
Mereka kemudian memasuki salah satu butik kenamaan. Raina bersama sahabatnya melihat-lihat gaun yang ada dipajangan.
Seorang gadis masuk dengan gaya anggun dan cantik tapi angkuh. Pakaian yang melekat pada tubuhnya menandakan jika pasti dari kalangan orang kaya.
Ketika Raina memegang salah satu gaun, gadis itu langsung menariknya dengan cepat sehingga membuat gaun itu langsung berpindah tangan.
"Bisa sopan sedikit mbak, saya lebih dulu memilih gaun itu." ucap Raina jengkel.
"Kamu mau beli gaun ini? Jangan mimpi, dari pakaianmu saja yang kucel itu sudah bisa ditebak jika kamu hanya gadis miskin. Mana mungkin mampu membeli gaun disini" sahut gadis itu.
"Hei. Perhatikan kata-katamu sebelum kamu menyesal" tegur Mila dengan tegas.
"Hahaha. Hanya pegawai rendahan mau menegur saya. Kamu tidak tau siapa saya hah? Kau bisa saya pecat jika kamu macam-macam" bentak gadis itu
"Emang kamu siapa? Saya tidak takut jika harus dipecat. Lagian kamu siapa sampai bisa memecat saya? tantang Mila dengan tatapan tajam.
"Perkenalkan nama Gue Anastasya anak dari wakil direktur Mall ini." jawab Gadis itu.
"Hahaha, Anaknya pak Sudrajat toh? Panggil bapakmu kemari sekarang aku tidak takut" Mila tambah menantang, Gadis itu menghubungi orangtuanya untuk datang ke butik itu.
"Sudahlah mbak Mil, gak usah ribut-ribut." tegur Raina
"Maaf Nyonya," ucap Mila sambil memberi kode kepada Raina agar bisa berbisik "saya dendam sama bapaknya yang terkenal suka menyalahgunakan jabatan" bisik Mila ditelinga Raina.
"Mila kamu tenang saja" ucap Raina "Papamu jika tau siapa saya mungkin akan berlutut didepanku karena aku bisa memecatnya jika mau. Tapi jika kamu mau meminta maaf akan aku ampuni" ujar Raina dengan nada santai.
"Hei cewek miskin, emang kamu siapa hah?
"Wah ngelunjak nih anak, apa perlu gue kirim kerumah sakit Ra?" tanya Aulia.
"Gak perlu, tunggu saja bokapnya datang" ucap Raina.
Tak lama muncullah seorang pria paruh baya dengan tergesa-gesa "Kamu kenapa sayang? Kamu gak apa-apa" tanya pak Sudrajat kepada anaknya.
"Ini pah, Gadis miskin sama pegawai papa menghinaku" lapor Anastasya kepada papanya.
"Hei Mila, Berani kamu menghina anak gadisku ya, dan kamu berani kamu menghina anak saya." ucap Pak Sudrajat lalu mengangkat tangan kanannya untuk menampar Raina tapi dengan cepat Raina menangkap tangan itu.
__ADS_1
"Begini kelakuan pak Sudrajat kepada Pelanggan?" Bentak Raina sambil memegang tangan pak Sudrajat. Mila langsung menghubungi pak Handoko Direktur mall itu.
"Udah Ra patahin saja tangannya, Atau gue aja yang patahin" sahut Aulia.
"Siapa kamu berani-berani melawan saya?"
Raina menghempaskan tangan Pak Sudrajat. Dia kemudian berbalik kearah Aulia. "Loe mau patahin tulangnya? Jangan deh nanti loe masuk ke penjara. Pak Sudrajat pernah lihat kartu ini" ucap Raina sambil memperlihatkan kartu VIPnya.
Matanya lagsung melotot melihat penampakan kartu ditangan Raina "Maaf nyonya saya tidak mengenali anda" ucap Pak Sudrajat yang tau jika kartu itu dimiliki oleh anggota keluarga inti Cakra Buana.
"Papa ngapain minta maaf sama gadis itu. malu-maluin aja" sahut anaknya sewot.
"Cepat minta maaf sebelum papa dipecat" ucap pak Sudrajat. Raina bersama sahabatnya serta Mila tersenyum sinis melihat adegan ayah dan anak didepannya.
"Memangnya dia siapa sampai bisa memecat papa?"
"Dasar anak Bodoh, Dia pemilik Mall ini. Kamu memang tidak berguna" Pak Sudrajat mulai emosi kepada anaknya.
"Sudah dramanya? Pak Sudrajat kamu tunggu surat peringatan dan anakmu harus minta maaf kepadaku dan mbak Mila" ucap Raina tegas.
