Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Mengunjungi Anton


__ADS_3

"Emang dari kota mana saja? Raina masih penasaran dengan sosok suaminya itu yang menurutnya belum semua dia ketahui.


"Banyakan daerah Timur sih yang mas datangi seperti NTT, NTB Ambon Papua, Sulawesi pulau Kalimantan juga pernah"


"Wah suamiku sungguh mengagumkan. Aku saja belum pernah kesana, paling kalau liburan ke Bali atau Puncak" ucap Raina. "Kita bulan madu ke Sumba aja ya? aku ingin sekali kesana" lanjut Raina.


"Sumba memang cantik, nanti setelah kita punya waktu luang baru berangkat kesana" ucap Raihan


"Ajak juga dong bos. Kami kan juga mau jalan-jalan" sahut Ivan.


"Kalau kalian berdua mau kesana pergi saja ngapain ikut saya?


"Kan kalau sama bos bisa gratis" jawab Ivan yang diangguki oleh Anya.


"Dasar pasangan suka gratisan. Kalau saya mau bulan madu trus kalian mau ngapain? Gangguin saya?


"Bisa juga, kapan lagi kita gangguin bos bulan madunya" sahut Anya.


"Kalian kompak sekali membuatku menderita. Baiklah nanti kukirim kalian ke Afrika biar dimangsa singa sekalian" Ketus Raihan.


"Sayang ngomongnya kok begitu"


"Becanda sayang" sahut Raihan sambil mengelus rambut Raina. "Mau ikut gak? aku mau berkunjung ke kantornya Anton. Mau melihat laporan perkembangan proyek pembangunan perumahan" ajak Raihan.


"Boleh, sekalian mau ketemu sama nyonya Anton" sahut Raina.


"Ayo kita kesana. Ivan kita ke Citra Properti sekarang" perintah Raihan


Mereka bertiga berangkat menuju perusahaan Citra Properti. Memang jadwalnya hari ini ada meeting membahas pembangunan perumahan yang sedang ditangani oleh Citra Properti. Walaupun laporan dari asisten Ivan proyek pembangunan berjalan lancar tanpa kendala, Raihan merasa tetap perlu untuk mengadakan meeting dengan perusahaan Citra Properti.

__ADS_1


Selama perjalanan Asisten Ivan yang mengemudi terus mengumpat dalam hati melihat kelakuan bos dan istrinya yang sedang duduk di kursi belakang.


"Bos. Mesra-mesraannya nanti saja, saya tidak konsentrasi menyetir." protes Asisten Ivan.


"Makanya jangan ngintip dong."Sahut Raihan cuek.


"Menyesal saya tidak bawa mobil sendiri." gumah Ivan.


Mereka tiba dihalaman perusahaan Citra Properti dan langsung disambut oleh Anton dan direksi Citra Properti yang sejak tadi menunggunya dilobby perusahaan.


"Selamat datang di perusahaan kami" sambut Anton sembari berjabat tangan dengan Raihan.


Sementara Raina berjalan sendiri menghampiri Aulia yang berdiri di belakang para direksi perusahaan. Mereka kemudian memisahkan dan berjalan lebih dulu menuju ruangan Wakil Direktur untuk mengobrol dengan santai sementara Raihan, Ivan dan Anton beserta direksi menuju ruang meeting.


Setelah berada di dalam ruang meeting, Rapat yang langsung dipimpin oleh Direktur utama langsung dimulai. Anton kemudian berdiri mempresentasikan hasil pekerjaan dan laporan keuangan. Beberapa sub kontraktor yang ikut dalam rapat itu juga bergantian mempresentasikan hasil kerja mereka.


"Baiklah. setelah mendengar dan melihat prestasi kerja Citra Properti dan sub kontraktor yang terlibat, saya sangat optimis bisa meraih kesuksesan atas pembangunan proyek ini. Hanya saja saya belum puas dengan hasil penjualan dari rekanan. Kenapa penjualan pihak Citra Properti sangat jauh berbeda dengan rekanan? Apa kalian tidak terlalu fokus dengan penjualan di proyek ini atau fee yang ditawarkan kurang? sahut Raihan menanggapi hasil presentasi mereka. "Bisa pihak rekanan menjelaskan"


"Seperti itu. Ada baiknya jika anda memerintahkan kepada pegawai untuk lebih giat lagi mencari calon pembeli. Pak Anton, sertakan nama perusahaan mereka di setiap iklan pemasaran baik media cetak maupun elektronik. Agar para calon pembeli yang tidak bisa datang ke pameran atau marketing galeri bisa menghubungi mereka. Kita bagi keuntungan lah dengan rekanan agar nantinya bukan hanya kita yang berkembang, mereka juga bisa berkembang mengikuti kita" ucap Raihan.


