Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Lagi-lagi Erik


__ADS_3

"Tuan sudah waktunya untuk perkenalan dengan direksi" ucap asisten Bobi.


"Baiklah, ayo kita ke ruang rapat" balas Raihan.


Mereka pun berjalan menuju ruang rapat. Asisten Bobi membuka pintu kemudian mempersilahkan Raihan masuk kedalam ruangan.


Raihan duduk di kursi pimpinan dan orang yang berada didalam ruangan itu menatap heran.


"Selamat pagi semua. Hari ini saya akan memperkenalkan Direktur yang baru. Tuan Raihan, beliau yang akan memimpin perusahaan ini kedepannya" ucap Asisten Bobi


"Salam kenal kepada seluruh direksi dan manajer yang hadir. Semoga kedepannya kita bisa bekerja sama memajukan perusahaan ini." Raihan memberikan pidato perkenalan.


Tak ada yang berani menentang keputusan pengangkatan Direktur yang baru dikarenakan Direktur tersebut diperkenalkan langsung oleh asisten Bobi. Semua orang tahu siapa dan bagaimana tegasnya asisten Bobi.


Setelah perkenalan rapat dilanjutkan dengan laporan tiap divisi dan pemaparan rencana-rencana perusahaan kedepannya.


Rapat selesai karena sudah memasuki jam istirahat. Raihan langsung meninggalkan ruang rapat bersama asisten Bobi.


"Kita makan siang dulu paman" ajak Raihan.


"Iya tuan muda" ucap asisten Bobi.


Mereka kemudian berjalan menuju lift untuk turun kelantai 2 dimana kantin perusahaan berada.


Raihan berjalan dengan tegap memasuki kantin yang sudah mulai dipadati oleh karyawan yang akan makan siang.


Bisik-bisik mulai terdengar ketika mereka melihat direktur masuk kedalam ruangan khusus petinggi perusahaan.


Terutama para karyawan wanita, mereka kagum dengan ketampanan dari Raihan. Tapi beda dengan Raihan yang cuek dengan sekelilingnya.


Dia langsung saja masuk kedalam ruang makan khusus untuk petinggi perusahaan. Dia dan asisten Bobi menunggu makanan yang sudah dipesan.


"Paman akan terus menemani saya kan?" tanya Raihan.


"Paman tidak bisa terus disini, masih banyak yang harus saya kerjakan dikantor pusat. Besok akan ada sekertaris dan asisten pribadi mulai bertugas. Asisten itu bernama Ivan dan dia dulu bertugas dikantor pusat. belajar lah dengan dia" asisten Bobi menjelaskan.


"Baiklah paman, saya akan memimpin perusahaan ini menjadi lebih besar lagi." ucap Raihan dengan penuh keyakinan.


Pembicaraan mereka terhenti ketika pelayan kantin membawa makanan kedalam ruangan. Mereka kemudian makan siang dengan tenang.


Sementara Raina kembali sibuk dengan kuliahnya. Setelah selesai kuliah diberjalan menuju parkiran melewati koridor seperti biasa.


"Hai Raina" Erik tiba-tiba muncul didepannya menghalangi langkah Raina.


"Loe gak ada kerjaan lain selain gangguin gue?"tanya Raina ketus.


"Gue gak akan berhenti sebelum loe mau jadi pacarku" jawab Erik.


"Najis banget, Gue gak akan pernah mau jadi pacar loe" ucap Raina.


"Gue kurang apa coba, ganteng iya, kaya iya dan populer apalagi." ucap Erik dengan sombongnya.


"Sorry, Gue suka sama orang lain dan bukan loe" sahut Raina dengan emosi.


"Tukang ojek itu?" tanya Erik.


"Iya. Emang kenapa?" ujar Raina.


"Apa sih kelebihan si tukang ojek miskin itu?" Tany Erik yang mulai emosi.


"Intinya dia lebih baik dari loe" Ucap Raina lalu pergi meninggalkan Erik.


"Gue akan terus ngejar loe sampe loe mau jadi pacar gue!" Teriak Erik.


"Nyerah aja deh. Waktumu sisa 10 hari tapi belum ada perkembangan" sahut temannya.


"Pokoknya gue gak akan nyerah" ucap Erik lalu pergi meninggalkan temannya.


"Permainan makin menarik" gumahnya tersenyum smirk lalu pergi menyusul Erik.

__ADS_1


Raina sudah berada didalam mobilnya. Dia berniat untuk pulang kerumahnya.


Drrt.. Drrt.. HP-nya bergetar, dia lalu melihat nama Aulia dilayar HP-nya


"Halo" jawabnya sesudah mengangkat panggilan itu.


"Dimana loe?" tanya Aulia.


"Masih diparkiran kampus, baru mau balik ke rumah" jawab Raina


"Gue ma si boncel ada di resto biasa, gue tunggu" Sahut Aulia lalu mematikan telpon.


"Dasar gak ada akhlak, main matiin aja telponnya" umpatnya kemudian mengemudikan mobilnya menuju resto tempat biasa mereka ngumpul.


Sementara diresto Aulia dan Kristina seperti biasa mereka lagi berdebat.


"Lebih cakep kak Rahmat ketimbang si Anton" ucap Kristina.


"Klo gue nih yang nilai Kak Rahmat itu gak ada apa-apanya dibanding kak Anton, apalagi itu ojol kesayangan Raina. jauh" sahut Aulia.


"Loe ngiri kan Ama gue dan Raina? Jujur aja knapa sih."seru Kristina.


