Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Akhirnya terjadilah


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya, Raihan keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandinya. Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, dia berjalan menuju ruang ganti pakaian.


"Pakaiannya ada diatas tempat tidur, ngapain pakai masuk kesini segala" tanya Raihan.


"Tapi pakaian dalamnya belum diambilkan sayang, makanya mas masuk kesini" jawab Raihan lalu memeluk tubuh istrinya.


"Pakai baju dulu sayang" Ucap Raina yang berdebar ketika Raihan memeluknya.


"Emang kenapa sayang?" tanya Raihan yang terus menciumi leher Raina. "Katanya mau ngasih kalau mas sudah pulang" ucapnya.


"Kita makan malam dulu, aku lapar mas" elak Raina.


"Baiklah kita makan malam dulu" ucap Raihan lalu menyambar pakaian dalam yang telah disiapkan istrinya. Tanpa ada malu sedikitpun, dia mengganti pakaiannya didepan istrinya. Sedangkan Raina yang melihat pemandangan itu berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri tidak tergoda dengan kekarnya otot suaminya itu.


Setelah berganti pakaian Raihan mengajak istrinya untuk turun ke lantai satu untuk bergabung dengan mertuanya yang sudah menunggu untuk makan malam.


Papa Chandra dan mama Indi sudah menunggu mereka untuk makan malam "Ayo makan malam dulu" ucap papa Chandra.


"Selamat malam pa ma" sapa Raihan.


"Selamat malam, bagaimana perjalananmu ke Makassar?


Raina mengambil makanan untuk suaminya dengan telaten. Setelah itu baru dia mengambil untuk dirinya sendiri.


"Sudah beres pa. Sementara mereka mendekam di penjara dan kasusnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan jadi sebentar lagi akan disidangkan" ucap Raihan.


"Bagaimana dengan tanggapan kakekmu?" tanya papa Chandra


"Dia hanya meminta agar saya lebih berhati-hati dalam menyelidiki kasus ini. Keselamatan saya mungkin akan terancam karena Jaringan mereka telah mengakar di dalam perusahaan sejak kakek sakit 2 tahun yang lalu" jawab Raihan.


"Jadi maksudmu mungkin saja ada jaringannya diperusahaan buana group Jakarta?


"Iya pa makanya saya merahasiakan keberangkatan ke Makassar kemarin" sahut Raihan.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya? tanya Papa Chandra.


"Masih belum tau pah, Nanti saya pikirkan lagi langkah kedepannya" ucap Raihan.


Mereka kemudian melanjutkan makan malamnya. Raina dan mama Indi hanya mendengarkan pembicaraan kedua Pria beda usia itu tanpa menyela karena mereka tau apa yang sedang terjadi di keluarga kakek Cakra Buana. Tentang perebutan warisan dan penggelapan dana perusahaan yang sedang dihadapi oleh Raihan.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan malam, mereka melanjutkan pembicaraan diruang keluarga. Raihan menceritakan segala kejadian yang dialami dikota Makassar tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Menceritakan tentang pertemuan dengan iptu Faizal dan Briptu Fauziah, Keseruan jalan-jalan dimalam hari dan wisata kuliner yang tak akan membuat lidah bosan untuk mencicipi masakan khas kota Makassar.


"Mas, nanti kalau mau ke Makassar aku ikut ya?" ucap Raina yang penasaran dengan kota Makassar.


"iya dong sayang. Kemarin kan kamu sibuk kuliah jadi mas gak ajak kesana" sahut Raihan.


"Istirahat lah, malam sudah larut. Kamu pasti masih lelah setelah perjalanan jauh" ucap mama Indi.


"Iya ma, Kami kekamar dulu kalau begitu" ucap Raina yang mengajak suaminya kekamar.


"Kami kekamar dulu pah mah" pamit Raihan yang berjalan sambil ditarik oleh istrinya kekamar. "Pelan-pelan sayang nanti mas jatuh nih" Protesnya lagi.


"Gak usah protes" sahut Raina.


Setelah sampai didalam kamar Raina langsung menunjukkan ruang ganti sementara Raihan menuju kamar mandi untuk membersihkan mulutnya dan mencuci wajah.


Tak lama dia keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti pakaian untuk mengganti bajunya dengan piyamanya. Sementara Raina yang menunggu ditempat tidur langsung bergegas menuju kamar mandi untuk gosok Gigi dan mencuci wajah lalu memakai baju haram yang sudah disiapkan untuk suaminya.


