Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Olahraga Pagi


__ADS_3

Sudah seminggu sejak pertemuan mereka di markas Darkside. Raihan terbangun dari tidurnya setelah mendengar lantunan ayat suci Al-Quran yang diputar di mesjid dekat rumah Raina. Dia kemudian membangunkan istrinya untuk sholat subuh. Setelah Raina terbangun dari tidurnya dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu. Raina menunggu suaminya sambil menguap. Setelah suaminya keluar dari kamar mandi dia kemudian berjalan menuju kamar mandi. Setelah berganti pakaian Raihan menyiapkan sajadah untuk sholat berjamaah dengan istrinya.


Sembari menunggu Raihan membaca Al-Qur'an, Terdengar suara merdu Raihan ketika membaca Al-Qur'an menggema dipenjuru kamar. Raina yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum melihat suaminya sedang mengaji.


Setelah selesai berganti pakaian dan mengenakan mukena dia kemudian mendekati suaminya. "Sudah selesai mengajinya?"


"Sudah, Ayo kita shalat" jawab Raihan. Mereka kemudian shalat subuh berjamaah.


Setelah selesai dia kemudian berjalan menuju ruang ganti pakaian untuk bersiap-siap berolahraga disekitar kompleks perumahan sekalian rencana mengunjungi warung bude Siti.


"Mau olahraga sayang?" tanya Raina yang melihat suaminya sudah siap dengan pakaian olahraganya.


"Iya, mau lari keliling komplek saja sekalian mau mengunjungi warung bude Siti. Sudah lama tidak kesana" jawab Raihan "Mau ikut gak?" ajaknya lagi.


"Gak ah, aku masih ngantuk. Mas sih gak biarkan aku tidur semalam" jawab Raina.


"Ya sudah istirahat saja dulu. Sarapan saja duluan aku sarapan di warung bude Siti saja" sahut Raihan. Dia kemudian mengecup bibir istrinya lalu berjalan keluar kamar.


Raihan kemudian berlari disekitar kompleks perumahan, tampak beberapa orang juga menikmati Minggu pagi dengan berolahraga.


Setelah berlari beberapa putaran dia kemudian berjalan keluar komplek menuju warung bude Siti. Tampak warung itu baru buka karena bude Siti masih mengatur beberapa jualannya.


"Selamat pagi bude" sapa Raihan lalu duduk di bangku panjang.


"Eh mas Rai, kemana saja toh? Bude kira kamu sudah lupa sama bude." sahut bude Siti yang melihat Raihan.


"Maaf saya sibuk bude. Banyak kerjaan dikantor" jawab Raihan.


"Walah sudah kerja kantoran toh. Itu temanmu si Anton juga gak pernah datang sejak kamu menghilang. Mau sarapan atau mau kopi?


"Sarapan seperti biasa bude sekalian Kopinya." jawab Raihan "Anton juga sudah kerja kantoran bude"


"Kamu tinggal dimana sekarang?


"Tuh dirumah dokter Chandra bude. Aku sudah nikah sama anaknya. Oh iya, Anton juga sudah nikah"


"Walah kamu sama Anton nikah tidak ngundang bude, lupa ya sama bude? ? waktu dengar anaknya dokter Chandra nikah bude sedih karena mengira bukan nikah sama kamu" ucap bude seraya menyerahkan piring berisi nasi uduk.


"Wah nasi uduk bude Siti emang tidak ada duanya" ucapnya sambil mengunyah makanan.


"Kamu itu tidak berubah, pintar memuji bude. Nih kopi hitamnya seperti biasa"

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanannya, Raihan menyesap kopi hitam buatan bude Siti yang dulu selalu menemani paginya sebelum mengojek. Sejak dikeluarkan dari Grahadi Properti dan mengojek, disinilah tempatnya makan dan menunggu orderan.


"Bude, Saya pulang dulu" ucap Raihan sambil menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Ini terlalu banyak, kopi sama nasi uduknya hanya 20ribu"


"Ambil saja bude, hitung-hitung sebagai hadiah untuk bude" ucap Raihan lalu pergi meninggalkan bude Siti.


Sementara itu dijogja, Permasalah kakek Cakra makin memanas dengan pihak keluarganya yang tetap menolak keinginan kakek untuk mewariskan seluruh kekayaannya kepada Raihan.


Mereka menganggap jika Raihan adalah anak yang tidak diakui oleh keluarga karena ibunya kawin lari dengan pria miskin dan tidak diketahui asal-usulnya. Walaupun dia anak kandung dari Dinda putri Kakek Cakra tapi darah yang mengalir dari tubuhnya bukan darah Keluarga Buana.


Ketegangan makin menjadi ketika rencana pemindahan kantor pusat dari Jogja ke Jakarta dipublikasikan oleh kakeknya. Keponakan Kakek Cakra menentang dengan keras rencana tersebut.


