Ojek Tampan Kesayangan

Ojek Tampan Kesayangan
Aulia jadi sekertaris


__ADS_3

Pagi hari di perusahaan Citra Properti. Aulia melangkah masuk kedalam perusahaan dan menghampiri resepsionis "Maaf. Hari ini saya ditugaskan untuk sementara waktu menggantikan ibu Rindi yang sedang sakit. Pak Anton sudah diruangannya? "Tanya Aulia kepada resepsionis.


Resepsionis menengok kearah Aulia "Maaf dengan nona siapa kalau boleh saya tahu? tanya resepsionis.


"Aulia Sarah. Panggil saja Aulia." Jawabnya.


"Pak Anton belum datang, mungkin sebentar lagi dia akan tiba. Mari saya antar keruangannya" Ucap resepsionis kemudian berjalan menuju lift diikuti Aulia.


Aulia melangkah dengan anggun menuju lantai tempat ruangan wakil direktur berada. Hari ini hari pertama baginya menjadi sekertaris untuk menggantikan posisi Rindi yang lagi cuti sakit.


Raihan sudah memberikan surat penempatan untuk Aulia sebagai formalitas agar teman-temannya tidak mencurigainya.


Sesampainya dilantai dimana ruangan wakil direktur berada resepsionis menunjukkan ruangan tunggu "Nona bisa menunggu Pak Anton disini" ucap resepsionis.


"Terimakasih mbak atas bantuannya, saya akan tunggu beliau disini"


"Kalau begitu saya permisi" pamit resepsionis yang dibalas anggukan kecil oleh Aulia. Resepsionis berjalan kembali menuju lift untuk turun ke lobby perusahaan.


Anton yang masih dalam perjalanan menuju perusahaan belum mengetahui jika Aulia sudah mulai bekerja menjadi sekretaris sementara untuk wakil direktur.


Kali ini dia mengemudi sendiri karena sopirnya lagi mengantar mama Arini yang sibuk dengan urusan seserahan pernikahan dan mengantarkan undangan kepada kolega dan keluarga terdekatnya.


Mobilnya sudah berhenti didepan pintu masuk perusahaan. Seorang sekuriti langsung menunduk lalu membukakan pintu mobilnya. Anton keluar dan memberikan kunci mobilnya kepada sekuriti agar diparkirkan ditempat parkir khusus petinggi perusahaan.


Dengan langkah tegap dia memasuki perusahaan. Seorang resepsionis datang menyambut kedatangannya "Maaf tuan, Pengganti sementara Ibu Rindi sudah menunggu diruangan tunggu" sahut resepsionis.


"Terimakasih" ucapnya kemudian melangkah menuju lift.


Sesampainya dilantai dimana ruangannya berada dia mengedarkan pandangannya kearah ruangan tunggu dan melihat Aulia sedang duduk sambil membaca majalah.


"Pagi sayang" sapa Anton seraya mendekati Aulia.


Aulia langsung berdiri "Selamat pagi pak. Perkenalkan saya Aulia yang akan menggantikan Ibu Rindi" Sapa Aulia.


Anton yang tadinya ingin memeluk Aulia berhenti dan berdiri mematung karena kaget mendengar ucapan Aulia yang begitu Formal.


"Kenapa pak? Ada yang salah?" ucap Aulia yang melihat Anton yang hanya diam berdiri di depan matanya.


"Kamu kesambet setan mana lagi sampai ngomongnya kaku dan formal begitu?" Ucap Anton.


"Maaf pak saya hanya mencoba bersikap profesional dalam pekerjaan" jawab Aulia.


Anton mendengus mendengar ucapan Aulia. "Keruanganku sekarang" Perintahnya Anton jengah melihat kelakuan wanita absurd yang berdiri didepannya itu.


Anton berjalan menuju ruangannya. Dia membuka pintu ruangannya lalu melangkah masuk dan duduk di sofa tamu. Aulia mengikutinya dan ikut duduk didepannya.

__ADS_1


"Hei Marimar. kenapa bersikap seperti itu padaku? tanya Anton.


