
Setelah mengunjungi proyek, mereka berangkat menuju kantor pemasaran yang berada dipusat kota untuk mememui manager proyek. Sesampainya dikantor, dia disambut langsung manager proyek dan staff. Raihan meminta segera untuk mengadakan rapat dengan seluruh staff pelaksana dan pemasaran.
Kini Raihan bersama Anton sedang dalam perjalanan menuju kota Jakarta dan meninggalkan kota Tangerang. Dari hasil pertemuan dengan manager dan staff dia makin bisa memahami kendala dan kebutuhan apa yang dilapangan.
“Ton, sepertinya gue masih perlu belajar nih. Gue ngerasa masih banyak kekurangan” keluh Raihan tiba-tiba. Dia merasa apa yang selama ini didapat dibangku kuliah harus ditopang dengan pengalaman, wajar jika asisten Bobi menyuruhnya belajar pada ivan yang lebih dulu terjun kedunia bisnis.
Anton yang mengemudi mobil menengok sekilas “Bukan loe aja yang ngerasa kayak gitu, gue juga kadang ngerasa banyak banget kekurangan. Tapi gue selalu berusaha untuk belajar memahami dan leih sering diskusi dengan papa” ucap Anton menanggapi keluhan Raihan.
“Gue juga kayaknya perlu diskusi sama yang lebih senior, beruntung kakek minggu ini udah dateng ke Jakarta jadi lebih sepuh lagi dia” sahut Raihan
“Nanti gue juga ikut ya belajar sama kakek loe itu” pinta Anton dan dibalas anggukan kepala Raihan.
Sementara itu diperusahaan Buana Group, Ivan lagi pusing dengan tingkah Anya yang selalu merengek dan gak mau menjauh dari Ivan. permasalahan dipicu oleh seorang karyawan yang terang-terangan mengungkapkan perasaan kepada Ivan dilobby perusahaan.
Flassback On.
Ivan yang baru tiba dikantor pagi ini berjalan memasuki lobby perusahaan seperti biasa. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan seorang gadis menghadang langkahnya sambil membawa buket bunga mawar ditengannya. "Minggir jangan menghalangi langkahku" Ucap Ivan dengan tatapan dingin.
Gadis itu tidak bergeming dari tempatnya, dia malah menyodorkan buket mawar itu kehadapan Ivan "Maaf pak jika saya lancang, saya menyukai Asisten Ivan sejak pertama kali datang diperusahaan ini" ucap gadis itu.
"Kamu suka sama saya? Tapi saya tidak suka sama kamu" sahut ivan dingin.
Dari kejauhan seorang gadis dengan tatapan tajam dan penuh emosi mendekati mereka. Lestari yang sudah mengetahui hubungan Ivan dan Anya langsung memeberi kode kepada asisten Ivan. ivan yang melihat kode dari Lestari menengok "Mampus aku, bisa perang dunia ketiga ini" ucapnya dalam hati.
Gadis itu menatap Ivan yang memandang kearah lain. Dia kemudian mengikuti arah pandangan Ivan dan melihat sekertaris Anya berjalan dengan tergesa-gesa mendekati mereka.
"Kamu siapa berani menggoda Asisten Ivan?" tanya Anya dengan emosi yang tertahan.
"Gak masalah kan kalau saya suka dengan mas Ivan, dia juga kan jomblo" ucap gadis itu dengan nada menantang.
Dengan emosi Anya berdiri dihadapan Ivan dan mengalungkan tangannya dileher ivan lalu mencium dan ******* dengan ganas bibir ivan diahadapan para karyawan yang berada di lobby. Gadis itu menganga melihat tindakan Sekertaris Anya yang berani mencium Ivan didepan umum. Anya kemudian melepas ciumannya dan menghadap kepada gadis itu, "Masalah jika kau menggoda Ivan karena dia kekasihku, sekali lagi kulihat kau mendekatinya, kuhabisi kau" sahut Anya dengan penuh emosi. gadis itu langsung menunduk takut mendengar kata-kata Anya.
Prok.. Prok.. Prok.. terdengan suara tepuk tangan seseorang dibelakang mereka.
"Wah pertunjukan yang menyenangkan. Habisi saja langsung mbak, kalau aku nih sudah kukirim kerumah sakit" suara seorang perempuan terdengar yang tak lai Aulia.
