Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Markas klub Motor Darkside


__ADS_3

Raihan dengan kecepatan sedang mengemudikan mobilnya pulang kerumah mertua untuk mengantarkan Raina.


"Sayang, habis ini aku langsung ke tempatnya Rahmat ya" ucap Raihan.


"Janjian disana ya?


"Mau jemput Rahmat baru kita ke Jakarta Selatan mau lihat gedung yang mau dibeli"


"Mau beli gedung untuk apa sayang? mau bikin usaha baru?


"Masih rencana sih tapi dilihat dulu lokasinya cocoknya untuk usaha apa" jawab Raihan berbohong "maaf sayang, belum waktunya kamu tahu tentang rencana kedepannya" Ucap Raihan dalam hati.


"Pulangnya jangan sebelum jam makan malam ya, aku kan mau makan malam sama suamiku tercinta"


Mobil memasuki pekarangan rumah Raina. Setelah mobil berhenti Raina turun dari mobil lalu berjalan menuju pintu samping pengemudi.


"Ingat pulangnya jangan terlalu larut malam. Kita mau makan malam bersama" ucap Raina


"Iya sayang" ucap Raihan lalu mengulurkan tangannya. Raina mencium tangan Raihan dan dibalas dengan kecupan di kening istrinya. "Aku pergi dulu ya" ucap Raihan sambil melambaikan tangannya.


Raihan kembali mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju cafe dimana Rahmat menunggu. sampai didepan cafe Rahmat masuk kedalam mobil setelah melihat Raihan dibalik kemudi.


Mereka berdua menuju tempat yang sudah ditentukan. Setelah berkendara selama 1 jam akhirnya mobil berhenti didepan sebuah bangunan yang lebih mirip gudang dengan pintu rolling door dan atap tinggi.


Setelah pintu rolling door terbuka Raihan memasukkan mobilnya kedalam bangunan itu. Dia disambut oleh Anton dan teman-temannya yang lebih dulu tiba disana.


"Selamat datang di markas Darkside" ucap Anton menyambut kedatangan kedua sahabatnya itu.


Raihan memperhatikan sekelilingnya, Tampak seperti markas klub Motor dengan banyaknya motor sport dan ornamen khas anak motor terpanjang di dinding bangunan itu.


"Ini markas apa?" tanya Raihan yang masih penasaran.


"Ini markas Darkside. Darkside itu klub Motor gue dirikan dulu waktu masih belum kenal dengan kalian. Sekarang dilanjutkan oleh anggota gue. Perkenalkan ini Prayudi panggilannya Yudi atau anak-anak memanggilnya Kapten karena dia kapten atau ketua klub ini" ucap Anton memperkenalkan mereka.


"Selamat datang di markas besar kami. Lebih baik kita mengobrol di ruangan itu biar lebih rileks saja" ucap Yudi sambil menjabat tangan keduanya.

__ADS_1


Mereka kemudian mengikuti langkah Yudi menuju salah satu ruangan. Setelah memasuki ruangan itu yang lebih mirip seperti Ruang santai dengan sofa panjang yang terletak ditengah ruangan dan mini bar disalah satu sudut ruangan.


"Silahkan duduk" ucap Yudi mempersilahkan mereka duduk disofa tamu yang ada diruangan itu.


"Mungkin kalian berdua masih kaget dengan keberadaan Markas ini. Sebenarnya gue dirikan klub ini hanya sekedar hobby dan penyaluran kegabutan dulu waktu belum kenal dengan kalian. Walaupun begitu klub ini bukan seperti Genk motor yang suka bikin onar, klub ini lebih ke hobby dan happy fun saja. Sekedar touring ke luar kota atau keliling Jakarta. Kebetulan saya dan Yudi berencana untuk membesarkan nama Darkside agar bisa mempunyai penghasilan sendiri buat anggotanya." ucap Anton.


"Wacana ini sudah beberapa bulan yang lalu kami bicarakan. Kami tidak mungkin hanya mengandalkan dana dari mas Anton untuk anggaran pemeliharaan dan biaya kelangsungan hidup anggota. Walau kami selama ini ada bengkel yang menopang sebahagian biaya tapi untuk membuat perusahaan keamanan dan saya sangat setuju dengan ide itu hanya saja anggota kami yang sisa 20 orang karena yang lain memilih mundur dan bekerja di perusahaan" Sahut Yudi menimpali.


"Mana yang katamu mantan penyidik kepolisian? tanya Raihan.


"Tunggu, sebentar lagi akan tiba" jawab Anton.


Tak lama muncullah seorang pria yang kira-kira berumur 30an tahun memasuki ruangan itu diantar oleh seorang Anggota Darkside.


"Bos. Bang Alvin mencari anda. katanya sudah ada janji" lapor anggotanya.


"Selamat datang. Silahkan duduk bang Alvin" sapa Anton menyambut kedatangan tamunya.


"Terimakasih" ucap Alvin lalu duduk disofa kosong.


