
Raina membuka matanya ketika seberkas cahaya matahari masuk melalui jendela membuat matanya silau ketika mama Indi menyibak tirai jendela.
Raina mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan perawatan itu. Mencari keberadaan laki-laki yang mengaku suaminya itu tapi tidak terlihat hanya mama Indi yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah..
"Mah.. " Raina memanggil mamanya dengan suara yang masih lemah.
"Iya sayang? kamu butuh sesuatu? tanya mama Indi dengan lembut.
"Aku mau kekamar mandi" ucap Raina. Mama Indi kemudian membantu Raina untuk bangkit dari tempat tidur. sambil berpegangan pada mamanya, Raina berjalan menuju kamar mandi.
Mama Indi berdiri di depan pintu menunggu putrinya selesai dengan urusannya dikamar mandi. setelah mendengar panggilan dari dalam kamar mandi dia segera membuka pintu lalu masuk kedalam membantu Raina kembali ke tempat tidur.
Tak lama muncullah dokter spesialis yang datang memeriksa keadaan Raina. Setelah selesai mereka menjelaskan keadaan Raina setelah itu kemudian meninggalkan ruangan perawatan.
Setelah mereka pergi masuklah perawat membawakan bubur untuk Raina lalu meninggalkan ruangan itu. Mama Indi kemudian mengambil bubur itu lalu menyuapi Raina perlahan.
"Mah, kenapa dokter tadi memeriksa perutku dan mengatakan kalau aku hamil?" tanya Raina .
"Kamu memang lagi hamil sayang, usianya sudah masuk 5 Minggu" Jawab mama Indi sambil terus menyuapi Raina.
"Kenapa bisa mah? Siapa laki-laki yang tega berbuat begitu? Mama kok gak ngamuk sih melihat anaknya dihamili"
"Siapa lagi? ya Suamimu lah, mana bisa kamu hamil sendiri. kenapa mama marah sama Raihan? Yang ada mama bahagia karena bisa dapat cucu" jawab mama Indi.
"Mah aku ini masih belum nikah"
"Kamu sudah menikah sayang dan Raihan suamimu"
"Mah aku masih tidak percaya jika sudah menikah, coba ceritakan tentang apa yang terjadi padaku sampai berada di rumah sakit" ucap Raina meminta penjelasan.
"Begini, Kamu berkenalan dengan Raihan si tukang ojek ketika mengantarmu kekampus. kalian saling jatuh cinta...
Mama Indi menceritakan kembali awal pertemuan dengan Raihan sampai mereka menikah, dia juga menceritakan tentang Ervin yang terobsesi dengannya seperti yang pernah diceritakan oleh Nisa teman kuliahnya sampai kejadian dimana Raina menolak cinta Ervin dan terjadinya kecelakaan yang membuatnya dirawat di rumah sakit.
... Begitulah ceritanya, mama tau tentang Ervin dari Nisa teman kuliahmu" ucap mama Indi sambil meletakkan kembali mangkuk berisi bubur karena Raina sudah tidak mau lagi. dia kemudian mengambilkan air minum.
"Jadi beneran dia suamiku?" tanya Raina dengan ekspresi terkejut karena merasa tidak percaya masa dia jatuh cinta sama tukang ojek.
"Iya sayang. Ini foto pernikahan kalian berdua berbarengan dengan pernikahan Aulia dan Kristina" ucap mama Indi sambil memperlihatkan foto waktu resepsi dimana ketiga pasangan pengantin sedang berfoto bersama.
"Ya mah artinya aku gak perawan lagi dong. Terus kalau ada laki-laki tampan yang mau sama aku gimana dong"
Mama Indi hanya bengong mendengar ucapan anaknya itu. Bukannya memikirkan hal penting seperti kehamilan atau rumah tangganya, ini malah memikirkan dirinya yang sudah tidak perawan lagi.
Tok. tok. tok
Pintu terbuka dan masuklah Raihan bersamaan dengan seorang wanita cantik. Raina meliriknya dengan tatapan sinis.
"Hai selamat pagi, gimana keadaan kakak?" tanya Melani.
"Kamu siapa?" tanya Raina.
__ADS_1
"Aku Melanie kak, anaknya asisten Bobi" jawab Melani.
"Maaf aku gak ingat." ucapnya kepada Melanie tapi matanya terus menatap tajam ke arah Raihan.
"Selamat pagi sayang, masih ada yang sakit?" ucap Raihan sambil mencoba mendekati Raina.
"lo kenapa perkosa gue sampai hamil? Tanggung jawab Lo" ucap Raina dengan nada tinggi meluapkan emosi yang sejak tadi ditahan.
"Kan apa gue bilang, pasti gue disangka perkosa dia. Jatuh deh harga diri didepan mertua." ucap Raihan dalam hati sementara Melanie dan mama Indi berusaha menahan tawa mendengar ucapan Raina.
"Sayang, kan aku suami kamu lagian kita lakukan itu sama-sama mau." ucap Raihan dengan nada lembut.
"Bohong, pasti lo paksa gue kan atau Lo pelet gue ya sampai gue mau nikah sama Lo. secara gue itu suka tipe cowok kayak song Joong Ki. Masa gue nikah sama tukang ojek" ucap Raina.
Mama Indi dan Melani saling tatap kemudian mereka menjauh dari tempat tidur menuju sofa tamu.
"Aku mah sebelas duabelas lah sama song Joong Ki. Malah lebih tampan aku kemana mana" ucap Raihan penuh percaya diri.
"ih ngarep."Ucapnya sambil menatap sinis "Lo ngapain kesini? kok gak kerja? pengangguran ya? Mama kok mau menerima mantu pengangguran kayak dia" sahut Raina.
