Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Pertemuan kakek Cakra dengan Ganendra


__ADS_3

"Sayang, aku pergi dulu ya. Kamu istirahat saja dikamar, saya tidak akan lama" Pamit Raihan kepada istrinya setelah mengantarnya kekamar untuk beristirahat.


"Iya pergilah, kakek pasti sudah menunggu" ucap Raina sambil tersenyum menatap Raihan.


"Kalau ada apa-apa hubungi aku ya!"


"Iya, sana pergilah" usir Raina sambil mendorong tubuh suaminya.


Dengan berat hati Raihan meninggalkan kamar menuju ruang keluarga dimana sahabatnya berada.


"Kalian disini saja dulu, Gue ada urusan sebentar" pamit Raihan kepada sahabatnya.


"Gue ikut elo" seru Anton.


"Oke, ayo kita berangkat"


Raihan dan Anton berangkat menuju mansion kakek Cakra untuk menjemputnya. Setelah menempuh perjalanan 40 menit mereka sampai didepan mansion. Tampak kakek Cakra dan asisten Bobi menunggu kedatangan mereka diteras.


Setelah kakek Cakra dan asisten Bobi masuk kedalam mobil, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju markas Darkside.


Selama perjalanan tampak kakek Cakra lebih banyak diam, dia hanya sesekali menjawab pertanyaan Raihan dengan singkat. Akhirnya kini mereka sampai didepan markas Darkside. Kakek Cakra heran karena jika dilihat dari luar hanya deretan ruko biasa dengan beberapa toko yang tetap buka walaupun sepi pengunjung.


Salah satu ruko terbuka dan Raihan mengemudikan mobilnya memasuki ruko tersebut. Kakek Cakra akhirnya bisa melihat dalam markas tersebut yang lengkap dengan fasilitas canggih.


"Kamu yang bangun markas ini?" tanya kakek Cakra penasaran.


"Awalnya Anton yang membangun markas ini. Saya hanya melengkapi dengan beberapa fasilitas canggih" jawab Raihan.


"Kalian memang pemuda yang hebat" pujian kakek Cakra keluar dari mulutnya.


Tak lama muncullah Kapten menghampiri mereka. "Selamat pagi Tuan Cakra, Asisten Bobi, Tuan muda dan Bos Anton" sapa Kapten sambil menunduk hormat menyapa mereka.


"Dia Yudi biasa dipanggil kapten. dia pimpinan Darkside" ucap Raihan memperkenalkan mereka.


"Salam kenal kapten" sapa Kakek Cakra.


"Dimana mereka?" tanya Raihan.


"Mereka ditempatkan di kamar terpisah. Mari saya antar.." ucap kapten.

__ADS_1


"Antarkan ke kamar kakek Ganendra terlebih dahulu" sahut Raihan.


Kapten melangkah terlebih dahulu, mereka kemudian mengikuti langkah kaki kapten menuju kamar yang ditempati oleh Ganendra. sampai dikamar tersebut, seorang penjaga memberikan kunci pintu kepada Kapten. Dia kemudian membuka pintu kamar itu lalu mempersilahkan mereka masuk kedalam kamar.


Ganendra yang sedang duduk sendiri langsung terlonjak kaget melihat kedatangan kakaknya itu. Kakek Cakra dengan santai duduk dikursi kosong yang ada didepan Ganendra sementara Raihan dan asisten Bobi berdiri di belakangnya.


"Ternyata kau yang menyuruh mereka menangkapku?" tanya Ganendra.


"Saya tidak menyuruh mereka menangkapmu, saya hanya menyuruh menangkap pelaku penggelapan dana perusahaan" jawab kakek Cakra


"Endra, kenapa kamu melakukan ini semua? selama ini saya sudah memberikan fasilitas dan kehidupan yang layak bagi keluargamu" seru kakek Cakra dengan wajah yang sendu.


"Karena kau memberikan harta warisan kepada anak haram itu. Harusnya lebih baik kau berikan kepada anak dan cucuku" jawab Ganendra dengan nada tinggi.


"Endra, kamu tahu sendiri jika harta yang kumiliki adalah harta peninggalan istriku, mamanya Indah, dan yang lebih berhak adalah anaknya bukan aku atau keluarga kita" sahut kakek Cakra mengingatkan posisinya.


