
Hari ini Raihan sudah berada di perusahaan, dia kembali melanjutkan rutinitas sehari-hari sebagai seorang direktur utama.
Sebagai seorang direktur dia mempunyai banyak tanggung jawab yang harus dipikul sendiri. Hal itu membuatnya tidak bisa berlama-lama untuk meliburkan diri setelah acara pernikahannya.
Ivan masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu "Sudah masuk aja nih? Saya kira bos mau bulan madu dulu" ledek Ivan.
"Aish. Dosa apa aku dimasa lalu sehingga aku harus bertemu dengan Asisten gak ada akhlak seperti kamu" Geram Raihan melihat tingkah asisten yang terus meledeknya.
"Hahaah.. Bos ada-ada saja. Ini berkas yang harus ditandatangani" ucap Ivan sambil menyerahkan berkas kepada Raihan.
Tak berselang lama Anya muncul membawa beberapa berkas ditangannya "Cie pengantin baru sudah masuk kerja" ledek Anya.
"Kalian berdua mau dipecat ya? berani meledek direktur utama" bentak Raihan.
"Hahaha bos kalau marah itu seperti Ada manis-manisnya.
"Emang aku air mineral botol? Sudah mana berkasnya, Mengenai proyek ditangerang bagaimana?
"Semua aman terkendali, Brian tidak berani lagi berulah setelah preman bayarannya KO" ucap Ivan. sementara Anya menyerahkan berkas ditangannya.
"Kalau begitu kalian keluar"
"Sepertinya bos belum dapat jatah jadi uring-uringan. Ayo sayang kita keluar, nanti kena marah lagi" ledek Ivan kemudian mengajak Anya meninggalkan ruangan Direktur.
"Huh dasar kalian karyawan durjana. Pergi jauh-jauh sana" pekik Raihan mengusir keduanya.
Sementara Raina yang masih berada dikampusnya ditemani oleh Teman dekatnya Nisa.
Mereka sedang mengerjakan tugas yang belum selesai karena ijin beberapa hari di perpustakaan karena seminggu lagi akan ujian akhir semester.
"Na gimana malam pertamanya? bisik Nisa.
"Huss belajar sana, gak usah bahas malam pertama" bisik Raina.
Raina berusaha mengejar ketertinggalannya dibeberapa mata kuliah dengan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosennya.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya Raina mengajak Nisa kekantin untuk santai sejenak sembari menikmati minuman dingin favoritnya.
Setelah sampai dikantin dan memesan minuman mereka berdua duduk di kursi kosong yang ada dikantin.
__ADS_1
"Raina. Gimana rasanya jadi istri sultan?" tanya Nisa.
"Gak gimana-gimana, Biasa aja cuma bedanya sekarang ada yang nemenin bobok doang" jawab Raina.
"Bobok enak ya? Diraba dipeluk.
"Hussstt. Loe pikirannya mesum terus"
"Emang loe gak berfikir mesum ngeliat penampakan suamimu yang gantengnya kebangetan gitu. Apalagi kalo diliat dari postur badannya pasti perutnya kayak roti sobek" ungkap Nisa tentang kekagumannya.
"Belum liat sih, entar deh kalo pulang gue liatin" ucapnya polos tanpa filter membuat temannya menepuk jidatnya.
"Artinya loe belum ngapa-ngapain dong? Rugi amat ya jadi bini"
"Bukan gak mau tapi belum bisa. Gue kan lagi red light jadi nunggu green light nyala baru bablas. hahahaha"canda Raina.
"Dasar cewek gak ada akhlak. Ngomongnya ga bisa difilter gitu? Heran gue sama suami loe bisa-bisanya jatuh cinta sama cewek gesrek kayak loe"
"Kan ada namanya pencitraan. Gue baru nunjukin sifat asli gue setelah lamaran jadi dia gak bisa mundur lagi"
"Hahahaha. Gue kasian sama suami loe"
"Emangnya gue bikin suami gue menderita gitu? Enggaklah, gue sayang-sayang dong kecuali dia buat ulah baru gue hukum" sahut Raina
Raina tidak menyahut sementara Nisa yang memperhatikan pemuda itu tak berkedip. Pemuda itu melirik kearah Raina yang cuek saja.
"Tidak boleh ya? Maaf mengganggu" ucapnya menyadarkan lamunan Nisa.
"Boleh, silahkan duduk." Ucap Nisa. "Maaf saya tidak pernah melihat sebelumnya. Kamu bukan mahasiswa disini?" tanya Nisa lagi.
"Saya mahasiswa pindahan dari Jogjakarta, Perkenalkan nama saya Ervin Malik. ini hari pertama saya kuliah di sini" Jawabnya sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman. Nisa menyambut uluran tangan Ervin tapi tidak dengan Raina.
"Saya Nisa mahasiswa kedokteran dan ini teman saya Raina." Sahut Nisa.
