Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Mata suciku ternodai


__ADS_3

Raihan bersama Anton kini telah kembali ke rumah Raina. Setelah mengantar kakek Cakra, Raihan memilih untuk cepat kembali ke rumah Raina karena takut Raina marah karena terlalu lama menunggu.


Raihan berjalan memasuki rumah. Di ruang keluarga masih ada Aulia menunggu kedatangan mereka.


"Rahmat mana?" tanya Raihan


"Biasa, istrinya lagi pengen makan cilok jadi Rahmat mengantarnya sekalian pulang katanya" jawab Aulia. Anton yang datang bersama Raihan ikut duduk di samping istrinya.


"Raina lagi istirahat dikamar, dia mengeluh sakit dikepalanya tapi sekarang sudah tertidur setelah diberi obat sama mama Indi" lanjut Aulia.


"Kalau begitu aku kekamar dulu"


"Rai, kami sekalian pamit ya. udah siang juga" ucap Anton


"Baiklah, terima kasih sudah menemani Raina"


"Gak usah terima kasih, Raina sahabatku jadi wajar jika aku menjaganya. ayo sayang kita pulang" Sahut Aulia sembari mengajak suaminya pulang ke rumahnya.


Raihan kemudian melangkah menaiki tangga menuju kamar istrinya dilantai 2 rumah itu. Perlahan dia membuka pintu dan berjalan dengan hati-hati agar tidak menggangu tidur istrinya.


Tampak Raina tidur begitu nyeyak sehingga tidak menyadari suaminya telah pulang. Raihan kemudian berganti pakaian rumahan lalu berjalan mendekati tempat tidur. Dengan hati-hati dia naik keatas tempat tidur dan kemudian tidur disamping istrinya.


****


"Itu penjual ciloknya sayang" sahut Rahmat sambil menunjuk gerobak dipinggir jalan.


"Gak mau yang itu mas, itu Abang penjual kepalanya botak nanti aku gak bisa bedain mana cilok mana kepala penjualnya" rengek Kristina. sudah beberapa tempat mereka datangi tapi ada saja alasannya menolak membeli.


Sebelumnya Kristina menolak membeli karena penjualnya jenggotan lalu berikutnya tidak mau membeli karena penjualnya pakai baju hijau dan sekarang karena penjualnya botak. Rahmat mulai emosi tapi tetap menuruti keinginan istrinya untuk mencari penjual cilok yang lain.


Setelah menelusuri jalanan sambil melihat ke kiri dan kanan akhirnya dia melihat penjual cilok lagi.


"Kalau yang itu bagaimana?" tanya Rahmat kepada istrinya.


"Iya itu saja, penjualnya ganteng sayang" ucap Kristina dengan mata berbinar.


Rahmat kemudian menghentikan mobilnya "Kamu tunggu disini biar aku yang belikan" Ucapnya sambil membuka seat beltnya.


"Aku saja mas, mau lihat ketampanan penjualnya dari dekat" Tingkah istrinya seperti anak gadis yang lagi jatuh cinta.


Tanpa menunggu jawaban suaminya, Kristina turun dari mobil. segera Rahmat turun dan mengikuti langkah kaki istrinya mendekati penjual cilok yang lagi sibuk melayani pelanggan.


"Bang cilok, bungkus aku dong" goda Kristina sambil tersenyum menatap penjual ciloknya.


"Maksudnya mbak?" ucapnya heran mendengar ucapan Kristina.


"Eh maksudnya bungkus ciloknya." sahut Kristina.


"Ah saya kira apa mbak"

__ADS_1


"Bang cilok koq ganteng banget sih"


"Sayang ngapain sih godain tukang cilok" ucap Rahmat yang sudah mulai terlihat geram dengan kelakuan istrinya itu.


"Apasih, ini bukan aku yang godain tapi anak dala kandunganku"


"Selalu saja anak yang belum tau apa-apa jadi alasan." gumah Rahmat dalam hati.


"Istrinya lagi hamil ya mas? sabar saja, waktu istriku hamil lebih parah mas. jadi sabar saja" tukas Abang cilok.


"Emang separah apa bang?" tanya Rahmat


"Minta saya jitak kepala preman yang botak. hasilnya saya bonyok dipukul mas"


"Hahaha, semoga saja istriku tidak begitu"


"Ini ciloknya mbak"


"Terima kasih Abang ganteng. Mas bayar" ucap Kristina lalu berjalan menuju mobilnya. Rahmat segera menyerahkan selembar uang kertas berwarna merah lalu meninggalkan tempat itu.


"Mas kembaliannya" teriak Abang cilok tapi tidak digubris oleh Rahmat "wah rejeki anak ganteng. Makasih mas" ucapnya sambil mencium aroma uang kertas itu.


