Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Raihan dan Anton Galau


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Raihan uring-uringan karena tidak bisa menemui atau menelpon Raina. Pernikahan mereka tinggal 2 hari lagi sehnggan mereka dilarang untuk saling bertemu. Sudah beberapa kali dia mencoba


menghubungi Raina tapi selalu diangkat oleh mama Indi  dengan alasan mereka harus menjalani masa pingitan dan berarti mereka tidak bisa bertemu sebelum acara Akad nikah digelar.


Hal sama juga terjadi pada Rahmat dan Anton. Aulia yang dipaksa cuti oleh kedua orang tuanya dan Kristina juga dipaksa ijin ditepat Praktek mengajarnya membuat mereka kesusahan untuk saling bertemu.


Mereka bertiga kini berada di Café milik Rahmat menikmati minuman favorit mereka. Rahmat menatap kedua sahabatnya yang seperti kehilangan gairah hidup, kalau didefinisikan mereka seperti jasad tampa jiwa.


“Kalian apa akan seperti ini terus? Perlu gue beri tahu Raina dan Aulia keadaan kalian?” tanya Rahmat mencoba memancing reaksi sahabatnya.


“Jangan” Teriak mereka bersamaan.


“Berfikir positiflah, mereka tidak akan kemana-mana hanya dirumah saja menjalani masa pingitan. Kalian sebelum bertemu dengan mereka kan biasa saja loe juga Ton, loe kan sudah lama kenal dengan Aulia. Sebelumnya biar loe tidak bertemu dengan Aulia sebulan juga biasa saja, cemen banget jadi cowok. Galau hanya karena tidak bertemu beberapa hari, gue aja biasa-biasa saja karena ini juga jadi pembelajaran buatku kedepannya.” omel Rahmat yang jengah melihat tingkah keduanya.


“Maaf gue berpikiran sempit dan merasa hampa tanpa mendengar kabar dari Raina sehari saja” Keluh Raihan.


“Tapi gak musti buat kalian seperti mayat hidup begitu, Apa kalian fikir mereka mau menikahi kalian jika melihat keadaan kalian sekarang ini?” tanya  Rahmat yang mulai emosi melihat kedua sahabatnya “Loe gak belajar dari kata-kata Raina sebelumnya? Loe kan udah bilang akan berusaha lebih berfikir positif tapi kenapa gue lihat hanya kemunduran bukan kemajuan” omelnya lagi.


Anton dan Raihan mencerna kata-kata Rahmat. Entah bagaimana dia merasa rahmat lebih dewasa dalam berfikir dan bertindak padahal calon istrinya punya sikap kebalikannya. Raihan merasa malu dengan apa yang sudah dia lakukan, tidak seharusnya dia berfikiran sempit.


“Makasih udah ngasih pencerahan.” Sahut Anton yang sejak tadi diam saja mencerna baik-baik kata-kata Rahmat.


“Loe berdua kan sudah dewasa jangan kayak anak kecil lah malu sama umur, terutama loe Rai” sahut Rahmat. “Harusnya disini ada Satrio yang memberi kalian pencerahan karena dia sudah menikah dan lebih pengalaman


dari gue” lajutnya.


“Gue disini, emang ada apa?” tanya Satrio yang tiba-tiba muncul diantara mereka.


Rahmat kaget dengan kemunculan Satrio yang tiba-tiba “Ngapai kesini? Katanya loe sibuk jaga istri loe yang ngidam aneh-aneh” tanya Rahmat.

__ADS_1


“Emang loe ngehubungin dia ya? Tanya Raihan.


“Iya tadi gue ngehubungin dia waktu ngeliat kalian datang” jawab Rahmat.


“Iya nih. Istri gue banyak mintanya, bentar mau bakso, martabak tapi pas dibeliin Cuma makan sesuap habis itu dengan entengnya dia bilang kenyang. yang paling parah kemarin dini hari jam tiga minta dibelikan bubur kacang ijo, mana ada yang jual jam segitu. terpaksa nyari sampai pagi pas dapet malah dia bilang udah gak minat. Tapi gue tidak jengkel atau marah karena dengan begitu gue bisa ikut merasakan susahnya masa kehamilan.” Satrio menceritakan keadaannya “Emang ada masalah apa sampai gue diajak kesini?” tanya Satrio.


“Ini berdua kayak mayat hidup gara-gara gak bisa ketemu sama pasangannya yang lagi dipingit” jawab Rahmat.


