Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Sidak hari pertama


__ADS_3

Mentari pagi menyapa ummat manusia yang mendiami seluruh pelosok negeri. Raihan menyambut pagi seperti biasa. Pagi ini dia sudah bersiap untuk mulai membasmi tikus-tikus yang menggerogoti perusahaannya.


"Pagi semua" sapa Raihan yang melihat kedua sahabatnya dan Faizal sedang sarapan pagi di hotel bersama seorang polwan cantik.


"Pagi" Jawab sahabatnya.


"Selamat pagi" ucap Faizal dan polwan itu.


"Wah pagi ini kita kedatangan tamu nih" ucap Raihan sambil melirik polwan itu.


"Perkenalkan dia Briptu Fauziah tunangan saya" ucap Faizal memperkenalkan mereka.


"Salam kenal Briptu Fauziah, Saya Raihan" ucap Raihan sambil berjabat tangan dengan Briptu Fauziah.


"Salam kenal pak, panggil saja saya Chia biar lebih akrab" ucap Briptu Fauziah


"Ayo sarapan dulu, ini sudah dipesan untuk loe" sahut Anton.


"Mark dan Bams kemana?" tanya Raihan.


"Mereka disana" ucap Anton yang menunjuk kebelakang Raihan.


Raihan kemudian memanggil mereka "Kenapa mejanya terpisah, gabung disini saja masih ada kursi kosong" perintah Raihan.


"Maaf tuan kami disana saja"


"Pindah kesini sekarang" perintah Raihan dengan tegas membuat Mark dan Bams memindahkan sarapannya dan bergabung dengan mereka.


"Lain kali jangan memisahkan diri, nanti dikiranya saya membeda-bedakan kalian." ucap Raihan.


"Baik bos" jawab keduanya.


"Apa Briptu Chia akan ikut kita nanti? tanya Raihan.


"Maaf sebelumnya jika saya lupa menyampaikan, wilayah proyek tersebut tidak masuk dalam area tugas saya jadi saya minta tolong kepada Chia yang bertugas di wilayah tersebut" jawab Faizal.


"Terimakasih Briptu Chia sudah bersedia membantu" ucap Raihan.

__ADS_1


"Sudah kewajiban saya sebagai polisi dan termasuk wilayah tugas saya. Saya juga bertugas sebagai penyidik" ucap Briptu Fauziah.


"Nanti langsung ke proyek atau kekantor cabang dulu? tanya Rahmat.


"Kita kekantor cabang dulu baru keproyek. Team audit internal sedang berada di sana, saya mau lihat langsung kinerja mereka" jawab Raihan.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka bergerak menuju kantor Buana marketing galeri. Letak kantor yang berada di Bisnis Area membuat jalanan disekitarnya padat dipagi hari dengan aktivitas pegawai yang ingin berangkat bekerja.


Setelah beberapa menit mereka telah sampai di depan gedung Kantor Buana marketing galeri. Kedatangan mobil patroli polisi dan sebuah mobil Fortuner membuat heboh pihak keamanan dan pegawai.


Mark dan Bams langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Raihan dan Rahmat Sementara Anton lebih memilih ikut dimobil patroli bersama dengan Iptu Faizal dan Briptu Fauziah.


Kedatangan Raihan disambut oleh Projects manager, Manager Keuangan, manager HRD dan manager pemasaran dan Spv projects dan staff. Team audit internal yang sudah berada di kantor itu ikut menyambutnya.


Raihan mendekati mereka "Mana GM kalian? tanya Raihan dengan tegas.


"Belum tiba Tuan" Jawab Projects manager.


Raihan melirik jam tangannya "Ini sudah jam 9 tapi GM belum datang. Harusnya dia menjadi contoh bagi pegawai. Kalian Jangan ada yang memberi tahu dia jika saya berkunjung."ucap Raihan lalu berjalan memasuki kantor diikuti oleh yang lain. "Selain manager keuangan dan projects manager, yang lain kembali bekerja seperti biasa" lanjutnya.


Mark dan Bams terus berdiri di belakang Raihan yang sedang duduk di kursi tamu yang ada di lobby kantor. Dia menunggu kedatangan GM yang sejak tadi belum menampakkan diri. Diliriknya jam tangan yang sudah menunjukan angka 10 tapi belum ada tanda-tanda kedatangan GM.


"Apakah seperti ini GM yang bertanggung jawab? datang jam sebelas tapi tidak tahu jam berapa pulangnya" sarkas Raihan.


