
Diruang tamu kediaman keluarga dokter Chandra mereka sudah siap untuk berangkat menuju hotel Buana tempat akad nikah dilangsungkan.
Raina yang sudah ditunggu berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu. Mama Indi berdecak kagum melihat kecantikan putri semata wayangnya.
"Kamu cantik sekali sayang" puji mama Indi sambil tersenyum penuh kebahagiaan. Keluarga yang lain juga ikut memuji kecantikan Raina.
"Ayo kita berangkat, nanti telat lagi kan kamu yang akan dinikahkan duluan" ujar papa Chandra.
Mereka kemudian berangkat menuju hotel Buana tempat dilangsungkannya akad nikah. sementara itu Raihan yang masih berada di mansionnya menunggu kakek Cakra yang sedang bersiap-siap.
Keluarga Raihan hanya ada kakeknya saja ditemani keluarga asisten Bobi, Asisten Ivan dan sekertaris Anya. Kakeknya memang mempunyai keluarga di Yogyakarta tapi sudah lama memutuskan hubungan karena perselisihan hak waris sebelum Raihan ditemukan. Mereka kecewa dengan keputusan kakeknya yang mewariskan seluruh kekayaannya kepada Raihan.
Kakek Cakra keluar dari kamarnya menggunakan kursi roda yang didorong oleh Asisten Bobi.
"Ayo kita berangkat, nanti telat lagi" ucap Raihan yang sedari tadi tidak sabaran.
"Kamu sedari tadi tidak sabaran untuk berangkat" sahut Tante Dilla istri dari Asisten Bobi.
"Bukan tidak sabaran Tante tapi nanti terlambat sampai ke hotel" elak Raihan.
"Kakak yang sabar dong, Kak Raina pasti nunggu kok" goda Melani anak dari asisten Bobi.
"Sudah-sudah ayo kita berangkat" potong kakek Cakra yang melihat Raihan digoda oleh anaknya asisten Bobi.
Mereka kemudian berangkat menuju hotel menggunakan 2 mobil. Mobil yang digunakan Raihan dikemudikan oleh asisten Ivan, Anya dan Melani ikut dimobil itu sementara Kakek Cakra menggunakan mobil yang dikemudikan sopir bersama asisten Bobi dan istrinya.
Hotel Buana sudah ramai dengan kedatangan tamu dan keluarga dekat pengantin. Anton sudah datang lebih dulu menunggu diruangan tunggu sementara yang lainnya belum tiba.
Kendaraan yang membawa Raina beserta Rombongan memasuki gerbang hotel Buana dan berhenti didepan pintu masuk hotel. Raina turun dari mobil dan berjalan bersama Nisa dan Anita menuju ruang tunggu yang diarahkan oleh pegawai hotel sementara keluarga langsung memasuki ballroom hotel.
Setelah Raihan menggunakan mobil Yang dikemudikan Ivan juga tiba, dengan cepat pegawai hotel membuka pintu mobil. Raihan turun dari mobil ditemani oleh Melani dia langsung diarahkan ke ballroom hotel.
Kakek Cakra yang menggunakan kursi roda berada didepan bersama asisten Bobi dan istrinya. Dibelakangnya Raihan ditemani oleh Asisten Ivan, Anya dan Melani berjalan mengikuti.
Raihan kemudian duduk dikursi yang telah disediakan, didepannya sudah ada penghulu dan dokter Chandra sebagai wali dari Raina. Asisten Bobi sebagai saksi mempelai pria dan Suami dari Tante Cindy sebagai saksi pihak mempelai wanita.
Rombongan yang lain juga sudah tiba di hotel. Raina bersama ketiga sahabatnya sudah berada di ruang tunggu.
"Hei Marimar. loe duduk dong jangan mondar mandir gitu" seru Raina yang melihat Aulia bolak balik didepannya.
__ADS_1
"Gue nervous, loe sama si Tina kok bisa nyantai aja" Sahut Aulia.
"Gue juga nervous kali tapi gak mesti mondar mandir. Loe gak liat tangan gue sudah keringat dingin gini" seru Raina.
"Sist. Perut gue mules nih" ujar Kristina.
"Loe jangan macam-macam ya"
"Serius. Perut gue kayak diobok-obok" sahut Kristina lagi.
"Loe cuma gugup aja, tarik nafas dalam-dalam Lalu buang. Ulangi terus sampai kamu tenang." ujar Raina.
Tak lama Anya masuk keruang tunggu untuk memanggil Raina karena akad nikah akan dilaksanakan.
Raina berjalan memasuki ballroom ditemani Nisa, Anya dan Anita. Semua mata memandang kearah Raina yang berjalan dengan anggun. Raihan menatap tanpa berkedip melihat kecantikan calon istrinya itu. Tamu-tamu yang hadir ikut memuji kecantikan Raina.
Raina kemudian duduk dikursi sampai Raihan. Raihan masih diam saja memandang kearah Raina.
"Betul ini calon istrinya?" tanya pak penghulu dan dan diiyakan oleh Raihan "Sudah dulu liatnya, nanti saja dikamar dilanjutkan setelah akad"goda pak penghulu yang diikuti gelak tawa dari para tamu.
