
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, tampak dua orang wanita berjalan dengan anggun dikoridor rumah sakit, mereka adalah Aulia dan Kristina yang datang bersama untuk menjenguk sahabatnya. Sebulan ini hampir tiap hari mereka datang ke rumah sakit menemui Raina, mereka datang untuk menemani sekaligus terus menyemangati Raina agar segera sadar kembali.
Mereka memasuki lift untuk naik kelantai 5 dimana ruangan Raina berada. Pintu lift terbuka, mereka berjalan keluar dari lift menuju ruangan Raina, tampak dari jauh penjaga berdiri di depan pintu ruangan.
"Selamat pagi Nona" sapa pengawal.
"Pagi, siapa didalam?" tanya Aulia.
"Hanya Nyonya Indi nona, tuan sedang kekantor sementara Dokter Chandra baru kembali keruangannya" Jawab pengawal itu.
"Kamu kekantin dan beli cemilan atau kopi untuk teman-teman kamu, yang berjaga di bawah juga jangan lupa untuk dibelikan, saya masuk dulu" ucap Raina sembari menyodorkan 3 lembar uang berwarna merah kepada pengawal itu.
"Terima kasih Nona" ucap pengawal itu.
Aulia membuka pintu lalu masuk kedalam ruangan diikuti oleh Kristina yang berjalan di belakangnya.
"Assalamualaikum mama" ucap Aulia
Mama Indi yang sedang membaca buku melirik kearah pintu dan melihat keduanya. "Kalian sudah datang, hanya berdua saja? tanya mama Indi.
"Iya mah hanya berdua, mama Arini sebentar baru kesini katanya mau masak dulu buat mama" ucap Aulia lalu menyalami mama Indi diikuti oleh Kristina
"Keadaan Raina bagaimana mah?" tanya Kristina.
"Kata dokter, kondisi Raina lebih stabil sekarang. Selaput otak yang terbuka waktu operasi perlahan mulai menutup" jawab mama Indi.
"Apa dokter sudah bisa memprediksi kapan Raina akan sadar?" tanya Aulia.
__ADS_1
"Dokter belum bisa memprediksi kapan Raina akan sadar, mereka hanya bisa memantau perkembangan kesehatan saja dan perkembangan janinnya. Eh tau gak detak jantung janin yang dikandungnya sudah mulai terdengar kata dokter" ucap mama Indi
Kristina berjalan mendekati tempat tidur Raina, perlahan dia meraih tangan Raina. "Na bangun dong, betah amat jadi putri tidur. Gue mau ngasih kabar gembira Na, sepertinya cita-cita kita untuk melahirkan bersama akan tercapai, gue juga hamil Na tapi gue belum kedokter karena harusnya Lo temanin gue buat kedokter untuk periksa. Na, lo orang pertama yang gue kasih tau tentang kehamilan gue, suami gue aja belum tahu jika gue hamil. nanti kita sama-sama ya beli baju buat baby kita, kalau Aulia hamil diajak juga tapi kalau belum ajak juga biar dia bisa hamil juga" Kristina diam, matanya mulai berkaca-kaca, dia berusaha untuk tidak menangis didepan sahabatnya itu " Na Semoga anak kita cewek ya biar bisa sahabatan kaya kita juga, sahabatan sama anaknya Aulia." Kristina tidak sanggup lagi menahan tangisnya, dia berlari menuju kamar mandi dan menumpahkan air matanya disana.
Mama Indi yang melihat Kristina menangis ikut menitikan air matanya. Aulia hanya terdiam mendengar ucapan Kristina, Ucapan yang dulu Kristina lontarkan hampir jadi kenyataan jika dirinya juga hamil, impiannya untuk hamil sama-sama, ke dokter untuk memeriksa kandungan sama-sama, belanja pakaian sama-sama dan melahirkan bersama.
"Kamu kenapa? tanya mama Indi melihat Aulia terdiam.
"Itu mah, Kristina pernah bercanda, dia bilang bagus ya nanti kita hamil sama-sama dan melahirkan sama-sama pasti seru. dan sekarang mereka berdua sedang hamil sementara aku belum ada tanda-tanda." ucap Aulia sedih.
"Sabar, Anak itu anugerah dari Tuhan, jika Tuhan menginginkan kamu juga pasti akan hamil. Terus berdoa, minta kepada-Nya" ucap mama Indi sambil mengelus rambut Aulia.
