Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Rindi masih dirawat


__ADS_3

Raina dan Raihan berjalan menyusuri lobby rumah sakit. Ditangan Raihan ada makanan dan buah-buahan untuk Rindi. Siang ini mereka berdua akan mengunjungi Rindi, mereka sudah janjian dengan yang lain kecuali Ivan dan Anya yang harus tetap dikantor karena menggantikan Raihan. Dokter dan perawat yang berpapasan dengan Raina menunduk hormat karena tau siapa Raina yang tak lain anak dari direktur rumah sakit tapi tidak mengetahui bahwa yang bersama Raina adalah pemilik rumah sakit.


Sampai didepan meja informasi mereka menanyakan keberadaan ruang inap Rindi. Setelah mengetahui ruang inapnya berada dilantai 3, mereka berjalan menuju lift untuk kelantai 3. Kini mereka sudah berada didepan pintu


kamar perawatan Rindi, Raina mengetuk lalu membuka pintu kemudian melangkah masuk kekamar itu.


Kamar perawatan kelas 2 yang berisi 4 pasien, mereka mengedarkan pandangan kesekeliling ruangan itu untuk mencari brangkar yang ditempati Rindi dan mereka berdua melihat Rindi sedang tidur diatas  tempat tidurnya yang berada paling ujung.


“Yang. Ruangan ini terlalu sesak. Telpon papa suruh kesini deh, kasian jika harus bersama pasien lain.” Ucap Raihan pelan setelah berdiri disamping brangkar Rindi.


“Emang kenapa? Tanya Raina.


“Kita pindahin, belum lagi yang datang rombongan auliah sama Tina mereka  pasti ribut dan mengganggu pasien lain” Raina mengangguk dan berjalan keluar kamar itu untuk menelpon papanya. Ketika dia membuka pintu bersamaan dengan Satrio masuk.


“Kak Satrio dari mana? Didalam Ada mas Raihan”


“Eh nona Raina, habis dari kantor sekalian ini juga sekalian membelikan makanan untuk rindi” jawab Satria.


“Kak Satrio masuk aja saya mau menelpon dulu” ucap Raina lalu berjalan keluar sementara Satrio mendekati Raihan yang berdiri disamping brangkar istrinya.


“Sudah lama? Tanya Satrio.


Raihan menoleh kemudian tersenyum melihat Satrio berdiri disampingnya “Baru saja tiba, kamu habis dari kantor?” tanya Raihan


“Iya, saya masuk setengah hari. Meski pak Anton sudah mengijinkan saya untuk tidak masuk tapi pekerjaan lagi banyak jadi harus masuk” jawab Satrio.


“Bagaimana keadaan istrimu? Sudah baikan?”


“Kata dokter lusa sudah bisa pulang hanya saja harus istirahat dirumah karena kandungannya lemah dan masih rentang keguguran” sahut Satrio menjelaskan


Tak lama Raina masuk dan mendekati kedua Pria yan tengah berbincang “Sebentar lagi papa datang” sahut Raina memberi tahu Raihan dan dibalas dengan Anggukan. Setelah 10 menit dokter Chandra direktur rumah sakit bersama seorang dokter dan perawat datang menemui mereka.


“Ada apa menyuruh papa kemari? Tanya papa Chandra


“Papa, kenalin ini Satrio dan istrinya yang lagi hamil muda dan harus istirahat total. mas Raihan juga mau bicara sama papa” Raina mulai memperkenalkan Satrio.


“Selamat siang Pa. Begini, Ruangan kelas dua terlalu sesak jika nantinya kami bekunjung serta demi kenyamanan pasien jadi Papa bisa aturkan agar pasien ini di pindahkan kekamar VIP agar bisa istirahat dengan tenang?” sahut Raihan. “Sekalian menyampaikan jika Kakek nitip salam” lanjutnya

__ADS_1


“Kakekmu sudah datang? Baiklah karena ini permintaanmu jadi nanti kami akan pindahkan pasien ke kamar VIP dilantai 5. Dokter Firman, aturkan kamar VIP dan pindahkan pasien ini sekarang” Perintah Papa Chandra. Dokter Firman langsung menghubungi bagian administrasi untuk proses pemindahan pasien kekamar VIP. Tak lama beberapa perawat datang keruangan itu dan memindahkan brangkar pasien. Mereka kemudian mengikuti brangkar yang didorong perawat.Dikoridor mereka berpapasan dengan Anton dan Rahmat yang datang beserta pasangannya.


“Mau dipindain kemana?” tanya Anton penasaran.


“Keruang VIP, disana ruangannya sempit dan panas” jawab Raihan. “Loe sebagai bos harusnya perhatian dong sama sekertaris. Masa ruang perawatan kelas 2, minimal kelas satu dong” protes Raihan.


“Hei. Perusahaan gue perusahaan kecil. Gak kayak perusahaan loe yang karyawannya ribuan dan punya cabang dimana-mana.” Elak Anton


“Ngeles aja loe kayak bajai, gue pindahin ke ruang VIP dan loe yang bayar” Sahut Raihan.