"Males banget gue ngiri ma kalian berdua, Digabungin 2 cowok itu baru sepadan dengan kak Rahmat." Sahut Aulia.


"Jadi loe suruh gue kesini cuma mau ngeliat perdebatan kalian" ucap Raina yang sudah berdiri disamping mereka.


" Gak, duduk dulu. Makan siang dulu." sahut Aulia. Dia sudah memesan makanan dan minuman untuk Raina.


"Trus ngapain loe nyuruh gue kesini?" Tanya Raina.


"Gue lagi bingung, Bokap gue nyuruh magang diperusahaannya tapi gue maunya magang ditempat lain. Gimana dong?" curhat Aulia.


"Emang kapan magangnya?" tanya Raina.


"Minggu depan" ucap Aulia.


"Emang knapa gak magang ditempat bokap loe" tanya Raina


"Kalo menurut gue nih, Buana Group perusahaan besar dan tidak sembarangan diterima magang disana dan cocok untuk cari pengalaman." Jawab Raina.


"Kan tadi gue juga bilang gitu" sahut Kristina.


"Emang loe gak praktek mengajar? Kan semester ini prakteknya" tanya Raina kepada Kristina.


"Gue mah beres, gue udah dapet sekolahnya." jawab Kristina


"Dimana?" kini giliran Aulia yang bertanya.


"Cakra internasional school. Dan kalo nilai gue bagus gue bisa dikontrak ngajar disana" jawab Kristina.


"Wow. Hebat juga loe bisa praktek disana"


"Kalo loe sendiri? Loe kan pintar dan kayaknya semester depan loe udah tesis" tanya Kristina.


"Gue udah ajuin judul tesis gue, klo diterima semester depan bisa sarjana gue" Jawab Raina.


"Begitulah kalo otak jenius, beda kalo otak lemot kaya loe"ucap Aulia sambil menunjuk Kristina.


"Sorry ya. Di angkatan gue yang paling tinggi IPK nya itu gue" sahut Kristina sewot.


"Tapi loe udah denger blum?" lanjut Kristina.


"Apaan?" tanya Aulia penasaran.


"Tadi malam kak Rahmat nelpon gue trus katanya kak Rai berhenti jadi ojek" Kristina mulai cerita."Dia diterima kerja di Buana Group" lanjutnya.


"Serius loe? Kok gue gak tahu?" tanyaRaina.


"Emang loe siapanya kak Rai sampe harus laporan? Pacar juga bukan."ledek Aulia.

__ADS_1


Raina yang diledek diam saja karena bingung mau jawab apa.


"Eh tp bagus juga tuh, nanti kan bisa gue ketemu tiap hari sama dia trus bisa PDKT.” lanjut Aulia membuat panas hati Raina.


Brakk. Raina memukul meja.


"Awas loe ya deketin kak Raihan" ancam Raina.


"Emang kenapa? Kak Rai juga jomblo." sahut Aulia.


"Pokoknya gak boleh, loe gak cocok sama dia" jawab Raina.


"Bilang aja loe naksir sama kak Rai." ucap Kristina menimpali.


"Klo suka bilang suka entar digaet orang baru tau rasa loe" sahut Aulia.


"Loe kan tau gue gak boleh pacaran sama mama. Bisa dikawinin kalo ketahuan pacaran" ucap Raina.


"Ha-ha-ha. Gara-gara loe gak dibolehin pacaran kita- kita juga ikutan gak pacaran." sahut Kristina.


Drtt.. Drtt.. HP Raina bergetar.


"Nih angkat siapa tau banget Rai nelpon" canda Aulia.


Raina kemudian melihat nama Raihan muncul dilayar HP-nya.


"halo" jawabnya.


"Assalamualaikum" Raihan mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam, ? Kenapa kak?" tanya Raina.


"Tidak apa-apa. Kamu lagi dimana?" Raihan balik bertanya.


"Diresto sama Aulia dan Kristina" jawab Raina.


"Besok weekend ada waktu gak?"tanya Raihan.


"Ada sih, Emang kenapa?"Raina balik bertanya.


"Aku mau traktir kamu sebagai ucapan terimakasih sudah mengobati luka-lukaku" jawab Raihan.


"Boleh saja nanti infokan saja tempatnya" sahut Raina menyetujui ajakan Raihan.


"Oke sampai ketemu nanti ya. assalamualaikum" ucap Raihan.


"Sampai nanti. Waalaikumsalam" Raina menutup telponnya.


Sementara sahabatnya sudah kepo dari tadi melihat Raina senyum-senyum sendiri setelah menutup telponnya.


"Ada apa?" tanya Aulia penasaran.


"Kepo banget sih" ujar Raina.


"Cepetan, nanti gue mati karena penasaran" seru Aulia.


"Kak Raihan ngajakin ketemuan nanti weekend" jawab Raina heboh.


"Kak Rai gak ajak gue juga?"tanya Aulia.


"Ngapain dia ngajak loe, pacar juga bukan" jawabnya sewot.


"Kan gue juga mau ditraktir" ucap Aulia.


"Dasar, minta kak Anton sana traktir loe. Udah ah. Bubar yuk, udah sore."seru Raina.


"Ayok, nanti cerita ya gimana rasanya jalan ma kak Rai" ujar Kristina.


Raina cuma mendelik mendengar ucapan sahabatnya itu. Mereka kemudian membubarkan diri kembali kerumahnya masing-masing.

__ADS_1


To be Cotinued


__ADS_2