Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Main game bersama kekasih


__ADS_3

Prov asisten Ivan.


Pagi hari seperti biasa jika weekend Ivan akan bersantai diapartemennya sambil main game PS5. Game FIFA adalah salah satu game yang paling sering dimainkannya.


Setelah membuat sarapan dan kopi, dia berjalan menuju Ruang keluarga yang ada diapartemennya. Setelah meletakkan sarapan pagi dan kopinya, dia menyalakan PS5nya lalu memainkan game FIFA.


Sudah satu jam dia bermain sendiri di ruangan tersebut. Ting tong, bunyi bel terdengar, Ivan kemudian berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Siapa sih pagi-pagi datang? ganggu aja" gerutu Ivan sambil berjalan menuju pintu.


Dia kemudian membuka pintu dan tampak Anya berdiri didepan pintu dengan membawa belanjaan di kedua tangannya.


"Ngapain bengong, bantuin kek" omelnya melihat Ivan diam saja. Ivan langsung mengambil belanjaan ditangan Anya lalu berjalan menuju meja makan dan meletakkan barang belanjaan tersebut.


"Aku kira kamu jaga dirumah sakit sayang" ucap Ivan.


"Ibu nanyain kamu, kenapa jarang datang menjenguk. Makanya ibu nyuruh aku kesini nengokin kamu" jawab Anya.


"Ibu mertuaku memang sayang sama aku sampai perhatian sekali"


"Ge er kamu, makanya kalau Minggu sempatkan dong buat jenguk ibu. Dia takut aku marah terus bertengkar dan kita putus"


Ivan mendekati Anya dan memeluknya "Gak akan ada kata putus untuk wanita secantik dan sebaik kamu sayang. Rugi dong aku melepaskan kamu"


Anya membalas pelukan Ivan. Dia mendongak dan menatap wajah Ivan mencari kebohongan dari kata-katanya "Aku percaya kamu pria setia" ucapnya lalu membenamkan wajahnya di dada Ivan.


"Sudah sarapan? Mau aku buatkan?" tanya Ivan seraya melepaskan pelukannya.


"Udah tadi sama ibu, Kamu lagi ngapain?"


Ivan menunjuk ke TV yang ada diruang keluarga "Main PS sayang" jawab Ivan.


"Ayo kita main, Udah lama nih gak main FIFA" sahutnya ketika melihat layar tv menampilkan game bola FIFA.


"Emang bisa? Entar kalah nangis lagi"


"Eh jangan mentang-mentang aku cewek jadi seenaknya kamu ngeremehin aku ya. Ayo lawan aku, aku pakai Liverpool" ucapnya lalu berjalan menuju ruang keluarga.


Setelah sampai di ruang keluarga Ivan kemudian mengambil Stick PS yang disimpan di laci lalu menyerahkan kepada Anya. Mereka kemudian mulai memilih team dan formasinya favorit mereka masing-masing.


"Wah ternyata kamu suka MU sayang?" tanya Anya.


"Iya, emang kamu suka sama Liverpool?"

__ADS_1


"Iya dong, aku waktu kecil suka nonton sama bapak. Bapak dulu suka sama Liverpool, katanya dari jaman masih ada Ian Rush, Robby Fowler dan Michael Owen. Waktu kecil aku suka sama Fernando Torres dan Steven Gerrard, Kalau sekarang saya suka sama Firmino sama Oxlade Chamberlain"


"Wah hebat sampai hafal nama legenda Liverpool Robby Fowler, Tapi kenapa kamu suka sama Firmino bukan Mo salah atau Mane?"


"Soalnya Firmino itu pemain yang lengkap dan penting. Dia mengutamakan kemenangan daripada mencetak gol. Lihat saja dia kan penyerang tapi paling sedikit golnya sedangkan salah sama Mane yang bermain di sayap lebih banyak golnya. Tapi kalau dia tidak bermain, susah bagi salah dan Mane mencetak gol"


"hmm gitu, Nah ayo kita mulai. Tapi harus ada hadiahnya dong bagi pemenang"


"Apa hadiahnya? jangan mahal-mahal"


"Yang kalah harus mencium yang menang"


"Enak dikamu dong, kalah sama menang ujung-ujungnya cium juga. Ganti, yang kalah harus nurutin permintaan yang menang. kita main 3 kali"


"Oke siapa takut" jawab Ivan. Kemudian mereka mulai bermain game. Ternyata Anya juga lumayan dalam bermain game, awalnya Ivan meremehkan tapi sekarang dia juga mulai kewalahan dengan serangan yang dimainkan oleh Anya.


"Wah kamu curang, Itu Van Dijk harusnya kartu malah lolos"


"Sorry, tackel bersih. gak boleh protes ada bola" ucap Anya.


Kini Ivan serius membangun serangan. Setelah sedikit mempelajari cara bermain Anya dia sedikit mengetahui titik lemahnya.


