Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Menikmati hidangan khas Sulawesi


__ADS_3

Mereka pun menuju pusat kota untuk makan siang di restoran yang direkomendasikan oleh Faizal. Raihan juga sudah mengirimkan pesan kepada istrinya jika sudah tiba di Sulawesi Selatan.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit melewati jalan tol mereka sampai dipusat kota Yang terkenal dengan nama kota Daeng. Mereka menuju kesebuah restoran yang cukup terkenal dengan hidangan khas Sulawesi Selatan yaitu konro.


"Tempatnya tersembunyi juga ya" ucap Raihan.


"Ya begitulah, jalan ini jalan 1 arah tapi cukup ramai jika sudah waktu jam pulang kantor" ucap Faizal sambil memarkir mobilnya didepan sebuah restoran.


"Apa tidak macet berhubung tempat parkir sempit banget?" tanya Anton.


"Palingan yang buat macet itu angkot atau disini dikenal dengan nama pete-pete yang sering mangkal sembarangan" jawab Faizal. "Tapi jika tidak mau repot-repot, pelanggan biasanya memesan via ojek online" lanjutnya.


"Wow, nanti bisa pesan via ojek online saja jika lagi malas keluar" sahut Rahmat.


"Ayo kita masuk kedalam" ajak Faizal lalu turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk restoran.


Mereka kemudian duduk di kursi kosong, Ruangan yang lumayan ramai dengan pengunjung yang datang untuk makan siang.


"Disini ada ruang khusus jika kalian tidak nyaman" ucap Faizal.


"Gak perlu, kita juga ingin merasakan berbaur dengan masyarakat disini" sahut Raihan.


"Kalau orang luar kota menilai Masyarakat disini katanya kasar tapi sebenarnya masyarakat Makassar itu menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat. Asalkan kita tidak membuat mereka malu maka mereka akan menerima kita dengan tangan terbuka." Ucap Faizal. Dia kemudian memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan.


"Selamat datang, pesan apaki?"tanya Pelayan dengan logat Makassar.


"Pesan Sop konro 5 sama konro iga bakar 1 nasinya 6 sama minumnya, Eh kalian minum apa? Kalo boleh gue rekomendasikan jeruk hangat karena makan berlemak"


"Boleh gue itu saja" Jawab Raihan.


"Minumnya jeruk hangat. Cepatki di' ka lapar maki" ucap Faizal dengan logat Makassar.


"Ki Tunggu di" Jawab Pelayanan kemudian meninggalkan meja mereka.


"Loe udah bisa pakai bahasa Makassar? tanya Anton.


"Kalau bahasa sehari-hari gue bisa tapi jika disuruh pakai bahasa lontara gue angkat tangan, Susah banget" jawab Faizal.


"Emang beda ya?" tanya Anton lagi.


"Beda, ada beberapa kabupaten yang menggunakan Bahasa Makassar dan berbeda-beda logat dan bahasanya. Apalagi bahasa Bugis dan Toraja sangat jauh berbeda" jawab Faizal.

__ADS_1


"Elo sangat mengenal daerah Sulawesi ternyata" ucap Raihan.


"Ya kami dikepolisian sering berpindah tugas jadi sedikit mengenal karakter daerah masing-masing" jawab Faizal.


Pembicaraan mereka terhenti dengan kedatangan pelayan membawakan pesanan mereka. Raihan melihat pesanan Faizal berbeda sendiri jadi penasaran.


"Itu apa?


"Ini namanya konro iga bakar. Gue lebih suka dengan konro bakarnya" jawab Faizal "Silahkan dinikmati"


Mereka pun menikmati hidangan khas Sulawesi Selatan dengan lahap. Rahmat sampai kagum dengan bau rempah-rempah yang ada dalam kuahnya.


"Ini enak banget, pokoknya gue mau loe wajib nganter kita berwisata kuliner Dimakassar" sahut Rahmat dengan senang.


"Tenang saja, Beberapa hari kedepan gue udah ngajuin cuti untuk menemani kalian jalan-jalan dikota Makassar" ucap Faizal.


"Harusnya loe gak usah repot-repot ngambil cuti segala" ujar Raihan.


"Gue udah ijin dengan komandan jika kalian akan datang. Penyelidikan ku juga atas ijinnya makanya pas gue bilang kalian akan datang, komandan langsung memberikan ijin" ucap Faizal.


"Terima kasih atas kerja kerasnya membantuku menyelidiki penyelewengan dana di perusahaanku" sahut Raihan.


