Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Rindi datang menjenguk Raina


__ADS_3

"Tempatkan mereka diruangan terpisah, kakekku akan menemui mereka besok" ucap Raihan.


"Baik akan saya laksanakan"


"Oh iya, Alvin telah memulai memimpin perusahaan dengan baik, jika tidak terlalu banyak kesibukan kamu bantu dia diperusahaan."


"Saya akan pertimbangkan. Sementara saya disini saja untuk melatih anggota baru. Beberapa hari yang lalu Alvin menghubungi jika mereka sedang mengirimkan penawaran kebeberapa perusahaan menawarkan jasa keamanan. Kami harus siap dengan anggota terlatih untuk ditempatkan kapan saja jika mereka menandatangani kontrak." ucap Kapten


"Sementara ada berapa anggota terlatih?"


"Sementara hanya 50 orang yang terlatih dan siap ditempatkan" jawab kapten.


"Baiklah saya tidak akan mengganggumu. anggaran untuk pelatihan akan disiapkan oleh Alvin. kumpulkan preman dan latih mereka dengan baik. Saya pergi dulu" ucap Raihan lalu masuk kedalam mobil. Dia kemudian meninggalkan markas menuju mansion kakek Cakra.


Sementara dirumah sakit, Keadaan Raina sudah mulai membaik, luka bekas operasi sudah mulai mengering. Hanya terkadang kepalanya mendadak sakit ketika mencoba untuk mengingat kembali apa yang diceritakan oleh orang terdekatnya.


Sementara dikoridor rumah sakit tampak berjalan seorang wanita hamil menuju ruangan yang ditempati oleh Raina. Sampai di depan pintu dia ditahan oleh pengawal yang berjaga.


"Saya ingin menjenguk nona Raina" ucapnya.


"Maaf tuan memerintahkan untuk melarang orang yang tidak kami kenal untuk menjenguk nona Raina" Sahut Mark melarangnya untuk masuk. sementara Bams mengirimkan pesan beserta foto kepada Raihan.


"Saya Rindi teman nona Raina, Sekertarisnya pak Anton" ucapnya meyakinkan, agar mereka membiarkannya masuk dia menunjukkan Foto bersama dengan Raina waktu acara lamaran dirumah Aulia. Pengawal akhirnya membiarkan dia masuk kedalam ruangan setelah mendapat persetujuan dari Raihan.


"Selamat pagi" Ucapnya sambil tersenyum kepada Raina. Ini kali pertama dia datang menjenguk setelah Raina sadar. Dia berjalan menuju kursi kosong didekat tempat tidur Raina lalu duduk di kursi tersebut.


"Selamat pagi, maaf kamu siapa? apa saya mengenalmu?" tanya Raina sembari menatap wajah Rindi dan berusaha untuk mengingatnya


"Ah iya perkenalkan saya Rindi sekertaris pak Anton istri dari mas Satrio. Maaf baru sempat menjenguk karena harus bedrest dirumah" jawab Rindi memperkenalkan dirinya.


"Kamu juga hamil?" tanya Raina yang melihat buku yang biasa diberikan oleh dokter ketika pemeriksaan kehamilan.

__ADS_1


"Iya nona, baru jalan 3 bulan jadi belum nampak dan harus bedrest karena kandunganku lemah" jawab Rindi.


"Bagaimana sekarang keadaanmu?"


"Sekarang sudah membaik, kebetulan hari ini jadwal periksa jadi sekalian saya datang menjenguk nona Raina" jawab Rindi "Nona sendirian?" tanyanya kembali.


"Mama lagi kekantin" jawab Raina. keadaan jadi canggung seperti orang yang baru mengenal, Raina juga bingung mau bertanya tentang apa kepada Rindi.


"Nona juga sudah hamil kan? Apa tidak mengalami ngidam atau morning sickness?" tanya Rindi.


"Syukurlah tidak, untuk sekarang saya tidak merasa mual atau ngidam aneh-aneh tidak tau nanti jika sudah masuk trimester kedua atau ketiga."Jawab Raina.


"Syukurlah Nona, orang bilang hamil kebo. Hamil yang tidak merasakan seperti wanita kebanyakan yang mual, muntah sampai bedrest" ucap Rindi.


"Oh iya, kamu mengenal suamiku?" tanya Raina.


"Tuan Raihan? Saya kenal Nona"


"Bagaimana pendapatmu tentang suamiku?"Sudah menjadi kebiasaannya ketika ada yang baru menjenguknya pasti akan menanyakan kepada mereka pendapat tentang suaminya.


"Jadi menurut kamu suamiku orang baik?" tanya Raina.


