
“Ngapain sih video call malam-malam? Tanya Raihan yang baru menjawab panggilan video dari Anton.
“Hei brother, gue lagi gak bisa tidur nih. Bentar gue hubungi dulu si mamat” jawab Anton lalu menyambungkan panggilannya kenomer Rahmat. Tak lama panggilannya dijawab, dengan muka bangun tidur Rahmat ogah-ogahan meladeni kedua sahabatnya.
“Ngapain sih? Gue lagi enak-enak tidur dibangunin” protes Rahmat.
“Hei kenapa loe bisa tidur enak sih? Gue aja nih deg-degan karena besok akad nikah nah loe nyantai aja. Lupa kalo besok juga loe nikah?” ucap Anton dengan nada kesal.
“Gue juga gak bisa tidur mikirin besok” sahut Raihan.
“Kalian bedua emang mikirin apa? Yang penting udah hapal qabulnya ya sudah aman kan.” Sahut Rahmat.
“Emang Qabul apaan?” tanya Anton.
“Ya ini anak. Emang nanti kalo nanti penghulunya ngucapin Ijabnya kan loe mesti jawab Qabulnya ogeb” sahut Rahmat.
“Emang mesti jawab apaan?” tanya Raihan tidak mengerti.
“Haduh, loe berdua dari planet mana sih? Emang gak pernah liat orang nikah apa?”
“Gue gak pernah dan gue yakin 100% pasti Rai juga gak pernah melihat orang nikah wong gak ada yang mau ngundang dia” sahut Anton.
“Biar diundang juga gue males dateng keacara nikahan ogeb” protes Raihan.
“Sudah gak usah debat. Gue kasi tau ya, contohnya gue nih ya. Penghulu atau wali mengucap ijab ananda Rahmat bin Lukman saya nikahkan engkau dengan kristina Machmud binti Machmud dengan mas kawin bla bla dan gue jawab saya terima nikahnya Kristina Machmud binti Machmud dengan mas kawin tersebut tunai. Udah ngerti kan?” sahut Rahmat
”Nanti kirim chat ya gue belum denger baik tadi” ucap Raihan.
“Gue juga ya, kirimin juga dong. Gue pengen hapalin.Qabulnya”
“Loe gak usah biar ada diketawain besok jika gak tau mau ngomong apa. Hahahah” ejek Rahmat.
“Betul itu, seru juga jika nanti besok loe gak tau mesti ngomong apa Ton”
“Dasar sahabat laknat kalian. Seneng banget liat teman susah” Protes Anton.
“Gue bukan seneng tapi bahagia banget liat loe jadi bahan tertawaan. Kapan lagi dapat hiburan gratis gitu” Rahmat terus mengejek anton.
__ADS_1
“Iya ton. Sekali-kali loe hibur kita dong” sahut Rahmat..
“Tapi jangan juga pas gue nikah loe bedua mau jadikan ajang hiburan. Tega banget loe bedua jadi sodara,
“Maafin deh. Gue Cuma becanda ngapa loe nganggep serius sih ucapan gue? Sahut Raihan
“Udah deh kalian tidur aja dulu udah jam bearapa nih. Gue juga ngantuk, gak mau penampilan gue kayak mayat hidup besok karena kurang tidur” sahut Rahmat. “Okelah. Gue matiin telponnya kalo gitu. Sampai ketemu besok di Hotel”
“Sampai ketemu besok”
“Sampai ketemu besok, jangan lupa dateng pagi-pagi kehotel. Bye ” sahut Raihan lalu mematikan sambungan telponnya lalu beranjak menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Pagi ini Raina masih betah dibalik selimutnya, karena tidur terlalu larut membuatnya belum terbangun walau dirumahnya sudah ramai dengan kedatangan keluarga dan teman dekatnya. Nisa yang baru tiba mencari keberadaan temannya itu diruang keluarga.
“Mama, kangen” teriak Nisa ketika melihat mama Indi lalu berlari memeluknya.
“Kau ini, baru beberapa hari tidak ketemu sudah kangen saja. Kenapa baru datang? Padahal kemarin waktu acara siraman mama nungguin kamu” ujar mama Indi
“Maaf ma, kemarin ada acara keluarga jadi ga bisa datang. Raina mana ma kenapa belum kelihatan?” tanya Nissa yang sejak tadi celingukan mencari keberadaan temannya.
“Nyariin kak Raina? Masih molor tuh dikamarnya” sahut Anita yang tiba-tiba muncul.