"Tidak masalah, gue senang jika bisa membantu" jawab Faizal. "Kalian sudah booking hotel atau belum?" tanyanya lagi.


"Oh. Hotel ini, lumayan jauh dari sini tapi dekat dengan proyek apartemen" ucap Faizal.


Setelah selesai makan siang, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju sebuah hotel bintang lima yang cukup terkenal di kota Makassar.


Kembali ke kota Jakarta, Raina berjalan menuruni tangga. Dia sudah janjian dengan sahabatnya diresto tempat mereka biasa nongkrong bersama.


"Anak mama mau kemana? udah ijin sama suamimu?" tanya mama Indi yang melihat Raina


"Mau ketemu sama Aulia dan Kristina ma, Tadi udah ijin sama mas Rai" ucap Raina.


"Ya udah hati-hati dijalan, pulangnya jangan terlalu larut" ucap mama Indi mengingatkan.


"Iya mama sayang, Raina pergi dulu ya" ucapnya sambil mencium pipi mamanya. Dengan mengendarai mobil barunya dia menuju restoran biasa.


Setelah berkendara beberapa menit akhirnya Raina sampai diparkiran restoran itu bersamaan dengan mobil yang dikendarai oleh Aulia. Raina kemudian turun dari mobil, Aulia yang awalnya kagum dengan kemewahan mobil itu makin kaget setelah melihat Raina turun dari mobil.


"Ra, ini mobil elo?

__ADS_1


"Iya, dibeliin sama mas Rai" jawab Raina.


"Wah, pantas waktu itu babang ojek nanya mobil impianmu ternyata mau dibeliin toh" sahut Aulia.


"Makasih ya, berkat elo gue akhirnya bisa memiliki mobil impian ini."


"Kok makasihnya kegue? kan yang beliin suami elo keles" sahut Aulia.


"Kan elo yang ngasih info tentang mobil impian gue" jawab Raina. "Itu Tina datang" tunjuknya melihat Kristina datang dengan ojek online.


"Kok pada belum masuk? Nungguin gue ya?" ucap Kristina yang baru datang.


"Bukan nungguin elo tapi liatin ini mobil barunya Raina" ucap Aulia sambil menunjuk mobil didepannya.


"Wah keren banget, susah emang jika punya suami sultan. Mau apa aja dibeliin" sahut Kristina.


"Gue gak minta tapi hadiah pernikahan katanya" ucap Raina. "Kalian berdua nanti juga bakalan dapet tapi gak tau kapan" ucap Raina.


"Suamimu mau ngasih apaan?


"Suami gue? Suami elo berdua lah. Masa suami gue yang ngasih" ucap Raina "udah ah gue laper. masuk yuk" ucapnya lalu berjalan menuju pintu masuk restoran diikuti oleh kedua sahabatnya.


Setelah mendapat meja kosong mereka duduk kemudian memesan makanan favorit mereka.


"Habis ini kita ke Mall yuk, udah lama nih gak shoping-shoping kita" ajak Raina kepada kedua sahabatnya.


"Boleh juga, kebetulan gue mau beli sesuatu" sahut Aulia.


"Gue tau loe mau beli apaan"


"Emang gue mau beli apaan? Jangan sok tau deh"


"Loe mau beli baju haram kan buat suami loe" jawab Raina.


"Emang baju haram apaan? Gue baru denger. Pasti gak lolos uji halal ya makanya haram" sahut Kristina.


Sebelum menjawab pertanyaan itu Raina menunggu pelayanan selesai menyajikan makanan dan minuman yang sudah mereka pesan.


Setelah pelayan pergi Raina menoleh ke arah Kristina "Aduh kenapa teman gue oon banget sih, baju haram itu yang loe pake pas malam pertama sampe bikin loe gak bisa bangun pagi dari tempat tidur" jawab Raina dengan nada kesal.


"Hahaha, baju tidur yang seperti saringan teh itu? Mending gak usah beli gituan, percuma karena pasti langsung dirobek sama suami kalian berdua. Suami gue aja langsung merobeknya, mungkin gak suka gue pakai begituan" ucap Kristina dengan polosnya.

__ADS_1


Aulia hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan dari sahabatnya itu. Raina sampai heran dengan pemikiran aneh sahabatnya itu "Suamimu bukan gak suka tapi suka banget makanya gak sabaran jadi langsung dirobek saja. Coba aja nanti tanyain boleh beli baju haram atau tidak? gue yakin 100% suamimu mau kamu beli itu." ucap Raina meyakinkan Kristina jika suaminya menyukai baju haram itu.


To Be Continued


__ADS_2