Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Rencana penangkapan tikus kantor


__ADS_3

Raihan berjalan menelusuri koridor menunju ruang perawatan Raina, setelah dikabari oleh Bams jika iptu Faizal dan Briptu Fauziah sedang berada di rumah sakit menjenguk Raina, Raihan segera meninggalkan perusahaan menuju rumah sakit.


Setelah sampai pengawal segera membuka pintu, Raihan segera masuk kedalam ruangan.


"Assalamualaikum" ucap Raihan sambil mendekati mereka.


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersamaan.


"Bagaimana kabar? saya sangat senang karena kalian berdua sudah menyempatkan diri untuk berkunjung" ucap Raihan setelah bertemu dengan Iptu Faizal dan Briptu Fauziah.


"Kebetulan kami ada urusan di Jakarta jadi menyempatkan diri untuk menemui anda, maaf saya baru tahu tentang kecelakaan istri anda" sahut Iptu Faizal.


"Kami baru dapat kabar ketika menghubungi Mas Anton" Ucap Briptu Fauziah.


"Tidak apa-apa, kami memang sengaja tidak mengabarkan kepada kalian berdua karena takut kalian memaksa datang padahal kalian juga sangat sibuk" ujar Raihan.


"Mungkin pengacara sudah mengabarkan bahwa mereka telah dijatuhi vonis 10tahun penjara dan menyita seluruh aset kekayaan dan diserahkan kepada perusahaan" sahut Briptu Fauziah.


"Saya sudah dapat kabar itu, saya sangat berterima kasih atas semua bantuan dari kalian berdua, ah saya sampai lupa, bagaimana Briptu Fauziah apa dia sudah datang ke keluarga anda? " tanya Raihan.


"Dia sudah datang hanya kami belum tetapkan tanggal, melihat situasi yang anda hadapi sepertinya kami akan menunggu sampai nyonya muda sembuh agar bisa datang menghadiri acara pernikahan kami" jawab Briptu Fauziah.


"Tidak apa-apa, lanjutkan saja rencana kalian berdua. Anton dan Rahmat bisa mewakili kami menghadiri acara pernikahan kalian. jangan menunggunya karena hanya tuhan yang tahu kapan dia bangun. Mungkin karena terlalu lelah dengan kehidupan sehingga dia ingin beristirahat sejenak" ucap Raihan


"Akan kami tunggu sampai 3 bulan kedepan, sekalian agar kami tidak terburu-buru untuk mengurus keperluan nikah kantor" ucap Fauziah.


"Jika itu keinginan kalian berdua baiklah, kalian sudah makan siang? Kita kekantin rumah sakit sekalian ada yg ingin saya bahas dengan kalian" ucap Raihan


Mereka berdua kemudian pamit kepada mama Indi, Kristina dan Aulia kemudian mengikuti Raihan menuju kantin rumah sakit, dikoridor mereka bertemu dengan Anton yang datang bersama mama Arini. Setelah mengobrol sebentar mama Arini langsung keruang perawatan Raina sementara Anton ikut dengan Raihan.


Mereka berempat sudah berada di kantin Rumah sakit. Anton memesan makanan dan minuman untuk mereka berempat, setelah itu kembali bergabung dengan mereka.


"Begini, tadinya kami akan beraksi menangkap orang-orang yang terlibat dalam kasus penggelapan di perusahaan, orang yang di Makassar hanyalah pion saja sementara dalang utamanya masih berkeliaran bebas." ucap Raihan.


"Saya mengerti hanya saja kami tidak bisa sepenuhnya terjun langsung jika diluar wilayah tugas kami" sahut Iptu Faizal.

__ADS_1


"Kami hanya butuh bantuan dari kepolisian, untuk menangkap orang-orang tersebut secara serentak. Ini daftar orang-orang yang terlibat beserta bukti-bukti kejahatan mereka, kami ingin kepolisian menangkapnya, akan tetapi untuk dalang utamanya kami yang akan bergerak sendiri. Bagaimana? Anda bisa membantu?" tanya Raihan sembari meletakkan sebuah flashdisk diatas meja.


"Baiklah kami akan memeriksa isi flashdisk ini baru menyerahkan kepada pihak kepolisian setempat agar segera dilakukan penangkap.


***


Raihan bersama dengan Anton sedang berada di markas Darkside untuk membahas tentang rencana penangkapan dalang utama penggelapan uang perusahaan yang merugikan perusahaan milyaran rupiah.


Mereka sedang berada di ruangan rapat yang disediakan oleh kapten sebagai pimpinan Darkside.


"Dalam rumah itu tidak ada yang boleh lolos, Ayah, anak dan cucu beserta dengan pasangan mereka harus ditangkap semua" ucap Raihan.