“Kan loe yang pindahin jadi loe yang bayar dong masa gue” tolak Anton.


“Iyain aja dari pada kontrak loe dibatalin karena tidak bertanggung jawab dengan kesehatan pegawai” sahut Rahmat memotong perdebatan kedua laki-laki itu.


 Raina dan sahabatnya yang berjalan paling belakang jengah melihat perdebatan didepannya “Mereka terus berdebat mengenai pembayaran rumah sakit, padahal kakek yang nanggung biayanya” ucapnya.


“Loe tau dari mana?” tanya Aulia.


“Kakek Cakra yang ngomong ke gue semalem. Bentar kita semua mau fitting gaun untuk resepsi dibutik yang kemarin” sahut Raina.


“Asyik, kebutik lagi”


“Yang namanya cewek kalau denger kata butik pasti seneng, kan memang ditakdirkan seperti itu” elak Kristina.


Kini mereka telah berada diruang VIP, kamar yang luas seperti kamar hotel bintang lima. “Wah ni perempuan satu sudah didorong kemana-mana ga bangun-bangun juga.” Ucap Aulia yang melihat Rindi belum bangun dari tidurnya.


“Gimana mau bangun, dia sudah minum obat jadi tidurnya tidak terganggu” Balas Satrio.


“Papa pergi dulu, kalau ada yang kamu butuhkan hubungi saja suster jaga didepan” ucap papa Chandra.


“Pa. minta perawat khusus satu orang untuk menjaganya jika Satrio lagi kekantor” Pinta Raihan


“Nanti papa sediakan, didepan juga ada perawat jaga yang setiap saat bisa kamu panggil dengan menekan tombol itu. Papa pamit dulu, masih banyak yang haus dikerjakan..” ucap Papa Chandra.


“Baik pa, terima kasih” ucap Raihan sambil menyalami calon mertuanya diikuti Raina dan sahabatnya. Papa Chandra kemudian meninggalkan Kamar itu kembali keruangannya.


Mereka kemudian duduk disofa yang berada diruangan itu,” Satrio, bagaimana keadaan istrimu hari ini? Tanya Anton.

__ADS_1


“Keadaannya lebih baik kecuali muntah-muntah dipagi hari tapi kata dokter itu normal untuk ibu hamil dan sudah diberi vitamin pereda mual. Lusa katanya sudah bisa pulang” jawab Satrio.


“Biarkan dirawat dulu, gak usah buru-buru pulang. Kalau sudah benar-benar sehat baru dipulangkan, masalah biaya ada bos anton yang naggung.” Celetuk Raihan


“Bang Sat. Emang udah berapa bulan kehamilannya?” tanya Kristina. Semua menengok kearah Kristina yang memanggil Satrio dengan panggilan Bang Sat yang kedengaran seperti lagi memaki. “Emang aneh kalo dia udah ngasih nama panggilan”Ucap Raina dalam hati.


“Hei. Jangan disingkat namanya sayang, kedengarannya seperti kamu lagi marah dan memaki seseorang” tegur Rahmat yang sejak tadi diam saja bermain HP.


“Kan perlu juga nama panggilan. Heheheh” sahut Kristina.


“Tapi jangan Bangsat juga Nona, kan bisa bang Rio” protes Satrio “Saya seperti laki-laki bajingan jika dipanggil begitu” lanjutnya.


“Kamu kan sudah dibuatkan nama panggilan ya terima aja lah, yang lain juga pasrah. Iya kan babang ojek?” sahut Raina mendukung sahabatnya.


“Gue ikut kata kamu saja sayang.pertanyaan tadi belum kamu jawab, sudah berapa lama usia kandungannya? Tanya Raihan


“Usia kehamilannya baru 3 minggu dan harus bedrest sekitar 2 bulanan. Makanya tadi pagi saya sudah urus pengajuan cuti untuk Rindi” lanjutnya.


“Gue harus nyari pengganti sekertaris pengganti dong untuk menggatikan Rindi yang lagi cuti”


“Itu disampingmu bisa jadi sekertarismu sementara waktu” sahut Raihan.


“Tapi kan beda perusahaan, gimana dengan nilaiku?” Protes


Aulia


“Tenang. Kan bosnya saya jadi nilaimu beres deh” sahut


Raihan lagi.


“Kalau bos yang gomong gue setuju saja” Ucap Aulia.


“Nah uda deal kan, sekarang udah sore, kita kebutik saja. Nunggu Rindi bangun bisa-bisa kita telat lagi” sahut Raina mengingatkan para sahabatnya ketika melihat Jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan angka 3.


“Mau ngapain lagi kebutik? Tanya Anton.


“Kita mau fitting gaun untuk resepsi nanti, masa akad nikah dan resepsi pakai gaun yang sama” jawab Raina.

__ADS_1


 Mereka semua akhirnya pamit kepada Satrio, Raihan  juga sudah berpesan agar menghubunginya jika butuh sesuatu atau ada hal yang mendesak.  Merka akhirnya bersama-sama berangkat kebutik untuk fitting gaun resepsi pernikahan yang akan diadakan kurang dari dua minggu.


To Be Continued


__ADS_2