Nisa dengan langkah pelan memasuki kamar Raina, Anita yang mengikuti Nisa juga ikut melangkah pelan. Setelah berada disamping ranjang Raina Nisa memberi kode kepada Anita untuk mengagetkan Raina yang masih nyenyak dengan tidurnya. Dengan mengacungkan jarinya dia menghitung 1, 2,3 mereka kemudian melompat bersama keatas ranjang yang membuat tubuh Raina terguncang dengan keras.
Raina yang masih terlelap langsung terlonjak kaget. “Mama Gempa.. cepat lari” teriaknya sambil berlari menuju pintu. Nisa yang melihatnya ikut berlari menahan Raina yang sudah mau membuka pintu.
“Gak ada gempa, loe ngigo ya?” tanya Nisa pura-pura tidak tau.
Raina menoleh kebelakan dan dilihatnya Nisa menarik tangannya sementara Anita masih berdiri sambil menutup mulut dan memegang perutnya, dia sudah seperti tidak bisa menahan tawanya.
“Hahahaha.. kakak lucu” Tawa Anita akhirnya pecah.
Raina kemudian mendekati adik sepupunya itu lalu menyerangnya dengan gitikan dan cubitan “Awas kau ya sudah ngerjain aku” teriak Raina “Ampun kak, sudah nanti Aku ngompol” pinta Anita.
“Loe udah ngerjain kakak ya jadi gak ada ampun”
“Hei brenti. Pergi mandi sana, udah jam berapa ini” pekik Nisa yang melihat temannya masih terus menggelitiki adik sepupunya.
__ADS_1
“Emang mau kemana pagi-pagi gini?” tanya Raina.
“Hei. Loe lupa ni hari loe mau nikah, ini sudah jam berapa? Bentar lagi MUA datang untuk mendandanimu” sahut Nisa.
“Mampus gue. Gue lupa jika nikah hari ini” pekik Raina sambil menepuk jidatnya. Dia kemudian berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah 30 menit dia keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya. Dia melihat dikamarnya sudah ada beberapa orang menunggunya.
“Ini dari MUA sudah datang untuk mendandanimu, cepatan siap-siap” sahut Nisa yang melihat temannya keluar dari kamar mandi.
Raina langsung berlari kedalam ruang gantinya untuk memakai baju sebelum dimake up. Stetlah beberapa menit dia keluar dan duduk di depan meja rias.
“Nona, kami bisa mulai?” tanya gadis itu yang katanya dari MUA.
“Mbak namanya siapa?” tanya Raina
“Saya Mita Nona, kami dihubungi EO untuk mendandani Nona untuk akad dan resepsi nanti” jawab MUA tersebut.
“Silahkan mbak Mita tapi saya tidak suka make up tebal jadi natural ssaja ya mbak” sahut Raina.
Mita kemudian memulai aksinya menata wajah Raina, karena dasarnya Raina memang cantik sehingga tidak terlalu membuat Mita kesusahan. Cukup dipoles tipis saja wajah cantik raina lebih nampak dan membuat terpesona.
Setelah 30 menit Mita sudah menyelesaikan polesannya diwajah Raina. “Nona. Rambutnya akan ditata teman saya Yuna, tapi nona bisa memakai gaun untuk akad dulu” sahut Mita yang telah menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah memakai gaun untuk akadnya model kebaya modern berwarna putih, Raina keluar dari ruang ganti.
“Kamu cantik Banget, Pantes babang Rai klepek-klepek sama kamu” sahut Nisa yang melihat Raina keluar dai
ruang ganti.
“Kakak cantik baget, Nita mau juga didandani seperti itu” pekik Anita.
“Minta tolong sama Mbak nita untuk mendandanimu” sahut Raina “ Bisa kan mbak dandani adikku yang manja ini?” Tanya Raina sembari duduk didepan meja rias dan siap untuk ditata rambutnya. Yuna langsung menata rambut Raina agar lebih anggun,
“Bisa nona, Kami juga sebenarnya merasa sangat senang dan bangga bisa mendandani calon menantu dari tuan besar Cakra Buana” seru Mita dengan gembira.
“Memang yang dandani temanku mbak Mita juga ya?” tanya Raina.
“Bukan saya Nona tapi temanku yang kukirim kesana karena saya tidak bisa menghandle sekaligus karena jarak antara Rumah nona dan teman nona jauh tapi nanti dihotel baru saya yang menata riasana nona bertiga” jawab Mita
__ADS_1
To Be Continue