
Sementara yang lain hanya tersenyum melihat perdebatan keduanya. Diluar pekerjaan keduanya memang sahabat tapi didalam pekerjaan mereka hanya rekan bisnis.
Mereka kembali menikmati hidangan yang terasa asing namanya namun nikmat di lidah. Anton yang masih penasaran kembali memesan menu lain kali ini dia memesan menu ikan bakar. Aroma ikan bakar yang baru tersaji didepannya sangat menggoda membuat Anton segera melahap ikan bakar itu.
"Ini ikan bakar hampir sama dengan yang pernah gue makan tapi sambalnya ini gak ada samanya" sahut Anton yang mulai berkeringat menikmati pedasnya sambal ikan bakar itu.
"Ini resep rahasia rumah makan ini. walau kelihatan sederhana dengan potongan cabai dan tomat tapi banyak bumbu yang membedakan dengan sambal lain" ucap Briptu Fauziah.
"Kalian jika masih mau tambah silahkan" ucap Raihan.
"Sudah cukup, perutku sudah tidak muat lagi." ucap Anton.
"Tuan, Apa kita kembali ke hotel sekarang? pesawat telah tiba di bandara dan dijadwalkan Jam 5 take off." ucap asisten Ivan.
"Kita ke hotel dulu untuk mengambil barang jam 3 baru kebandara." ucap Raihan.
Ivan kemudian beranjak menuju kasir "Totalnya berapa mbak? tanya asisten Ivan.
"Tiga meja yang digabung ya pak? tanya kasir itu.
"Iya betul"
"Totalnya Rp 5.350.000.- pak. Tunai atau kartu pak?" ucap kasir itu.
"Kartu kredit saja" ucap Ivan sambil menyerahkan kartu kredit perusahaan yang biasa dia gunakan untuk keperluan bosnya.
"Terimakasih pak atas kunjungannya. Silahkan datang kembali" ucap kasir itu. Ivan hanya membalasnya dengan senyuman.
Raihan melihat Ivan telah menyelesaikan pembayaran dan mereka berjalan keluar dari Resto terlebih dahulu diikuti oleh sahabatnya dan pengawal pribadi sementara Faizal dan Fauziah berpamitan dengan teman-temannya terlebih dahulu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit mereka sampai di hotel tempatnya menginap.
"Saya antar pacar saya dulu ke kantornya, setelah itu baru mengantar kalian kebandara" ucap Iptu Faizal.
"Tidak usah repot-repot, kami ada mobil kantor yang akan mengantar. Hubungi saya jika sudah lamaran." ucap Raihan.
"Kami tunggu kabar baik dari kalian" ucap Rahmat.
"Saya tunggu kamu melamarnya. Paling lambat bulan depan saya harus dapat kabar baiknya agar bisa terbang ke Makassar lagi" ucap Anton seraya memeluk tubuh teman kecilnya itu.
__ADS_1
"Pasti akan aku kabari secepatnya. Terima kasih sudah mau membantuku" ucapnya.
"Hei dalam pertemanan tidak ada kata terima kasih" ucap Raihan "Briptu Fauziah, jangan mau digantung lama-lama, minta segera melamar" lanjut Raihan.
"Iya nanti aku akan minta dia secepatnya melamar" ucap Briptu Fauziah.
"Sampai ketemu lain hari dan mohon bantuannya untuk memantau perkembangan kasusnya" ucap Raihan.
"Kami pasti akan terus membantu" ucap Briptu Fauziah "Salam untuk istri anda dirumah."
"Baiklah kami permisi dulu" ucap Iptu Faizal lalu meninggalkan mereka.
Raihan dan yang lain kembali kekamar masing-masing untuk membereskan barang-barangnya.
Jarum jam menunjukkan pukul 3. Mereka telah berada dilobby Hotel untuk melakukan cek out dari hotel. Setelah Ivan menyelesaikan pembayaran mereka kemudian berangkat menuju bandara.
Mereka tiba dibandar setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam karena macetnya jalanan pusat kota. Mereka kemudian masuk kedalam bandara melalui pintu khusus untuk penerbangan jet pribadi.