Sebenarnya hal ini sudah diprediksi sejak lama oleh kakek Cakra. Hanya saja dia terlalu sibuk dengan pencarian anak dan menantunya sehingga membuat dia jatuh sakit. Asisten Bobi telah beberapa kali mengingatkan akan hal ini tapi tidak digubris oleh kakek Cakra.


Saat ini kakek Cakra sedang bersama dengan Asisten Bobi diruang kerjanya "Bobi, bagaimana pergerakan Raihan sampai saat ini? tanya kakek Cakra.


"Sementara ini dia sedang mengadakan penyelidikan secara diam-diam diseluruh cabang perusahaan Buana tuan"


"Bagaimana dengan kasus disulawesi?


"Pantau terus perkembangannya, kamu juga pantau terus pergerakan anak-anak Ganendra. Saya taku mereka nekad" ucap Kakek Cakra.


"Baik Tuan" jawab Asisten Bobi.


Sementara itu Raihan sedang menikmati hari weekend dirumah dengan berkumpul bersama keluarga Raina. Mereka ngumpul bersama di ruang keluarga.


"Kalian gak keluar jalan-jalan?" tanya mama Indi.


"Entar Siang rencana mau ngumpul bareng Aulia dan Kristina" jawab Raina.


"Bertiga saja?


"Iya ma, Kan mas Rai mau pergi mancing sama papa" jawab Raina.


"Papa mau ajak Raihan mancing?


"Iya dong. Sekalian sama teman-temannya biar ada yang menemani. Dari pada dia suntuk mikirin kerjaan terus" jawab papa Chandra.


"Aku juga mau merasakan nikmatnya mancing seperti yang diceritakan papa" ucap Raihan.

__ADS_1


"Gak sekalian ngajak kedua antek-antekmu? tanya mama Indi.


"Wah boleh juga tuh, entar aku suruh mereka langsung ke pemancingan" jawab Raihan. "Sayang, jam berapa perginya?" Raina menoleh mendengar pertanyaan itu.


"Entar jam 1 perginya" jawabnya seraya tersenyum.


"Mau diantar? Raihan sekarang mulai khawatir dengan keselamatan Raina. Setelah mendapat pesan dari asisten Bobi yang menyuruh Raihan untuk berhati-hati.


"Gak usah sayang, lagian ketemu di restoran tempat biasa kok" jawab Raina.


"Setelah dari sana mau kemana lagi sayang?" tanya Raihan.


"Rencananya sih mau ke mall jalan-jalan" jawab Raina


Raihan lalu mengambil HP-nya dan mengirimkan Ivan pesan.


✉️ "Boking Emilia resto mulai dari jam 12:30 sampai jam 3. Siapkan pengawal untuk mengawal Raina dari jauh. Kawal dari sejak keluar dari rumah sampai kembali ke rumah dan jangan biarkan ada bahaya mendekati"


Pesan dari asisten Ivan


✉️ "Baik Tuan."


Setelah menerima pesan dari asisten Ivan, Raihan kemudian meletakkan kembali HP-nya dimeja.


"Rai, Bagaimana kondisi tuan Cakra?" tanya papa Chandra.


"Alhamdulillah kakek sehat pah, tadi sempat berbicara ditelpon. Sepertinya kakek belum bisa kembali ke Jakarta sebelum perusahaan pusat pindah" jawab Raihan.


"Permasalah yang kakekmu hadapi sepertinya makin besar, papa tau jika mereka menolak mengakui bahwa kamu adalah pewaris tunggal Buana Group" sahut papa Chandra.


Raina yang baru mendengar permasalahan itu sontak menatap tajam ke arah Raihan yang duduk di sampingnya "Kenapa gak pernah cerita?"


Raihan menghela nafas "Bukan gak mau cerita tentang masalah itu tapi aku gak mau kamu ikut memikirkan hal yang tidak penting itu. Walaupun mereka berusaha menolak tetap tidak berpengaruh. Lagian mereka sudah kalah karena kakek sudah menunjukkan bukti-bukti jika aku memang benar cucunya" Jawabnya.


"Terus kenapa mereka masih menolak?


"Semua karena keserakahan dari Adik dan ponakan kakek Cakra. Mereka ingin sepenuhnya menguasai kekayaan kakek Cakra" jawab Raihan.


"Wah ternyata uang memang bisa buat hubungan keluarga jadi putus" Celetuk mama Indi.


"Sebenarnya kakek sudah memutuskan hubungan dengan mereka, hanya karena mereka memohon jadi kakek tidak memecatnya diperusahaan. Sekarang kakek menyerahkan semua permasalahan itu keruanganku dan memintanya untuk menyelesaikannya sebelum kantor pusat pindah" sahut Raihan.

__ADS_1


__ADS_2