Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Kabar gembira dan kabar buruk.


__ADS_3

Sudah 30 menit mereka menangani Raina diruang operasi, mama Indi masih terus terisak dipelukan mama Arini. tampak Raihan berlari diikuti oleh asisten Ivan mendekati mereka.


"Mah, Raina kenapa mah, pah. Raina kenapa pah? tanya Raihan yang panik karena mendengar berita tentang istrinya yang harus kembali pendarahan dikepalanya


"Terjadi pendarahan dikepalanya jadi dokter kembali harus melakukan operasi untuk menghentikan pendarahannya dan mengeluarkan darah yang menekan sistem saraf otak" ucap papa Chandra.


"Harusnya hari ini saya tidak meninggalkan dia pah, ini salahku karena pergi kekantor" ucapnya prustasi sambil menyalahkan diri sendiri.


"Rai, ini bukan salahmu dan bukan salah siapa-siapa. dokter juga terus memantau kondisi Raina setiap saat. Berhenti menyalahkan diri sendiri. Berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa" ucap Papa Chandra sambil mengelus punggung Raihan untuk menenangkannya.


Satu jam kemudian dokter Yang menangani Raina keluar dari ruangan operasi dan berjalan mendekati mereka.


"Operasi berjalan dengan lancar, Nona Raina telah melewati masa kritisnya. Kondisi Nona Raina sangat baik dan dari hasil diagram otaknya kami bisa perkirakan dia akan sadar beberapa hari kedepan. Tapi saya harus menyampaikan kabar buruknya, Karena banyaknya darah yang menekan saraf otaknya ada kemungkinan besar Nona Raina akan kehilangan memorinya. Tapi kami belum bisa memastikan apakah seluruh ingatannya atau hanya sebagian saja. Setelah sadar kami akan memeriksanya kembali" ucap dokter spesialis saraf.


"Apa ingatannya bisa dipulihkan kembali?" tanya Raihan.


"Kemungkinan pasti ada, tapi kami tidak bisa memastikan. Dari pengalaman kami, ada yang hanya beberapa bulan bahkan tahun baru bisa pulihkan ingatan tapi ada juga yang tidak bisa mengingat kembali masa lalunya. Kami akan memindahkan pasien keruang ICU terlebih dahulu untuk memantau perkembangan kondisi pasien" ucap dokter spesialis saraf.


"Terima kasih dok" ucap Papa Chandra.


"Pah kenapa Raina gak dibawa kembali ke ruang perawatan?" tanya Raihan.


"Pasien yang baru selesai operasi itu rentan terjadi komplikasi yang mungkin diakibatkan oleh bakteri atau virus jadi harus dibawa keruangan yang betul-betul steril dan terjaga" papa Chandra menjelaskan panjang lebar agar Raihan mengerti.


Raihan dan yang lain berjalan menuju ruang tunggu ICU. Setelah mereka duduk di kursi kosong ruang tunggu, Raihan memperhatikan mama Indi yang terlihat masih terpukul atas kejadian tadi.


"Mama kenapa? ada masalah? tanya Raihan.


"Mama gagal menjaga anak mama, mama lupa diri sampai meninggalkan dia sendiri sementara mama asyik ngobrol" ucap mama Indi sambil terisak.


"Mah, bukan salah mama seperti yang dikatakan papa tadi tidak ada yang salah dan patut disalahkan." ucap Raihan menenangkan mama mertuanya.

__ADS_1


"Kenapa papa meminta untuk tidak membiarkan Raina sendiri ya karena kondisinya bisa tiba-tiba drop dan pendarahan seperti tadi. semua itu yang paling sering terjadi pada pasien yang Koma" ucap papa Chandra menjelaskan agar istrinya bisa tenang dan berhenti menangis..


Tak lama datang Rahmat dan Anton bersama Aulia. Mereka mendapat kabar dari sekertaris Anya yang mengabarkan jika Raina kembali drop.


"Rai bagaimana dengan Raina?" tanya Anton setelah duduk di samping Raihan.


"Masa kritisnya sudah lewat, Dan kemungkinan besar dia akan segera sadar. tapi ada kemungkinan dia akan lupa ingatan" jawab Raihan dengan wajah sendu.


"Kita doakan saja semoga apa yang diprediksikan oleh dokter meleset dan Raina segera sadar kembali" ucap Rahmat.


