
Weekend telah tiba, Sebagian orang memilih untuk bersantai di rumah dan sebagian lagi memilih berlibur bersama keluarga tapi berbeda dengan Raihan yang harus tetap berada di samping istrinya yang masih belum ada tanda-tanda akan segera sadar dari Koma..
Sejak pagi Raihan dengan setia menemani istrinya sambil bercerita tentang kegiatan apa saja yang dia kerjakan, masalah yang dihadapi oleh perusahaan sampai rencana pernikahan Iptu Faizal dan Briptu Fauziah yang ingin menunggu Raina sadar baru akan melangsungkan pernikahan.
Semua itu tak luput dari cerita yang keluar dari mulutnya. Dia juga bercerita tentang Rahmat yang diberi kejutan tentang kehamilan istrinya ketika datang kerumah sakit.
Sembari bercerita Raihan membersihkan tubuh istrinya dengan handuk basah yang di celupkan ke dalam air hangat. Raihan sangat telaten merawat istrinya. dia tidak membiarkan perawat maupun mertuanya untuk melakukannya.
Setelah mengganti pakaian istrinya dan merapikan kembali selimutnya dia duduk disamping istrinya dan melanjutkan ceritanya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, terdengar suara ketukan di pintu ruangan. Raihan mendekati pintu dan memutar kuncinya lalu membuka pintu.
"Ada apa? tanya Raihan kepada Mark pengawal yang mendapatkan jadwal jaga hari ini.
"Kakek Cakra sedang menuju kemari bos, dia sudah ada didepan rumah sakit, beliau bersama dengan asisten Bobi dan keluarganya. asisten Ivan yang menjemputnya di bandara" jawab Mark.
"Minta Bams untuk menjemputnya" perintah Raihan.
"Bams sudah menunggu di depan lift bos" jawab Mark.
"Langsung masuk saja jika sudah tiba" sahut Raihan lalu kembali menutup pintu dan berjalan menuju kursi samping tempat tidur.
"Maaf sayang, tadi saya tinggal sebentar karena Kakek Cakra sedang menuju kemari. dia mau menjenguk kamu sayang. apa kamu tidak ingin menyambut kedatangan Kakek? tidak sopan tahu jika ada yang berkunjung baru kamu hanya tiduran saja" ucap Raihan sendu.
Tak lama pintu ruangan terbuka, tampak kakek Cakra datang bersama asisten Bobi beserta keluarga dan asisten Ivan. beliau berjalan dengan menggunakan tongkatnya.
"Selamat datang kakek, maaf tidak bisa menjemputmu di bandara" ucap Raihan lalu mencium punggung tangan kakeknya.
Kakek Cakra kemudian memeluk cucunya itu untuk menguatkannya.
"Bagaimana keadaan cucu mantuku? apa sudah membaik?" tanya kakek Cakra.
"Keadaannya sudah stabil kek, hanya saja dia belum ada tanda-tanda akan segera sadar kembali" jawab Raihan lalu beralih ke asisten Bobi
"Selamat datang paman, Tante dan Melani. Kalian apa kabar?"
"Kami semua baik nak" ucap Tante Dilla istri asisten Bobi
"Ivan, kenapa tidak sediakan kursi roda buat kakek? mau buat dia kelelahan?" seru Raihan kepada asisten Ivan.
__ADS_1
"Kakek sudah sehat, jantungku sudah normal kembali. tidak perlu kursi roda, kakek juga capek duduk terus" sahut kakek Cakra menenangkan cucunya itu.
Kakek Cakra dan keluarga asisten Bobi mendekati tempat tidur Raina, perlahan kakek duduk di kursi samping tempat tidur lalu meraih tangan Raina dan menggenggamnya.
"Nak, Kakek sudah datang, ditelpon selalu memaksa kakek untuk pulang ke Jakarta dan tinggal bersama. Sekarang kakek sudah datang, bangunlah kembali agar kita bisa bercanda di halaman belakang" ucap kakek Cakra dengan mata berkaca-kaca.
"Kak bangun dong, katanya mau temani aku jalan-jalan sambil belanja menghabiskan uang kakek. kakak sudah janji sama Melani loh." ucap Melani.
Setelah mereka bercerita disamping Raina mereka melangkah menuju sofa tamu yang ada di ruangan itu.
"Kakek akan tinggal lama kan disini" tanya Raihan.
"Kakek belum tahu, Takutnya kakek merindukan rumah itu dan pastinya kakek akan kembali ke sana lagi" jawab kakek Cakra.
"Kek, ada berita penting yang harus aku sampaikan" ucap Raihan.
"Apa itu?" tanya kakeknya.
