Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Kebahagiaan Ivan dan kekecewaan Raihan


__ADS_3

Gemuh tepuk tangan terdengar. "Terima kasih atas tepuk tangannya. Sekarang saya minta Asisten pribadi saya Ivan untuk menyanyikan sebuah lagu untuk kami" seru Raihan membalas Ivan yang menyuruhnya bernyanyi. Ivan kembali naik ke panggung mengambil gitar dan duduk di kursi.


"Terima kasih sudah dipanggil naik untuk bernyanyi tapi lagu ini bukan untuk mempelainya tapi untuk wanita yang Sudah memporak porandakan hati saya. Tepuk tangan untuk Anya mohon naik ke panggung sayang" Anya naik ke panggung dan berdiri disamping Ivan. "Satu lagu dari Ipang yang berjudul bintang hidupku"


Ivan mulai memainkan gitarnya


Aku slalu bernyanyi


lagu yang engkau ciptakan


kau nyanyikan


Dan aku slalu ikuti


semua cerita tentangmu


hari-harimu


Kau jadi inspirasiku


smangat hidup


di kala aku sedih


di kala aku senang


saat sendiri dan kesepian


kau bintang di hatiku


Apapun yang kau lakukan


baik dan buruk bagiku


tetap indah


Tak satupun alasan


untuk melupakanmu


meninggalkanmu


Aku slalu berdiri


mendukungmu


di kala engkau terbang


di kala engkau jatuh


sampai mati ku kan tetap setia

__ADS_1


Aku slalu berdiri


dibelakangmu


dikala kau dipuja


dikala kau dihina


sampai mati ku kan tetap membela


Kau tetap..bintangku...


Kau lah superstar... ku.


Tepuk tangan tamu undangan terdengar ketika Ivan menyelesaikan lagunya.


"Untuk wanita yang ada disamping saya ini, saya ingin menyampaikan sesuatu." ucap Ivan sambil berdiri menghadap Anya. "Mungkin aku bukanlah pria sempurna tapi akan berusaha memberikan cinta yang sempurna untukmu. Mungkin juga bukanlah pria kaya tapi akan selalu berusaha memenuhi segala kebutuhan mu. mungkin juga bukanlah pria romantis tapi akan selalu berusaha menyanjungmu. Anya maukah kamu menikah denganku?" ucap Ivan seraya mengeluarkan kotak berwarna biru dan membukanya. Terlihat sebuah cincin indah bertahtakan berlian ditengahnya.


Air mata Anya menetes karena bahagia "Ya aku mau mas" jawabnya dengan senyuman manis di bibirnya.


Ivan kemudian memakaikan cincin dijari manis Anya "Terima kasih sudah mau menerima lamaran ini. Terima kasih juga kepada Tuan Raihan dan tuan besar Cakra dan om Bobi yang sudah memberikan ide dan kesempatan untuk memberikan kejutan lamaran. Sekali lagi terima kasih" Ucap Ivan seraya membungkuk memberi hormat lalu berdiri memeluk tubuh Anya.


"Mas yang ngasih ide itu?" tanya Raina.


"Iya, kemarin kan kami sempat ngobrol berempat sama kakek dan om Bobi trus kakek maksa Ivan melamar Anya ya sudah mas kasi ide ini tapi mas gak tau bakalan disuru naik nyanyi" jawab Raihan.


Kegembiraan malam itu terus berlanjut sampai acara resepsi pernikahan berakhir. keluarga dekat mempelai sudah meninggalkan ballroom yang tersisa keluarga inti saja.


Kakek Cakra juga sudah pulang bersama keluarga Asisten Bobi dari tadi karena sudah lelah dan untuk menjaga kesehatan kakek.


Mempelai turun dari pelaminan menghampiri orang tua mereka. Raihan dan Raina duduk didekat mama Indi.


"Kalian istirahat duluan saja, pasti kalian capek setelah akad lalu resepsi kunci kamar ada sama Asisten Ivan" ucap mama Indi.


"Nanti saja ma, kita ngobrol-ngobrol dulu. mam belum mau pulang kan? tanya Raina.


"Nunggu papa kamu dulu yang kalo sudah ketemu dengan mereka bisa lupa waktu."


Ivan kemudian datang menghampiri mereka "Bos l. ini kunci kamarnya, segala keperluan sudah saya siapkan" ucap Ivan yang berdiri bersama Anya.


"Kalian berdua pakai saja mobilnya pulang kasian Anya kalo naik taksi lagi. jangan lupa untuk jemput besok" seru Raihan


"Terima kasih bos."Ucap Ivan kemudian menoleh ke arah Anto "tuan Anton ini kunci kamarnya dan ini kunci untuk tuan Rahmat" ucapnya sambil membagikan key card kamar hotel mereka.


