Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Aulia resmi dilamar


__ADS_3

Aulia bersama sahabat serta Anya dan Rindi sedang berada didalam kamarnya sambil dirias oleh sahabatnya sendiri.


"Nona hebat bisa merias, nanti kalau saya menikah boleh dong dirias" sahut Anya yang sejak tadi memperhatikan Raina merias Aulia.


"Mbak kalau mau dirias mending minta nanti sama Aulia, dia paling jago soal merias pengantin" Ucap Raina yang masih asyik memainkan kuas dibibir Aulia.


"Iya mbak. Aulia paling jago, karena dulu pernah ikut kursus rias pengantin waktu SMA" jawab Kristina.


"Boleh nanti diatur tapi ijinnya lewat saya" sahut Rindi.


"Kenapa harus lewat kamu?" tanya Anya.


"Kan sebelum kamu minta dirias pastinya ijin dulu pada suaminya nanti, semua bentuk perijinan dari pak Anton harus lewat saya dong" ucap Rindi.


"Gimana? Cantik gak?" tanya Raina setelah selesai merias wajah Aulia.


"Wow sempurna" jawab Kristina.


"Cantik banget jadi pengen juga" ucap Rindi.


"Hei sadar, kamu sudah menikah masa menikah lagi" Tegur Anya.


"Bukan mau nikah tapi dirias, lagian siapa juga mau pisah sama suami. Nanti gak ada yang peluk kalau tidur" Omongan Rindi tidak bisa direm.


"Emang kalau sudah nikah harus pelukan kalau tidur?" tanya Kristina mulai Oneng lagi.


"Iya dong, kalau gak pelukan gak mantap rasanya" Ucap Rindi mulai fulgar.


"Apanya yang mantap?" tanya Kristina lagi.


"Eh mbak Rindi, gak usah ladeni siboncel nanti ketularan Oneng" sahut Raina.


Sementara diruang tamu sudah ada keluarga dari Anton bersama sahabatnya. Mereka disabut keluarga dari Aulia.


"Andika. Selamat datang dirumah kami. Akhirnya kita bisa menjadi besan" sapa papinya Aulia yaitu papi Rindra.


"Rindra. Kalau jodoh tidak akan kemana. Persahabatan kita makin erat dengan menikahnya anak-anak kita" jawab papa Andika papanya Anton.


"Arini, selamat datang" ucapnya sambil menyalami mama Arini.


"Rindra kamu sepertinya bahagia sekali" goda mama Arini.


"Siapa yang tidak bahagia bisa besanan sama kalian, silahkan duduk saya panggilkan dulu istri sama anakku" ucap papi Rindra lalu melangkah kedalam memanggil istrinya yang sedang menata meja makan.


Setelah memberitahu istrinya dia kemudian berjalan kembali keruang tamu menemui tamunya.


"Jadi sudah pasti anak-anak kita menikahnya bersamaan dengan anaknya Candra sama anaknya Machmud? tanya Papi Rindra.


"Iya. Saya ngikut saja dari pada nanti tidur disofa" canda papa Andika.

__ADS_1


"Hahahaha. Betul juga mendingan cari aman saja" sahut papi Rindra.


"Jadi kalian setuju karena takut tidur di sofa?" tanya mami Rani yang tiba-tiba muncul membawa makanan dan minuman.


"Bukan begitu sayang" sahut papi Rindra.


"Hahahaha Om takut sama Tante" ledek Rahmat.


"Ini anaknya Lukman kenapa juga ikut?" Papi Rindra menatap tajam kepada Rahmat.


"Maaf om kelepasan" ucap Rahmat.


"Sudah-sudah itu calon manten sudah turun" ucap mama Arini.


Aulia bersama yang lain turun menuju ruang tamu tempat lamaran akan dilaksanakan.


"Hei mingkem bro, nanti lalat masuk dimulutmu" sahut Raihan yang melihat Anton bengong menatap Aulia diikuti gelak tawa dari Rahmat dan yang lain.


"Rese loe" umpatnya.


"Baiklah karena sudah hadir semua baiknya kita mulai acara ini" Ivan membuka acara. " Silahkan dari bapak Rindra memberikan sambutan" lanjut Ivan.


"Assalamualaikum, Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam atas Rahmat dan karunia Nya sehinnga kita bisa berkumpul malam ini. Selamat datang kepada keluarga Andika, sahabat saya sejak dulu. Saya lupa sudah berapa lama kami bersahabat. Malam ini saya ditemani istri saya satu-satunya Rini dan Anak Saya the one and only Aulia Sarah. Disini juga hadir sahabat dari anak saya cuma gadis cantik yang dua ini saya baru ketemu. Sekali lagi terimakasih atas kedatangan keluarga Andika" Papi Rindra mengakhiri sambutannya.


"Terimakasih atas sambutan dari bapak Rindra. oh iya perlu saya perkenalkan kedua gadis eh hanya 1gadi satunya wanita om. Yang gadi baju biru itu Anya sekertaris dari tuan Raihan sekaligus pacar saya. dan wanita yang berbaju hijau muda adalah sekertaris dari Anton dan seorang istri dari pria yang duduk disamping saya. Saya persilahkan kepada keluarga bapak Andika untuk memberikan sambutan" sahut Ivan.