"Tapi indah memilih kawin lari dengan pemuda yang tidak jelas asal-usulnya dan melahirkan anak haram itu"


"Yang kamu katakan anak haram itu cucuku, anak dari putri kesayanganku satu-satunya. Walau mereka berdua menikah tanpa restu dariku, anaknya tetap cucu kandungku pewaris kekayaan yang kumiliki"


Bodoh kau Cakra mau ditipu sama anak bau kencur seperti dia"


"Terserah apa katamu dia tetap pewarisku dan sepertinya kamu tidak menyesal telah melakukan kejahatan itu. Terpaksa saya akan mengambil kembali harta yang telah kamu ambil dan memberikan hukuman kepadamu" ucap kakek Cakra lalu berjalan menuju pintu kamar.


Kakek Cakra menghentikan langkahnya dan balik menatap adiknya itu.


"Kakak tolong jangan buat ponakanmu menderita"


"Biarkan mereka menderita atas keserakahanmu, apa yang selama ini kau tanam sudah saatnya mereka menuai hasilnya" ucap kakek Cakra kemudian meninggalkan ruangan itu.


Terdengar teriakan-teriakan dari dalam kamar Ganendra yang mengumpat dan menyumpahi kakaknya. Kakek Cakra tidak memperdulikan teriakan adiknya itu. Dia melangkahkan mengikuti kapten yang mengantarkan kekamar Asisten Yoga Tirtayasa.


Yoga yang sedang bertengkar hebat dengan istrinya itu kaget dengan kedatangan Kakek Cakra yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.


"Jadi kau otak yang menghasut Ganendra untuk menggelapkan dana perusahaan?"


Yoga hanya diam menelan ludah karena kaget melihat kedatangan Cakra Buana. Istrinya hanya diam menatap wajah kakek Cakra dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kakek, tahan emosimu" Ucap Raihan menenangkan kakeknya.

__ADS_1


"Ternyata kau balas dendam karena kupecat setelah melakukan penggelapan dan sekarang menghasut Ganendra. Saya menyesal karena tidak memenjarakan kamu waktu itu tapi sekarang kau dan keluargamu akan kubuat menderita"


"Tuan Cakra, silahkan hukum saya tapi jangan keluargaku. mereka tidak bersalah, semua murni kesalahanku"


"Terlambat Yoga, mereka juga menikmati uang haram yang kau curi dari perusahaan"


"Tuan besar, tolong ampuni keluargaku"


"Mohon maaf tuan, sampai sekarang saya belum mengetahui alasan kenapa kami dibawa kesini?" istri Yoga Tirtayasa menyela pembicaraan mereka.


"Suami anda telah menggelapkan dana perusahaan sebesar 50 miliar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kami akan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menghukum dengan seberat-beratnya" Raihan menjelaskan kepada istri Yoga Tirtayasa.


"Jadi selama ini mas mencuri uang perusahaan? uang yang kau katakan dari hasil jual beli saham ternyata uang curian? Katakan itu tidak benar" teriaknya kepada suaminya.


Yoga hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Tega kamu mas, memberi makan anak-anak dengan uang haram. aku menyesal menjadi istrimu. Tuan hukum saja dia, walaupun saya dan anak saya harus jatuh miskin itu lebih daripada makan uang haram" ucap istrinya dengan emosi sampai matanya meneteskan air mata.


"Maafkan mas sayang"


"Maaf!! enak sekali kau bilang maaf, mulai hari ini jangan pernah temui anak-anak lagi. Ceraikan aku sekarang juga" ucapnya sambil menangis.


Yoga terus berlutut di depan istrinya memohon maaf tapi tidak digubris oleh istrinya.


"Tuan silahkan ambil semua hartanya dan tolong pertemukan aku dengan anakku"


"Kapten, bawa dia kekamar anaknya dan kamu Yoga bersiaplah untuk menerima hukumanmu" sahut Raihan mengikuti langkah kakek Cakra yang telah meninggalkan kamar itu. Kini Yoga hanya menangis menyesali perbuatannya karena sekarang dia ditinggalkan oleh istri dan anaknya.


Kakek Cakra mengajak Raihan untuk meninggalkan markas Darkside, dia sudah tidak sanggup lagi untuk bertemu dengan keponakannya yang pernah menuntutnya dipengadilan.


Raihan kemudian memerintahkan kepada Kapten untuk membawa Ganendra bersama anak-anaknya dan Yoga kekantor polisi bersama dengan semua bukti kejahatan yang dilakukan.


Untuk istri dan cucu-cucu Ganendra bersama istri dan anak Yoga tetap ditahan dulu sampai mereka divonis bersalah oleh pengadilan. Setelah selesai memberikan instruksi, Raihan mengantar kakeknya pulang ke mansion.


To Be Continued.


*Hai readers..


Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.

__ADS_1


Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.


Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan*.


__ADS_2