
Pagi hari dikediaman keluarga dokter Chandra. Asisten Ivan yang sudah tiba sejak tadi berdiri menunggu kedatangan bos-nya dihalaman rumah. Sejak tadi sudah mengumpat dalam hati karena jengkel. Raihan meminta dia datang jam 6:30, sementara jadwal penerbangannya sendiri jam 10 pagi. Sekarang sudah setengah jam menunggu didepan rumah tapi Raihan belum menampakkan dirinya.
Sementara Raihan yang masih dikamarnya berganti pakaian yang disiapkan oleh istrinya.
"Sayang, Ini kartu kredit untuk kamu dan ini kartu debitnya buat belanja kebutuhan pribadi" Ucap Raihan.
Raina menerima black card yang diserahkan suaminya itu "Kok ada kartu kredit sama debit. kan bisa debit saja? tanyanya.
"Dikartu debit kan buat nafkah dalam sebulan nah kartu kredit buat kamu belanja. Dan ini kartu VIP yang menandakan bahwa kamu bagian dari Buana Group. Kartu VIP hanya digunakan oleh kakek, Aku, keluarga asisten Bobi dan kamu." jawab Raihan.
"Kartu ini bisa dipakai dimana?
"Di Mall, Hotel, Rumah Sakit dan banyak lagi. Pokoknya semua yang dibawah naungan Buana Group" jawab Raihan
Setelah itu mereka berdua berjalan menuju ruang makan untuk sarapan pagi.bMertuanya sudah menunggu untuk sarapan "Kalian kok lama sekali? Asisten Ivan sudah setengah jam menunggu didepan" sahut mama Indi yang melihat keduanya baru datang.
"Maaf ma, Aku lupa menyiapkan pakaian untuk dibawa keluar kota" Jawab Raina.
"Kalau tau suamimu mau keluar kota harusnya dari kemarin sudah menyiapkan pakaian untuk dibawa. Jadi istri harus punya inisiatif, ketika suami memberi tahu akan dinas keluar kota istri harus segera menyiapkannya. Jika terburu-buru bisa ada nanti yang kelupaan" tegur mama Indi yang melihat anaknya seperti belum terbiasa melayani suaminya.
"Iya ma, Raina juga belajar kok melayani suami dengan baik" ucap Raina.
"Sudah. Ambilkan sarapan pagi untuk suamimu sekalian nanti minta bibik untuk panggil asisten Ivan untuk sarapan" ucap mama Indi.
Setelah menyiapkan sarapan untuk suaminya, Raina menyuruh pembantunya untuk memanggil asisten suaminya agar bisa sarapan bersama.
"Maaf non, Katanya dia sudah sarapan pagi. Biar nunggu aja didepan" ucap pembantunya yang baru datang dari depan untuk memanggil asisten Ivan.
"Terima kasih bik" ucap Raina.
"Rai, Kamu berapa hari disana?" tanya Papa Chandra.
"Belum tahu pastinya pa, tapi jika sudah selesai pasti akan langsung pulang" jawab Raihan.
"Kamu hati-hati disana, langsung kabari kami jika sudah sampai disana" ucap papa Chandra mengingatkan menantunya. Dia tahu apa yang terjadi dengan proyek pembangunan disana karena Raihan sudah menceritakan semua permasalahan yang dihadapinya kepada papa mertuanya itu.
__ADS_1
"Baik pa, Aku akan selalu berkabar" ucap Raihan.
Setelah sarapan pagi, Raihan pamit kepada mertuanya. Dengan diantar oleh istrinya dia kemudian berjalan keluar rumah.
"Hati-hati disana ya mas, jangan sampai telat makan. Istirahat yang cukup dan jangan lupa kabarin jika sudah sampai di sana" ucap Raina sambil memeluk suaminya itu.
"Kamu tenang aja sayang, mas akan hati-hati kok disana. Sebentar akan ada yang nganter mobil untuk kamu pakai kekampus" sahut Raihan "Mas pergi dulu ya" ucap Raihan lalu Raina mencium tangan suaminya badan dibalas oleh Raihan dengan mengecup kening istrinya.
Raihan kemudian naik keatas mobil sambil melambaikan tangannya. Raina membalasnya dengan lambaian tangan dan senyuman manis. Mobil yang dikemudikan oleh asisten Ivan meninggalkan pekarangan rumah Raina. Raina masuk kedalam rumah, dia lagi malas untuk ngapa-ngapain jadi dia kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari memainkan game di ponselnya.
Karena keasyikan main game sampai lupa waktu. Dia terkejut ketika mendengar mama Indi berteriak memanggilnya. Raina melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 9. Raina bangkit dari tempat tidur lalu menuju tempat mamanya.
