
Ketiga gadis itu sudah berada dikantin. kantin masih sepi karena bukan jam istirahat. Mereka pun hanya memesan minuman.
"Mbak gimana ceritanya sampai bisa jadian?"Tanya Raina.
"Jadi seminggu ini aku mengunakan trik yang nona ajarkan, kalau ketemu tidak pernah aku tegur, pernah ketemu diresto, aku pura-pura aja tidak kenal padahal aku lagi sama teman-teman. Nah tadi pagi pas datang, aku cuekin aja kalau bertanya aku jawab seadanya eh emosi dia karena tidak kuladeni. Diangkat aku kayak karung keruangannya trus marah-marah. Aku marah balik langsung keluar dan dia tarik lalu dipeluk dan dicium. Nembaknya maksa lagi" cerita Anya.
"Gak ada romantis-romantisnya gitu?" tanya Aulia
"Gak ada sama sekali, semua serba paksaan" jawab Anya.
"Wah kayaknya perjuangan mbak Anya masih panjang, yang sabar ya mbak" sahut Raina.
"Emang kenapa?" tanya Anya.
"Kayaknya urat romantis didalam otaknya sudah putus mbak. Manusia triplek kayak Ivan pasti kalau jalan ya palingan pergi makan aja" sahut Aulia.
"Mbak Anya harus ekstra sabar menghadapi tantangan menaklukkan gunung es" timpal Raina
"Begitu ya? Tapi aku punya cara agar dia bisa tunduk" Anya tersenyum devil.
"Apa mbak?" Tanya Aulia.
"Bekingan" jawab Anya.
"Maksudnya, mbak ada yang bekibg gitu?" tanya Aulia penasaran.
"Iya dong, Ivan paling takut jika diancam akan dilaporkan ke Nona Raina. Takut kena hukuman Katanya" jawab Anya.
"Masa takut dihukum" sahut Raina.
"Kata Ivan, hukuman dari Nona itu tidak bisa dipikirkan dengan akal sehat dan manusia normal lainnya" ucap Anya.
"Jadi gue gak normal gitu?" omel Raina.
"Bukan gak normal tapi jenius. Kan orang normal menghukum dengan fisik, kalau Nona menghukum dengan mental jadi dampak dari hukuman itu lama terasa" Anya menjelaskan.
"Betul itu, sampai sekarang masih aja yg manggil gue Superman" sahut Aulia.
"Sabar, penampilan loe hari itu pasti melekat diingatan karyawan lain" ucap Raina.
"Anton malah lebih parah. Mamanya suka manggil dia Elsa. hahahaha" Sahut Aulia.
"Aku juga masih sering keceplosan manggil ranger pink sama Tuan" ucap Anya.
"Emang gak marah gitu dipanggil ranger pink?" tanya Aulia.
"Gak lah, takut aku laporkan ke nona bos" jawab Anya sambil tersenyum.
"Hahahaha, Asyik ya punya bekingan?" tanya Aulia.
"Iya dong. Tuan tidak berani macam-macam" sahut Anya.
Ting. sebuah pesan masuk diaplikasi chat Aulia. Nampak foto perempuan seksi memasuki ruangan Anton.
"Babang tronton mulai macam-macam nih" geram Aulia.
"Kenapa loe?" tanya Raina heran.
"Coba lihat ini." Aulia memperlihatkan foto perempuan seksi memasuki ruangan Anton.
"Loh ini kan Sisil siulat bulu" sahut Raina.
"Iya. Orang yang pernah gue hajar gara-gara nyiram gue pakai air" geram Aulia.
"Apa hubungannya dengan pak Anton?" tanya Anya.
__ADS_1
"Dia mantannya" jawab Raina waktu SMA.
"Loe mau kesana?" tanya Raina.
"Gak usah, tapi gue akan minta bantuan dulu" Jawab Aulia.
"Bantuan dari siapa?" tanya Raina.
"Mama Arini dong, mertua kesayangan gue" jawab Aulia.
