Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Mengantar ke kampus


__ADS_3

Raina menuruni tangga dengan langkah sedikit aneh membuat mama Indi terus memperbaiki anak gadisnya itu.


Raina yang merasa aneh dengan area intimnya membuat dia berhati hati melangkah. Mama Indi terus tersenyum melihat tingkah anaknya itu "Kenapa jalanmu begitu?" ledeknya.


"Mama kayak gak pernah saja, ini juga kan keinginan mama" ucap Raina.


"Hahaha, akhirnya anak mama gak perawan lagi"


"Ledek aja terus nanti aku gak mau ngajakin mama belanja ke Mall" ancam Raina.


"Maafkan mama sayang, mama gak ngeledekin kamu kok. Udah dikasi salep yang mama berikan?


"Udah tapi masih sedikit perih mana sebentar mau ngampus lagi" ucap Raina sembari membuat sandwich untuk suaminya


"Bentar lagi juga sembuh kok. kamu tenang saja lagian lama kelamaan gak sakit lagi sisa enaknya aja kok"


"Mama ih fulgar banget omongannya"


"Gak apa-apa. Kamu udah nikah ini, udah jadi wanita dewasa tinggal nunggu kamu punya anak aja"


"Emangnya betulan mama mau ngerawat anakku jika nantinya aku punya anak sebelum coas?


"Mama akan merawatnya. Kamu kan tau sendiri, mama pengen kamu punya adik tapi Tuhan gak ngasih lagi malah dokter diaknosa jika mama gak bisa hamil lagi" ucapnya sedih.


"Ya udah nanti aku bikinin cucu yang banyak biar rumah ini ramai" sahut Raina.


Setelah selesai membuat sarapan untuk suaminya, dia berjalan menuju kamarnya membawa nampan berisi sarapan untuk dirinya dan suami beserta minuman jus buah apel.


"Sayang, sarapan dulu" panggil Raina yang melihat suaminya berdiri di balkon.


Raihan kemudian berbalik dan berjalan kearah Raina "Kopinya mana Sayang? enaknya itu sarapan sembari ngopi" sahut Raihan.


"Jangan dibiasakan. Sarapan dengan jus buah lebih baik, nih sandwich dimakan. Sarapan pagi itu makanan ringan jangan langsung makanan berat. Nanti tidak semangat karena ngantuk akibat kekenyangan"


"Iya Bu dokter, jadi mas harus makan makanan bergizi nih"


"Harus, mas itu lebih tua dibandingkan dengan aku. Kalau nanti mas sudah tua terus sakit-sakitan karena pola hidup yang tidak sehat. Yang jagain aku siapa?


"Eleh cuma beda empat tahun juga, gak usah takut nanti ada anak-anak yang akan jagain kamu" ucap Raihan.


"Pokoknya mas harus jaga pola makan supaya tetap sehat"


"Iya sayangku. Sini dong duduk disamping mas. Ngapain sih disitu?"

__ADS_1


"Ini lagi searching bahan penelitian" ucap Raina.


"Kan bisa nanti saja"


"Ini gara-gara mas, harusnya semalam itu aku ngerjain tapi mas bohong jadi hancur deh mood belajarku"Keluh Raina "Mas pinjam Ipad-nya" sembari mengulurkan tangannya untuk meminta iPad.


"Emang ipadmu kemana?


"Ipad-nya sudah usang, beda sama iPad punya mas yang masih baru" jawab Raina.


"Beli dong sayang" ucap Raihan sembari menyerahkan iPad nya ketangan Raina


"Maunya dibeliin bukan beli sendiri"


Setelah sarapan pagi Raina bersiap-siap untuk berangkat kekampus, Raihan juga telah siap dengan style kaos oblong dan celana pendek dipadukan sepatu sneaker membuatnya menjadi lebih muda.


"Mas mau godain cewek-cewek dikampus?" tanya Raina.


"Mas mau perlihatkan kepada cowok itu jika mas jauh lebih baik dan lebih tampan dari pada dia" ucapnya.


"Terserah deh. Yuk berangkat" ucap Raina lalu menggandeng tangan suaminya menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah.


"Pakai mobil mas dong, jangan pakai mobimu" ucap Raihan.


Tak lama muncullah mobil sports mewah Ferrari SF90 Stradale berwarna merah khas warna Ferrari. Mobil yang harganya sekitar 7 milliar itu membuat Raina melongo.


"Pagi Bos" sapa Supirnya yang mengantarkan mobilnya.


"Selamat pagi, Kamu tolong bawa mobilku ke tempat servis ya. Minta mereka periksa kaki-kaki dan cari siapa tau ada yang tanam penyadap dimobilku" perintah Raihan.


"Baik bos" jawab sopirnya


"Ayo naik sayang" ucapnya setelah membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Setelah Raina naik dia menutup pintu mobil dan berjalan kesisi kursi pengemudi, Raihan kemudian masuk ke mobilnya itu dan meluncur menuju kampus Universitas Buana.


