
Mereka kemudian duduk dikursi ruang tunggu keluarga pasien, tampak ekspresi cemas diwajah mereka semua. Raihan tak berhenti berdoa untuk keselamatan istri dan anaknya.
Mama Indi masih terus terisak sembari memeluk tubuh Kristina, seluruh tubuhnya terasa lemas sehingga hanya bisa bersandar dan memeluk Kristina.
Sudah dua jam operasi berlangsung tapi belum ada tanda-tanda akan selesai, Dokter Chandra mengawasi dari ruangan disamping ruangan operasi yang hanya dibatasi oleh kaca bening dan kedap suara. matanya terus menatap layar yang menunjukkan grafik detak jantung.
Melihat tingkah kesulitan untuk operasi ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 2 jam lagi. Dokter Chandra melangkah keluar dari ruangan itu menuju ruang tunggu keluarga pasien dimana istri dan menatu serta sahabat Raina menunggu.
"Pah bagaimana operasinya?"tanya mama Indi yang melihat suaminya berjalan mendekati mereka.
"Dokter masih berjuang untuk menghentikan pendarahannya, mereka harus berpacu dengan waktu karena Raina tidak menggunakan anestesi total, hanya anestesi didaerah kepala agar janinnya tidak terganggu" ucap dokter Chandra.
Sebagai dokter merangkap Direktur Buana hospital dan sebagai seorang ayah dia merasa serba salah. Sebagai dokter dia hanya bisa memerintahkan kepada dokter spesialis untuk melakukan yang terbaik. sementara sebagai seorang ayah dia merasa tidak tega melihat kondisi anaknya yang sedang berjuang untuk tetap hidup.
Terlihat Ivan dan sekertaris Anya datang menghampiri mereka. Anya kemudian menyerahkan ponsel milik Raihan sementara Ivan berbicara dengan Anton mengenai perkembangan penyelidikan.
Setelah melewati operasi yang memakan waktu lebih dari 4 jam akhirnya lampu yang menandakan operasi sedang berlangsung akhirnya mati. dokter spesialis yang menangani Raina keluar dari ruangan operasi mendekati dokter Chandra.
"Bagaimana hasilnya dok? tanya dokter Chandra.
"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar dan pendarahan dapat dihentikan. Karena letak terjadinya pendarahan berada di kepala bagian kiri terpaksa kami membuka tengkorak kepalanya, untuk sementara waktu masih harus ditempatkan di ruang ICU untuk memenitor perkembangannya" ucap dokter itu.
"Kapan istri saya bisa sadar dok?"
"Kami menunggu 2x24, jika dalam waktu tersebut belum sadarkan diri maka akan dilakukan penanganan khusus dan dinyatakan koma" jawab dokter.
"Dok boleh keruanganku sebentar ada yang perlu dibahas" ucap dokter spesialis yang menangani Raina. Dokter Chandra mengangguk. mereka kemudian berjalan menuju ruangan dokter spesialis saraf.
Setelah sampai di dalam ruangan itu mereka berdua duduk berhadapan di sofa tamu.
"Dok kita harus menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Operasi memang berhasil tapi nona Raina sempat kehilangan banyak darah dan darah sempat menekan sistem saraf di otak. Kemungkinan Nona Raina akan koma dalam waktu yang lama. Tapi akan kami pantau terus perkembangannya dalam 2hari kedepan" ucap Dokter spesialis yang menangani Raina.
"Usahakan yang terbaik, kamu tau kan dia anakku dan cucu menantu kesayangan tuan Cakra Buana" ucap dokter Chandra
"Saya akan memberikan perhatian khusus untuk perkembangan kesehatan Nona Raina" ucapnya.
Dokter Chandra kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu. dia kembali ke tempat dimana istri dan menantunya berada.
__ADS_1
brangkar Raina tampak didorong oleh beberapa perawat menuju ruang ICU untuk memenitor perkembangannya.
***
Dimansion Cakra Buana tampak pak Bobi berjalan dengan tergesa-gesa memasuki rumah dan mencari keberadaan tuan Cakra. setelah bertanya kepada pelayan, dia segera menuju taman belakang dimana tuan Cakra sedang bersantai.
"Selamat siang tuan. Tuan sudah meminum obat jantungnya? soalnya ada berita yang harus saya sampaikan" ucap Asisten Bobi.
"Sudah Bob, Saya rajin minum obat agar cepat sembuh dan menurut dokter kesehatan jantung ku terus membaik" ucap Tuan Cakra.
"Kita harus berangkat menuju Jakarta tuan, Nona muda kecelakaan mobil dan sementara dirawat di Buana hospital" ucap Asisten Bobi.
"Bagaimana keadaannya sekarang?"
"Operasi berhasil tapi menurut dokter Imran yang menangani Nona Raina ada kemungkinan Nona akan Koma karena pendarahan pada kepala sempat menekan sistem saraf kepalanya" lapor Asisten Bobi.
"Hmm.. Kita tunggu perkembangannya baru berangkat ke sana, jangan sampai kita kesana hanya merepotkan mereka. Raihan pasti sedang kacau, hubungi terus Ivan, dokter Chandra dan dokter Imran dan minta mereka untuk terus melaporkan perkembangannya." ucap Tuan Cakra.