"Ada apa sih ma sampai teriak-teriak begitu? ucap Raina.
"Didepan ada orang dealer nurunin mobil mewah, kamu beli mobil baru?
"Oww. Mas Rai yang beliin."
"Jangan Oo aja lihat didepan, itu mobil mewah banget Na" ucap mamanya. mereka berdua berjalan keluar untuk melihat mobil yang dimaksud. Sesampainya didepan Raina syok melihat mobil itu. Sebuah mobil Sport dua pintu BMW I8 coupe yang harganya sampai 4,5 m.
"Mbak Raina, Tolong ditandatangani surat tanda terimanya" ucap Orang dealer.
"Ini Copy tanda terimanya dan ini kunci, STNK, BPKB dan bukti pembelian atas nama Nona Raina" ucap pegawai dealer itu seraya menyerahkan semuanya kepada Raina "Kalau begitu kami permisi mbak." ucapnya.
"Terimakasih mas" ucap Raina yang masih syok melihat mobilnya itu. Dia kemudian memeriksa STNK mobilnya itu dan tertulis atas namanya.
"Ma, ini gak mimpi kan? Udah lama Raina pengen punya mobil ini" ucap Raina. Mama Indi kemudian mencubit pipi anaknya itu "Aduh ma sakit"
"Sakit kan, artinya kamu gak mimpi sayang" ucap mama Indi "Kamu senang sekarang mobil impianmu sudah ada didepan mata" ucapnya lagi.
"Seneng banget ma, mobil jenis ini Raina liat pas pameran di GIASS tahun 2016 tapi ini yang versi terbaru" ucap Raina sambil mengelus bodi mobil yang berwarna putih itu "Yang Raina liat waktu itu I8 IU, Sekarang aja bekasnya masih 3.5 m." lanjutnya.
Dia kemudian mengambil foto lalu mengirimkan kenomer suaminya. Tak lama ponselnya berdering Raina langsung menjawabnya.
"Halo mas" ucap Raina dengan gembira.
__ADS_1
"Kamu suka mobilnya sayang? tanya Raihan ditelpon.
"Mas kok tau sih kalau aku pengen banget mobil itu?" tanya Raina penasaran.
"Ya dari Aulia sahabatmu lah siapa lagi, mas kan bukan Cenayang yang bisa menebak isi hatimu sayang" ucap Raihan.
"Mas makasih ya, jadi makin cinta sama suami aku" ucap Raina dengan manja.
"Seandainya mas disana pasti wajah mas ini sudah lecet dicium terus" ucap Raihan.
"Mas ih ada-ada saja. Eh mas udah nyampe bandara?" tanya Raina lagi.
"Bentar lagi, udah dekat kok" jawab Raihan.
"Ya udah mas hati-hati. I Love you suamiku"
"Love you to istriku. Bye"
Setelah panggilan terputus Dia kemudian membuka pintu mobil tersebut "Ma kita cobain yuk, jalan-jalan aja keliling komplek" ajak Raina yang sudah tidak sabar untuk mencobanya.
"Ayo. mama juga pengen ngerasain naik mobil yang mewah" ucap mama Indi sambil membuka pintu mobil lalu naik. "Ternyata nyaman ya, beda banget sama mobil kamu itu walau pintunya juga 2" ucap mama Indi.
"Ya bedalah ma, mobi Raina kan hanya Honda CR-Z yang harganya ratusan juta sementara ini miliar" ucap Raina yang sudah duduk di kursi pengemudi. Dia kemudian menyalakan mesin mobilnya. Suara mobil yang halus membuat Raina makin senang. "Ma beda banget suaranya" ucap Raina.
"Ini halus tapi knalpotnya agak sedikit bising" ucap mama Indi.
"Namanya juga mobil sport ma. Kita let's go" ucap Raina melajukan mobilnya dengan hati-hati.
Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. mama Indi yang melihat kebahagiaan anaknya itu juga ikut senang.
"Raihan tidak beli mobil sport juga? tanya mama Indi.
"Gak tau ma, tapi di mansion kakek Cakra banyak mobil mewah. Mas Rai tinggal pilih saja yang mau dipakai" Jawab Raina.
"Ada mobil sports juga"
__ADS_1
"Ada sih tapi mobil Ferrari keluaran lama sama Lamborghini, katanya mobil sitaan dari manager yang korupsi dikantornya" ucap Raina.
Mereka mengelilingi kompleks perumahan itu. Warga komplek menatap kagum dengan mobil mewah yang dikemudikan oleh Raina itu.