
Raihan sedang rapat koordinasi dengan Pihak pemegang saham perusahaan Buana Group. Walaupun Saham terbesar di miliki oleh Kakek Cakra Buana dengan jumlah saham 55% dan akan dialihkan kepada Raihan.
Sudah 30 menit rapat berlangsung namun beberapa pemilik saham menginginkan Raihan bertanggung jawab atas penurunan nilai saham mereka akibat berita kecelakaan yang dialami oleh istrinya.
Ivan mendekati Raihan dan membisikkan sesuatu "Sepertinya ada maksud tertentu dari mereka yang ngotot ingin Anda bertanggungjawab" bisik Ivan...
"Oke saya mengerti, Penurunan harga saham perusahaan membuat kalian merugi. Sekarang saya ingin anda yang meminta saya untuk bertanggungjawab untuk mengangkat tangannya." ucap Raihan.
Diruangan itu ada 6 orang pemilik saham selain Raihan dan 3 orang diantaranya mengangkat tangannya.
"Berapa persen saham anda pak" tanya Raihan.
"Kami bertiga masing-masing memiliki 10% jadi total 30% saham" ucap salah satu orang itu.
"Baiklah kami akan membeli saham anda dengan harga sebelum turun dan pastinya Anda tidak akan rugi" sahut Raihan.
"Bukan itu maksud kami, kami minta anda turun dari posisi Direktur utama sebagai pertanggungjawaban" sahut salah seorang pemegang saham.
"Ingat, saya hanya memberikan 2 pilihan. pertama Anda bertiga menjual saham anda dan opsi kedua anda berhenti menjadi kaki tangan orang-orang itu. Pilihan ada ditangan anda, Selamat Siang" sahut Raihan lalu meninggalkan ruangan itu tampa menengok lagi.
Raihan berjalan dengan tatapan dingin menuju ruangannya, sesampainya di depan ruangan Anya menghentikannya.
"Tuan didalam ada tamu namanya Alvin" ucap Anya.
Raihan masuk kedalam ruangan tampa menjawab ucapan Anya.
"Selamat siang Alvin"
"Selamat siang tuan" jawab Alvin.
"Sepertinya kamu Mambawa berita penting karena waktu yang kamu janjikan sudah lewat 1minggu" ucap Raihan.
"Maaf tuan sebenarnya sejak seminggu lalu saya menyelesaikan penyelidikan tapi mengingat kondisi anda saya menundanya" sahut Alvin. "Ini data lengkap hasil penyelidikan, semua bukti mulai dari korupsi, bukti transfer sampai orang-orang yang terlibat ada didalam flashdisk itu tuan" lanjut Akvin
"Kamu sudah menyimpan soft copy data ini?" tanya Raihan.
"ada tuan, saya menyimpannya dibeberapa perangkat" jawab Alvin.
"Baiklah, berikutnya kamu persiapkan diri untuk memimpin perusahaan yang baru saya beli, kordinasi dengan Ivan langkah yang harus diambil dan segala perubahan dalam tubuh perusahaan menjadi tanggung jawabmu" ucap Raihan
"Baik tuan, tapi saya butuh bantuan dari kapten"
"Kapten akan memimpin anggota untuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam korupsi ini. jangan ganggu dia dulu" ucap Raihan "Kamu akan dibantu oleh Ivan dan Anton untuk mengurus semuanya" lanjutnya.
__ADS_1
"Baik tuan jika saya butuh bantuan akan saya hubungi asisten Ivan atau tuan Anton. kalau begitu saya permisi dulu" ucap Alvin.
"Bonusnya akan dikirimkan ke rekening milikmu" Sahut Raihan.
"Terima kasih banyak tuan" ucap Alvin
Setelah Alvin meninggalkan ruangannya, Raihan segera menghubungi Kapten.
"Kapten, persiapkan anggota untuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam kasus korupsi di perusahaan, sebentar malam saya akan kemarkas untuk membahas rencananya" ucap Raihan setelah telponnya diangkat.
"Baik bos, kami tunggu" Sahut kapten.
Raihan kemudian menutup telponnya, dia mengirim pesan kepada kedua sahabatnya agar kerumah sakit setelah selesai bekerja.
Raihan kemudian berjalan menuju kursi kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya dan menandatangani beberapa berkas yang telah diperiksa oleh asisten Ivan.
Sementara itu disebuah rumah mewah yang terletak di kota Surabaya tampak beberapa orang berkumpul bersama membahas sesuatu.
"Ayah, bagaimana dengan banding kita dipengadilan? kenapa sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diproses" ucap seorang pemuda yang seumuran dengan Raihan.
"Bukti-bukti yang diberikan oleh si tua Bangka itu sangat akurat sehingga pengadilan memenangkan kasusnya" jawab ayahnya.