“Oww. Perasaan baru beberapa hari udah kayak gini, gue dulusebulan 2 minggu gak bisa ketemu karena Rindi dibawa sama keluarganya kekampung dan dilarang untuk menghubungiya tapi gue nyantai saja karena gue pikir bakalan lebih asyik dengan melepas kangen dimalam pertama” sahut Satrio.


“Emang loe gak kangen atau gimana gitu?” tanya Raihan penasaran.


“Gue kangen lah masa enggak, gue pacaran lima tahun dan hampir tiap hari kami bertemu lalu tiba-tiba dipingit sehingga gak bisa ketemu ya kangen lah tapi semua itu ada hikmahnya, karena menurut  orangtua katanya akan sering terjadi konflik jika mendekati akad nikah entah dari pihak laki-laki atau dari pihak perempuan. Ini kalo istilah modernnya Sidrom Bridezilla atau sidrom pra-nikah. Diluar negeri banyak pasangan yang gagal kejenjang pernikahan karena memiliki sidrom bridezilla atau kecemasan saat mejelang pernikahan” Satrio menjelaskan.


“Orangtua kadang lebih mencemaskan kalian sehingga pingitan itu masih perlu meski dizaman modern sekalipun” lanjut Satrio.


“Gue tidak pernah mendengar hal seperti ini, gue pikir calon mertua gue hanya mau ngerjain gue aja” sahut Raihan.


“Iya. Besok malam acaranya, Loe kalau bisa datang ya” sahut Anton.


“Gue gak bisa janji. Loe tau sendiri gue harus ngikutin keinginan nyonya gue. Rencananya besok siang Rindi mau kerumahnya nona Aulia untuk menghadiri acara siraman” sahut Satrio.


“Ternyata mereka sudah semakin dekat saja, bukannya istri loe gak boleh capek ya?” tanya Anton.


“Nah itu yang gue khawatirkan tapi katanya dia gak enak kalo gak datang” sahut Satrio.


“Loe bawa aja mobil kantor buat nganter istri loe itu”


“Makasih nih bos sebelumnya” Ucap Satrio

__ADS_1


“Nanti gue kasih loe hadiah atas kehamilan istri loe, tunggu aja besok dirumah nanti hadiahnya gue kirim” sahut Raihan.


“Terima kasih sebelumnya, gue sebenarnya mengenal dan akrab dengan kalian adalah kado terindah dalam hidup ini. Banyak orang yang ingin dekat dengan kalian tapi susah”


“Bukannya susah, loe bisa dekat dengan kami karena loe bisa dengan tulus berteman tanpa mengharapkan apa-apa. Sementara mereka ingin dekat karena mengharapkan sesuatu dari kami, loe tau dulu kami bertiga itu orang


buangan karena mereka taunya kami orang miskin” sahut Anton.


“Emang dari dulu gak mengekspose latar belakang keluarga?”


“Enggak lah. Ngapain membanggakan milik orang tua, lagian kami harus belajar dulu gimana susahnya cari uang baru bisa menikmati warisan dari orang tua. Itu yang diajarkan orangtua kami” sahut Anton.


“Gue emang dari kecil ditinggalkan kedua orangtua jadi tidak merasa terbebani ketika dibuang teman-teman dan hanya mereka berdua yang mau berteman dengaku” ujar Raihan.


“Loe tau gak, walau kami anak terbuang tapi tidak ada yang berani membulli karena Rai jago bela diri sehingga anak-anak lain mesti berfikir dua kali jika ingin membulli. Paling mereka beraninya menghina dibelakang kami” sahut Anton


“Eleh baru loe yang paling nakal dulu, pembangkang.” Sahut Rahmat.


“Iya gue ingat nih dia pernah hampir dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi.” Raihan mengingat kenangan mereka.


“Itu sebelum gue dekat dengan kalian”


“Tapi memang loe dulu biang masalah. Sampai guru BK bosan menghukummu. Setelah loe berubah guru BK berterima kasih ke gue karena bisa merubahmu. Malah waktu pernah manggil gue dan bilang kangen ngasi loe hukuman” sahut Raihan


“Gue bisa berubah karena mengenal kalian berdua, terutama dengan perjuangan Raihan yang membuat gue ngerasa gak berguna" Keluh Anton


“Gue tau dulu loe itu selalu bertengkar dengan bokap loe sehingga loe jadikan teman sekolah pelampiasan” sahut Rahmat


Mereka menceritakan kenangan masa sekolahnya dulu sampai melupakan permasalahan yang membuat mereka berkumpul hari itu. Mereka banyak menceritakan tentang Anton waktu sekolah karena diantara mereka Anton dikenal paling nakal.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2