"Siapa mereka dan kenapa anda ingin menyelidikinya? tanya Alvin sambil membaca nama-nama yang ada dalam daftar itu.


"Ada baiknya Raihan yang menjelaskan siapa mereka" ucap Anton.


"Mereka adalah orang-orang yang selama ini menggelapkan dana perusahaan Buana Group. Atau boleh dibilang mereka adalah jaringan orang-orang yang ingin menguasai buana group" jawab Raihan


"Terus kenapa jika mereka menguasai buana group kan kalian sama-sama bekerja di perusahaan yang sama?


"Karena dia pewaris tunggal kerajaan bisnis Buana group" jawab Anton.


"Terus orang-orang ini apa ada hubungan keluarga dengan anda?" tanya Alvin kembali.


"Saya mencurigai keluarga dari kakekku. Karena mereka menuntut hak waris dan menolak saya menjadi pewaris tunggal" jawab Raihan.


"Baiklah, Beri saya waktu sebulan untuk menyelidiki mereka semua. Sekarang saya butuh dana operasional" ucap Alvin.

__ADS_1


"Kirimkan nomer rekeningmu di nomer ini" ucap Raihan lalu memberikan kartu namanya. Alvin menerima kartu nama itu lalu mengetikkan nomer HP Raihan lalu mengirim nomer rekeningnya.


Raihan membuka HP nya lalu mentransfer uang ke rekening milik Alvin "Gunakan itu untuk operasional dan jika kurang anda tinggal menghubungi saya di nomer tadi. Itu belum termasuk pembayaran anda." ucapnya kemudian.


Alvin kaget karena uang yang dikirim oleh Raihan 200jt. Jumlah yang tidak sedikit buatnya. "Ini terlalu banyak jika hanya untuk biaya operasional" ucap Ivan.


"Jika butuh kendaraan, temui saya di kantor Buana Group Jakarta" ucap Raihan.


"Nanti akan saya hubungi jika butuh sesuatu" ucap Alvin.


"Oke sekarang kita bahas tentang rencana dengan Anton dan mas Yudi. Begini, Gue punya kenalan atau lebih tepatnya anak asuh yang gue bina setelah keluar dari penjara, mereka ini hebat dalam IT, programmer dan hacker. Rencananya gue akan beli perusahaan NCS Tech yang sebentar lagi bangkrut karena persaingan bisnis. Nah Gue mau kembangkan dari hanya keamanan cyber menjadi perusahaan pengembangan software dan penyedia jasa layanan pengamanan dan pengawalan. Bang Alvin juga bisa bergabung dengan kami untuk membantu mengelola perusahaan." Raihan menjelaskan rencana besarnya.


"Biayanya tidak sedikit jika membeli perusahaan itu" ucap Anton.


"Kan baru rencana dan kalau dihitung-hitung bisa sampai 200 milliar jika ingin membeli perusahaan itu beserta aset-asetnya" sahut Raihan" tapi berhubung gue punya saham disana jadi sisa butuh sekitar 150 milliar lebih. Itupun sudah termasuk nilai investasi untuk membantu menyelamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan. Sekarang gue sudah memiliki 30% saham perusahaan itu dan menjadi pemegang saham terbesar ketiga."


"Tapi apa loe yakin dengan rencanamu?"


"Kalau mau bangun perusahaan dari nol bisa juga cuma gak bisa dalam waktu singkat bisa membuat namanya menjadi besar karena jika mendompleng nama besar buana group pasti akan cepat besar tapi banyak juga yang akan menjatuhkannya"


"Gue gak berfikir sampai buat perusahaan dengan investasi sampai ratusan miliar. Gue hanya berharap bisa menghidupi anggota" ucap Yudi yang kaget dengan rencan besar dari Raihan.


"Ah lupa, mungkin kamu belum kenal dia dengan baik. Dia ini direktur utama Buana Group Jakarta dan tak lama lagi akan diangkat menjadi CEO Buana Group Tbk. yang membawahi seluruh perusahaan Buana baik dalam dan luar negeri." ucap Anton.


"Maaf tuan saya pernah dengar dengan nama pewaris tunggal kerajaan bisnis Buana tapi gak nyangka jika anda ternyata" sahut Yudi.


"Gak usah kaku begitu, santai saja. Lanjut ke pembahasan tadi, baiknya kita beli perusahaan itu atau kita bangun perusahaan dari nol?" tanya Raihan.


"kalau menurut gue nih, sekarang loe pegang 30% saham perusahaan itu. Jika kamu bisa membelinya maka akan lebih baik karena bisa menghemat waktu. Kita hanya perlu memperbaiki sistem operasi perusahaan" ucap Rahmat.


"Oke gue akan beli perusahaan NCS Tech. bang Alvin berminat bergabung dengan kami? tanya Raihan.


"Baiklah tapi tempatkan saya di bidang yang saya kuasai" jawab Alvin.


"Abang tenang saja, pasti akan ditempatkan sesuai keahliannya" jawab Anton

__ADS_1


To be continued


__ADS_2