"Emang kenapa? takutnya nanti ada yang lihat tadi jika aku bisa jadi sekretaris karena aku kekasihmu" jawab Aulia.


"Tapi jangan seperti itu juga sayang? aku kan tidak mau jika kamu bersikap seperti orang lain" sahut Anton.


"Baiklah tapi tidak didepan umum, karena mereka tidak mengetahui jika aku adalah kekasihmu" ucap Aulia tegas.


"Apapun yang kamu inginkan sayang. Tapi aku harus menghukummu terlebih dahulu" ucap Anton lalu berdiri kemudian berjalan mendekati Aulia dan duduk disampingnya.


Dia langsung menarik Aulia lalu memeluknya dengan erat "Ngapain peluk-peluk. Lepasin dong, sesak nih" Protes Aulia.


Anton kemudian melonggarkan pelukannya lalu meraih dagu Aulia kemudian mendaratkan ciuman dibibir Aulia yang seksi. Aulia yang baru pertama kali dicium langsung kaku tanpa membalas ciuman itu.


"Bernafas sayang" ucap Anton yang sudah melepaskan bibirnya.


"Kau mencuri ciuman pertamaku yang ingin kupersembahkan kepada suamiku nanti" teriak Aulia sambil memukul-mukul bahu Anton.


"Ampun sayang. Kan nanti aku juga yang akan menjadi suamimu sayang. Tinggal tunggu beberapa hari lagi" sahut Anton yang berusaha menenangkan Aulia yang terus memukulnya.


Aulia mengambil nafas setelah lelah melayangkan pukulan pundak Anton "Kamu pernah jadi tukang pukul ya? kenapa pukulannya keras sekali" sahut Anton sambil mengusap-usap pundaknya yang nyeri karena pukulan dari Aulia.


"Kenapa? masih mau merasakan pukulan yang lebih keras lagi" bentak Aulia.


"Jangan dong sayang" ucap Anton lalu menarik Aulia kedalam pelukannya "Baru dicium saja sudah bikin pundakku remuk gimana dengan yang lain bisa-bisa besoknya aku bangun di ruang IGD" keluhnya dalam hati.


"Dia bisa baca pikiran kayaknya" gumahnya dalam hati "Tidak berani sayang, tapi kalo sudah nikah boleh kan?"


"Kalo sudah nikah lain cerita. Sudah halal jadi kewajiban istri melayani suami tapi kalo sekarang kau berani melakukan hal yang melewati batas aku akan buat kamu bangun besok pagi di rumah sakit" jawabnya Aulia dengan tegas dan kedengarannya seperti kalimat ancaman ditelinga Anton.


"Ya sudah, itu tablet yang dipakai Rindi untuk mencatat jadwal kegiatanku setiap hari. Tinggal kamu emailkan tiap sore jadwal kegiatan besoknya agar aku bisa mengetahui kegiatanku besoknya" sahut Anton sambil menunjuk tablet yang ada diatas meja.


Aulia meraih tablet itu dan memeriksa jadwal kegiatan Anton hari itu. "Jadwalnya padat hari ini, makan siang saja diresto bersama klien" sahut Aulia.


"Itu karena banyak jadwal kemarin yang dipindahkan ke hari ini, nanti siang kita pergi bersama" jawab Anton.


"Aku ke meja sekertaris ya, sebentar lagi akan datang tamu dari supplier" sahut Aulia lalu berdiri kemudian melangkah meninggalkan Anton menuju meja sekertaris yang berada di depan ruangan Anton.


Tak lama berselang datanglah seorang wanita dengan berpakaian seksi yang dikenal oleh Aulia, dia adalah Silvi teman sekolah waktu SMP.


Dengan angkuhnya dia mendekati Aulia "Wakil direktur ada diruangannya? tanya Silvi sambil menatap Aulia "Kamu Aulia kan? Papamu sudah bangkrut sampai kamu bekerja disini jadi sekertaris? lanjutnya


"Sudah ada janji dengan Pak Anton?" jawabnya singkat.


"Saya direktur pemasarandari PT Catur Persada Suplindo yang akan bekerjasama dengan perusahaan ini" jawabnya Silvi seakan-akan menyombongkan dirinya.