Rahmat masuk kedalam mobil dan melihat istrinya memakan cilok dengan nikmatnya tanpa memperdulikan suaminya. Rahmat hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu melajukan mobilnya menuju rumahnya.


****


Hari sudah sore, Raina membuka matanya sambil meregangkan otot-ototnya. dia kemudian melihat Raihan tidur disampingnya


"Aduh bokongku" Raihan terjatuh dari tempat tidur karena ditendang oleh istrinya. Raihan yang kaget karena terjatuh langsung berdiri dan melihat kearah istrinya.


"Kamu ngapain tidur disini?" tanya Raina sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Emang kenapa? kan saya suamimu" ucap Raihan yang masih menenangkan dirinya karena masih terkejut.


"Maaf aku masih belum terbiasa" jawab Raina


"Hah.. Belum apa-apa sudah KDTT"


"Apaan KDTT?"


"Kekerasan Diatas Tempat Tidur" Jawabnya malas berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sembari mengusap usap bokongnya yang masih sakit.


Raina hanya diam menatap suaminya yang berjalan menuju kamar mandi "*Maaf mas, aku lupa kamu lagi" gumahnya dalam hati.


Ceklek*.


Pintu kamar mandi terbuka dan Raihan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.


"Aaahhkkkk..." teriak Raina sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Apalagi Sayang?" tanya Raihan.


"Ka-kamu kenapa hanya pakai handuk?" ucapnya terbata bata.


"Mas kan sudah biasa"


"Tapi aku yang tidak biasa. mas mengotori mata suci ku" sahut Raina. Raihan kemudian tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Dia berniat menggoda istrinya.


"Mengotori bagaimana?" ucap Raihan sambil mendekati Raina.


"Mas mau ngapain? jangan mendekat nanti aku teriak"


"Teriak saja, tidak ada yang dengar ini" ucap Raihan merangkak naik keatas tempat tidur.


Raina makin gelagapan, dia berusaha mendorong-dorong tubuh suaminya. Karena terlalu keras mendorong hingga Raihan kembali terjatuh dan handuknya tersangkut di kaki Raina sehingga nampak tubuh polosnya.


"Aaahhkkkk mas ngapain telanjang bulat?" Teriak Raina lagi. Dengan cepat Raihan menarik handuknya kemudian memakainya kembali. dan bergegas masuk kedalam ruang ganti.


"Haduh, mataku tidak suci lagi. Pantas dulu aku bisa melepaskan keperawananku, bodinya hot begitu. Apalagi itunya kelihatan lagi. " Gumahnya dalam hati, wajahnya tiba-tiba terasa panas. Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Apa aku kena serangan jantung ya. Kenapa berdebar kencang sekali. Apa aku tergoda dengan tubuh indahnya? Tidak, aku jangan lemah hanya karena lihat Rudal nuklirnya. Bisa hancur jika rudalnya menyerang" Raina bermonolog dalam hati sambil memegang dadanya.


Raihan yang baru keluar dari ruang ganti melihat Raina memegang dadanya "kamu kenapa sayang? mana yang sakit? kenapa wajahmu memerah begitu?" rentetan pertanyaan keluar begitu saja dari mulutnya.


Jantungnya makin berdebar kencang ketika Raihan memegang wajahnya. pandangan mereka saling bertemu dan Raihan kemudian mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya ke bibir Raina. Seperti ada dorongan dalam dirinya, Raina membalas ciuman suaminya itu. Raihan melepaskan ciumannya setelah Raina seperti kehabisan nafas dan mendorong tubuhnya.


"Ke-kenapa menciumku?" tanya Raina gugup.


"Kamu juga suka kan ? jujur saja deh, tadi kamu balas ciumanku"


"Enngga. itu perasaan mu saja" ucap Raina sambil membuang wajahnya karena malu mengakui jika dia terbuai dengan ciuman suaminya. Raina kemudian berjalan menuju kamar mandi.


"Mau aku bantu mandiin?" sahut Raihan


"Enggak, enak saja" tolak Raina lalu menutup pintu kamar mandi dengan keras.


Raihan hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu. Raina seperti anak perawan yang pertama kali bertemu laki-laki.


To Be Continued.


🎉Hai readers🎉


Bagaimana dengan puasanya? semoga masih belum ada yang bolong.


Untuk mendukung author dalam menulis novel jangan lupa Vote, like'dan Komentar ya.


Selamat menjalankan ibadah puasa.


Sembari menunggu update selanjutnya silahkan mampir di novel yang berjudul Dendam Alexa

__ADS_1



__ADS_2