"Loe biasa aja kali manggilnya. gak usah pakai tuan segala. BTW selamat ya atas suksesnya lamaran mu" sahut Anton.


"Terima kasih atas ucapannya" balas Ivan.


"Selamat ya Van, Jangan lama-lama halalinnya" Seru Rahmat.


"Eh iya lupa. Mas Ivan, lamarannya keren selamat ya mas Ivan dan mbak Anya. Ditunggu undangannya" sahut Raina.

__ADS_1


"Terima kasih nona. Nunggu bonus dulu dari bos buat modal nikahnya" sahut Ivan.


"Nona, ingat ya pesan saya tadi" ucap Anya pelan.


Kini Raihan dan Raina sudah berada didalam kamar yang memang dikhususkan untuk pemilik hotel.


"Mas. kamarnya luas banget. Jadi betah kalo tinggal disini" seru Raina yang baru melihat kamar hotel yang menurutnya sangat mewah.


"Ini kamar memang khusus untuk pemilik hotel. Hanya mas dan kakek yang bisa tidur disini" sahut Raihan."Mas mau mandi dulu, atau kamu mau mandi bareng? lanjutnya.


"Dasar mesum, mandi sana aku mau lihat kado dari Anya" sahut Raina yang melangkah menuju meja tamu yang berada di dalam kamar itu. Sementara Raihan melangkah menuju kamar mandi sambil membawa pakaian gantinya.


Raina kemudian meraih paper bag yang berada diatas meja dan melihat isinya "Aduh Anya ada-ada saja, masa disuruh pake saringan teh" gumah Raina. Dia kemudian berkeliling mencari pakaian gantinya yang sudah disiapkan tadi. "ini pasti kerjaan mama nih, tasnya diumpetin dimana sih"


Karena tidak mendapat pakaian gantinya dia kemudian duduk di depan meja rias lalu membersihkan wajahnya dari make upnya. Raina berusaha membuka resleting gaunnya tapi susah. Raihan yang baru selesai mandi keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Mas, bantu bukain nih resleting gaunnya. Tangan aku gak nyampe" Sahut Raina.


Raihan mendekati Raina lalu membuka resleting gaun yang dipakai Raina. Terpampang punggung putih mulus didepannya membuat nafasnya naik turun.


Raina kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. karena lupa sesuatu akhirnya dia kembali keluar dari kamar dan meraih handbag yang berisi handphone dan perlengkapannya lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Raihan yang masih tegang naik keatas tempat tidurnya untuk meluruskan badannya yang terasa remuk."Gak lagi-lagi deh gue nikah. Capek banget padahal cuma salaman saja" gumahnya dalam hati.


Raina kemudian keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi lalu berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya dan memakai cream malam.


setelah itu dia naik ketempat tidur. "Kamu tidur pakai itu? apa gak lembab? tanya Raihan.


"Pakaian gantinya gak tau disimpan dimana sama mama" sahut Raina.


"Gak usah pakai apa-apa sayang kan ini malam pertama kita" sahut Raihan seraya mengelus rambut Raina.


"Maaf mas. aku gak bisa"


"Kenapa? Kamu gak mau ngasih mas yang itu?" tanyanya lagi.


"Bukan gitu mas, aku lagi datang bulan. baru kemarin dapat masih lima hari lagi" jawab Raina.


Raihan langsung melorotkan badannya lalu masuk kedalam selimut.


"Maaf ya mas. ini juga bukan keinginanku" sahut Raina yang melihat wajah kecewa suaminya. "Eh pasti mas Anton juga gak bisa malam pertama" sahut nya lagi.


Raihan berbalik menatap Raina "Kenapa?" tanyanya penasaran.


"Aku sama Aulia kadang bersamaan datang bulan. Biasanya kalau bukan aku duluan dia yang duluan" seru Raina.


"Kami berdua senasib dong. Palingan Cuma simamat itu yang untung malam ini"


Karena lembab Raina membuka jubah mandinya dari balik selimutnya " mas peluk dong, masa gak mau peluk sih" seru Raina. Raihan langsung bergeser memeluk tubuh Raina dari balik selimut. dia merasakan tangannya yang langsung menyentuh kulit Raina.


"Kamu gak pakai jubah mandi? tanya Raihan.

__ADS_1


"Lembab, gak enak rasanya"


Tangan Raihan mulai nakal menyusuri tubuh Raina "Mas tidur aja deh. kalo mau pegang boleh tapi aku gak tanggung jawab ya" ucap Raina. Raihan kemudian menarik Raina kedalam pelukannya. Raina pun membalasnya dan menjadikan lengan suaminya sebagai bantal. Mereka kemudian tidur sambil berpelukan.


__ADS_2