
Mobil yang dikemudikan oleh Asisten Ivan memasuki pekarangan rumah Raina. "Pulanglah, Besok langsung saja kekantor, minta Anya untuk membatalkan semua jadwalku Minggu ini. jika ada yang menanyakan katakan saja jika aku pergi keluar negeri dengan istriku untuk berbulan madu. Mengerti?" Raihan memberikan perintah kepada Ivan.
"Baik bos. Berapa orang team keamanan yang ingin dibawa kesana? Biar saya perintahkan mereka untuk bersiap" tanya Asisten Ivan.
"Perintahkan kepada Bams dan Mark untuk bersiap." ucap Raihan. Bams dan Mark adalah pengawal pribadi Raihan yang biasa memantau aktivitasnya dari kejauhan. Mereka hanya bertindak jika Raihan memberikan perintah.
"Baik bos Akan saya laksanakan. Saya permisi" ucap Asisten Ivan kemudian berlalu meninggalkan Raihan menuju rumahnya.
Raihan dan istrinya kemudian berjalan memasuki rumah. Mereka berdua berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
"Mas, mandilah duluan. Aku siapkan dulu pakaian gantinya" ucap Raina.
"Mau mandi bersama gak?"tanya Raihan sambil mengedipkan matanya.
"Aish. Gak mau, nanti mas ngapa-ngapain lagi. Aku belum bisa" tolak Raina.
"Ya siapa tau berminat. Kan sebagai pengusaha jadi biasa memberikan penawaran. Diterima ya ayo ditolak juga tak mengapa" sahut Raihan.
"Dasar Suami mesum. Tahan dulu, nanti setelah pulang dari Sulawesi baru aku berikan" ucap Raina dengan senyuman manisnya.
"Janji loh ya, gak boleh ingkar"
"Iya janji. Sana mandi dulu" sahut Raina.
Raihan berjalan menuju kamar mandi sambil bersiul-siul dengan gembira. Raina yang melihat kelakuan suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Anton kini sedang berada di cafe milik Rahmat bersama istrinya. Mereka datang untuk menemui Rahmat atas permintaan Raihan.
"Mat, Rai meminta bantuan kita untuk menemaninya ke Sulawesi. Ada masalah dengan proyek pembangunan apartemen di sana" ucap Anton setelah duduk di sofa tamu yang ada diruangan kerja Rahmat.
"Gue sih gak masalah, emang nanti berapa lama disana?
"Kami belum tau berapa lama, Jika permasalahan bisa selesai dalam sehari ya besoknya langsung pulang" ucap Anton.
__ADS_1
"Apa Tina gak masalah jika loe ikut kita? tanya Aulia.
"Tidak akan ada masalah, hanya saja gue ragu untuk ngasih tau tujuan kesana" ucap Rahmat.
"Ya sudah, Rahasiakan saja. Katakan jika kita menemani Raihan kesana" sahut Anton.
"Sekarang istri loe dimana? tanya Anton.
"Dirumah mertua gue. Tadi ijin kesana katanya ada perlu dengan mama" jawab Rahmat.
"Bang Mamat. Aku mau boleh nanya gak? ucap Aulia
"Nanya aja. Gak ada yang larang kok"
"Apa bedanya gajah dengan jus?
"Ya bedalah gajah ya binatang kalo jus minuman" jawab Rahmat.
"Salah, yang benar itu Gajah dari jauh kelihatan sedangkan jus dari tadi belum kelihatan. Ha-ha-ha" ucap Aulia sambil tertawa.
"Bilang aja langsung ngak usah nyindir gitu" sahut Rahmat lalu menghubungi karyawannya untuk mengantarkan makanan dan minuman keruangannya.
"Emang habis ngapai? maraton sampai haus banget"
"Habis jalan kaki dari kantor kemari" Jawab Anton dengan nada jutek membuat Rahmat tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha, maaf habisnya kamu lucu jika mukanya seperti itu. Btw kalian berdua gak Berbulan madu gitu? gue rencananya jika Tina libur akan berbulan madu tapi bukan luar negri hanya diluar kota saja" Sahut Rahmat.
