Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Gaun untuk pernikahan


__ADS_3

Saat ini Raihan bersama Raina sedang menuju butik untuk mencari gaun pengantin yang ingi dipakai oleh Raina dihari pernikahannya.


Sementara sahabatnya juga menuju butik yang sama. mereka telah janjian untuk bertemu dibutik tersebut. Selama perjalanan Raina yang senang ketika diajak kebutik tak henti-hentinya memamerkan senyu indahnya.


Raihan menatap gemas calon istrinya itu. "Senyum melulu dari tadi, tidak takut kering itu gigi" ejeknya.


"Hei Fulgoso, sehari aja gak ngajakin ribut. Untungnya hari ini aku lagi bahagia jadi kamu kumaafkan" Sahut Raina yang mulai jutek.


"Siapa juga yang ngajakin ribut, aku kan cuma bertanya baik-baik kamu malah sewot" Raihan senang menggoda Raina. Baginya ketika Raina cemberut atau jengkel terlihat lucu dimatanya.


Raina melirik sinis kearah Raihan. "Sekali lagi kamu ngomong yang gak enak dihati kumutilasi kamu mas" omel Raina.


"Mas suka banget tuh sambel terasi apalagi jika sama ikan asin wah maknyus" sahut Raihan membuat Raina makin dongkol mendengar ucapan Raihan.


"Siapa yang bilang sambel terasi Fulgoso? aku bilang MUTILASI" ucap Raina penuh penekanan.


"Ha-ha-ha. Maaf mas kayaknya kurang dapat ciuman ini jadi pendengarannya terganggu" ucapnya asal.


"Kenapa membahas ciuman segala? Emang apa hubungannya telinga sama ciuman?" tanya Raina heran.


Raihan menengok "Kamu tidak tahu hubungannya? Masa calon dokter tidak tahu." ejeknya lagi.


"Emang apa hubungannya Fulgoso?" tanyanya mulai emosi.


"Adalah, hubungannya itu ialah ketika kita berciuman jantung akan memompa darah lebih cepat sehingga sirkulasi darah diotak lancar membuat saraf pendengaran juga bekerja dengan baik" jawabnya asal.


Raina mendecih "Cihh. Itu pasti hasil penelitian dokter Raihan, Kalau mau ciuman bilang aja gak usah banyak alasan" sahut Raina yang merasa tertipu dengan penjelasan Raihan.


Raihan melirik kemudian tersenyum "Emang boleh ciuman?" Tanya Raihan


"Yang bilang boleh siapa? kan tadi aku ngomong kalau mau ciuman bilang aja nanti aku tolak. Ha-ha-ha" ekspresi bahagia bisa membalas Raihan terlihat diwajahnya.


"Awas kamu nanti" sahut Raihan dengan tersenyum devil. Raina hanya tertawa melihat Raihan

__ADS_1


Mobilnya sudah memasuki halaman butik. Terlihat mobil Aulia dan mobilnya Rahmat terparkir disana. Mereka pun turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam butik yang terkenal dijakarta.


Mereka disambut langsung pemilik butik yang sudah dihubungi oleh Ivan. "Selamat datang dibutik kami tuan" Ucap pemilik butik ramah.


"Terimakasih. Bisa tunjukkan koleksi gaun yang cocok untuk akad nikah" sahut Raihan.


"Silahkan, teman Anda sudah menunggu didalam mari ikuti saya" ucapnya lalu berjalan menuju ruangan khusus gaun pengantin.


Raina melihat Aulia duduk disofa yang disediakan bersama dengan Anton dan Kristina juga Rahmat. "Kalian belum memilih gaunnya?" tanyanya kemudian.


"Tunggu nyonya besar datang dulu" sahut Anton.


"Nyonya besar siapa? Gue?" Raina menunjuk dirinya sendiri.


"Bukan, mama-mama gaul. katanya sekaligus gaun untuk mereka" jawab Aulia.


"Emang mama tahu dari mana jika kita akan kebutik nyari gaun" tanyanya mengintrogasi teman-temannya yang berani membocorkan rencananya.


"Aku yang ngomong ke mama jika kita akan kebutik untuk nyari gaun" Raina menatap Raihan dengan tatap tajam seperti ingin membunuhnya. "Jangan marah dong sayang, aku cuma ingin menyenangkan calon mertua" jawab Raihan.


"Siapa bilang aku gak punya ibu Maria, mama Indi udah jadi mamaku menggantikan posisimu sebagai anaknya, ha-ha-ha" tawa kemenangan keluar dari mulut Raihan"kamu jangan iri ya nanti" lanjutnya lagi.