"Kalian mahasiswa kedokteran juga? Semester berapa?" tanyanya lagi.
"Saya dan teman saya semester 6" jawab Nisa.
"Temanmu lagi sariawan ya? Dari tadi diam saja." tanya Ervin yang sejak tadi melihat Raina yang diam saja mendengarkan percakapan mereka tanpa menoleh ataupun tertarik untuk ikut nimbrung dalam percakapan.
__ADS_1
"Biasa dia introver. dikampus ini hanya Aku temannya" bela Nisa yang melihat Raina tidak senang dengan kedatangan Ervin.
"Nis, gue duluan ya. Gue mau tempatnya mas Rai dulu" ucap Raina.
"Loe mau kemana? bentar lagi dosen masuk" cegah Nisa yang melihat temannya ingin bolos.
"Pak Husain gak masuk, ini barusan dia chat ke gue. Gue kan anak bimbingannya. Udah ah gue duluan." ucap Raina sambil menunjukkan bukti chat di hpnya lalu meninggalkan mereka berdua.
"Dia mau kemana?" tanya Ervin yang sejak tadi terus memandangi kecantikan Raina.
"Biasa, kekantor pacarnya" jawab Nisa.
"Emang bos ditempat kerja pacarnya gak melarang? Kan mengganggu waktu kerja pacarnya" tanya Ervin penasaran.
"Ya enggak lah, orang pacarnya yang punya perusahaan" jawab Nisa.
"Hah. Serius? jangan-jangan pacarnya sudah tua ya?
"Hahaha loe pikirannya jelek aja. Pasti loe mikirnya dia itu sugar baby ya? Pacarnya masih muda, kalo gak salah umurnya baru 26 tahun dan baru beberapa bulan ini diangkat jadi direktur utama Buana Group" jawab Nisa.
"Pantas dia suka cowoknya tajir" cibir Ervin.
"Loe negatif thinking melulu. Raina sama Pacarnya mulai pacaran waktu pacarnya masih jadi ojek online." jawab Nisa membuat Ervin merasa jika susah untuk bersaing dengan pacarnya Raina. "Tapi jika loe suka sama Raina mending loe mundur saja karena Raina sudah tunangan dan dia itu bucin akut sama pacarnya. buktinya setiap hari disatroni ke kantornya. Sebelum elo ada yang namanya Erik yang suka gangguin Raina. Perusahaan bokapnya dibikin bangkrut sama pacarnya Raina sampe Erik diusir dari rumahnya dan sekarang jadi ojek" lanjut Nisa menjelaskan panjang lebar agar Ervin berpikir panjang jika ingin mendekati Raina.
"Selama janur kuning Belum melengkung masih ada kesempatan untuk ditikung" ucap Ervin jumawa.
"Hahaha. Dikampus ini gak ada yang berani selain elo, mereka masih mau kuliah disini. Loe tau kan nama kampus kita apa?"
"Ya taulah Universitas Buana" jawab Ervin
"Dan loe tau siapa pemiliknya?" tanya Nisa kembali dan dijawab gelengan kepala oleh Ervin. "Pacarnya Raina lah siapa lagi. Dia kan direktur utama Buana Group yang artinya perusahaan, universitas dan rumah sakit itu milik dia. Jadi gue harap loe jangan coba-coba untuk ganggu Raina jika masih ingin menjadi seorang dokter." lanjutnya.
"Kan baru tunangan, Siapa tau dia berubah pikiran. Apalagi jika aku dekati keluarganya. Seorang Ervin tidak mengenal kata menyerah" ucapnya jumawa.
"Loe ternyata saiko juga ya? Kalo loe mau ketemu sama bokapnya silahkan gue kasih alamat kantornya. Bokapnya direktur Buana Hospital yang artinya masih bawahan pacarnya Raina. Apa menurut elo dia akan memilih elo daripada pacarnya Raina yang masih atasannya? Hahaha jangan berharap. Apalagi nyokapnya Raina, loe bisa tanya sama cowok yang kenal sama Raina gimana nyokapnya. Anak-anak memberikan gelar singa betina" ucap Nisa. "Udah ah gue males dekat sama cowok saiko kayak loe yang langsung mau jadi pecakor"
"Apaan pecakor?
"Perebut pacar orang" ucap Nisa lalu meninggalkan Ervin yang masih duduk ditempatnya.
__ADS_1
"Apa dia benar-benar tidak mengenalku? padahal kita masih satu sekolah dulu" ucap Ervin dalam hati.
Ervin yang sejak masih duduk di kelas 10 SMA sudah menyukai Raina tapi Raina yang selalu dikawal oleh kedua sahabatnya susah untuk didekati apalagi dia terkenal anak introvert dan jago beladiri membuat cowok-cowok enggan untuk berurusan dengan dia. setelah Ervin pindah ke Jogjakarta karena ayahnya pindah tugas kesana membuat semakin susah untuk dekat dengan Raina.