
Diperusahaan Buana Group Raihan sedang meeting dengan team perencanaan.
"Desainnya bagaimana? Kenapa hampir setiap perumahan ada model seperti ini? Kalian tidak bisa mendesain model terbaru? Kalian digaji bukan untuk mencontek desain yang sudah ada" Raihan lagi pusing, melihat desain yang diberikan team perencanaan.
"Tidak bisakah kalian berfikir untuk berinovasi. Arsitek itu seorang pekerja seni, jadi jika kalian tidak punya feel terhadap seni ngapain kalian jadi arsitek. Kalian tahu apa persamaan dan perbedaan antara pelukis dan arsitek?" tanya Raihan.
"Ga ada yang bisa menjawab, oke saya jawab. Persamaannya Pelukis itu menuangkan ide yang ada didalam otaknya ke atas kanvas menjadi sebuah gambar sama seperti arsitek juga menuangkan ide yang ada dalam otaknya keatas kertas menjadi gambar. Sedangkan perbedaannya pelukis menggambar bebas sesuai dengan keinginannya sedangkan arsitek menggambar dengan dimensi dan ukuran yang sesuai standar dan perhitungan yang ditentukan demi keamanan dan kenyamanan. Mengerti kalian"
"Saya seperti berada di kuburan sepi. Anya, catat semua nama-nama karyawan yang ada diteam desain termasuk manajer. Jika dalam Minggu ini belum ada desain yang saya setujui kirimkan semua surat pemecatan. Sekian rapatnya." Raihan yang emosi melangkah dengan cepat menuju ruangan kerjanya.
Didalam ruangannya masih ada Raina yang sedari tadi terus menunggunya.
Brak. Raihan menutup pintu dengan kasar. Raina yang melihatnya kemudian mendekat."Kenapa mas marah-marah?" tanya Raina.
"Karyawan tidak becus masa disuruh mendesain malah mencontek desain lama dan sudah terbangun" Raihan masih emosi kemudian Raina berjinjit lalu "Cup" satu kecupan mendarat di bibir Raihan.
"Mulai berani ya nyuri ciuman" Raihan langsung menarik tengkuk Raina dan memperdalam ciuman sementara Raina mulai membalas ciuman itu.
Raihan kemudian menyudahi ciumannya lalu menempelkan dahinya didahi Raina sambil tersenyum "Kamu memang cantik aku cinta sama kamu" ucap Raihan yang membuat Raina makin berdebar.
"Mas serius dengan yang diucapkan tadi" tanya Raina.
"Yang mana?" ucapnya lalu melangkah menuju sofa dan duduk disana.
"Mas. Dijawab dong" Raina mulai merengek.
"Apanya yang dijawab? Emang kamu nanya apa sayang? Raihan pura-pura tidak mengerti.
"Mas jangan kura-kura dalam perahu ya"Raina mulai jengkel.
"I love you darling" ucap Raihan.
"I Love you to babang ojek ku yang tampan" balas Raina.
"Mau makan dimana sayang?" tanya Raihan.
"Emang mas gak malu keluar pakai kostum ranger pink?"tanya Raina.
"Demi kamu apapun akan kulakukan sayang, lagian kalau jalannya sama cewek cantik mana malu saya yang ada nanti kamu malu" sahut Raihan.
"Aku juga gak malu kok cuma aku gak mau calon suamiku jadi pusat perhatian" elak Raina.
"Pintar juga kamu nyari alasan Maria tapi bisa diterima" sahut Raihan.
"Ternyata kamu tidak bisa ditipu Fulgoso" ucap Raina.
"Tidak semudah itu Maria hehehehe" ucap Raihan.
Raihan kemudian menekan tombol untuk memanggil sekertaris Anya. Anya langsung membuka pintu lalu berdiri didepan Raihan.
"Anya, pacarmu sudah selesai seleksi manager keuangan?" tanya Raihan.
"Siapa pacar saya Tuan?" tanya Anya.
"Siapa lagi kalau bukan Ivan" jawab Raihan.
