
Disebuah rumah sederhana tampak seorang gadis sedang berada di teras rumahnya sambil membaca buku-buku kedokteran.
Dia adalah Nisa teman dekat Raina selama berkuliah di universitas Buana, mereka berdua sudah dekat sejak masa orientasi dan sampai sekarang masih tetap bersama.
"Selamat Sore nona Nisa" Sapa Jhonny anggota Darkside yang diperintahkan untuk mencari keberadaan Ervin.
"Selamat Sore. Anda siapa dan bagaimana bisa tahu namaku?"
"Kami bawahan tuan muda Raihan Nona. Ada yang perlu kami tanyakan kepada Nona Nisa" Ucap Jhonny.
"Silahkan masuk"
"Saya disini saja Nona. Maaf sebelumnya apa anda mengenal mahasiswa kedokteran yang bernama Ervin?" tany Jhonny.
"Kenal, Dia mahasiswa baru dikampus pindahan dari Jogjakarta, emang kenapa pak?" jawab Nisa.
"Begini Nona, Nyonya Muda Raina sedang berbaring di rumah sakit. Samapi saat ini belum sadarkan diri setelah operasi akibat pendarahan di kepalanya. Setelah pulang dari kampus, sebuah truk menabrak mobilnya sehingga nyonya muda dilarikan ke Buana hospital dan otak pelaku kecelakaan itu adalah Ervin" jawab Jhonny.
"Tunggu, maksudnya Raina kecelakaan dan dilarikan ke Buana hospital. belum sadarkan diri setelah operasi kepala dan pelakunya adalah Ervin?" Sahut Nisa.
"Ya itu maksud saya nona"
"Ah begitu saja berbelit-belit. Saya tau orangnya tapi alamatnya saya tidak tahu. Nama lengkapnya Ervin Malik datanya ada di jurusan. pasti tuan Raihan mudah untuk mencarinya karena dia pemilik yayasan" ucap Nisa.
"Terima kasih atas bantuannya Nona kami permisi dulu"
"Setelah ini kalian mau kemana? tanya Nisa yang ingin melihat kondisi temannya
"Kami mau kerumah sakit menemui tuan Raihan meminta surat kuasa untuk mendapatkan data mahasiswa kedokteran" jawab Jhonny.
"Saya boleh ikut kerumah sakit?" pinta Nisa
"Boleh Nona" jawab Jhonny
Nisa kemudian masuk ke dalam rumah mengganti pakaiannya. setelah itu dia menuju mobil yang dikemudikan oleh Jhonny bersama temannya. Dia kemudian masuk dikursi belakang. mereka berangkat ke rumah sakit.
***
Dirumah sakit Anton yang sudah mengantongi nama otak pelaku menunggu Raihan keluar dari ruangan ICU. Terlihat Raihan keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju tempat duduk dimana Rahmat dan Anton serta yang lainnya menunggu.
"Mama pasti lelah, lebih baik mama pulang dulu nanti besok baru kesini lagi, kemungkinan Raina akan sadar besok mah" ucap Raihan sambil memegang tangan mertuanya itu.
"Nanti mama pulang sama papa saja" ucap mama Indi.
"Rai, ada sesuatu yang harus kamu tahu tentang kecelakaan itu" Sahut Anton.
"Ada apa?" tanya Raihan.
"Namanya Ervin Malik mahasiswa kedokteran universitas Buana. Menurut Nisa dia terobsesi dengan Raina. tadi pagi Raina menolak pernyataan cinta dari Ervin. mungkin karena itu dia mencelakai istrimu" ucap Anton.
"Cari orang itu sampai dapat, jika sudah ketemu jangan bawa kepolisi nanti saya yang akan memberikan hukuman" bukan Raihan yang berbicara tetapi mama Indi dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak.
__ADS_1
"Mama tenang saja, sopir truk dan perantara masih saya tahan Dimarkas sementara Ervin masih dalam pencarian" ucap Raihan.
"Ingat Rai, Anak itu bagian mama. jangan kau sentuh" sahut mama Indi.
"Baik mah. Setelah dia tertangkap akan saya serahkan kepada mama" ucap Raihan
"Mat, Gue takut dengan ekspresi mama Indi"
"Gue juga, seperti kita membangunkan jiwa iblis yang ada didalam dirinya" bisik Rahmat
"Ini yang gue takuti dari mama Indi selama ini, jika ada yang mengganggu keluarganya maka jiwa iblisnya akan bangkit" bisik Anton.
"Selamat sore bos" sapa Jhonny yang datang bersama dengan Nisa.
"Ada apa Jhonny? tanya Raihan.
"Saya minta surat pengantar agar bisa memeriksa data mahasiswa kedokteran universitas Buana bos"
"Mah, saya kekampus Buana dulu, mama masih mau disini?" tanya Raihan.
"Pergilah Rai, biar mama yang jaga Raina. Rai ingat pesan mama" ucap mama Indi. Raihan kemudian pergi bersama dengan Jhonny menuju kampus Universitas Buana.
Nisa yang baru datang mendekati mama Indi dan duduk di kursi kosong sampingnya.
"Mah maaf aku baru datang, kalau bukan anak buah bang Rai aku tidak tau kejadian ini. maaf mah, bagaimana keadaan Raina? tanya Nisa
"Tidak apa-apa, mama juga minta maaf karena tidak sempat mengabari, kami semua panik. Operasi Raina memang berhasil tapi ada kemungkinan dia Koma karena darah menekan saraf di otaknya" ucap mama Indi.
"mama juga berharap seperti itu" ucap mam Indi.