"Dasar kamu berani menggulingkan posisiku dari tahta kerajaan hati mamaku, kubalas kau nanti Fulgoso" sahut Raina.


"Hai anak mama yang ganteng" teriak mama Indi sambil tersenyum kepada Raihan.


Raina melihat tingkah mamanya itu memutar bola matanya "Mama ini anakmu bukan dia" protesnya kepada mamanya Karena merasa dirinya sudah dilupakan.


"Maaf ya, anakku sekarang sudah ganti menjadi cowok tampan ini" sahut mamanya lagi. "Tunggu apa lagi ayo pilih gaunnya nanti sebentar giliran mama sama teman-teman untuk memilih gaun." sahut mamanya.


Ketiganya kemudian berjalan mendekati koleksi gaun pernikahan yang dipajang. "Marimar, kita pakai putih seragam atau beda-beda? tanya Raina.


"Serangam saja biar lucu. Nanti kita dikira kembar beda ibu bapak. Ha-ha-ha" sahut Kristina. "Tapi jangan deh nanti babang Mamat tertukar lagi karena salah lihat pengantin"

__ADS_1


"Ih dasar boncel, gimana mau ketukar kalo loe itu semampai. Semeter gak sampai" ejek Aulia.


"Hei jangkung, jangan sekate-kate loe ngatain gue semeter gak sampai. lebih dikit 5cm" protesnya.


Mereka kemudian membawa gaun itu kedalam bilik ganti untuk mencoba gaun itu. Setelah beberapa menit mereka bertiga keluar dari bilik ganti. "Bagaimana sayang, cantik gak? tanya Raina.


Raihan menoleh "Ganti yang lain, mau pamer punggung sama siapa?" protes Raihan melihat punggung Raina terbuka.


Anton dan Rahmat juga sama menolak gaun yang dipakai gadis-gadisnya. mereka kemudian mengambil gaun yang agak tertutup lalu kembali kebilik. Raina petama keluar dengan wajah biasa karena yakin bakalan ditolak.


"Oke fix. Mama ini aja ya" sahut Raihan memberi tahu mertuanya "mbak tolong dilihat apa masih perlu dipermak?" tanya Raihan.


Pemilik butik yang juga desainer berjalan mengitari Raina" pinggangnya masih perlu diperkeci. ini agak longgar jadi kurang bagus kelihatan" jawab pemilik butik.


"Oke kamu urus nanti saya ambil" sahut Raihan dan tak lama kedua gadis lainnya keluar dari bilik.


"Mbak ternyata suka bodyshaming pelanggan, ini buktinya gaunnya gak ada yang cocok semuanya kepanjangan" protes Kristina.


"Hei boncel, bukan gaunnya yang kepanjangan tapi badanmu yang kependekan" sahut Aulia yang membuat mereka tertawa.


"Hei kau tau keuntungan badan pendek? " Mereka geleng-geleng " Pertama, tidak mudah kepentok. Kedua selalu dianggap anak-anak. Ketiga, gampang sembunyi dan masih banyak lagi keuntungannya yang gak bisa disebutkan karena fulgar" jawab Kristina.


"Tinggal kita ubah ukuran saja, mbak juga perlu sedikit pengurangan dipinggang. Iis, kamu ukur lagi nanti gaunnya disesuaikan dengan ukuran." perintah pemilik butik.


"Yang laki-laki pakai Stelan jas atau pakaian adat? tanyanya lagi


"Pakai Stelan yang sama dengan warna gaunnya." sahut Rahmat yang sedari tadi diam saja. "Cocok, gue setuju" sahut Anton yang diangguki oleh Raihan. mereka kemudian mencoba stelan jas itu.


"Tampan betul Menantu mami" sahut mami Rani "Iya Rani menantuku juga gagah" sambung mama Stella. "Lebih tampan lagi Anakku ini" sahut mama Indi tidak mau kalah.


"Hei ganteng juga calon gue, jadi pengen nikahnya besok aja" sahut Raina.


"Nyesel pernah nolak, ganteng banget" ucap Kristina. "Babang, nikahnya sekarang yuk. Udah gak sabar pengen meluk" teriak Aulia yang terpesona dengan ketampanan calon suaminya.

__ADS_1


"Kemarin aja nolak, sekarang ngebet pengen cepat nikah" ejek mami Rani.


mama-mama gaul ditemani besannya mencari gaun untuk mereka sendiri. Setelah selesai, karena hari sudah sore, Raihan mengantar Raina bersama mamanya pulang ke rumahnya.


__ADS_2