"Bagaimana dengan anggotanya" tanya Kapten.


"Mereka akan ditangani oleh pihak kepolisian setempat" jawab Anton.


"Ini semua data penghuni rumah itu, kalian bergerak dimalam hari agar tidak menimbulkan kepanikan warga disekitar rumah. Bagaimana menurutmu Ton?" ucap Raihan.


"Ada yang lebih berbahaya dari keluarga itu, Coba kembali Lo lihat daftar orang-orang itu, Yoga Tirtayasa. Dia yang paling memiliki peranan penting, semua aliran dana masuk kedalam rekeningnya" ucap Anton.


"Saya rasa ada baiknya kita mengamankan dia terlebih dahulu baru Keluarga itu. Dengan demikian kemungkinan dia kabur makin kecil." ucap Kapten.


"Kalian berangkat nanti menggunakan helikopter milik perusahaan, kalian tunggu saja disini. setelah kita dapat info dari kepolisian jika mereka sudah menentukan kapan akan bergerak maka kita akan bergerak lebih dulu" ucap Raihan.


"Ingat, operasi ini harus dilakukan secara diam-diam dan tanpa ada yang menyadari" lanjutnya.


"Baik kami akan melaksanakan sesuai dengan arahan" ucap kapten.


"Bagaimana dengan bajingan itu?" tanya Raihan.


"Masih di ruang hukuman"


"Ayo kita lihat kondisinya, terakhir kit lihat 3 Minggu lalu waktu dihajar sama mama Indi" sahut Raihan.


Mereka kemudian berjalan menuju ruangan hukuman tempat Ervin disekap. Kapten membuka pintu ruangan dan mempersilahkan Raihan masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


Tampak seorang laki-laki duduk terikat dikursi dengan penampilan yang begitu memprihatinkan, luka lama bercampur dengan luka baru disekujur tubuhnya, wajahnya hampir tidak bisa dikenali.


Raihan melangkah mendekati Ervin, dia meraih kursi kosong lalu meletakkan didepannya dan duduk disana.


"Bagaimana rasanya bermain-main dengan harimau yang sedang tidur?" Ucap Raihan dengan ekspresi wajah yang datar.


"Sa-saya menyesal karena telah mengganggu kalian, tolong lepaskan saya" ucap Ervin.


"Melepaskan? Istriku belum sadarkan diri dan kamu minta dilepaskan. Saya akan melepaskan kamu tapi setelah kamu mati"


"Kalau begitu bunuh aku sekarang"


"Tidak semudah itu, kamu harus merasakan penderitaan yang dialami oleh istriku, dan percuma juga kau keluar dari sini karena pasti akan langsung ditangkap polisi jadi sebaiknya kau disini saja dulu" ucap Raihan


Raihan kemudian berdiri kembali, di kemudian memberikan beberapa pukulan sebelum meninggalkan ruangan itu, sebelum pulang dia menyuruh untuk memindahkan Ervin keruang tahanan yang lain dan memberi pakaian tapi hukuman pukulan tiap hari masih berlaku. gunanya untuk membuat anggota berfikir beberapa kali jika ingin berhianat.


Kini Raihan dan Anton berada di dalam mobil menuju rumah sakit. Anton mengemudi dengan kecepatan sedang sementara Raihan sedari tadi hanya diam saja dengan tatapan kosong.


"Lo kenapa? sejak tadi diam saja" tanya Anton.


"Gue mikirin Raina yang masih terbaring Koma" jawab Raihan.


"Gue cuma bisa bilang kalau Lo jangan menyerah, dokter juga akan selalu memeriksa dan memantau perkembangan kesehatannya. Jika kita sudah berusaha sisanya Lo serahin kepada Yang Maha Kuasa. kami akan selalu mendukungmu" sahut Anton...


"Gue berpikir untuk membawanya berobat ke Singapura, disana pengobatan lebih canggih dan lebih lengkap ditunjang juga dengan dokter-dokter profesional" ujar Raihan.


"Tapi kondisinya sekarang belum bisa untuk meninggalkan rumah sakit tanpa alat penunjang untuk hidup" ucap Anton.


"Itu juga yang gue pikirkan"


"Coba bicarakan dengan mertuamu dan dokter spesialis yang menangani Raina. Siapa tahu mereka mempunyai solusi terbaik" saran Anton.


Mobil terus meluncur membelah jalanan ibukota Jakarta, karena malam telah larut sehingga membuat jalanan ibukota menjadi lebih lowong.


To Be Continued

__ADS_1


maaf jika hanya update 1 bab saja, jaringan internet susah untuk diajak kompromi. post 1 bab saja mesti mencoba beberapa kali baru bisa terkirim. tapi tetap akan diusahakan untuk update sebanyak mungkin.


__ADS_2