"Ya Ronaldo membawa bola, dikejar oleh Arnold. Ronaldo mengumpan ketengah dan..


"Goll.. Lihat sayang, Ronaldo tidak ada matinya" Ivan berhasil mencetak gol duluan.


"Tunggu saja, aku mau main nekat" ucap Anya.


Sampai selesai babak kedua tidak ada lagi gol tercipta, "Aku menang" pekik Ivan sambil menari-nari.


"Masih ada 2 permainan lagi, kamu jangan gembira dulu" sahut Anya.


Mereka pun mulai bertandang lagi, Kali ini Ivan makin kewalahan setelah Anya merubah formasinya. Dan akhirnya dimenangkan oleh Anya dengan skor telak 3:0.


"Hahaha, You see honey. I am the winner"


"Itu karena Varane cedera, jadi gampang ditembus pertahanannya"


"Alasan kamu, bilang aja gak bisa menang lawan aku" Ejeknya.


"Terakhir ini ya, gue yakin kali ini pasti menang dan dapat ciuman" sahutnya dengan percaya diri.


Mereka kemudian mulai memainkan kembali. Ivan yang tidak ingin dipermalukan, serius melawan Anya. Anya mulai sedikit kewalahan dengan permainan Ivan. dan akhirnya dimenangkan oleh Ivan dengan skor tipis 1:0.

__ADS_1


"Nah kan aku menang, yes yes yes" ucapnya lalu menari-nari didepan Anya.


"Iya aku ngaku kalah"


"Sini, Permintaan aku cuma 1, aku minta kamu cium disini" ucapnya sambil menunjuk bibirnya. Anya kemudian mendekatkan wajahnya. Baru akan menyentuh bibirnya, suara dering hp membuyarkan adegan romantis itu. "Siapa yang ngirim pesan" dia meraih HP-nya dan membuka pesan itu.


1 pesan dari big bos.


✉️ "Boking Emilia resto mulai dari jam 12:30 sampai jam 3. Siapkan pengawal untuk mengawal Raina dari jauh. Kawal dari sejak keluar dari rumah sampai kembali ke rumah dan jangan biarkan ada bahaya mendekati"


Ivan kemudian membalas pesan itu


✉️ "Baik Tuan."


"Tunggu sayang ya. Bos lagi memerintahkan sesuatu" ucapnya seraya menunjukkan pesan dari Raihan.


"Biar aku yang booking restoran kamu telpon pengawal" sahut Anya lalu meraih ponselnya dan menelpon Emilia restoran untuk berbicara dengan managernya. Ivan juga menelpon kepala pengawal untuk memerintahkan anggotanya menjaga keamanan istri bos.


"Ada masalah apa sampai nona harus dikawal dengan ketat begitu?


"Tadi pagi asisten Bobi menelpon meminta kami agar hati-hati. takutnya ada yang ingin mencelakai istri bos atau bos sendiri" jawab Ivan lalu menarik tubuh Anya.


"Kamu itu, sudah dialihkan pembicaraan masih ingat saja taruhannya"


"Eits, kalo itu adalah kesenangan aku jadi tak mungkin ku lupakan" jawab Ivan kemudian ******* bibir Anya dengan lembut. Anya membalas ciuman itu sehingga membuat Ivan makin memperdalam ciuman itu. Anya mendorong tubuh Ivan karena oksigen di paru-parunya menipis.


"Sudah jangan lama-lama nanti kita kebablasan" ucap Anya yang melihat tangan Ivan nangkring di dadanya.


"Maaf sayang, abisnya enak sih. Nikah yuk, Mas udah gak tahan begini terus. Masa tiap nafsu harus dibuang dikamar mandi" ucapnya lalu mengangkat tangannya


"Sabar ya, Ibu kan sudah membaik.Kalau nikahnya sekarang nanti ibu gak bisa hadir di pernikahan kita" ucap Anya lembut seraya mengelus wajah Ivan.


"Iya mas ngerti. Aku sih masih sabar tapi si junior yang tidak sabaran" ucapnya sambil menunjuk ke bawah.


Anya yang mengerti maksud Ivan kemudian melihat arah yang ditunjuk oleh Ivan. "Hahahaha, kamu nafsu ya sampai bangun gitu"


"Seneng banget ya lihataku sengsara"


"Ih kamu sembarangan aja kalo ngomong, Aku bukannya seneng liat kamu begitu. Jujur aku juga nafsu tapi masih ditahan. Sabar ya, sana masuk kamar mandi. Tidurkan dulu sana"


Ivan berjalan dengan gontai menuju kamar mandi untuk menuntaskan misi penting. Anya hanya tersenyum melihatnya, Tingkah lucu Ivan yang sekarang berbanding terbalik dengan sifat dia yang bermuka dingin seperti dulu waktu pertama kali bertemu. Walau dia akui dirinya yang jatuh cinta pada pandangan pertama namun menaklukkan hati Ivan adalah pencapaian terbesarnya.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2