"Ivan belum nembak Tuan, dia orangnya membingungkan kadang perhatian kadang cuek saya kan jadi kesel tuan" curhat Anya.
"Mbak Anya sini deh duduk" ajak Raina.
"Ada apa mbak?" tanya Anya.
"Ada trik khusus supaya dia yakin dengan perasaannya, pertama mbak Anya jangan tegur kalau bukan dia yang menegur duluan. Kedua kalau kebetulan ketemu selain urusan pekerjaan pura-pura tidak kenal saja. Ketiga kalau dia menelpon saat bukan jam kerja termasuk waktu istirahat jangan diangkat. Saya jamin dalam waktu seminggu dia akan mendekati mbak Anya" ucap Raina.
"Oke aku akan melaksanakannya. Permisi Tuan" ucap Anya.
"Kamu mau kemana, saya belum selesai" ucap Raihan.
"Apa lagi ranger pink?" ucap Anya.
"Eh udah berani kamu?" bentak Raihan.
__ADS_1
"Berani dong kan ada pawangnya, hahahaha" Sekertaris Anya tertawa penuh kemenangan hari ini.
"Awas ya kalau mas marah-marah sama mbak Anya. Sekarang kami satu grup chat sama Aulia, Kristina dan mbak Indri. Jadi mas gak bisa macam-macam. Ha-ha-ha kamu gak bisa lolos Fulgoso" Raina tertawa terbahak-bahak.
"Konspirasi ini namanya. Anya kamu pesan makanan ya untuk kami kalau kamu mau juga silahkan pesan. Eh mau makan apa sayang?" tanya Raihan.
"Ayam goreng saja deh" ucap Raina.
"Nah itu saja dua porsi sekalian untuk kamu juga dan minumnya air mineral saja" ucap Raihan.
"Siap ranger pink tugas dilaksanakan" ucap Anya dengan gaya tentara.
"ARGHHHH.. PERGI SANA" teriak Raihan. Anya bukannya takut malah tertawa sambil berlari keluar.
"Dasar sekertaris gak ada akhlak" umpatnya.
"Hahahaha kamu lucu mas" ucap Raina.
"Mas lagi marah loh bukan melawak" ucap Raihan jengah.
"Oh tadi mas marah kirain belajar standup hahahaha" sahut Raina.
"Perasaan waktu mas dekati kamu gak kayak gini deh. Kamu pemalu, kalem dan anggun" ucap Raihan sambil memperhatikan Raina.
"Oh itu hanya pencitraan saja supaya mas terpikat dengan kecantikanku, ha-ha-ha" ucap Raina.
"Kayaknya kamu kerasukan deh." ucap Raihan lalu mengguncang tubuh Raina "Siapa didalam keluar kamu dari tubuh calon istri ku kalau tidak akan kucium kau" lanjutnya.
Cup. Malah Raina duluan yang mendaratkan kecupannya.
"Tuh kan kamu gak kayak gini. Siapa kamu keluar cepat atau saya sembur kamu" tiba-tiba Raihan komat Kamit tidak jelas lalu memegang ubun-ubun Raina lalu berteriak "Suketi keluar kamu, hiaaaattt" Raihan seperti mencabut sesuatu dari kepala Raina.
Raina kemudian diam saja.
"Nah kan kamu sudah kembali, tidak pecicilan kayak tadi" ucap Raihan.
"Dari tadi kamu ngapain mas emang aku kerasukan, dasar Fulgoso mau lihat kemarahan Maria Mercedes ya" ucap Raina.
Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi sepasang mata memperhatikan drama mereka.
"Kalian ngapain, latihan teater ya" ucap Aulia yang berada dipintu ruangan yang terbuka sedikit tapi cuma kepalanya yang masuk badanny masih diluar.
"Suketi datang lagi sayang itu kepala melayang." sahut Raihan.
"Loe kira gue setan ya" ucap Aulia yang sudah masuk ke dalam karena jengah dengan drama calon pasutri itu
"Kenapa loe?" tanya Raina.