"Sangat baik Nona dan sangat sayang sama Nona Raina, mungkin nona tidak ingat jika tuan takut sama anda. Tuan Raihan itu paling takut kalau nona marah" ucap Rindi.


"Serius? Kamu gak bohong kan?"


"Serius Nona, kalau tidak percaya tanya sama Anya sekertarisnya. Dia biasa mengancam tuan menggunakan nama Nona kalau tuan marah sama dia. malah dia bisa berpacaran dengan asisten Ivan semua karena Nona Raina. saya tau semuanya karena kami sering bergosip, maaf" jawab Rindi dengan semangat.


"Tidak apa-apa, tapi saya tidak mengenal sekertaris suami saya. bagaimana saya bisa tanyakan? Maaf sebelumnya kalau banyak bertanya, saya ingin mengenal pribadi suami saya karena jujur saya tidak ingat apa-apa mengenai suami saya dan saya mau mengenalnya melalui orang-orang yang dekat atau mengenalnya." ucap Raina dengan sendu. Dia merasa sedih karena tidak mengenal suaminya dengan baik.


"Tuan Raihan pasti mengerti keadaan nona Raina, tuan sangat mencintai nona Raina jadi jangan khawatir tentang tuan. Sebelum Nona sadar Anya pernah datang hanya saja sekarang ini dia sangat sibuk karena tuan tidak fokus dengan urusan perusahaan, dia lebih fokus memikirkan keadaan nona. itu kata Anya." ucap Rindi. "Kata Anya, tuan sekarang tidak pernah tersenyum dan lebih dingin sejak nona mengalami kecelakaan" lanjutnya

__ADS_1


"Saya takut nanti dia akan meninggalkan saya karena tidak bisa mengingat kenangan bersamanya"


"Maka ciptakan kenangan baru bersama dengan tuan Raihan" ucap Rindi


"Maksudnya?" tanya Raina yang belum mengerti maksud perkataan Rindi.


"Mulai dari awal lagi seperti saat pertama kali bertemu, jangan memikirkan kenangan yang hilang tapi buatlah kenangan baru yang indah. Seiring berjalannya waktu, kalian akan menciptakan kenang-kenangan baru yang mungkin saja bisa lebih indah" ucap Rindi menjelaskan.


Raina mulai nyaman berbicara dengan Rindi, pribadi Rindi yang menyenangkan serta dewasa membuat Raina seperti mempunyai kakak yang menasehatinya.


Ditempat lain tepatnya dimansion kakek Cakra tampak Raihan sedang duduk berdua dengan kakeknya dihalaman belakang rumah.


"Maaf sebelumnya kek, Adik kakek sekarang ini sudah saya tahan di markas Darkside bersama dengan keluarganya" sahut Raihan.


"Jadi apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya?" tanya kakek Cakra.


"Saya datang kemari untuk meminta pendapat kakek tentang langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Apa harus memasukkan mereka ke dalam penjara sementara mereka masih saudara kakek?"


"Dalam bisnis tidak ada yang namanya saudara, keluarga atau teman. mereka semua adalah kolega atau rekanan. Jika mereka berbuat salah maka kita akan memutuskan kontrak atau hubungan kerja sama dengan mereka. Memang dia adik kakek tapi perbuatannya telah merugikan perusahaan dalam jumlah besar."


"Jadi kalau saya memutuskan memenjarakan mereka, kakek tidak akan menentang keputusan saya?"


"Apapun keputusan yang kamu ambil adalah keputusan yang terbaik" ucap kakek Cakra.


"Saya sudah memerintahkan kepada pengacara untuk mengurus semua aset dan kekayaan milik keluarga Ganendra dan Sebelum mereka saya serahkan kepada pihak kepolisian, apa kakek ingin menemuinya?" tanya Raihan.


Kakek Cakra tidak menjawab pertanyaan Raihan, dia diam seribu bahasa sambil menatap kejauhan.


"Jika kakek ingin menemuinya, saya antar kakek kesana besok" ucap Raihan kembali.


"Sebenarnya kakek sakit hati dengan kelakuan adik Kakek yang serakah dengan harta yang bukan haknya padahal selama ini kakek sudah membantu meningkatkan kehidupan mereka. Baiklah besok antar kakek menemui mereka sebelum kamu menyerahkan kepada pihak kepolisian. untuk istri dan cucunya biarkan mereka kembali ke Surabaya" ucap kakek Cakra. "Tapi kamu siapkan tempat tinggal dan membuatkan usaha agar kebutuhan sehari-hari mereka dapat terpenuhi" lanjutnya.

__ADS_1


Raihan hanya mengangguk ketika mendengar ucapan Kakek Cakra yang memintanya untuk membantu kehidupan keluarga Ganendra.


to Be Continued


__ADS_2