__ADS_1


"Oww. Mari saya antar keruangannya." Ucapnya sopan. Sebenarnya Aulia sangatlah malas berurusan dengan Silvi yang waktu sekolah terkenal sebagai siswi populer tapi suka membully siswi lain yang dianggap lebih cantik darinya.


Aulia berjalan diikuti Silvi dibelakangnya. Aulia langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu "Tuan, Direktur marketing PT Catur Persada Suplindo sudah datang"


"Suruh langsung saja dan kamu duduk disana" ucap Anton tanpa menoleh sedikit pun.


Aulia mempersilahkan Silvi masuk kedalam ruangan dan mempersilahkan duduk disofa tamu. Silvi yang memasuki ruangan itu menatap Anton dengan pandangan berbinar "Selamat pagi, Perkenalkan Saya Silviana direktur pemasaran PT Catur Persada Suplindo" Ucap Silvi.


"Duduklah" Ucap Anton singkat tanpa menoleh. Silvi kemudian duduk,


Aulia ikut duduk didepan Silvi sambil menatap Silvi yang tidak lepas pandangannya dari Anton.


"Tidak usah menatap terlalu berlebihan, dia tidak akan melirikmu" sarkas Aulia.


"Kenapa anda bicara seperti itu?" tanya Silvi berusaha bersikap anggun didepan Anton.


"Loe masih merasa paling cantik kah? dimata laki-laki yang kau tatap tadi cuma aku yang paling cantik " sahut Aulia.


Anton yang merasa ada aura permusuhan diantara keduanya hanya diam memperhatikan.


"Maaf anda bicara apa sih? saya tidak mengerti maksud anda" elak Silvi.


"Silvi Silvi. Loe gak usah pura-pura sok anggun didepan dia. Dia tidak akan pernah melirikmu apalagi suka sama loe" ujar Aulia, "Sekarang mana proposal penawaran yang ingin loe ajukan"lanjutnya.


"Maaf saya hanya ingin membahasnya dengan wakil direktur bukan dengan sekertarisnya" sahut Silvi.


"Sayang, duduk sini jangan cuma duduk diam disana" panggil Aulia.


Anton kemudian beranjak dari kursinya kemudian berjalan menuju tempat duduk Aulia dan duduk disampingnya.


Silvi yang mendengar panggilan Aulia dan melihat Anton yang langsung duduk disampingnya sudah bisa menyimpulkan hubungan keduanya.


"Silvi, pria disampingku ini adalah calon suamiku jadi gak usah ditatap seperti tadi dan wajar jika kamu membahas proposalnya denganku karena jika saya mau, saya bisa menolaknya " sarkas Aulia.


"Maaf sebelumnya karena tidak mengetahui jika tuan Anton adalah calon suamimu"sahutnya dengan sopan mulai takut jika penawaran ditolak karena ini adalah proyek besar dari buana group dan banyak diincar perusahaan lain "ini proposal penawaran terbaik dari perusahaan kami dengan material dan harga dibawah pasaran" lanjutnya.


Anton kemudian meraih proposal dan memeriksanya, dia kemudian menyodorkan ketangan Aulia agar dia memeriksanya. "Ada beberapa produk yang dibawah standard Buana Group, Silahkan perbaiki kembali dengan mengupgrade kalsifikasi material yang sesuai dengan standard" Sahut Anton.


"Besok lusa anda bisa datang jam 10 dengan membawa sampel produk yang sesuai standard" sahut Aulia.


"Baiklah, saya usahakan untuk memenuhi standard yang sudah ditentukan."


"PT Catur Persada salah satu supplier terpercaya jadi jangan mengecewakan kami" sahut Anton kemudian berjalan menuju meja kerjanya.


"Senang bekerjasama dengan anda Tuan." sahut Silvi tapi Anton hanya diam saja.

__ADS_1


"Mari saya antar keluar" ucap Aulia mengusir dengan halus. Silvi kemudian berdiri dari tempat duduknya kemudian melangkah keluar ruangan diantar oleh Aulia.


Setelah Silvi pergi, Aulia kembali ke meja kerjanya melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


__ADS_2