"Maaf tuan saya ada urusan penting diluar" ucap GM memberikan alasan.


"Karena kamu sudah datang, kita pindah ke ruanganmu" sahut Raihan. GM kemudian berjalan lebih dulu menuju ruangannya yang berada dilantai dua kantor itu.


Setelah berada diruangan GM Raihan duduk Sofa tamu bersama dengan rombonganya.


"Kalau ini alasanmu apa? tanya Raihan sembari melemparkan beberapa berkas didepan GM. "Kamu dan kamu juga buat alasan tentang isi berkas itu" bentak Raihan.


Mereka kemudian membuka berkas-berkas itu dan melihat bukti penyelewengan dana yang mereka lakukan. "Ini tidak benar Tuan, semua hanya fitnah yang ingin menjatuhkan kami" sahut GM.


"Kepada siapa kalian mengirimkan uang itu? Tidak usah mengelak lagi. Jika kalian tidak bisa menjawab terpaksa kalian akan dibawa oleh mereka" ucap Raihan sambil menunjuk Faizal dan Fauziah yang sedang duduk bersamanya.


"Tuan kami tidak melakukan seperti yang ada dilaporan itu" elak manager keuangan.

__ADS_1


"Laporan yang dibuat oleh team audit internal tidak benar Tuan" elak projects manager.


"Kalian tidak usah mengelak dengan bukti itu. Pekerjaan team audit internal belum selesai dan saya yang menyelidiki kalian langsung sementara team audit internal menyelidiki bawahan kalian. Nah sekarang kalian hanya perlu memberikan nama-nama orang yang selalu kalian kirimkan uang hasil penggelapan?" tanya Raihan.


"Sepertinya dia tidak akan membocorkan informasi nama-nama itu? sahut Faizal.


"Biarkan kami yang melanjutkan introgasinya dikantor polisi, Anggotaku sudah menunggu di depan" ucap Briptu Fauziah


"Baiklah saya serahkan kepada kalian berdua. Saya dan yang lain langsung ke proyek saja" ucap Raihan. Setelah Briptu Fauziah memanggil anggotanya untuk membawa mereka bertiga kekantor polisi guna dimintai keterangan terkait kasus penggelapan.


Sementara Raihan yang sedang menuju lokasi proyek bersama sahabat dan pengawalnya. Sampai diproyek mereka kaget dengan kurangnya pekerja yang bekerja saat itu. Dia kemudian mendekati direksi keet guna mencari pengawas proyek.


"Dimana semua pekerja? kenapa hanya beberapa orang saja yang masuk? tanya Raihan kepada pengawas.


"Mereka sedang mogok kerja pak, sudah beberapa Minggu gajinya tidak dibayar oleh subkontraktor jadi mereka memilih mogok kerja" sahut pengawas itu.


"Alasannya apa sehingga subkontraktor tidak membayar gaji mereka?


"Menurut informasi, tagihan yang diajukan oleh subkontraktor belum dibayar sampai sekarang"


"Tapi kalau hanya tagihan kan harusnya subkontraktor bisa menghandle dulu" Raihan mulai emosi.


"Masalahnya sudah 3 bulan penagihan mereka belum dibayar pak" ucap pelaksanaan itu.


"Infokan kepada seluruh subkontraktor untuk meeting besok pagi. Saya mau kroscek dulu dengan bagian keuangan kantor pusat" ucap Raihan lalu meninggalkan pelaksanaan itu.


"Rai, Sepertinya kualitas material bangunan juga perlu kamu selidiki? Ini granit lantai bukan yang ORI tp KW1" Sahut Anton.


"Team audit belum sampai kesini untuk memeriksa" ucap Raihan.


"Besok kami harus periksa kembali spesifikasi material yang di aprove oleh Projects manager" sahut Anton.


"Sorry nih, gue gak terlalu paham dengan material bangunan tapi menurut gue nih, kualitas kerja masih dibawah standard. Ini pendapat orang awam ya, anggaplah pendapat konsumen" Rahmat memberikan pendapatnya.


"Gue ajak kalian supaya bisa bantu gue mengatasi permasalah ini, makanya pendapat sekecil apapun akan aku tampung" ucap Raihan.


Mereka terus mengelilingi bangunan apartemen yang masih dalam tahap pekerjaan finishing itu. Beruntung struktur bangunan masih sesuai standard. Tinggal masalah finishing yang perlu penanganan serius dan lebih mendetail.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2