"Gue diteror sama mama Arini" ucap Aulia.
"Ngapain mama Arini neror loe? tanya Raina.
"Mama Indi bilang gue pacaran sama Anton" jawab Aulia.
"Emang mama Arini gak setuju?"tanya Raina.
"Bukan gak setuju tapi nanyain kapan mau dilamar" ucap Aulia jengkel.
"Bagus dong artinya camermu suka sama kamu" ucap Raihan.
Brakk.. Pintu terbuka dengan keras.
"Maaf tuan nona ini memaksa masuk" ucap sekuriti yang mengikuti Kristina.
"Biarkan. Dia itu Sahabat saya" ucap Raihan
"Ra tolongin gue" ucapnya memohon.
"Loe kenapa lagi?" tanya Raina.
"Gue diteror sama mama Dira. Gue belum mau nikah" ucap Kristina.
__ADS_1
"Hahahaha". tawanya meluncur keluar dari mulutnya mendengar permasalahan kedua orang itu
"Gimana kalau kita nikahnya barengan aja dirumahnya Raina" saran Raihan.
"Gue belum mau menikah!!" bentak Kristina dan Aulia bersamaan.
"Kalau mau ngelawak jangan disini" ucap Raihan.
"Gue lagi emosi ya" omel Aulia.
"Tunggu. Mana-mana gaul itu pasti dari rumah ketemu mama Indi. Gawat nih, kalau mereka sudah kemakan sama omongannya mama Indi kalian terima nasib saja gue aja terima nasib baik ini" ucap Raina.
"Loe kan memang kebelet nikah" ucap Kristina.
"Ngak ya fitonah itu" sahut Raina.
"Buktinya loe teriak iya papa saya mau, apalagi kalau bukan kebelet" ucap Aulia.
"Betul itu" Kristina menimpali.
"Gak usah ngelawak kalian. Gak lucu" ucap Raihan.
"Hei kang ojek bisa diam gak, gue emosi nih kalau emosiku meledak bisa lapar akunya" sahut Kristina yang melihat Anya membawa makanan. Omongannya langsung berubah arah karena melihat makanan.
"Kamu pesan berapa porsi?" tanya Raihan.
"Saya pesan 4 karena melihat mbak Aulia kesini gak tau ada keris datang" ucap Anya.
"Hei namaku Kristina bukan keris" sahut Kristina.
"Pesan lagi untuk kamu ya!" ucap Raihan.
"Kalian berdua tidak di grup chat sama ketemu langsung bertengkar saja, kayak kucing sama Tom saja" ucap Raina.
"Kucing sama tikus sayang" ucap Raihan membenarkan.
"Jadi aku yang salah mas" ucap Raina.
"Hadeu. Ini ruangan siapa sih kenapa banyak gadis disini" sahut Raihan.
"Mas jadi ini salah gue, salah temen-temen gue?" ucap Raina.
"Ampun cinta, Rangga sudah menyerah" ucap Raihan.
"Gitu dong kan kita sama-sama enak" ucap Raina sambil mengedipkan matanya.
"Hei masalah gue gimana? ucap Aulia
"Makan dulu itu lihat keris sudah mau habis makanannya" ucap Raina.
"Gawat bisa gak makan kita' ucap Aulia.
Raina dan Aulia langsung menyambar palstik makanan yang ada didepannya. Raihan yang masih bingung memperhatikan tingkah kekasihnya.
"Apanya yang gawat sayang?" tanya Raihan.
Raina yang mendengar pertanyaan Raihan menengok "Terlambat mas" ucap Raina.
"Apanya yang Terlambat?" tanya Raihan.
"Mas gak peka jadi tahan lapar dulu ya karena makanan mas tuh diembat sama keris" ucap Raina. Raihan yang mengerti maksud Raina langsung menoleh dan melihat pemandangan Kristina sudah menikmati porsi keduanya.
"Argggggghhh ranger pink mau berubah jadi tukang ojek saja deh" ucap Raihan pasrah karena makanan sudah diembat sama Kristina.
To Be Continued
__ADS_1