Mereka menunggu jadwal keberangkatan diruang tunggu. Raihan menghubungi istrinya dijakarta.
"Halo sayang?" jawab Raina ditelpon.
"Halo sayang, lagi ngapain?"
"Maaf sayang, Sepertinya harus tinggal beberapa hari disini sayang" ucap Raihan.
"Mas kok jahat banget sih, katanya hari ini pulang malah gak jadi" ucap Raina merajuk.
"Maaf sayang. Aku usahakan besok pulang deh"
"gak usah janji jika gak bisa" pekik Raina yang mulai marah.
"jangan marah dong. Sayang mas harus pergi, nanti mas telpon lagi ya" ucap Raihan.
"iya, hati-hati" ucap Raina dengan nada sendu. lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Loe tega banget sih ngerjain bini loe sendiri" sahut Anton yang mendengar kebohongan Raihan.
"Cuma ngasih kejutan saja. Ayo naik ke pesawat sudah saatnya berangkat" ucap Raihan lalu beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Mereka kemudian menaiki tangga pesawat jet pribadi milik perusahaan Buana Group karena ada nama perusahaan di ekor pesawat.
Setelah semuanya siap, pesawat take of menuju bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah menempuh penerbangan selama 1.5 jam mereka mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta pada pukul 5:30 WIB.
Mereka dijemput oleh sopir masing-masing. Sementara Raihan diantar menggunakan mobil yang dikemudikan oleh Ivan. Ivan sebelumnya memarkir mobilnya diparkiran bandara sebelum berangkat ke Makassar jadi dia tidak perlu jemputan jika kembali ke Jakarta.
"Kita langsung pulang saja, masih ada waktu buat makan malam di rumah, Besok kalau mau libur silahkan, saya juga mau istirahat" ucap Raihan.
"Baik bos, mungkin saya masuk agak siang karena ada meeting yang harus saya hadiri" ucap Ivan.
"Terserah kamu lah, Jangan lupa bawakan oleh-olehnya buat Anya nanti dia merajuk lagi" ucap Raihan.
Setelah sampai di depan rumah mertuanya, Raihan turun dan membawa kopernya beserta beberapa barang yang dibeli oleh Anton dan Rahmat.
Dia berjalan memasuki Rumah dan disambut oleh mama Indi yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Kamu sudah pulang, kata Raina nanti besok baru pulang?" tanya mama Indi.
"Biasa ma, mau ngasih kejutan buat istri" ucap Raihan "Raihan keatas dulu ma" ucapnya sambil mengangkat barang-barangnya.
"Nanti barangmu dibawa sama bibi keatas simpan saja dulu disitu" ucap mama Indi.
Raihan kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar Raina. Sementara Raina yang masih bete karena suaminya tidak jadi pulang. Dia terus berdiri dibalkon kamarnya sambil memandangi langit Sore.
Dengan langkah pelan agar tidak terdengar, dia terus mendekati istrinya yang masih belum menyadari kehadirannya. Dia lalu memeluknya dari belakang membuat Raina terlonjak kaget.
"Mas, kamu sudah pulang." ucapnya sambil berbalik memeluk suaminya dengan erat.
"Maaf, mas hanya mau ngasih kejutan buat istri mas yang cantik ini" ucap Raihan.
"Kangen" Ucap Raina yang terus memeluk tubuh suaminya.
"Udah mas mandi dulu, nanti pelukannya dilanjut setelah mas mandi" ucap Raihan.
"Masih kangen" Raina merajuk.
"Kan bisa dilanjutkan kalau sudah mandi, Mas dari jauh loh. Kita gak tau ada tidaknya virus yang ikut dipakainya dan badan mas ini" ucap Raihan.
"Sudah mandi dulu sana, aku siapkan bajunya dulu" ucap Raina lalu berjalan menuju ruang ganti.
__ADS_1
Tak lama datang pelayan membawa barang bawaan Raihan beserta kopernya. Dengan cekatan Raina membuka koper dan memisahkan pakaian kotor kedalam keranjang pakaian. Setelah itu dia menyimpan pakaian yang masih bersih kedalam lemari pakaian.
To Be Continued