"Sayang sudah ya. mas juga gak nerima kok bunganya" sahut Ivan yang mulai ngeri mendengar kata-kata Aulia.
"Kali ini kau kumaafkan, kamu juga mas suka ya digodain gadis-gadis sehingga tidak pernah mempublish hibungan kita"
"Tidak sayang, hanya mas fikir mereka akan mengetahui juga nantinya" Ivan membela diri.
"Hukum saja mbak, nanti minta saran sama Raina hukumannya" sahut Aulia memprovokasi.
__ADS_1
"Maaf sayang jagan dihukum ya, mas akan melakukan apa saja asal jangan dihukum" sahut Ivan.
Flassback off.
Dan inilah yang terjadi, Anya mengekor kamana saja Ivan pergi bahkan pekerjaannya dibawa kedalam ruangan ivan.
Kembali ke Raihan dan Anton, kini mereka telah sampai di Jakarta, karena sudah sore jadi mereka Anton langsung pulang setelah mengantar Raihan sampai mansionnya. Anton yang merasa lelah melajukan mobilnya menuju kerumah, tak lama terdengar dering telpon diponselnya. Dia meraih earphone bluetoot yang biasa dia pakai lalu mengangkat telponnya.
“Hallo sayang, sudah sampai dimana?” Aulia langsung membrondong dengan pertanyaan.
“ini suda sampai jakarta, sementara perjalanan pulang kerumah sayang” jawab Anton.
“Jemput dong, aku dipanggil sama mama kerumah. Aku tunggu ya sayang jangan lama. tut” Aulia langsung mematikan sambungan telponnya.
“Uh dasar cewek bar-bar untung gue sayang” umpatnya ketika Aulia dengan seenak hatinya mematikan telponnya. Anton terpaksa memutar arah melaju kekantor Buana Group untuk menjemput calon istrinya, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya bisa cepat sampai. Sesampainya disana jam kantor belum selesai jadi dia terpaksa menunggu didalam mobilnya.
Setelah 30 menit terlihat seorang gadis berjalan keluar dari pintu. Anton melambaikan tangannya seraya memanggil Aulia, sementara Auliah yang sudah mmelihat Anton langsung berlari mendekati lalu memeluknya “Kangen” ucap Auliah.
“Baru juga kemarin kita ketemu udah kangen aja” sahut anton sambil memngelus wajah kekasihnya itu.
“Iya dong, apa lagi seharian gak hubungin kan pengen denger suaranya” keluh Aulia.
“Maaf, seharian sibuk dengan Raihan tapi syukurlah sekarang semua sudah lancar” ucap Anton. “Ayok naik katanya mau kerumah ketemu mama” lanjutnya sambil mengurai pelukannya dan membukakan pintu. Auliah naik keatas mobil dan memasang seat belt, sementara Anton duduk dibelakang kemudi menjalankan mobilnya menuju kediaman keluarga Andika.
“Ayok sayang kita kedalam” ajak Anton lalu meraih tangan Aulia dan menggandeng tangannya lalu berjalan kedalam rumah. Mama Arini duduk diruang tamu karena sejak tadi menunggu calon mantunya datang.
“Aulia sayang, mama udah nungguin dari tadi” ucap mama Arini heboh.
“Assalamualaikum mama” salam Aulia lalu menyalami calon mertuanya itu.
“Mama, ini anakmu gak disambut gitu?” protes Anton yang sedari tadi dicuekin sama mama mamanya.
“Sorry ya, mama gak nyambut kamu tuh. Mau pulang atau gak mama gak pusing, mama hanya mau nyambut anak mama yang cantik ini karena baru pertama kali datang kemari” sahut mama Arini. Aulia tersenyum melihat perdebatan ibu dan anak itu.
“ya sudah ayok sayang saya antar pulang” ucap Anton lalu menarik tangan Aulia seolah-olah akan membawanya pergi.
Mama Arini refleks menarik tangan dan memeluk Aulia “Hei jangan seenaknya saja bawa anak gadis orang ya, mama yang manggil dia kesini. Dasar anak durjana pergi kekamarmu sana gak usah ganggu, aku mau ngobrol sama anak gadisku” omel mama Arini membuat Anton cemberut dan berjalan menuju kamarnya untuk
membersihkan dirinya.
