Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Berbelanja


__ADS_3

Raihan hanya mendengus mendengar ucapan istrinya "Palingan nanti kamu yang minta sendiri jika sudah ingat gimana rasanya" gumahnya dalam hati sambil tersenyum licik.


"Mas, kita belanja dulu ya. pakaianku sudah banyak yang gak muat sekalian mau kesalon" ucap Raina.


"Oke" jawab Raihan sembari mengemudi menuju mall yang merupakan mall dibawah naungan Buana Group.


Sesampainya di basemen. Raihan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu baru kemudian turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Silahkan turun nona" ucapnya sambil menyodorkan tangannya.


"Apaan sih, emangnya mas sopir" ucap Raina sembari tersenyum melihat tingkah suaminya.


"Hari ini aku jadi suami merangkap jadi sopir sekaligus menjadi bodyguard nona cantik dengan pelayanan terbaik"


"Terus kenapa berjalan di sampingku? bergandengan tangan lagi. bukankah pengawal berjalan dibelakang tuannya?" tanya Raina Sambil tersenyum.


"Kan aku juga suami yang lagi merangkap pekerjaan jadi tidak masalah jika berjalan di samping nona sambil bergandengan tangan biar lebih fokus dalam menjaga keselamatan nona"


Raina hanya memandang suaminya itu dengan tersenyum. dia masih belum bisa mengingat kembali kenangan mereka sebelum terjadinya kecelakaan itu.


Mereka kini berjalan menyusuri mall menuju salah satu salon kecantikan yang ada di lantai 1 mall tersebut.


Manager mall yang mengetahui kedatangan pemilik mall langsung menemui mereka sambil berjalan dengan tergesa-gesa "Selamat datang tuan, maaf tidak menyambut kedatangan tuan muda dan nyonya muda" sapa manager mall yang langsung menunduk hormat dihadapan Raihan.


"Saya hanya menemani istri berbelanja. lanjutkan saja pekerjaan anda" ucap Raihan


"Jika anda membutuhkan bantuan silahkan menghubungi saya tuan dan selamat berbelanja"


"Baik. Kami permisi" ucap Raihan sambil kembali berjalan meninggalkan manajer tersebut.


Mereka tiba di depan pintu masuk salon kecantikan "Selamat datang tuan dan nyonya. Mari ikut saya menuju ruang VIP" ucap salah satu pegawai salon kecantikan sambil berjalan menunjukkan ruangan VIP.


"Mas tunggu disini saja dulu. tidak lama kok hanya merapikan rambut saja" ucap Raina sambil menunjuk kursi tamu yang ada didalam ruangan tersebut.


Dia kemudian berjalan meninggalkan suaminya "Mbak, Saya ingin merapikan rambut. potong pendek saja" Ucapnya sambil membuka penutup kepala yang digunakannya. terlihat rambutnya yang pendek dibagian samping bekas operasi.


"Apa tidak terlalu pendek nona?" tanya pegawai salon.


"Tidak apa-apa. potong saja" Ucapnya lagi.


Pegawai salon kemudian memulai menata rambut Raina dengan hati-hati. Setelah setengah jam kemudian dia selesai dengan pekerjaannya menata rambut Raina.


"Mas, bagaimana menurutmu? jelek ya dengan potongan rambut pendek?" ucap Raina sambil berdiri di depan Raihan.


Raihan mengangkat kepalanya lalu berdiri di depan Raina sambil menatap wajah istrinya "Cantik, apapun potongan rambutmu tetap cantik" ucapnya sambil tersenyum.


"Ah kamu pasti hanya ingin menyenangkan hatiku"

__ADS_1


"Eh bukan, emang cantik kok. penata rambutnya pintar memilih model rambut yang cocok untuk bentuk wajahmu" Ucapnya sambil mengelus kepala Raina.


"Ya sudah aku bayar dulu baru kita lanjutkan berbelanja" ucap Raina kemudian berjalan menuju kasir.


Raihan kemudian memberikan tip kepada stylish yang menata rambut istrinya lalu berjalan mengikuti istrinya.


Sudah dua jam mereka berkeliling di dalam Mall. Tangan Raihan sudah penuh dengan paper bag belanjaan Raina.


"Sayang, kita makan dulu ya" ucap Raihan yang sudah lelah berjalan mengikuti langkah istrinya.


"Kita makan disana saja" ucap Raina.


Raihan kemudian memanggil pengawalnya yang berada di kejauhan. "Kamu bawa ini ke mobil" ucapnya sambil menyerahkan paper bag ditangannya.


"Baik tuan" ucap pengawalnya. Raihan kemudian mengejar istrinya yang masih belum terlihat lelah berjalan.