"Ayah harus bertindak jangan sampai warisannya jatuh ketangan anak haram itu"
"Bagaimana bos, saya tidak mau masuk penjara seperti mereka"
"Kamu diangkat langsung oleh Cakra menjadi PM di Surabaya jadi mereka tidak akan mencurigai mu"
"Sepertinya istrinya masih belum sadarkan diri, saatnya kita menyerang mereka, minta semua yang memihak kita korupsi besar-besaran sebelum kantor pusat pindah ke Jakarta"
"Baik pak"
***
Sementara itu dirumah sakit tampak 2 orang yang ingin menjenguk Raina tertahan oleh pengawal yang berjaga di depan pintu masuk ruangan...
"Saya teman dari bosmu, hubungi dia kalau tidak percaya" ucap pria itu.
"Maaf tuan, saya diperintahkan untuk tidak mengijinkan siapapun yang tidak kami kenal untuk masuk keruangan ini" ucap pengawal.
Sementara terjadi perdebatan, Bams dan Mark pengawal kepercayaan Raihan datang untuk menggantikan pengawal yang berjaga.
"Ada apa ini?" tanya Bams yang baru tiba.
__ADS_1
"Mereka memaksa masuk, katanya teman bos" ucap pengawal itu.
Bams kemudian menengok ke arah 2 orang itu, setelah memperhatikan dengan teliti dia mengenali keduanya dan langsung hormat.
"Selamat siang Ipda Faizal dan Briptu Fauziah, kapan tiba dari Makassar? sapa Bams lalu menyalami keduanya.
"Apa kabar Bams, apa kabar Mark?"
"Wah ternyata Ipda Faizal dan Briptu Fauziah, maaf jika perlakuan teman kami kurang menyenangkan" sahut Mark.
"Tidak apa-apa, mereka hanya menjalankan tugas" sahut Briptu Fauziah.
"Mari silahkan saya antar kedalam" ucap Bams kemudian mengetuk pintu lalu membukanya.
Bams masuk keruangan diikuti oleh Briptu Fauziah dan Ipda Faizal "Selamat siang Nyonya dan Nona, ini ada Ipda Faizal dan Briptu Fauziah teman tuan dari Makassar ingin menjenguk nona Raina" lapor Bams lalu meninggalkan ruangan itu dan melaporkan kepada Raihan kedatangan mereka berdua.
"Mari masuk, silahkan duduk pak" ucap mama Indi.
"Anda Iptu Faizal teman suamiku? tanya Aulia.
"Ternyata istrinya Anton cantik, salam kenal, ini calon istri saya Fauziah" ucap Iptu Faizal.
"Salam kenal saya Aulia dan ini Kristina istri dari Rahmat serta ini mama Indi mertuanya Raihan" ucap Aulia.
"Salam kenal, saya Fauziah" ucapnya sambil menyalami ketiganya
"Kapan tiba dari Makassar?" tanya Aulia.
"Kemarin pagi kami tiba, Hanya saja ada urusan di mabes polri jadi tidak sempat mengabari, tadi kami berencana mengajak makan siang bersama tapi ketika Anton memberi tahu jika istri tuan Raihan dirawat di sini maka kami langsung menuju ke mari" ucap Iptu Faizal.
"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Briptu Fauziah.
"Masih belum sadarkan diri tapi kondisinya sudah membaik" ucap Aulia.
"Kami turut sedih ketika Anton memberi tahu berita kecelakaan itu, jadi sudah sebulan belum sadarkan diri" tanya Iptu Faizal.
"Iya, sejak masuk rumah sakit sampai sekarang masih Koma" jawab mama Indi.
"Maaf boleh saya menjenguknya?" tanya Briptu Fauziah.
"Silahkan, mari saya temani" ucap Aulia sambil berjalan menuju tempat tidur Raina.
Briptu Fauziah duduk dikursi yang ada disamping ranjang, dia kemudian menggenggam tangan Rania.
__ADS_1
"Hai Nona Raina, perkenalkan saya Fauziah. Saya yang membantu suamimu menyelidiki kasus korupsi di proyek yang di Makassar. Suamimu banyak bercerita tentang kamu, tentang pertemuan dengan kamu, sampai kalian menikah, Suamimu pernah berjanji kepada saya jika nanti saya dan Iptu Faizal menikah akan datang ke Makassar bersamamu. Tapi sepertinya Suamimu akan ingkar janji, Dia berbohong, Dia pasti tidak akan datang bersamamu dan kami tidak jadi menikah karena kami pernah berkata jika suamimu dan kamu tidak datang maka kami tidak jadi menikah. Maka dari itu bangunlah dan biarkan Suamimu memenuhi janjinya" ucap Briptu Fauziah sambil menitikkan air mata. Aulia mengelus punggung Briptu Fauziah untuk menenangkannya.