Raihan kini telah berada di gedung fakultas kedokteran universitas Buana. Didepannya duduk rektor dan dekan fakultas kedokteran yang datang membawa data mahasiswa yang dimaksud oleh Raihan.
"Jhonny kamu bergerak menuju alamat yang ada dalam data ini, tangkap dan bawa ke markas, katakan kepada kapten jangan menyentuhnya" perintah Raihan. Jhonny menerima kertas itu lalu meninggalkan Raihan.
"Sebenarnya apa yang terjadi Tuan muda?" tanya Rektor.
"Laki-laki itu menyatakan cinta kepada istriku tapi ditolak. kemudian ia menyuruh orang mencelakai istriku. Mobilnya hancur dan Sekarang istriku belum sadarkan diri setelah operasi pendarahan di kepalanya" jawab Raihan.
"Kami turut berduka atas kejadian yang menimpa nona muda, semoga cepat sembuh dan kembali beraktivitas. Soal urusan kuliahnya nanti akan saya urus agar tidak mengurangi penilaiannya" sahut pak Dekan
"Terima kasih atas doanya pak"
Sementara itu Jhonny bersama 10 orang anggotanya sedang mengepung rumah kediaman keluarga Malik. Kedatangan mereka membuat warga disekitar rumah itu menjadi heboh. Mereka kaget karena yang datang berpakaian hitam-hitam bersenjata lengkap ditambah datangnya pada malam hari.
"Kalian berjaga di sekeliling rumah ini, jika dia melarikan diri tembak saja kakinya" ucap Jhonny.
Jhonny kemudian melangkah memasuki rumah itu bersama 2 orang anggotanya. setelah mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada respon Jhonny menembak gagang pintu lalu mendobraknya. setelah pintu terbuka mereka memasuki rumah dan memeriksa setiap ruangan.
Mereka tidak menemukan Ervin, hanya orang tuanya dan adiknya yang sedang ketakutan karena ditodong senjata Laras panjang.
"Sekarang katakan dimana Ervin berada?" tanya Jhonny tegas.
__ADS_1
"Kami tidak tahu, dia belum pulang sejak pergi tadi pagi" jawab Malik ayah Jhonny.
"Kamu telpon dia dan tanyakan keberadaannya" tunjuk Jhonny kepada adiknya Ervin.
Dengan gemetar dia menelpon kakaknya itu, "Halo kakak dimana sekarang?" tanyanya.
"Kakak lagi nginap dirumah teman" jawab Ervin.
"Dimana itu?
"Dijalan kijang rumahnya Richard" jawab Ervin. Jhony memberi kode supaya menutup telponnya.
"Oh oke kak saya tutup telponnya" ucap adiknya Lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Mana ponsel kalian" mereka serentak menyerahkan ponselnya. "Kamu tetap disini, setelah target tertangkap kembalikan ponselnya dan segera kemarkas" perintah Jhonny kepada anggotanya..
Jhonny segera berangkat menuju jalan kijang, anggota yang terdekat dengan lokasi sudah lebih dulu mengepung rumah kediaman Richard. setelah 30 menit Jhonny tiba di lokasi.
"Bagaimana?"
"Target masih berada di dalam rumah, tadi dia sempat keluar lalu kembali lagi ke dalam" jawab anggotanya.
Dengan sigap Jhonny bersama anggotanya melompati pagar rumah lalu mengetuk pintu terlebih dahulu. terdengar suara langkah kaki mendekat.
Jhonny sigap berdiri didepan pintu dengan senjatanya. pintu terbuka dan tampak seorang wanita yang membukanya.
"Maaf ibu kami mengganggu, apa orang ini ada dirumah ini" ucap Jhonny sambil memperlihatkan foto kepada wanita itu.
"Dia ada dikamar itu" ucap wanita itu sembari menunjuk kearah pintu kamar.
"Kalian jaga disamping jangan sampai dia kabur" Jhonny kemudian melangkah mendekati pintu itu dan mengetuknya. pintu terbuka dan tampak seorang pemuda yang membukanya.
Dengan cepat Jhonny bersama 2 anggotanya merengsek masuk "Angkat tangan dan jangan melawan" ucap Jhonny sembari mengarahkan senjatanya.
"Ada apa ini pak? Saya buka ******* kenapa ditangkap?" tanya Ervin sembari mengangkat tangannya.
"Kamu mengenal wanita ini? ucap Jhonny sembari menunjukkan foto yang ada didalam ponselnya "Dia bos kami dan kamu telah mencelakainya. Bawa dia kemarkas" anggotanya segera mengikat tangan Ervin dan membawanya ke mobil.
"Maafkan atas ketidaknyamanan ibu, adik dan terima kasih atas kerjasamanya. Ervin adalah otak pelaku kecelakaan yang menimpa pimpinan kami yang sekarang masih koma dirumah sakit" ucap Jhonny
"tidak apa-apa pak, kami tidak tahu jika dia sedang bersembunyi di sini karena tadi alasannya dia kabur dari rumah" jawab Richard teman Ervin.
"Ini kartu nama saya, jika ada kerugian silahkan hubungi nomer itu. kami permisi" ucap Jhonny lalu meninggalkan rumah itu.
Dia kemudian menghubungi anggotanya yang berada di rumah Ervin "Kembali kemarkas, target sudah dilumpuhkan" sahut Jhonny lalu menutup telponnya.
"Bos target sudah ditangan, kami sementara menuju Markas" ucap Jhonny setelah telponnya diangkat.
"Oke saya akan segera kesana" jawab Raihan kemudian menutup telponnya.
To Be Continued a
__ADS_1