"Tuan muda sekarang sudah bergerak menelusuri penyelewengan dana perusahaan dan sepertinya kecelakaan itu ada kaitannya dengan penyelidikan yang dilakukan oleh orang-orang suruhan tuan muda" lapor Asisten Bobi.
"Siapa yang menyelidiki kasus ini? kepolisian?"
"Pintar juga cucuku mencari penyidik. karena jika menggunakan pihak kepolisian pasti akan ketahuan oleh musuhnya. saya rasa kecelakaan yang menimpa cucu menantuku tidak berhubungan dengan penyelidikan mereka" ucap Tuan Cakra.
Kembali ke Jakarta, Dimarkas Darkside tampak beberapa algojo sedang memukuli sopir truk yang menabrak mobil milik Raina disebuah ruangan yang biasa mereka pakai untuk menghukum penghianat organisasi.
Kapten memasuki ruangan itu, dia melambaikan tangannya untuk menghentikan algojo. setelah itu dia mengambil kursi dan duduk di depan sopir truk itu.a
"Siapa namamu?" tanya Kapten dengan tegas.
"Supardi" jawabnya lemah.
"Kamu kenal dengan wanita yang bernama Nurmala, dan anak kecil bernama Sandra?" tanya Kapten kembali.
"Hei banjingan jangan ganggu mereka, mereka tidak ada hubungannya dengan kecelakaan itu" pekik Supardi.
"Baik, saya tidak akan mengganggu mereka tapi jika kamu tidak mau jujur dan menolak memberikan nama yang menyuruhmu menabrak mobil milik Nona kami maka rumah, anak dan istrimu hanya tinggal kenangan" ucap kapten seraya menunjukkan video rumahnya dan terlihat istri dan anaknya sedang bermain di depan rumah.
__ADS_1
"Bagaimana kamu mau memberikan nama yang menyuruhmu untuk melakukan pekerjaan ini?"
"Yang menyuruhku namanya Deri Sudrajat dia tinggal di jalan mawar gang skardan no 20. dia diperintahkan oleh bosnya yang tidak ku ketahui namanya untuk membuat pelajaran kepada gadis itu. hanya saja saya salah mengatur kecepatan sehingga membuat kecelakaan hebat" ucap Supardi.
"Kalian bawa orang itu kemari segera, jika dirumahnya ada istri dan anaknya bawa sekaligus" perintah kapten dengan nada keras membuat anggotanya segera bergerak. mereka juga menghubungi anggota yang sementara berada di lapangan untuk meluncur ke alamat target.
Setelah menunggu 1 jam lebih, Anggotanya datang membawa target bersama keluarganya. "Tempatkan istri dan anaknya diruangan lain, dan bawa banjingan itu keruangan hukuman" ucap Kapten.
Sesampainya di ruangan hukuman, Deri langsung digantung dengan kepala dibawah. algojo mulai beraksi memukuli tubuh Deri. Walau Deri berteriak minta ampun dan bertanya kenapa dia ditangkap tapi algojo terus memukulnya..
Kapten memasuki ruangan itu dan menyuruh algojo istirahat "Kalian istirahat dulu jika dia memilih bungkam kalian pukuli istri dan anaknya diruangan sebelah" ucap kapten.
"Hei apa salahku sehingga kalian memperlakukan aku seperti ini? tanya Deri.
"Kau kenal dengan wanita yang ada difoto ini, atau kau kenal dengan mobil ini? tanya Kapten sembari menunjukkan foto di iPad yang dia pegang.
"Maaf saya hanya diperintahkan untuk mencelakai wanita ini" Ucap Deri ketakutan.
"Kamu tau siapa wanita ini? dia Nona besar kami dan sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati dirumah sakit atas ulahmu"
Bughh.. Bughh.. Bughh.. uhuk.. uhuk..
Kapten melayangkan pukulan dan tendangan kepada Deri karena tidak bisa menahan emosinya yang harus dilampiaskan "Sekarang sebut nama bosmu sebelum istri dan anak itu kami siksa sampai mati" ancam kapten.
"Saya tidak tau nama lengkapnya, dia biasa dipanggil Ervin mahasiswa kedokteran universitas Buana" jawab Deri.
"Jhony, hubungi Nisa teman Nona tanya siapa itu Ervin. Tangkap dan bawa kemari secepatnya" perintah kapten kepada anak buahnya.
"Tolong lepaskan istri dan anak ku, mereka tidak bersalah" pinta Deri.
"Kamu pindahkan dia keruangan dimana istri dan anaknya berada, awasi terus jangan sampai lolos" perintah kapten kepada algojo.
Kapten keluar dari ruangan itu kemudian menghubungi Anton "Bos, Namanya Ervin mahasiswa kedokteran universitas Buana, anggota sementara melacak keberadaannya. jika sudah tertangkap akan segera kami hubungi kembali. terus bagaimana dengan kedua tikus ini?" tanya Kapten.
"Biarkan dulu disana, urus dengan baik jangan sampai mati karena mereka saksi kunci" ucap Anton
"Siap laksanakan bos" ucap kapten lalu menutup telponnya.
__ADS_1
To Be Continued