Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Tiga mama gaul berkumpul


__ADS_3

Prov mama Indi.


Pagi ini mama Indi tidak bisa menahan tawanya sedari tadi. Mendapat kiriman foto dari sahabatnya yang tak lain mamanya Anton.


"Ha-ha-ha ini lucu sekali" mama Indi tidak bisa menahan tawanya.


"Apa yang mama tertawakan?" tanya papa Chandra.


"Pa. Liat ini kiriman foto dari Arini mamanya Anton" jawab mama Indi sambil memperlihatkan foto yang dikirim sahabatnya.


"Ngapain dia berpakaian seperti itu?" tanya papa Chandra heran.


"Ini kelakuan anakmu yang katanya lagi menghukum Anton." jawab mama Indi.


"Emang kesalahan apa yang dilakukan oleh Anton" tanya papa Chandra.


"Gak tau juga sih, Raina belum balas pesan mama" jawab mama Indi.


"Anakmu ada-ada saja kelakuannya" sahut papa Chandra sambil tersenyum.


"Anakmu itu" balas mama Indi.


"Eh anakmu juga kan kita buat sama-sama" protes papa Chandra.


"Sekarang anakku sudah ganti menjadi Raihan" celoteh mama Indi sambil tersenyum.


"Mentang-mentang dapat calon menantu tampan anak sendiri tidak diakui" ucap papa Chandra sewot.


"Eh papa jangan cemburu, bilang saja mau ganti anak juga" sahut mama Indi.


"Gak lah papa gak ganti cuma nambah anak. Ha-ha-ha" papa Chandra tertawa terbahak-bahak.


Mama Indi kembali tertawa sambil melihat video diHp nya. "Eh pah ini ada kiriman video dari Raina. Lihat deh" sahut mama Indi sambil menunjukkan video di hpnya.


"Ini Aulia kan? Kenapa kekantor pakai kostum Superman?" tanya papa Chandra.


"Tunggu saya tanya Raina dulu" sahut mama Indi yang kemudian mengetikkan sesuatu di aplikasi WA yang ada diHP-nya.


Ding.


Raina "Aulia lagi menjalani hukumannya mama"


Mama Indi " Kenapa Aulia sama Anton kamu hukum?"


Raina "Mereka menyembunyikan identitasnya Raihan dari Raina ma"


Mama Indi "Identitas apa?"


Raina "Tapi mama jaga rahasia ya, mas Raihan ternyata pewaris tunggal Buana Group dan cucu dari Cakra Buana"


Mama Indi "APA!! Ini beneran? Raihan gak marah sama mama kan takutnya karier papa kamu hancur gara-gara mama"


Raina "Tidak mamaku sayang. Mama tenang saja kalau sampai terjadi sesuatu sama papa kumutilasi mas Raihan"


"Papa" teriak mama Indi.


"Apasih teriak-teriak. papa masih ada disini" ucap papa Chandra.


"Baca ini" sahut mama Indi sambil menyerahkan HP-nya ke papa Chandra. Papa Chandra yang membacanya menjadi syok dan tak bisa berkata-kata. Dia juga kaget dengan kenyataan yang baru dibacanya.


"Pantas yang menemani Raihan datang melamar asisten Bobi" ucap papa Chandra

__ADS_1


"Iya ya ternyata yang dimaksud sahabatnya itu Tuan Cakra Buana" sahut mama Indi.


"Pantas saja dia mau jauh-jauh dari Jogja hanya untuk menemani Raihan melamar Raina" ucap papa Chandra


"Ha-ha-ha jadi sekarang papa jadi anak buahnya Raihan" tawa mama Indi seperti mengejek suaminya.


"Iya ya. Kan papa direktur Buana hospital berarti jadi bawahan Raihan dong. Papa harus Panggil apa dong sama Raihan? Tuan muda?" papa Chandra mulai pusing dengan panggilan yang cocok dengan calon menantunya.


"Papa gak usah pusing panggil nama kalau dirumah kalau ditempat kerja ya panggil Tuan dong. Pisahkan antara hubungan pribadi dengan pekerjaan." saran mama Indi.


Ting tong. Ting tong.


"Lihat dulu itu Siapa tuh yang bertamu mah?" ucap papa Chandra.


Mama Indi berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang bertamu. Ceklek pintu terbuka dan dilihatlah dua orang sahabatnya berdiri diteras.


"Arini, Dira" teriak mama Indi lalu memeluk kedua sahabatnya.


"Anakmu mau merried kamu gak kabarin aku?" sahut mama Arini mamanya Anton.


"He-he-he maaf. Ayo masuk dulu" ajak mama Indi.


"Raina mana?" tanya mama Dira mamanya Rahmat.


"Lagi ditempat calon suaminya" jawab mama Indi.


"Kamu dapat dari mana calon menantu Direktur?" tanya mama Arini.


"Aku juga baru tau kalau calon menantuku direktur" sahut mama Indi.


"Kok bisa, emang gak pernah bilang?" Mama Dira menimpali


"Lah aku taunya dia itu tukang ojek online yang sering nongkrong di warung Bu Siti didepan komplek" jawab mama Indi.


"Kata Rahmat dia juga baru tau kalau sahabatnya ternyata direktur Buana Group" mama Dira ikut menimpali.


"Cerita dong kok bisa dapat menantu tajir?" mama Arini penasaran.