Dokter keluar dari ruangan ICU setelah menyelesaikan pemeriksaan terhadap kondisi Raina. Raihan kemudian mendekati dokter itu.


"Dok, Apa saya bisa melihat istri saya?" tanya Raihan.


"Bisa tapi sebelum itu tolong memakai pakaian pelindung agar tidak membawa virus dari luar ruangan. Menjenguknya harap bergantian karena Hanya satu orang yang boleh masuk dan tidak boleh terlalu lama." ucap dokter.


"Mama duluan aja masuk" ucap Raihan mempersilahkan mama mertuanya untuk lebih dulu menjenguk Raina.


"Maafkan mama sayang, mama gak becus jagain kamu. Cepatlah sadar sayang, mama kangen berdebat sama kamu m, kangen digodain kamu dan kangen jalan-jalan dan belanja sama kamu." Mama Indi menangis melihat kondisi anaknya. dia melihat tambah banyak alat bantu yang terpasang ditubuh anak perempuannya.


Mama Indi lanjut bercerita dengan Raina, sementara diluar ruangan tinggal Raihan dan sahabatnya. Mama Arini dan mama Dira pulang lebih dulu sementara Aulia mengantar mertuanya pulang kerumahnya.


"Rai, kamu Kenapa? tanya Anton.


"Gue lagi mikirin nasib gimana nanti kalo sampai Raina lupa sama gue. masa harus kenalan lagi sama istri gue lagi." sahut Raihan.


"Mat kalo lupa ingatan apa mesti nikah lagi? kan dia lupa pernah nikah dan pastinya lupa sama suaminya" Tanya Anton.


"Ngaco Lo. Mana ada yang kayak gitu, kan dia masih punya buku nikah dan selama suaminya gak pernah menjatuhkan talak mereka masih sah sebagai suami istri" jawab Rahmat.


"Aku nanya kan karena gak tau, Lo kan pernah nyantri jadi Lo pasti lebih tau" elak Anton

__ADS_1


"Gue nyantri cuma sampai tamat Tsanawiyah jadi ilmu pengetahuan tentang pernikahan belum terlalu banyak" sahut Rahmat


"Rai, yang perlu kamu lakukan sekarang adalah berdoa agar Raina segera sadar dan kembali bersama kita. soal nanti dia amnesia kan masih bisa diberitahu jika dia sudah menikah dan kamu suaminya" ujar Anton.


"Betul itu, sekarang istrimu butuh Doa. butuh dukungan. jauhkan segala pemikiran negatif yang memenuhi isi kepalamu itu" seru Rahmat.


"Sorry guys, gak seharusnya gue berfikiran seperti itu. harusnya gue bisa bahagia jika Raina kembali sadar" ucap Raihan


Obrolan mereka terhenti dengan kedatangan asisten Ivan dan sekertaris Anya. Mereka datang untuk menjenguk Raina serta membawa berkas yang harus ditandatangani oleh Raihan.


***


Sementara dimansion kakek Cakra Buana, Asisten Bobi yang telah mendengar kabar tentang Raina segera menemui kakek Cakra..


"Tuan ada yang harus saya sampaikan" ucap asisten Bobi.


"Kenapa? ada masalah apa lagi? tanya kakek Cakra


"Nona Raina kembali mengalami pendarahan di kepalanya sehingga team dokter harus melakukan operasi kembali untuk menghentikan pendarahannya dan mengeluarkan darah yang ada dikepalanya." ucap asisten Bobi menyampaikan berita itu.


"Terus keadaannya bagaimana sekarang?" tanya Kakek Cakra mulai khawatir


"Nona Raina sudah melewati masa kritis dan menurut dokter dia bisa kembali sadar tapi ada kemungkinan Nona Raina akan kehilangan ingatannya" Ujar asisten Bobi.


"Terus minta team dokter untuk memeriksa kondisinya setiap saat. saya tidak mau kejadian seperti tadi terjadi lagi"


"Nona sudah dipindahkan ke ruang ICU agar dapat selalu dipantau oleh team dokter" ucap asisten Bobi.


"Baiklah, selalu sampaikan berita yang kamu dapat. Bantu Raihan diperusahaan, Fokusnya sekarang terbagi antara perusahaan dan istrinya." ujar kakek Cakra.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2