"Sekarang aja sayang loe. kemarin nolak" ejek Raina.
"Gimana gak sayang, Mama Arini lebih sayang ke gue daripada mami gue sendiri" jawab Aulia.
"Sabar ya gue nelpon mertua dulu" lanjutnya lalu menghubungi nomer HP mama Arini dan menekan ikon loudspeaker
"Halo sayang" sahut mama Arini.
"Mama, bisa minta tolong ngak?" Ucap Aulia.
"Bisa dong, apasih yang tidak bisa buat anak gadis mama" jawab mama Arini.
"Diruangan kerja mas Anton lagi ada Sisil ma. Aulia masih kerja jadi gak bisa kesana buat ngusir itu ulat bulu" sahut Aulia.
"Berani-beraninya itu nenek sihir muncul diperusahaan. Apa sudah lupa dengan ancaman yang kuberikan. Tenang sayang mama akan mengusir nenek sihir itu. mama kesana dulu kamu lanjutkan kerjamu. bye" ucap mama Arini lalu mematikan teleponnya.
"Beres kan?" Ucap Aulia dengan senyuman.
"Emang mama kenal sama Sisil?" tanya Raina.
"Ini rahasia ya, katanya gara-gara mama dia putus. Waktu itu mama Arini jalan dimall dengan mas Anton dan dilihat sama Sisil. Tau gak apa yang terjadi? Mama Arini dikatain Tante girang sama siulat bulu. Ha-ha-ha" Aulia cerita.
"Oh. Pantas mama Arini langsung aktif mode garangnya mendengar nama Sisil. Ha-ha-ha" Sahut Raina.
Prov Anton.
Kringg. Telepon dimejanya berbunyi.
"Kenapa Rin?" tanya Anton setelah mengangkat gagang telepon.
"Ada tamu maksa untuk ketemu pak, perempuan.". jawab sekertaris Rindi.
"Siapa? Kalau gak penting usir saja" sahut Anton.
"Katanya pacar bapak, tapi bukan nona Aulia" jawab Rindi.
"Ya sudah dari pada ribut suruh masuk saja" sahut Anton lalu meletakkan kembali gagang telepon.
Selang beberapa menit pintu terbuka dan muncul wanita yang tidak diharapkan datang.
"Hai sayang, apa kabar kamu? Pasti merindukan aku bukan" goda Sisil dengan nada manja.
"Ngapain loe kemari? Gue lagi sibuk, gak ada waktu untuk meladeni loe" sahut Anton.
"Sayang. Aku minta maaf, dulu itu aku gak tahu kalau itu mama kamu." Sisil memohon didepan Anton.
"Sorry ya. Kalo loe ngatain gue gak ada masalah. Yang masalah adalah loe ngatain nyokap gue, orang yang ngelahirin gue dan membesarkan gue. Apalagi didepan banyak orang loe dengan gampangnya ngatain mama gue Tante girang tanpa loe bertanya dulu siapa dia. Hanya orang goblok yang beriman loe kembali?" Emosi Anton meledak.
"Aku udah berubah. Aku gak akan seperti itu lagi sayang. Aku mohon, maafkan kesalahan aku. Janji gak akan ngulangin lagi" ucap Sisil.
"Gue gak bisa, bulan depan gue mau nikah jadi loe udah gak ada harapan lagi" tolaknya.
"Kamu pasti becanda kan? Selama ini gak pernah kamu pacaran dengan siapapun setelah kita putus" sahut Sisil.
"Sayangnya itu memang akan terjadi. Mamaku telah menemukan wanita yang akan menjadi istriku dan pastinya lebih baik dari loe" ucap Anton
__ADS_1
Belum sempat Sisil bicara pintu ruangan telah terbuka dan muncul mama Arini dengan wajah garang.
"Hei kau nenek sihir. Ngapain kau disini? Kamu mau goda anakku lagi?" bentak Mama Arini.
"Mama kok disini?" tanya Anton.