Aulia tersenyum melihat tingkah calon mertuanya, dia merasa bahagia mendapat calon mertua yang sangat menyayanginya seperti anak sendiri. Awalnya dia takut waktu pertama kali ditelpon mama Arini dan bertanya tentang kedekatannya dengan Anton, awalnya dia mengira ditentang tapi ternyata kebalikannya malah dipaksa kawin.
“Mama kayak tom and jerry sama mas Anton” sahut Aulia sambil tersenyum.
__ADS_1
“Itu anak memang dari dulu seperti itu, mama sayang walau dia suka membangkang perintah orangtua karena dia hanya mau melakukan apa yang menurutnya benar” Curhat mama Arini.
“Sejak aku kenal mas Anton juga dia masih jadi tukang ojek sama kak Raihan, Auliah pernah nanya kenapa gak kerja dikantor dan memilih jadi tukan ojek. Jawabnya dia ingin merasakan bagaimana susahnya cari uang tanpa
mengandalkan kekayaan orang tua dan menemani sahabatnya” ucap Aulia
Mama Arinni tersenyum “Dulu Anton gak seperti itu, dia orangnya nakal, angkuh dan emosian. Dia pernah pulang sekolah habis dihajar sama teman sekelasnya hanya karena ngatain temannya miskin. Habis itu dia berubah, mulai hidup sederhana dan bergaul dengan tiga sahabatnya itu.” Lanjutnya. Aulia dan mama Arini terus mengobrol dengan santai diruang keluarga.
Sementara itu di Mansion Raihan yang sudah membersihkan diri sedang duduk diteras menikmati sore hari ditemani secangkir teh yang disiapkan pembatu dimansion itu. Dia kemudian mengambil Hpnya lalu menghubungi Raina yang seharian belum sempat dia hubungi.
Tut. Tut. Tut. Nada sambung telpon
“Assalamualaikum sayang” ucap Raihan ketika sambungan telpon terhubung.
“Walaikumsalam. Bagaimana? Sudah berhasil ditangani permasalahannya?” tanya Raina yang penasaran dengan hasil dari kunjungan Raihan ke proyek yang ada di kota Tangerang.
“Alhamdulillah sudah berkat Doamu sayang, semua berjalan dengan lancar, ternyata semua ulah dari Brian Hadinata”Jawab Raihan.
“Memangnya dia tahu mas yang jadi direktur Buana Group? Tanya raina penasaran.
“Kayaknya dia tahu tapi permasalahan ini katanya udah berjalan lama. Ini ada hubungannya dengan pemutusan kotrak oleh manager proyek karena pelanggaran kontrak” jawab raihan. “Dimana sekarang? Udah pulang kerumah?” tanya Raihan kembali.
“Ini lagi dikamar, udah pulang dari tadi. Capek banget kena macet tadi.” Keluh Raina dengan manja.
“Besok mas antar kembali biar kamu gak capek nyetir lagi ya, atau besok kita jalan yuk.” Ajak Raihan.
“Kemana? Soalnya lagi malas jalan-jalan” ucap Raina menolak ajakan Raihan dengan halus.
“Kemana aja. Tapi kalau lagi malas keluar ya gak apa-apa, nongkrong aja dicafe pas pulang kerja. Sekalian ada yang mau dibahas sama sahabatmu dan pasangannya” sahut Raihan.
“Mau bahas tentang apa sayang? Kok mereka juga ikutan?” tanya Raina penasaran.
“Ini menyangkut tentang akad nikah kita. Untuk lebih jelasnya besok kita bahas di cafenya rahmat sepulang kerja. Jadi nanti mas jemput kamu nanti kita sama-sama kesana” ucapnya lagi.
“Nanti ijin mama dulu, takut nanti mama ratu melarang putri mahkota untuk pulang telat” canda Raina.
“Tenang saja, pangeran akan meminta ijin kepada ibu ratu dan Baginda raja biar kamu diijinkan pulang telat.” sahut Raihan.
“Aku percaya kalau mas yang ijin otomatis ibunda ratu akan mengijinkan. Hahaha ” ucap Raina.
Mereka terus mengobrol sembari melepas kangen setelah seharia tidak bertemu seperti biasa.
To be continued.
__ADS_1
*** Maaf belum belum craazy up***