Mama Indi dan Melanie yang sejak tadi menonton perdebatan mereka berdua sambil menahan tawanya akhirnya tertawa terbahak bahak. mereka merasa sangat lucu, Seorang direktur dikatakan pengangguran oleh istrinya sendiri.
"Kok kalian tertawa sih? tanya Raina sambil menatap heran mamanya dan Melanie yang menertawakannya.
"Habis kamu ngatain suamimu pengangguran"
"Terus kenapa dia gak pergi kerja?"
"Kan dia direkturnya jadi masuk jam berapa pun gak masalah" ucap mama Indi. Raina langsung menegakkan duduknya sambil menatap Raihan.
"Iya aku tajir, malah tajir banget" ucap Raihan sambil tersenyum melihat kelakuan istrinya.
"Hahahaha.. Dasar matre dengar suaminya kaya langsung berhenti jutek" ledek mama Indi
"Mah saya itu bukan materialistis tapi Realistis" ucap Raina.
"Kakak udah gak jutek lagi nih? jadi udah mau mengakui kak Raihan sebagai suami?" tanya Melani sambil tersenyum.
"Siapa yang nolak kalau suami tajir" ucap Raina sambil tersenyum menatap Raihan.
"Mah, aku kekantor dulu. Ada urusan mendesak yang harus aku kerjakan. Sayang aku tinggal dulu ya" Ucapnya lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Kamu kesini lagi kan?" tanya Raina sambil menahan tangan Raihan.
"Iya aku sebentar kemari untuk menemani kamu" ucap Raihan sambil mengelus punggung Raina. Raihan berniat mengecup kening istrinya tapi dia urungkan takut nanti Raina marah.
"Tante aku pergi dulu, Kak ipar cepat sembuh ya biar kita bisa shopping bareng." Ucap Melanie. Dia kemudian meninggalkan ruangan itu bersama Raihan.
Selepas kepergian Raihan. Raina kembali beristirahat setelah minum obat yang diberikan oleh mamanya.
****
__ADS_1
Raina merasa bosan di ruang perawatannya. dengan menggunakan kursi roda, mama Indi mendorongnya menuju taman belakang rumah sakit. Sampai ditaman Mama Indi pamit kekantin dan meningalkan Raina sendirian menikmati pemandangan taman yang ditata dengan baik serta terdapat kolam air mancur ditengahnya.
"Hii..
Raina menengok kearah suara yang menyapanya. Dia menatap heran dengan kedatangan laki-laki itu.
"Sendirian saja?" tanyanya sok akrab.
"Lo siapa?
"Kenalin gue Bastian. Eh sendirian aja?
"Sama mama tapi dia pamit mau kekantin beli minuman" jawab Raina cuek.
"Lo sakit apa?
"Gue habis kecelakaan mobil" jawabnya datar karena risih dengan cowok yang sok akrab itu.
"Oh begitu. Eh namamu siapa bo...
"Sayang, kok kamu disini? mama mana?" Raihan tiba-tiba muncul lalu mengecup kening Raina. Tadi setelah dari kantor, Raihan langsung menuju rumah sakit tapi setelah sampai di ruang perawatan, Raina tidak ada. Dia mengetahui Raina berada di taman melalui pengawal yang mengawasi dari jauh. melihat istrinya lagi berbicara dengan laki-laki membuat dia dengan cepat mendekati istrinya.
"Mama lagi beli minuman" jawab Raina.
"Kamu siapa?" tanya Raihan sambil menatap tajam kearah laki-laki yang tidak dikenalnya itu.
"Saya Bastian" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Raihan SUAMINYA. Kamu kenal dengan istri saya?" Raihan menekankan kata suami agar laki-laki itu tau jika Raina sudah bersuami.
"Ah tidak, saya tadi melihat dia sendiri jadi saya menyapanya" ucap Bastian.
"Oh begitu. Sayang mau kembali ke kamar?" tanya Raihan dengan lembut.
"Sebentar lagi, aku bosan dikamar." ucap Raina.
"Ya udah aku temani kamu disini" ucap Raihan sambil berjongkok di depan Raina. Bastian yang melihat mereka berdua mulai mundur dengan perlahan lalu berbalik meninggalkan mereka.
Setelah merasa sudah lama berada di taman, Raina meminta Raihan mengantarnya kembali ke ruang perawatannya untuk beristirahat. Mama Indi ternyata Sudah berada di dalam kamar menunggu kedatangan mereka. Setelah membantu Raina kembali ke tempat tidur Raihan berjalan keluar ruangan menemui pengawal yang berjaga..
"Mark, Bams. Kalian kenapa membiarkan laki-laki itu mendekati istriku?" bentak Raihan.
"Maaf tuan, Kami diperintahkan mengawasi dari jauh. Selama tidak mengancam keselamatan nona Raina kami tidak mengusirnya" sahut Mark dengan tegas.
"Ingat, Awasi terus. Jika laki-laki tadi kembali mendekati istriku. Dari cara menatap, sepertinya dia menyukai istriku." seru Raihan
"Baik tuan" ucap Bams dan Mark bersamaan.
To Be Continued.
Hai readers. besok *sudah masuk bulan suci Ramadhan. Author hanya mau menyampaikan SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI YANG BERAGAMA ISLAM. Semoga readers puasanya full dan gak bolong-bolong shalat tarawih juga full gak kayak author yang kadang bolong-bolong.
__ADS_1
Tapi semoga tahun ini bisa full karena disini suasana menyambut bulan suci Ramadhan terasa banget. beda waktu tinggal di kota, mungkin dikarenakan didesa dan dekat dengan pesantren jadi lebih kental suasana ibadahnya.
Sekali lagi Selamat berpuasa*.