Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Menikmati Hidangan khas Makassar


__ADS_3

Mereka melanjutkan kunjungan ke kantor cabang buana untuk bertemu dengan staff keuangan dan staff projects guna membahas penyelesaian pembayaran yang tertunda karena korupsi GM dan Manager mereka.


Meeting kali ini juga untuk memeriksa kinerja mereka untuk mencari pengganti Manager Keuangan serta projects manager. Beberapa kinerja karyawan lama maupun baru tak luput dari perhatian kedua petinggi perusahaan. Beberapa karyawan terpaksa baru tidak mendapatkan promosi menjadi pegawai tetap karena dinilai kurang disiplin.


Diantara karyawan yang berprestasi, 2 orang diangkat menjadi manager pengganti serta ada yang diangkat mengisi kekosongan supervisor. Raihan juga meminta kepada HRD untuk membuka lowongan baru. Kali ini secara khusus Raihan meminta kepada HRD agar diutamakan pengalaman kerja dari pada Latar belakang pendidikan.


Untuk posisi General Manager Raihan memilih karyawan kantor pusat yang dimutasi. Agar bisa dipantau, Raihan mengubah sistem penagihan dan pembayaran kepada subkontraktor untuk meminimalkan terjadinya korupsi. Dia juga melarang adanya pungutan kepada subkontraktor dalam bentuk apapun termasuk melarang menerima hadiah dan parcel lebaran/natal.


Raihan juga membentuk team Quality control untuk memantau kualitas kerja kontraktor dan karyawan cabang Buana. Team Quality Control akan langsung berada dibawah kendali kantor pusat dan melaporkan langsung hasil temuan kepada manager perencanaan dan pembangunan.


Setelah selesai dengan urusan pekerjaan, Raihan bersama Ivan meluncur ke restoran tempat yang ditunjuk oleh Iptu Faizal. Dengan diantar sopir kantor, memudahkan Raihan dan Ivan untuk mencari restoran tersebut.


"Masih jauh gak pak? tanya Ivan yanh sudah tidak sabar.


"Sebenarnya tidak jauh hanya saja macet jadi perjalanan lebih lama." jawab sopirnya.


"Ada jalan lain gak pak yang gak macet gitu?"


"Ada pak tapi jalannya agak sedikit rusak karena bukan jalan utama tp jalanan kompleks" jawab sopir.


"Lewat jalan itu saja pak" sahut Ivan. Sopir kemudian berbelok memasuki jalan gang yang agak sempit diikuti mobil yang digunakan Mark dan Bams. Setelah melewati jalan sempit itu mereka keluar kembali ke jalur utama yang sudah tidak macet. Setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah restoran. "Ini restorannya pak?" tanya Ivan meyakinkan.


"Betul pak, posisinya agak diatas jadi naik tangga itu pak" tunjuk sopirnya.


"Ayo pak kita makan siang dulu" ajak Raihan.


"Saya makan siang diwarung yang disana saja pak" tolaknya.


"Ayo pak, gak usah nolak gitu. Kita makan siang sama-sama" ajak Raihan kembali membuat sopir kantor tersebut akhirnya ikut masuk ke restoran.


Anton, Rahmat, Iptu Faizal dan Briptu Fauziah sudah lebih dulu berada di dalam restoran menunggu kedatangan Raihan dan rombonganya.


"Awas saja loe kalau gak enak" ucap Anton yang sudah tiba duluan.


"Tenang saja. Dijamin loe bakal nambah" ucap Iptu Faizal.


"Restoran ini terkenal dengan hidangan khas Sulawesi Selatan. Namanya saja Restoran Ulu Juku yang artinya kepala ikan." Briptu Fauziah menimpali.


"Eh ngomong-ngomong kalian sudah lama pacaran?" tanya Rahmat kepo.


"Mat gak boleh kepo dengan urusan orang. Kalian kapan nikah?" sahut Anton.


"Dasar loe larang gue kepo tapi loe sendiri yang kepo akut" cibir Rahmat.


"Ngapain kalian debat segala?" tegur Raihan yang baru tiba. mereka kemudian duduk di kursi kosong.


"Bos, saya dan Bams duduk disana saja. kasian pak sopir sendirian." ucap Mark yang melihat kursi tidak cukup untuk mereka semua.


"Baiklah. Eh sudah pesan belum?

__ADS_1


"Belum lah. nunggu loe lama banget" ucap Anton.


"Sorry, gue meeting dikantor dulu. Iptu Faizal yang pesan. Dia kan tau yang paling enak disini dan samakan saja semua" ucap Raihan.


Iptu Faizal kemudian memanggil pelayan restoran dan menyebutkan pesanannya.


"Tidak ada mi kita tambah?" tanya pelayan dengan logat Makassar.


"Sudah, itumi saja dulu. Nanti kalau mauki tambah kupanggil jaki itu" jawab Iptu Faizal juga memakai logat Makassar.


"Ngapain loe minta mie? kan mau makanan laut" protes Anton.


"Bukan pesan mie tapi kalau logat Makassar kadang ada kata yang ditambahkan imbuhan mi, Ki. kalau kasarnya mo dan ko." jawab Iptu Faizal.


"Kirain"


"Tadi pelayan bertanya sudah tidak ada yang ditambah? jadi saya jawab sudah itu saja dulu nanti kalau ada yang mau saya panggil kamu lagi" Ucap Iptu Faizal menjelaskan.


"Oww. Susah juga ya mengerti logat Makassar" keluh Anton.


"Ichal" teriak seseorang menyapa Iptu Faizal "Kukanaja Ichal tojeng, Kujanjang bella ka mallaka salah bela (Apa saya bilang ichal betul, kulihat dari jauh karena takut salah)" sahut orang itu.