"Maafkan kami nyonya, kami janji tidak akan mengulangi lagi" ucap pak Sudrajat.
"Ada apa Mila? tanyanya kepada staffnya.
"Ini anaknya pak Sudrajat berulah, Dia membentak istrinya bos besar" jawab Mila.
"Pak Handoko aja yang urus oke, Aku mau pulang saja. ucap Raina kemudian mengambil 3 gaun. Dia juga menyuruh sahabatnya untuk mengambil gaun dibutik itu. Cuek saja sama ucapan pak Sudrajat.
"Tolong pisahkan gaun ini ya" ucap Raina sambil menyerahkan gaun itu. "Ini dan ini juga dipisah" ucapnya lagi.
"Totalnya 30juta nyonya" ucap kasir itu. Raina menyerahkan black card miliknya untuk digesek. setelah menekan PINnya kasir Kemudian menyerahkan kembali kartu serta struk pembayaran kepada Raina "Terimakasih nyonya sudah berbelanja di butik kami"
"Ini buat kamu" ucap Raina sambil menyerahkan satu paper bag kepada Mila.
"Ini untuk apa nyonya? Saya tidak pantas untuk mendapatkannya" ucap Mila takut nanti akan dimarahi oleh direktur.
"Kamu kenapa? Ambil saja sebagai rasa terima kasih telah menemani kami berbelanja" sahut Raina.
__ADS_1
"Maaf nyonya. Kami dilarang untuk menerima pemberian pelanggan" jawab Mila.
"Apa menurut kamu saya pelanggan disini? takut Jika direktur kamu marah? kamu tenang saja dia tidak akan marah. Mana ponselmu, saya mau catet nomerku jadi jika aku kesini kamu temani aku lagi" sahut Raina. "Dan anda pak Sudrajat, ajari anak anda sopan santun dan jangan menilai orang dari pakaiannya saja. Hari ini aku lagi bahagia jadi tidak memecat anda tapi anda sudah masuk pengawasan saya. Jika ada laporan yang menyatakan anda menyalahgunakan wewenang maka siap-siaplah untuk kehilangan jabatan" Ancam Raina
Raina melangkah ke luar dari butik, Aulia dan Kristina mengikuti dari belakang bersama Mila staff Mall.
Pak Sudrajat menatap anaknya dengan wajah memerah "Gara-gara kamu papa hampir saja dipecat"
"Kan gak jadi pah" ucap Anastasya santai.
"Apa kamu bilang? Jabatan papa sekarang Terancam. Kamu tau suaminya bisa saja memecatku jika tau masalah ini" bentak pak Sudrajat.
"Kamu memang tidak bisa berubah, Persiapkan diri dan tunggu saja apa tindakan yang diambil tuan muda jika tau kejadian ini" ucap Pak Handoko meninggalkan mereka berdua.
Sementara Raina berjalan keluar dari mall, modnya hilang setelah kejadian itu.
"Tina loe ikut gue, nanti gue anterin loe pulang" ucap Raina.
"Oke deh, tapi apa gak kejauhan jika nganterin gue duluan" sahut Kristina.
"Tenang aja, gak apa-apa. Hei Marimar gue pulang duluan. bye" ucap Raina lalu masuk kedalam mobilnya. Aulia membalas dengan lambaian tangan.
"Ra loe gak apa-apa?" tanya Kristina setelah berada didalam mobil.
"gak apa-apa. Kamu pulang kerumah mertua atau rumah papamu" jawab Raina
"Kerumah papa Ra, gue kesepian jika dirumah mertua Tampa suami gue" jawab Kristina
Mobilnya meluncur membelah jalanan ibukota menuju rumah Kristina. setelah beberapa menit mereka berdua sampai didepan rumah milik keluarga Machmud.
"Mampir dulu Ra" ucap Kristina
"Lain kali aja, Gue langsung balik aja" ucap Raina
"Ya udah hati-hati loe" ucap Kristina sambil tersenyum lalu turun kemudin menutup pintu mobil. Raina langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya. padatnya jalanan ibukota Sore itu membuat Raina mengemudi dengan kecepatan sedang.
Akhirnya setelah bergelut dengan kemacetan panjang Raina tiba di depan komplek perumahannya. dengan santai dia mengemudi menuju rumahnya.
__ADS_1
Mobilnya memasuki pekarangan rumahnya. Dia kemudian turun dari mobil sambil membawa barang belanjaan lalu berjalan memasuki rumah.
To Be Continued