Mobil sport mewah tersebut menjadi perhatian dijalan ibukota Jakarta karena hanya sedikit yang memiliki mobil tersebut.


Mobil yang dikemudikan oleh Raihan memasuki area kampus Fakultas kedokteran Universitas Buana. Pandangan mata mahasiswa kedokteran tak lepas dari mobil mewah itu karena hanya Raina yang pernah mengemudi mobil mewah dan sekarang ada lagi yang membawa mobil mewah membuat mereka menjadi tambah penasaran.


Setelah memarkirkan mobilnya, Raihan turun dari mobil dan berjalan kesisi kursi penumpang mahasiswi menjadi histeris melihat ketampanan dari Raihan. Setelah membuka pintu mobil, Raina turun dari mobil itu membuat mahasiswa kedokteran yang melihatnya tambah histeris karena kecewa karena itu adalah pacar Raina.


Pemandangan itu tak luput dari perhatian Ervin yang baru tiba dengan menggunakan mobil sedan biasa. Makin terbakar rasa cemburu didadanya.

__ADS_1


Setelah mengambil tab dan HP, Raihan berjalan bersama Raina menuju kantin fakultas kedokteran. "Mas jangan kemana-mana ya. Tunggu aku disini" ucap Raina setelah Raihan duduk di kursi kosong yang ada didalam kantin.


"Iya sayang, eh pesankan kopi sama cemilannya sayang" Raina lalu berjalan menuju meja ibu kantin untuk memesan kopi dan aneka kue untuk suaminya. Setelah pesanannya jadi dia membawa ke meja suaminya.


"Mas. Ini kopinya, aku masuk dulu ya" ucap Raina lalu mengecup pipi suaminya. Raihan hanya mengangguk dan tersenyum.


Setelah Raina pergi, Datanglah dekan fakultas kedokteran menemui Raihan "Selamat pagi Tuan" ucap Pak Dekan.


"Selamat pagi pak Dekan, Ada apa pak?"


"Maaf jika saya tidak menyambut kedatangan Tuan"


"Duduk pak, Saya hanya mengantar istri saya kesini. Kebetulan jadwal kuliahnya hanya 1 mata kuliah jadi saya tunggu saja" ucap Raihan.


Raihan dan pak Dekan mengobrol dengan akrab, karena memang dulunya Raihan sempat mengenal waktu kuliah disana. Banyak mahasiswa kedokteran yang melihat interaksi antara Raihan dan pak Dekan.


Tak terasa, sudah 1:30 menit Raihan mengobrol dengan pak Dekan, Ada beberapa permintaan dari Dekan tentang perbaikan fasilitas praktek dan semua jadi bahan pertimbangan untuk Raihan.


Raina berjalan bersama Nisa mendekati Raihan yang masih asyik ngobrol dengan Dekan. Raina kemudian duduk di kursi kosong samping suaminya itu. "Selamat pagi pak Dekan" sapa Raina. Sementara Nisa memilih duduk di samping Dekannya.


Ervin yang tadinya mengikuti Raina memilih duduk dimeja lainnya.


"Selamat pagi Raina, bagaimana dengan kuliahnya? Ada kendala?" tanya pak Dekan.


"Ah tidak ada pak, tadi membicarakan tentang apa pak? sepertinya serius sekali" tanya Raina penasaran.


"Ini masalah renovasi ruang praktek, Gedung yang dibelakang kan gedung lama dan sudah banyak yang lapuk. Daripada membahayakan mendingan direnovasi saja" jawab pak Dekan.


"Ah iya betul itu sayang, Mana alat-alatnya sudah tua semua lagi"


"Tapi bukankah tahun lalu ada pembaharuan?


"Tidak ada, Tapi nanti saya periksa karena waktu itu saya belum menjabat. Masih Prof Nazaruddin yang menjabat saat itu" jawab pak Dekan.


"Buatkan saja proposal renovasi bangunan dan kirimkan ke kantor. Nanti saya diskusikan dengan staff" ucap Raihan. "Ayo sayang kita pergi, Anton sudah menunggu" ucap Raihan.


"Nisa, gue duluan ya. Maaf pak saya pulang dulu" Raina pamit kepada teman dan Dekannya.


Sambil merangkul istrinya, Raihan berjalan menuju parkiran dimana mobilnya diparkir. Ervin yang melihat terus mengepalkan tangannya. "Berhenti mengharapkan cinta dari Raina, jika loe mampu menandingi kekayaan suaminya belum tentu bisa menandingi ketampanan kekasihnya. Lagian Raina itu cinta mati sama mas Raihan, lihat saja kalau mas Rai ada dijakarta pasti minta antar jemput terus sampai ditungguin lagi." ucap Nisa yang sejak tadi memperhatikan tingkah Ervin.


Ervin hanya mendengus kesal dan meninggalkan meja itu tanpa mengomentari ucapan Nisa.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2