Sampai didalam restoran mereka berdua memesan makanan favorit masing-masing.


"Kamu gak capek?" tanya Raihan.


"Enggak, biasa saja"


"Dua jam loh kita keliling mall. Aku sampai merasa keram dikaki"


"Perempuan itu kuat. buktinya mas udah kelelahan sementara aku masih punya stamina untuk berkeliling. Makanya jangan anggap remeh perempuan"


"Kan perlu perbandingan. siapa tau masih ada yang lebih bagus dan lebih murah tapi kalo tidak ada ya kembali lagi" jawab Raina sambil tersenyum


Raihan hanya mendengus mendengar jawaban istrinya itu. staminanya sudah terkuras habis mengelilingi mall.


Setelah pelayan menyajikan makanan, mereka kemudian lanjut menikmati hidangan.


"Hai, kamu Raihan kan?" Suara seorang wanita terdengar, sontak Raihan dan Raina mengangkat kepala menatap kearah wanita yang cantik yang menyapa.


"Siapa ya?" tanya Raihan sambil menatap wajah wanita itu.


"Saya Melani teman SMA mu. masa kamu lupa"


Raihan berusaha untuk mengingat wanita cantik tersebut "Melani Anaknya pak Halim Santoso guru BP?" tanya Raihan memastikan.


"Iya Melani anaknya pak Halim Guru BP yang sering menghukum kamu"


"Wah apa kabar? katanya kamu kuliah di luar negeri? kapan kembali?" tanya Raihan sambil tersenyum.


"Haha. Kabarku baik. ini baru kembali setelah menyelesaikan S2 di London. Sempat kerja disana hanya papa sudah tua jadi terpaksa harus kembali ke sini. Kamu sendiri apa kabar?"


"Ya beginilah. Eh kenalkan ini Raina istriku" ucap Raihan memperkenalkan istrinya.

__ADS_1


"Hai aku Melani teman sekelasnya Raihan dulu waktu SMA" ucapnya sambil tersenyum mengulurkan tangannya.


Raina kemudian berdiri sambil meraih tangan Melani "Aku Raina istrinya mas Raihan.." ucapnya terpotong karena kaget Melani langsung memeluknya.


"Aku gak nyangka anak bandel seperti Raihan punya istri cantik seperti kamu. eh kamu lagi hamil?" ucap Melani sambil tersenyum melihat perut Raina yang sedikit menonjol.


"Iya kak. Duduk dulu" jawab Raina singkat


"Selamat ya. Sudah berapa bulan?" ucap Melani yang sudah duduk di kursi kosong yang ada disamping Raina


"Sudah 5 bulan lebih kak."


"Kamu pesan makanan, sekalian makan disini sama kami" ucap Raihan.


"Aku sudah makan tadi, pas mau keluar tidak sengaja lihat suamimu jadi kesini hanya untuk sekedar menyapa. kebetulan sudah lama tidak bertemu" sahut Melani


"Sekarang kamu kerja dimana?" tanya Raihan


"Aku belum kerja, baru memasukkan lamaran kerja di perusahaan Buana Group. Kamu sendiri kerja di mana?" Jawab Melani


"Aku? Kerja di Buana Group" jawab Raihan


"Oh, kita sekantor dong kalau aku keterima di sana. tapi persaingan ketat, banyak pelamar yang lebih bagus dari pada saya"


"Kamu harus percaya diri dong Apalagi punya pengalaman kerja di luar negeri." sahut Raihan.


"Baiklah, eh nanti Minggu depan datang dong ke acara reuni Akbar SMA kita. minta nomermu nanti aku share lokasinya"


Mereka berdua kemudian saling bertukar nomer telpon "Aku permisi dulu, calon suamiku sudah nunggu diparkiran"


"iya. salam sama papa kamu" ucap Raihan.


"Nanti saya sampaikan. Raina sampai ketemu lagi ya" ucapnya lalu menempelkan pipinya dipipi Raina. Melani kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Mas akrab dengan dia?"


"Dulu akrab karena teman sekelas. Dia juga terkenal sebagai siswi paling populer di sekolah"


"Cantik banget ya?"


"Cantik. Aku heran karena dulunya dia gak seperti itu. penampilannya seperti biasa pakai kacamata" jawabnya santai sambil terus menikmati hidangan yang di depannya.


"Jadi sekarang cantik?"


Raihan merasa ada semacam aura dingin yang membuat bulu kuduknya berdiri. Dia kemudian menatap wajah istrinya yang mulai terlihat cemberut "Lebih cantik istriku dong" ucap Raihan sambil tersenyum.


Setelah meninggalkan restoran, mereka berjalan menuju lift untuk turun ke Basemen. Raina sudah tidak ingin berbelanja lagi jadi memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2