Kristina keluar dari kamar mandi, terlihat wajahnya yang basah seperti habis cuci muka.
"Sini duduk disamping mama. Kamu hamil? kapan kamu tau jika hamil?" tanya mama Indi.
"Tadi pagi mah setelah memeriksa pakai Testpack. beberapa hari terakhir saya seperti gak enak makan dan selalu mual makanya coba periksa ternyata positif" jawab Kristina.
"Belum mah, maunya sama Raina. tapi dia belum bangun" jawabnya sedih.
"Gak usah sedih, mama temani kamu periksa ya kedokter yang menangani kandungan Raina biar dokter kalian berdua sama, anggaplah mama ini menggantikan posisi Raina" ucap mama Indi, Kristina kemudian mengangguk menyetujui usulan mama Indi. "Aulia, kamu disini dulu ya, jagain Raina" lanjut mama Indi.
"Iya mah, biar aku jagain Raina" ucap Aulia.
Mama Indi bersama Kristina kemudian pergi ke ruangan dokter Cristine untuk memeriksa kandungan Kristina. Aulia yang sendiri diruangan itu mendekati Raina.
"Na, Bagun dong, gak kasihan apa sama gue. Lo udah hamil, si Tina juga sisa gue yang belum. Na nanti yang jagain suami elo siapa? banyak loh pelakor diluar sana yang mengincarnya apa lagi suami Lo kaya dan tampan" ucap Aulia
__ADS_1
"Na lo gak pernah dicium sama suamimu ya? Kalau di dongeng putri tidur kalau dicium sama pangeran pasti bangun, atau jangan-jangan Lo nunggu pangeran lain ya, Ah gue tau, Lo nunggu Salman Khan atau Shahrukh Khan datang baru Lo mau bangun ya? gak usah nungguin mereka berdua, do'i sudah tua mending Lo nunggunya Mahesh babu, Allu Arjun atau Ram Caran mereka kan masih muda. Yang main di Film Aiyaar juga tampan Siapa lagi namanya, ah Gue ingat Sidart Malhotra. Bangun dong Na, kita nonton bareng lagi" ucap Aulia.
Sementara itu Mama Indi dan Kristina sudah berada di dalam ruangan dokter Cristine " dok tolong periksa kandungan anak saya yang satu ini" ucap mama Indi..
"Ini sahabatnya nona Raina ya? Saya ingat waktu mereka menikah" ucap dokter Cristine.
"Sebelumnya sudah memeriksa menggunakan testpack?
"Sudah dok, saya menggunakan 2 jenis testpack dan semuanya positif" jawab Kristina
"Silahkan berbaring di sana. Suster tolong"
Kristina berbaring di tempat tidur, Suster kemudian memeriksa tekanan darah, mengangkat sedikit baju Kristina lalu mengoleskan gel. Dokter Cristine mengarahkan alat USG dan melihat dilayar monitor.
"Selamat Nona, Memang anda sedang hamil, Usia kandungannya sudah 6 Minggu. walau masih sebesar kacang tanah tapi perkembangannya bagus" dokter Cristine mengarahkan dopler untuk memeriksa detak jantung janin "Nona dengar kan suara detak jantungnya. Sus tolong ambil sampel darah nona Kristina" ucap dokter Cristine.
Setelah suster mengambil sampel darah dan membersihkan gel yang ada diperut Kristina dia mempersilakan Kristina kembali ketempat duduknya.
"Ada keluhan beberapa Minggu belakang ini?
"Saya sering mual dok tapi tidak sampai muntah, nafsu makan menurun dan cepat lelah" ucap Kristina.
"Semua itu wajar selama kehamilan, saya berikan resep nanti biar suster yang menebus dan mengantarkan keruangan perawatan nona Raina. hanya saja kalau bisa kurangi aktivitas berat seperti olahraga berat mengangkat barang berat sebaiknya dihindari. Ini buku pemeriksaan kehamilan, kita ketemu lagi bulan depan dan untuk hasil tes darahnya akan dikirim ke alamat Nona 2 Minggu kedepan" ucap dokter Cristine sembari menyodorkan amplop putih berisi foto hasil USG.
"Terima kasih dok, kami permisi dulu" ucap mama Indi.
"Mari dok. terima kasih" ucap Kristina kemudian berjalan disamping mama Indi.
__ADS_1
Mereka kembali ke ruangan perawatan Raina.
to Be Continued