"Kami akan segera bergerak untuk menangkap dalang utama dibalik penggelapan dana perusahaan. semua bukti dan orang-orang yang terlibat sudah ada ditanganku" ucap Raihan
"Kapan kamu akan bergerak? dan siapa dalang utamanya?" tanya kakek Cakra.
"Sebenarnya ini juga salah kakek, sudah lama Bobi memperingatkan akan pergerakan Ganendra diperusahaan tapi kakek terlalu sibuk mencari mama dan papamu sampai kakek jatuh sakit." ucap kakek Cakra.
"Apa kakek tidak keberatan jika saya menghukum mereka?" tanya Raihan.
"Mereka terlalu serakah, Harta kakek ini bukan dari warisan Keluarga tapi hasil kerja keras Kakek dan nenek sehingga mampu membuat perusahaan kontraktor. Awalnya kami hanya mengerjakan proyek bangunan milik pemerintah. Tapi lama-lama berkembang sehingga mampu membangun perumahan diatas tanah warisan milik nenekmu dijogja. akhirnya setelah kehadiran mamamu, kakek bekerja lebih keras lagi sampai perusahaan berkembang dengan pesat. sebagai seorang kakak, kakek menarik Ganendra masuk kedalam perusahaan bersama anaknya karena kakek ingin mengangkat hidup mereka menjadi lebih baik tapi mereka jadi tamak dan serakah. Sudah beberapa kali melakukan penggelapan dana perusahaan dan sampai Kakek menghukum mereka dengan mencabut semua jabatan mereka tapi tidak kapok juga karena mereka berhasil menempatkan orang-orang kepercayaannya di beberapa proyek besar dan kakek tidak mengetahuinya" kakek Cakra menjeda ceritanya "Sekarang semua ada di tanganmu, kakek percayakan padamu untuk memberikan mereka hukuman tapi jangan sampai membunuh mereka karena bagaimanapun juga mereka masih saudara kakek" lanjutnya.
"Baiklah kek, saya akan memberikan mereka hukuman yang setimpal, dan satu lagi kek berita penting yang harus Kakek dengarkan, Raina mengandung" ucap Raihan.
"Terus bagaimana perkembangan kesehatan janin yang ada didalam kandungan Raina?" tanya kakek Cakra dengan semangat.
"Alhamdulillah perkembangan kesehatan janinnya sehat. Dokter setiap hari memantau perkembangan kesehatannya, Raina tetap diberikan makanan cair untuk memberikan nutrisi pada anak dalam kandungannya" jawab Raihan
"Mertuamu dimana?" tanya kakek Cakra.
"mereka sudah diberitahu tentang kedatangan Kakek, mungkin sekarang sedang perjalanan kemari" ucap kakek Cakra.
"Rencananya Melani akan pindah ke Jakarta" ucap asisten Bobi
__ADS_1
"Kenapa kamu pindah ke Jakarta?" tanya Raihan
"karena kantor pusat pindah saya juga ikut pindah, sekalian nyari jodoh Siapa tahu mas Rai punya kenalan" jawab Melani..
"Gue punya kenalan tapi tukang ojek, kamu mau?" tanya Raihan.
"Boleh, yang penting ganteng, rajin ibadah dan setia" ucap Melani.
"Wah itu mah susah, lagian kalau ada sudah pasti sold out semua" canda Raihan.
"Siapa tahu kan ada yang nyelip satu biji" balas Melani.
"Hahaha bisa aja kamu, Nanti gue cariin" ucap Raihan.
Tak lama berselang pintu ruangan terbuka dan tampak Dokter Chandra dan mama Indi datang sambil membawa makanan untuk mereka dan menantunya itu.
"Selamat datang Tuan Cakra" sapa dokter Chandra.
"dokter Chandra, kamu tidak pernah berubah. kita kan sekarang sudah jadi besan kenapa masih memanggil tuan, kamu harusnya memanggil paman atau om karena anakmu memanggilku kakek" sahut kakek Cakra.
"Kebiasaan dari dulu susah dirubah, bagaimana kabar anda?"
"Kabarku baik. kamu sendiri bagaimana? tanya kakek Cakra.
"Yah masih seperti dulu tuan selalu sehat" ucap dokter Chandra sambil tersenyum.
Mereka kemudian melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati makanan yang dibawakan oleh mama Indi dari rumah. sengaja membawa makanan banyak karena sudah mengetahui tentang kedatangan Kakek Cakra bersama keluarga asisten Bobi.
To Be Continued.
*Hai readers.
Mungkin diantara kalian banyak yang bertanya-tanya siapa sih nama asli author?
Perkenalkan nama saya Muhammad Rizal
saya seorang pria dengan status duda beranak dua. tapi anak-anak ikut dengan mantan istri.
pekerjaan seorang Arsitek dan pernah menjadi seorang ojek online.
__ADS_1
Silahkan follow Instagram @agharchita*