"Hari itu aku heran dengan kelakuan anakku seperti gadis yang lagi jatuh cinta. Jadi pas keluar siang-siang saya ikuti karena biasanya dia tidak pernah jalan kalau hari Minggu nah pas sampai dimall XX saya lihat dia gandengan tangan sama Raihan tukang ojek yang kukenal. Sampai masuk restoran eh malah suap-suapan lagi. Langsung mendidih darahku karena marah. Baru mau gerebek eh malah kegep duluan sama bodyguardnya Raihan. Ya sudah kubawa mereka pulang lalu kupaksa menikah. Begitu ceritanya" mama Indi mengakhiri ceritanya.


"Emang alasannya apa sampai kamu paksa menikah?" tanya mama Arini.


"Raina kan selama ini kularang pacaran karena trauma dengan anaknya sepupuku yang Hamilton duluan baru katanya Raihan pernah nyium Raina makanya kupaksa menikah" jawab mama Indi.


"Ha-ha-ha kamu ada-ada saja" sahut mama Arini.


"Kamu tidak takut anakmu susah karena nikah sama tukang ojek? Kamu kan tidak tau kalau dia direktur" tanya mama Dira.


"Ngapain takut yang penting dia mau kerja dan dia baik itu sudah cukup" jawab mama Indi.


"Iya juga sih, Anton saja lebih milih jadi tukang ojek nemenin sahabatnya itu dari pada kerja dikantor papanya, nanti Raihan yang minta dia bantu papanya baru mau tu anak" sahut mama Arini.


"Indi sebenarnya saya juga takut, pergaulan anak sekarang untungnya Rahmat belum punya pacar" keluh mama Dira.


"Eh siapa bilang anak kalian berdua tidak punya pacar?" sahut mama Indi.


"Emang ada?" tanya mama Arini penasaran.


"Pacarnya Rahmat namanya Kristina dan pacarnya Anton namanya Aulia. Ini fotonya" ucap mama Indi sambil memperlihatkan foto anaknya bersama dua orang gadis.


"Yang mana pacarnya Rahmat Indi? tanya mama Dira.

__ADS_1


"Yang pakai baju merah pacarnya Anton dan yang pakai baju biru pacarnya Rahmat" mama Indi menjelaskan.


"Wah anak itu perlu dihukum, Main rahasia-rahasiaan sama mamanya" ucapa mama Arini.


"Iya kayaknya itu anak harus kita hukum" ucap mama Dira.


"Anakmu sama pacarnya kan dihukum sama anakku" ucap mama Indi.


"Emang Aulia juga dihukum?" tanya mama Arini.


"Hukuman apa sih dari tadi saya diajak kesini karena katanya anakmu ngehukum anaknya Arini?" sahut mama Dira


"Ini ada videonya lengkap dengan video anakmu dikantor" ucap mama Indi sambil memperlihatkan video yang dikirim Raina.


Mama Dira sama mama Arini tertawa terbahak-bahak melihat video yang diperlihatkan mama Indi.


"Indi nanti kirim ke nomerku ya mau saya putar nanti di rumah kalau perlu pakai TV yang ada diruang keluarga biar seru Ha-ha-ha" ucap mama Arini.


"Kamu senang ngebully anakmu?" tanya mama Dira


"Kapan lagi dapat hiburan gratis" sahut mama Arini yang masi melanjutkan melihat video lainnya.


"Ini siapa?" tanya mama Dira yang memang tidak pernah ketemu dengan Raihan.


"Ini calon mantunya Indi. Emang kamu tidak kenal? Sahabatnya Rahmat juga" jawab mama Arini.


"Rahmat mana pernah bawa teman kerumahnya, yang pernah datang palingan si Anton anakmu" jawab mama Dira.


"Eh ada tamu" sahut papa Chandra yang tiba-tiba muncul.


"Kamu gak kerja Chan?" tanya Arini.


"Lagi malas pengen istirahat" jawab papa Chandra.


"Nanti pemilik rumah sakit marah kalau tau ternyata direkturnya pemalas" sahut mama Dira.


"Mana berani marah sama aku, kupecat nanti kalau berani marah" ucap papa Chandra.


"Eleh mentang-mentang sudah tau siapa pemiliknya sekarang sudah berani ngomong gitu" ucap mama Indi.


"Emang siapa pemiliknya? Bukannya Tuan Cakra Buana?" sahut mama Dira.


"Kan pewaris tunggal Buana Group calon menantuku. Tapi ini rahasia loh, jangan dipublikasikan dulu" sahut mama Indi.


"Wah anakmu ternyata punya suami sultan." sahut mama Dira.


"Eh tunggu, berarti Raihan anaknya Nona indah yang dikabarkan hilang itu?" tanya mama Arini.


"Tau dari mana nama anaknya pak Cakra? Kan selama ini dirahasiakan" tanya papa Chandra.


"Waktu masih gadis, saya pernah dibawa sama papa untuk acara ulang tahun perusahaan Buana Group. Dulu namanya kalau tidak salah Buana konstruksi nah aku sempat kenalan sama Nona Indah anaknya Tuan Cakra. Orangnya baik banget dan sederhana" jawab mama Arini.


"Oww begitu. Artinya Nona indah sama suaminya sudah meninggal karena Raihan bilang dia anak yatim-piatu" sahut mama Indi.


"Gosipnya dulu hubungan mereka ditentang sama Tuan Cakra karena papanya Raihan anak yang besar di panti asuhan" ucap mama Arini.


"Yang penting sekarang mereka sudah bahagia di surga" ucap papa Chandra.


Obrolan mereka terus berlanjut karena selain menanyakan tentang pernikahan Raina mereka juga sudah lama tidak bertemu. Mereka berempat adalah teman satu sekolah waktu SMP dan SMA.


prov end

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2