"Mantu kesayangan mama minta tolong untuk mengusir nenek sihir ini keluar dari ruangamu" sahut mama Arini.
"Gue lupa kalau ada mata-matanya Aulia disini. Mampus gue" gumah Anton.
"Tante maafkan saya yang pernah kurang ajar sama Tante. Saya sudah berubah dan ingin kembali kepada anak Tante. Sekali lagi maafkan saya" Sisil memohon dihadapan mama Arini.
"Sayangnya itu tidak akan terjadi, Anton akan aku nikahkan dengan gadis pilihanku. bulan depan mereka akan menikah jadi kau jangan pernah muncul lagi dihadapan anakku" sahut mama Arini dengan tegas.
"Tante pasti bohong kan, pasti ini hanya alasan untuk menolakku" ucap Sisil.
"Terserah kalau tidak percaya, yang pastinya kamu tidak akan pernah bisa menjadi menantu dari keluargaku. Pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi kesini" Usir mama Arini.
"Tante aku mohon maafkan aku. Aku sangat mencintai anak Tante" sahut Sisil.
"Setelah loe dicampakkan pengusaha batu bara itu baru loe datang memohon padaku. jangan harap gue Nerima barang bekas" bentak Anton.
Mama Arini kemudian menghubungi Aulia kembali, dia mengaktifkan loudspeaker HP-nya.
"Halo mama cantik" sahut Aulia.
"Sayang nenek sihir ini tidak percaya kalau kamu akan menjadi mantu mama" ucap mama Arini.
"Ulat bulu itu masih disana ma? mama aktifkan loudspeaker dong biar dia dengar" sahut Aulia.
"Sudah aktif sayang. Dia dengar kok" ujar mama Arini.
"Hei Sisil, masih ingat gue Aulia. Belum kapok loe setelah gue kirim loe kerumah sakit? Masih mau gue kirim lagi? Kali ini bukan tangan loe lagi yang gue plintir tapi leher loe yang akan gue plintir jika berani ganggu calon suami gue" ancam Aulia. Beberapa tahun yang lalu gara-gara Aulia tidak sengaja menabrak Sisil diresto sampai mengotori bajunya, Sisil membalas dengan Siraman air dikepala Aulia membuat Aulia mengamuk dan menghajar Sisil sampai pingsan dan tulang lengan Sisil retak.
"Emang kamu pernah menghajarnya sayang?" tanya mama Arini.
"Pernah ma, seandainya gak ditahan sama Raina sudah kukirim dia kekuburan. Ha-ha-ha" tawa Aulia terdengar jahat.
"Mantu mama hebat. Hei kamu Sisil, masih tidak percaya? Atau perlu saya panggil mantuku kesini?" tanya mama Arini.
"Tidak perlu Tante, saya akan pergi" ucap Sisil lalu meninggalkan ruangan itu.
"Orangnya kabur sayang, kayaknya takut sama kamu" ucap mama Arini.
"Gimana gak takut ma, cuma gara-gara dia panggil aku dengan sebutan jal*Ng langsung kukirim kerumah sakit" jawab Aulia.
"Sayang, mas gak akan dikirim kerumah sakit kan? tanya Anton.
"Coba aja macam-macam, kukirim juga kerumah sakit" jawab Aulia.
"Mama yang akan kirim kalau dia macam-macam. Lanjutkan kerjanya ya. Mama mau kerumanya Indi dulu" sahut mama Arini.
"Terima kasih mama cantik" ucap Aulia.
"Sama-sama sayang. Bye"jawan mama Arini lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Elsa Mama pergi dulu" ucap mama Arini.
"Mama ini Anton bukan Elsa" protes Anton.
"Yang ngasih nama Anton kan mama jadi kalau mama mau rubah kan bisa. Bye Elsa" ucap mama Arini lalu meninggalkan Anton.
"Argggggghhh.. Ini gara-gara Raihan. Awas saja nanti" Geram Anton.
Prov end.
__ADS_1
To Be continued