa cuma berdiri disitu. Sini duduk didekat kakek" ajaknya lagi.


Raina kemudian berjalan menuju sofa kosong yang ada disamping kakek Cakra.


"Bantu kakek jagain Raihan ya. Nanti kalau dia nakal hubungi kakek biar kakek yang hukum dia" Ucap kakek Cakra lembut.


"Kakek tenang saja. Jika mas Raihan nakal Raina akan langsung melapor ke kakek" sahut Raina.

__ADS_1


__ADS_2