Raihan dengan santai berjalan menuju tempat tidur dan duduk bersandar di headboard menunggu kedatangan istrinya. Raina keluar dari kamar mandi menggunakan baju haram membuat Raihan menatap tanpa berkedip dan mulut menganga.


"Kamu mau menggodaku ya? ucap Raihan lalu mencium bibir istrinya dengan menggebu-gebu.


Raina membalas ciuman tersebut membuat Raihan makin bergairah, tangannya terus merayap ditubuh Raina.


Ciuman Raihan makin menuntut, bibirnya beralih ke leher Raina. Suara ******* lolos dari mulutnya membuat Raihan makin bersemangat. Tangannya mulai bergerak merobek jaring penutup tubuh istrinya.


Skip.


Suara Adzan menggema menandakan sudah waktunya untuk menghadap sang khalik. Raihan yang sudah terbangun lebih dulu langsung membangunkan istrinya.


"Lima menit lagi sayang, badan ku remuk masih sakit ituku sayang" keluh Raina.


Tanpa meminta persetujuan dari istrinya, Raihan langsung menyibak selimut dan menggendong istrinya kekamar mandi.


"Akhhh. Sayang kamu ngapain, aku gak pakai baju" protes Raina sambil berusaha menutupi tubuhnya dengan tangan.


"Gak usah ditutupi, aku sudah hapal bentuknya walau hanya baru tadi malam melihatnya" ucap Raihan lalu mendudukkan istrinya dipinggir bak mandi. Dia kemudian mengisi dengan air hangat. Setelah terisi dia mengangkat tubuh istrinya kedalam bak mandi.

__ADS_1


Raina merasa perih di selangkangannya ketika air menyentuhnya tapi perlahan hangatnya air mampu membuat nyaman dan rileks ditubuhnya.


"Mandi cepat sayang, waktu subuh hampir habis" ucap Raihan yang telah menyelesaikan mandinya.


"Duluan sayang, tunggu aku dikamar" ucap Raina.


"Jangan lama-lama sayang" ucap Raihan lalu memakai jubah mandinya kemudian keluar dari kamar mandi tersebut. sementara Raina melanjutkan dengan mandi wajib.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Raina keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju kamar ganti pakaian. sementara Raihan yang sudah selesai mengganti pakaiannya berjalan memasuki kamar mandi untuk berwudhu.


Mereka menunaikan ibadah shalat Subuh berjamaah. setelah selesai Raina mencium tangan suaminya dan dibalas dengan kecupan lembut didahinya.


"Pagi ini mau kekantor mas?" tanya Raina.


"Mas mau istirahat dulu, nanti siang ada janji dengan Anton untuk membahas langkah-langkah yang harus diambil" jawab suaminya.


"Kalau begitu antar aku kekampus ya. Aku cuma sebentar hanya 1 mata kuliah jadi mas tunggu saja dikantin" ucap Raina.


"Apapun demi istriku tercinta akan kulakukan" ucap Raihan. "Apa sudah bisa berjalan? Bukannya masih sakit?" tanya Raihan


"Aku calon dokter mas, Udah gak sakit lagi kok kan udah aku olesi salep biar cepat sembuhnya" sahut Raina. Dia kemudian merangkak kearah suaminya lalu berbaring dipanggkuannya.


"Mas, Ada cowok dikampus pindahan dari Jogjakarta. Dia terus menggangguku dan berusaha untuk mendekatiku walau aku bersikap cuek kepadanya" sahut Raina.


"Emang kamu gak bilang kalau kamu sudah bersuami?


"Aku belum bilang tapi dia taunya aku sudah bertunangan dengan mas Rai" jawab Raina. "Tapi kata Nisa dia akan terus berusaha untuk mendapatkanku. Sepertinya dia saiko yang terobsesi denganku" lanjutnya.


"Kamu tenang saja sayang, tidak ada yang bisa mengganggumu"


"Tapi aku takut nanti dia menghadang ku dijalan" ucap Raina


"Kamu mungkin tidak tau jika ada yang terus mengikutimu untuk menjaga keselamatan mu"


"Serius, berapa orang?


"Kamu tidak perlu tau yang pasti sebelum ada yang menyakitimu mereka akan muncul untuk menjagamu atau mau pakai supir?


"Gak ah, masa cuma berduaan didalam mobil. mana mobilnya cuma untuk dua orang" tolak Raina "Mas aku siapkan sarapan dulu ya" ucapnya lalu bangkit dari pangkuan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2