"Kami sih bisa aja berangkat sekarang cuma masalahnya dikantor lagi sibuk-sibuknya mana Raihan nyuruh bantu kelola proyek di Tangerang, makin sibuk kan" jawab Anton
"Tapi kan sejak bekerja sama dengan Buana perusahaan loe jadi makin mendapat keuntungan besar apalagi mereka memberikan kuasa penuh kepada perusahaan loe itu. Loe udah denger rencana pembangunan kompleks perumahan untuk kita semua termasuk Satrio dan Ivan?"
Obrolan mereka terhenti ketika waiters cafe datang mengantar makanan dan minuman. Aulia langsung menyambar jus buah karena sudah haus dari tadi.
"Pernah dengar jika Raihan ingin kita satu kompleks. Tapi gak tau jadi apa tidak rencana itu" jawab Anton melanjutkan obrolan setelah waiters keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Jadi. Sementara proses pembebasan lahan"
"Kok gue gak dikabari?
"Belum kayaknya karena dia masih bingung karena luas tanahnya itu 15 hektar sementara untuk kita cuma butuh sekitar 1 hektar saja. Raihan masih bingung antara membangu komplek perumahan elite atau kompleks apartemen." Rahmat menjelaskan. "Mungkin juga mau ngasih kejutan buat loe" lanjut Rahmat.
"Sudahlah gak usah dibahas lagi, lagian bgue masih mikir soalnya pasti harganya mahal banget. Kalau 1 hektar buat 6 orang dikurangi untuk jalan dan taman perunitnya bisa 1300 m2. Loe tau sendiri harga tana dijakarta, bisa-bisa tanahnya saja gak mampu kita beli."Ucap Anton.
"Iya juga ya, gue gak mikir kesana. Apalagi untuk orang seperti Satrio dan Ivan. kita saja belum tentu mampu membelinya" Rahmat menimpali.
"Tidak mungkin sahabat kalian akan memberatkan dan memaksa untuk membelinya, saya rasa babang Rai sudah berfikir matang-matang tentang rencananya itu" Aulia ikut nimbrung dalam percakapan suami dan sahabatnya. "Dia juga pasti sudah menghitung untung ruginya bagi perusahaan. Otak bisnisnya sekarang sangat berkembang sejak menjadi Direktur Buana Group" Sahut Aulia.
Mereka bertiga sampai lupa waktu karena keasyikan mengobrol. Anton dan istrinya akhirnya pamit duluan karena malam telah larut dan besoknya harus masuk kantor lagi.
Selama perjalanan menuju rumahnya Aulia tertidur karena lelah bekerja dan ikut suaminya menemui Rahmat. Anton yang melihat itu hanya tersenyum.
Sesampainya dirumah, Aulia belum menampakkan tanda-tanda akan bangun walau sudah beberapa kali coba dibangunkan oleh suaminya.
Anton kemudian menggendong ala bridal style memasuki rumahnya. Mama Arini yang sementara duduk bersama suaminya melihat menantunya dalam gendongan anaknya.
"Dia kenapa Ton? tanya mama Arini.
"Biasa ma ketiduran dimobil. Menantu mama ini kalau sudah tidur susah dibangunkan. Anton kekamar dulu ya ma" jawab Anton
"Sana cepat bawa istrimu kekamar." ucap mama Arini yang melihat anaknya kesusahan menggendong menantunya.
Anton kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar tidurnya. Setelah sampai di kamar dia membaringkan tubuh istrinya diatas tempat tidur dengan hati-hati karena takut istrinya terbangun.
Setelah menyelimuti tubuh istrinya dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Aulia sebenarnya sudah bangun sejak diruang keluarga bangkit dari tempat tidur lalu menyandarkan punggungnya di headboard sambil memeriksa pesan masuk di ponselnya.
Anton yang baru keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang bersandar di headboard tempat tidur. "Udah bangun toh, mandi dan ganti baju sayang, gak risih dengan tubuh lengket" sahut Anton.
"Tunggu bentar lagi, aku masih balas wa dari Raina sayang" Ucap Aulia.
"Balasnya nanti saja, mandi dulu sana"
__ADS_1
Aulia bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi, setelah mandi dia baru sadar jika tidak membawa pakaian ganti. dengan memakai jubah mandi dia keluar dan berjalan menuju ruang ganti.
Anton yang sudah lelah langsung tertidur pulas ketika kepalanya menyentuh bantal. Aulia yang melihat suaminya sudah tidur duluan ikut berbaring dan memeluk tubuh suaminya lalu tertidur dengan nyenyak.