"Assalamualaikum selamat malam. Terimakasih atas sambutan dari keluarga Rindra. saya datang bersama istri yang juga satu-satunya Arini dan anak saya yang juga satu-satunya Anton bersama sahabat serta Asisten dari Raihan dan manager pemasaran diperusahaan kami. Adapun maksud dan tujuan kami datang bertamu nanti akan disampaikan oleh Anak saya sendiri. Anton silahkan sampaikan maksud kedatanganmu" ucap papa Andika


"Silahkan kepada mbak Aulia untuk menjawab lamaran ini" ucap Ivan.


"Baiklah saya menerima lamaran mas Anton" jawab Aulia singkat disambut dengan tepuk tangan. Mama Arini kemudian berjalan mendekati Aulia. Aulia berdiri dihadapan mama Arini, Mama Arini kemudian memeluk dan mencium kening calon menantunya itu. Di kemudian memasangkan cincin tunangan dijari manis Aulia sebagai pertanda ikatan.


"Selamat kepada Saudara Anton dan saudari Aulia yang telah resmi menerima lamaran saudara Anton. Selanjutnya karena acara inti sudah dilaksanakan maka tuntas sudah tugas saya malam ini. Terima kasih assalamualaikum" Ivan menutup acara.


"Kita lanjutkan acara dimeja makan, mari" ajak mami Rina.


Mereka pun mengikuti mami Rani menuju ruang makan yang sudah ditata dengan hidangan berbagai jenis.


"Mas kamu mau makan apa? nanti aku ambilkan."tanya Raina.


"Terserah kamu yang penting kamu suka sayang" jawab Raihan dengan gombalannya.


"Gombal." Sahut Rahmat.


"Loe sana, itu ada pasangan loe nganggur." Raihan mendorong Rahmat kearah Kristina yang sedang bersama mama Arini.


"Mama saya pinjam dulu ya" ucap Rahmat sambil merangkul Kristina.


"Ambil saja tapi jangan diapa-apain, belum ada tanda terima dari orangtuanya" sahut mama Arini.

__ADS_1


"Iya mama cantik" goda Rahmat.


"Hei ngapain kau goda istriku, sana goda pacarmu sendiri" protes papa Andika.


"Posesifnya sama seperti anaknya" ejek Rahmat lalu pergi meninggalkan papa Andika.


"Sayang hari Minggu giliran kita" ucap Rahmat.


"Hah hari Minggu kita mau ngapain?" Kristina mulai Oneng.


"Lamaran sayang" ucap Rahmat.


"Siapa yang lamaran? Apa perlu kita hadir?" Rahmat ingin menggigit bibir Kristina.


"Ya harus hadir lah, kan lamaran tidak jadi kalau calon pengantin tidak ada." sahut Anton yang sudah berada di samping Rahmat.


"Kristina, hari Minggu giliran loe yang dilamar. Jadi siapkan mental dan fisik untuk menghadapi serangan jantung" seloroh Aulia.


"Emang loe tadi juga kena serangan jantung?" tanya Kristina.


"Gue hampir kena serangan jantung. ini saja debaran jantungku masih terasa" ucap Aulia.


"Selamat untuk kalian berdua, semoga semua lancar sampai akad" ucap suami Rindi.


"Terimakasih manager Satrio sudah menyempatkan diri untuk hadir di acara ini" ucap Anton.


"Pak Anton, perlu anda tahu ketika sudah menikah istri yang biasanya bersikap seperti kucing manis sebelum menikah akan berubah jadi harimau ketika sudah menikah" ucap Satrio


"Oww jadi aku sudah mirip harimau?" sahut Rindi yang sudah berdiri dibelakang suaminya.


"Ini cuma analogi sayang, kamu masih manis seperti kucing anggora" ucap Satrio sambil merangkul istrinya.


"Pak Satrio, yang sabar ya. Kami paham dengan yang anda alami. Karena pimpinan mereka adalah calon istriku" bisik Raihan.


"Wah sepertinya kita perlu bentuk sebuah koalisi partai untuk mengamankan posisi kita dari koalisi partai lain" sahut Satrio.


"Ide bagus pak, dengan koalisi partai yang kita bentuk bisa mengamankan posisi kursi kita di DPR, ini juga untuk mengamankan dari independen yang memilih poros tengah untuk menyerang" balas Raihan.


"Kalian berdua bicara apa sih? pakai koalisi partai segala, kamu mau ikut politik mas?" tanya Raina.


"Ini masih direncanakan oleh pak Satrio dan rencananya saya juga ingin ikut serta." elak Raihan.


"Mas gak usah ikut politik. buang-buang uang dan waktu. Mending ngurus perusahaan" saran Raina yang tidak tahu bahwa dia lagi dikecoh.


"Saya serahkan kepada pak Satrio untuk mengurus koalisi karena calon istri saya masih perlu dibujuk" Ucap Raihan lalu memberikan kode mata kepada Satrio.


Mereka melanjutkan pembicaraan absurd sambil menikmati hidangan yang disiapkan mami Rani. Setelah agak larut malam mereka semua pamit karena akan kembali kerumahnya masing-masing.


To Be Continued

__ADS_1


Mampir di novelku yang baru kubuat. ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang mencari pembunuh kedua orangtuanya.



__ADS_2