Acara pun dimulai dengan tausiyah dari Ustad dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.
"Insyaallah siap pak" jawab Raihan.
"Baik, Setelah wali dari mempelai wanita mengucapkan Ijab, kamu jawab Qabulnya dengan satu tarikan nafas tidak boleh putus. kalau putus-putus akan diulang sampai benar. Sudah mengerti?"
"Sudah mengerti Pak" jawab Raihan.
"Silahkan jabat tangan walinya" sahut penghulu. Raihan kemudian menjabat tangan dokter Chandra sebagai wali nikah Raina.
"Ananda Raihan" Ucap dokter Chandra
"Iya saya"
"Saya nikahkan dan Kawinkan Ananda Raihan bin Muhammad dengan Anak saya Raina Chandra binti Chandra Wijaya dengan mas kawin Emas 500 gram dan seperangkat alat sholat"
"Saya terima nikah dan kawinnya Raina Chandra binti Chandra Wijaya dengan mas kawin tersebut Tunai" Raihan mengucapkan Qabulnya dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi? Sah" Tanya penghulu.
__ADS_1
"SAH" ucap Saksi bersamaan.
"Alhamdulillah" ucap penghulu lalu memanjatkan doa untuk kedua mempelai dan diaminkan tamu yang hadir.
"Selamat kalian telah sah menjadi suami istri. silahkan ditanda tangani buku nikahnya"
Raihan dan Raina menandatangani berkas dan buku nikahnya. kemudian Raihan di suruh untuk membacakan Sighat taklik atau janji nikah yang terdapat dalam buku itu.
Setelah itu Raihan kemudian memasangkan cincin pernikahan ke jari manis Raina dan Raina pun membalas memasangkan cincin pernikahan ke jari manis Raihan. Raina kemudian mencium tangan Raihan dan dibalas dengan kecupan didahi Raina.
"Selamat ya. Raihan kini kamu sudah menikah, tanggung jawab yang diemban oleh papanya Raina kini pindah ke pundakmu. Jangan sakiti hatinya karena wanita akan bertahan dengan sakit fisik tapi tidak dengan sakit hati" nasehat bijak kakek Cakra untuk Raihan.
Raihan yang berjongkok didepan kakeknya hanya mengangguk mendengar ucapan kakeknya. Raina pun ikut berjongkok didepan kakek Cakra sambil mencium tangannya. "Selamat datang di keluarga Cakra Buana. Jaga Raihan dengan baik karena dia tidak punya siapa-siapa selain kakek dan kamu istrinya"
"Iya kek, terimakasih" ucap Raina lalu memeluk tubuh kakek Cakra.
Raihan pindah ke depan dokter Chandra, dia kemudian berjongkok dan mencium tangan laki-laki yang sudah menjadi mertuanya itu.
"Nak Raihan. Kini Papa serahkan beban tanggung jawab yang selama ini papa pikul, bahagiakan dia karena papa tidak pernah membiarkan air matanya menetes di pipinya" ucap dokter Chandra.
"Terimakasih telah mempercayakan dan menerima Raihan menjadi mantu papa. Saya tidak bisa berjanji tapi akan selalu berusaha untuk membahagiakan Raina" sahut Raihan dengan tulus.
Raihan kini beralih kepada mama Indi. wejangan dan nasehat bijak keluar dari mulut mama Indi. sementara Raina masih memeluk papanya sambil menangis "Jangan menangis, papa bahagia bisa melihat kamu menikah, Nurut sama suami jangan membantah" sahut papa Chandra sambil menitikkan air mata.
"Iya pah. Terimakasih sudah membesarkan Raina. maaf Raina belum bisa membahagiakan papa" ucap Raina.
"Kebahagiaan papa ada ketika kamu bahagia. itu sudah cukup untuk papa" Sahut papa Chandra.
Raina melepaskan pelukannya lalu mencium pipi papanya. Raina beralih ke mama Indi. mama Indi langsung memeluk putri semata wayangnya itu "Jangan bandel, hilangkan sifat bar-bar mu itu. kamu sudah nikah dan punya suami sayangi dia dan jangan pernah membantah perkataan suamimu" Ucap mama Indi menasehati anaknya sambil terisak-isak.
"Mama Kenapa mesti bilang bar-bar sih. jangan nangis Raina masih anak mama Indi dan papa Chandra. Raina juga gak kemana-mana" sahut Raina.
"Iya sayang. mama bahagia sekali hari ini. cepat bikinkan cucu buat mama ya"
"Mama apa-apaan sih, kan malu" Muka Raina langsung memerah mendengar ucapan mamanya.
Kini bergantian ucapan selamat dari Keluarga maupun rekan-rekannya.
Acara pun dilanjutkan dengan akad nikah Anton dan Aulia serta Rahmat dan Kristina. Kini mereka bersama-sama menyalami tamu-tamu dan keluarga dekat yang hadir di acara itu.
__ADS_1
Pengamanan diluar hotel pun diperketat. Semua wartawan dilarang memasuki area hotel karena acara ini tertutup dan hanya dihadiri keluarga dekat dan tamu khusus lainnya.