Iptu Faizal menengok "Kau Arifin kan? Astaga, pammoporanga pindu, tena ku cinikko (Astaga, Maafkan saudara saya tidak lihat kamu)" jawab Iptu Faizal seraya merangkul temannya "Naik Nuagang rinni mae?(sama siapa disini)"


"Agang sikolata, kau iya naik Nuagang? (Teman sekolah kita, siapa yang kamu temani?) tanya Arifin.


"Hai salam kenal dan selamat datang di Makassar. Salam kenal juga ibu polwan. Saya teman sekolah Ichal waktu SMA" ucap Arifin menyapa mereka semua.


"Salam kenal, saya Raihan ini Antondan itu Rahmat kalau yang disana itu Mark dan Bams bersama sopir kantor" ucap Raihan memperkenalkan diri.


"Maaf saya sapa teman-teman dulu yang dimeja sana. Ayo chia kita sapa mereka dulu" ucap Iptu Faizal sembari berlalu menuju meja dimana teman sekolahnya berada.


"Sumpah, gue bingung tadi mereka ngomong apaan" ucap Rahmat.


"Emang gue gak, gue juga bingung kali. Serasa dianta beranta gue" sahut Anton.


Makanan yang dipesan pun datang. Pelayan menyajikan berbagai jenis masakan. "Mbak, ini nama masakannya apa? tanya Anton penasaran.


"Mas bukan orang Makassar? tanya pelayan itu.


"Kami dari Jakarta" jawab Anton.


"Ini namanya Pallumara kakap merah, ini Gulai ulu Juku kakap merah, ini Juku marica le'leng, itu Pallumara Sunu, itu gulai ikan Sunu dan itu ikan bakar cepak" jawab pelayan itu.


"Terima kasih mbak atas penjelasannya. Mbak nanti sekalian billnya gabungkan dengan meja itu dan yang disana ya" ucap Raihan.


"Baik mas, selamat menikmati" ucap pelayan itu.


"Gue baru denger nama-nama ikan ini. kalo kakap merah gue tau tapi ini sama itu barusan gue denger" sahut Anton.

__ADS_1


"Gak usah pusing nyari namanya. Makan aja, ini enak banget pokoknya" ucap Rahmat yang sudah mulai menyantap makanannya.


"Gimana enak kan? tanya Iptu Faizal yang baru kembali dari menyapa teman sekolahnya.


"Enak bro, Dijakarta gak ada yang kayak gini" ucap Rahmat.


"Betul enak banget" sahut Raihan.


"Syukurlah kalau enak, Ini rumah makan memang terkenal dengan hidangan khasnya" ucap Iptu Faizal.


"Jika kalian lebih lama disini pasti akan kuajak keliling untuk wisata kuliner dan mengunjungi tempat-tempat wisata" ucap Briptu Fauziah.


"sayangnya karena kesibukan dan istri yang menunggu jadi harus segera pulang, Urusan disini juga sudah beres tinggal urusan pengacara saja. Kedepannya saya harap Briptu Chia mau terus membantu pengacara saya" ucap Raihan.


"Pasti akan saya bantu"


"Eh pertanyaan tadi belum terjawab" ucap Raihan lagi.


"Pertanyaan apa? sahut Iptu Faizal bingung.


"Sudah berapa lama kalian pacaran dan kapan nikah?" sahut Raihan.


"Ohh. Kami pacaran sudah lama, Saya kenal dia waktu di Sekolah Polisi, Saya yang kebetulan ditugaskan menjadi pelatih jatuh cinta pada pandangan pertama" Iptu Faizal mulai bercerita. "Hanya saja menikah itu prosedurnya ribet dan chia yang orang Bugis jadi maharnya tinggi. Jadi ditunda dulu sampai tabungan cukup" lanjutnya.


"Emang maharnya apa? Duit? Emang berapa banyak?" tanya Anton lagi.


"Kami orang Bugis Makassar ada namanya uang Panai yang disepakati oleh para orangtua. Jumlahnya bermacam-macam tergantung status bangsawan atau rakyat biasa, kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau tidak. Contohnya dokter apalagi jika anak bangsawan bisa sampai 1 miliar. kalau dokter bukan bangsawan sampai 500jt." jawab Briptu Fauziah.


"Oww begitu ternyata, beda dengan kita dijakarta. Mahar terserah kita sanggupnya berapa." sahut Raihan.


"Makanya gue nabung dulu baru ngelamar dia" sahut Iptu Faizal.


"Kamu tenang saja, gue bakal bantu elo nanti. Intinya sekarang loe cepetan lamar dia. Jangan biarkan cewek nunggu terlalu lama" ucap Anton. "Gue sama Raihan gak pacaran langsung nikah. Rahmat hanya pacaran sebulan" lanjut Anton.


"Iya, loe jika butuh bantuan hubungi kita aja. pasti gue bantu sebagai teman bukan sebagai Direktur Buana Group" ucap Raihan.


"Terimakasih teman atas dukungannya, hanya tabungan masih kurang banyak"


"Berapapun loe butuhkan untuk pernikahan loe pasti gue bakal bantu" jawab Raihan "Anton sama Rahmat malah nebeng dipesta gue"


"Hei bukan nebeng ya tapi nikah dan resepsi bareng" protes Anton.


"Iya iya. Tapi kan biayanya dari gue semua"


'Gak usah diperjelas juga keles" protes Anton.


"Ton, Gak usah protes. Kontrak kerjasama terancam" ucap Rahmat meledek Anton.


Sementara yang lain hanya tersenyum melihat perdebatan keduanya. Diluar pekerjaan keduanya memang sahabat tapi didalam pekerjaan mereka hanya rekan bisnis.

__ADS_1


__ADS_2