"Akan kami cantumkan nama perusahaan rekanan" sahut Anton.


Pembahasan mereka terus berlanjut, sementara diruangan Wakil Direktur Raina dan Aulia masih asyik mengobrol dan bergosip ria. Kristina yang tidak bisa hadir karena sementara magang disekolah jadi bahan gosip mereka.


Suara canda tawa menggema di seluruh ruangan itu. Mereka tidak menyadari kehadiran Anton, Raihan serta Papa Andika yang baru masuk keruangan itu.


"Perempuan jika sudah bertemu dengan temannya akan lupa dengan yang lain" sindir Papa Andika sambil duduk di sofa kosong depan mereka.


"Papa ngagetin aja, Sudah lama pah" ucap Aulia yang terkejut dengan kedatangan mertuanya.

__ADS_1


"Kalian sampai tidak menyadari suami kalian sejak tadi berdiri di belakang" ucap papa Andika sambil tersenyum. Aulia dan Raina langsung menengok kebelakang dan melihat suami mereka berdua berdiri menatap tajam ke arah mereka.


"Ck. ngapain berdiri saja, duduklah" ucap Raina. Raihan dan Anton duduk disamping istrinya masing-masing.


"Oh iya Ton, Kamu belum melaporkan hasil penyelidikan mu tentang proyek di kota Sulawesi" sahut Raihan.


"Maaf gue lupa, tunggu sebentar." ucap Anton kemudian berjalan menuju meja kerjanya untuk mengambil berkas yang disimpan di lacinya. "Sepertinya kamu harus kesana untuk menyelesaikannya" ucapnya lagi sambil menyerahkan berkas laporan hasil penyelidikan dikota Sulawesi.


Raihan meraih berkas tersebut lalu membukanya, Didalamnya terdapat bukti-bukti penyelewengan dana dan penyalahgunaan jabatan oleh GM beserta beberapa karyawan kantor cabang.


"Itu laporan dari temanku disana, mereka adalah penyidik kepolisian jadi data yang mereka berikan sangat akurat dan terpercaya" ucap Anton.


"Pantas saja Asisten Ivan tidak setuju dan terus menunda penambahan biaya serta kenaikan anggaran sebelum diselidiki. Team audit juga belum melaporkan hasil penyelidikan disana"


"Sebaiknya kamu sidak langsung ke lokasi agar kerugian perusahaan tidak terlalu besar" saran dari papa Andika.


"Gue takut akan berdampak pada proyek-proyek lain diluar kota jika kamu membiarkan mereka terus mengrogoti perusahaanmu" sahut Anton.


"Nanti coba aku pikirkan dulu, karena GM disana diangkat langsung oleh kakek" ucap Raihan.


"Apa ini ada hubungannya dengan permasalahan kakek di Jogja? tanya Raina kepada suaminya.


"Aku juga belum tau sayang. Permasalahan keluarga kakek yang dijogja dan permasalahan proyek disulawesi berhubungan atau tidak." Jawab Raihan.


"Kalian berdua berangkat lah ke Sulawesi untuk menyelesaikannya, bisa saja ini ada hubungan antara keluarga kakek yang menginginkan hartanya" ucap Raina


"Betul kata Raina, kalian berdua atau ajak Rahmat sekalian kesana untuk menyelesaikannya. Mungkin saja mereka sudah menunggu kedatangan kalian" ucap papa Andika "Rahasiakan keberangkatan kalian ke Sulawesi, sampaikan kepada asistenmu untuk merahasiakan dari karyawan diperusahaan. Papa takut disana ada mata-mata yang mereka tempatkan" lanjut papa Andika.


"Terimakasih pa atas semua sarannya, kami akan berangkat lusa ke Sulawesi" ucap Raihan.

__ADS_1


"Secepatnya lebih baik daripada hanya diam saja menerima laporan" sahut papa Andika.


Mereka kemudian merencanakan langkah apa yang harus diambil setiba di Sulawesi. Anton yang punya koneksi disana langsung menghubungi temannya.


__ADS_2